BODYGUARD SANG IDOLA

BODYGUARD SANG IDOLA
malam konser


__ADS_3

Sebelum membaca jangan lupa like vote and red bintang lima ok..


Selamat membaca.


******


Tanpa Hira dan Laras sadari ada seorang pemuda yang sedari tadi melihat mereka berdua bahakan meliahat saat Hira menagias. pemuda itu tersenyum getir, dia tidak menyangka Hira bisa bersikap biasa saja, seolah tidak pernah terjadi apa-apa pada diri nya saat di hadapan orang lain.


"Wanita yang tegar aku yakni nasib baika ada. di pihak mu." gumama pemuda itu.


Neks.


Kembali ke hira dan Laras.


Hira masih terus mengejar Laras yang belum juga mampu menagkap nya, karena lari laras yang gesit seperti lalat terbang tak mampu Hira tangkap. sampai-sampai Hira menyerah dengan sendiri nya.


" Lat, sudah sudah aku nyerah, lari mu masih saja gesit dan cepat seperti lalat terbang." ucap hira dengan nafas ngos-ngosan.


"Ah, payah kamu kalau soal lari,


" Ah, resek kamu." ya sudah kita kembali ke tempat kita tadi, energi ku abis gara-gara kamu."


" ya sudah ayok, aku juga capek gara-gara kamu kejar."


Hira dan Laras kembali ke tempat duduk mereka, dan melewati pemuda tersebut tanpa rasa curiga sedikitpun.


sesampai nya Hira dan Laras di tempat nya semula, mereka langsung menyantap semua sisa makanan mereka dengan lahap.


******


Malam konser.


Di sore hari, tepatnya di hari dimana konser Grob boyband milik Han dan memeber linya.


" Hir, ayolah temani aku nonton, Hira ayok lah." rengek Laras." Hir, kamu kejam sih, besok kita jauhan lagi loh, besok aku sudah harus kembali ke negara K, apa kamu tidak berniat mebuat ku senang?" Laras terus saja merengek, meminta Hira untuk menemani nya nonton konser Han.


"Aku kan sudah bilang aku tidak suka kebisingan, apa pernah aku dateng keacara Ayah, saat Ayah mengadakan konser untuk para artis-artis nya." Hira masih saja menolak ajakan Laras.

__ADS_1


"Bukan kah kamu produser mereka? apa kamu tidak pengen melihat mereka tampil?, seharusnya kamua bangga usahamu tidak sia-sia." bujuk Laras.


"Zahira Bagas Adipura aku janji, aku janji tidak akan merengek seperti ini saat aku datang ke sini lagi, tapi untuk kali ini saja, mau yah, pleasss." bujuk Laras lagi.


"Ok baiklah, aku temani kamu nontot," jawab Hira ketus.


" Beneran ?" tanya Laras antusias.


"Hem."


"Baiklah kalu gitu kita siap-siap sekarang, kita berangkat sekarang juga." Ajak Laras penuh semangat.


" jam berapa ini, acaranya bahkan di mulai jam 8 nanti."


"Kita harus datang sekarang, biar kita bisa nontot secara dekat." pinta nya.


"Laras, tiket kamu adalah tiket VVIP, walau pun kamu tidak datang kursi kamu tidak akan ada yang menempati. omel Hira.


"Oh iya, aku lupa," jawab Laras.


Malam harinya, Laras dan Hira sudah berada di acara tersbut, Laras dan Hira telihat cantik dan anggung, mereka datang sedikit terlambat, Laras terlihat kesal karena Hira sengaja membut mereka terlambat agar tidak terlalu lama berada di tenggah keramaiyan.


" Cuma terlambat sebentar, toh acara nya juga belum selesai." Jawab Hira. " udah jangam manyun, nanti tambah jelak," Hira meledek Laras karen Laras telihat kesal karena ulah nya.


"Udah ayok masuk," ajak Hiral.


Laras dan Hira kini sudah berada di dalam gedung tempat acara di adakan, kebisingan sudah terdengar di mana-mana, Hira mulai telihat resah dengan semua yang ada, tapi demi Laras di mencoba untuk bertahan.


Kini Han dan member lainya sudah berada diatas panggung, Han terus saja mencari sosok Za, Tapi tak kunjung dia lihat,tanpa sengaja Han melihat Hira yang sedang berjalan menju tempat duduk nya. Karena kurang fokus han tergelincir dan membuat kakinya terkilir kembali.


Baruk!


"Aawww!. Han merintih karena kaki nya terkilir kembali. Entah dari mana datang nya Za, Saat Han akan di papah oleh para cruw Za sudah berada di dekat nya dan mengomeli Han.


"Aku kan sudah bilang untuk hati-hati dengan kaki mu, beginikan jadinya,kaki mu yang belum benar-benar sembuh kembali terkilir, kalau kamu mau celaka jangan pas acara, bikin kacau saja." omel za


"ZA, pangila mereka serempak. kini semua mata tertuju pada Za yang tiba-tiba muncul.

__ADS_1


"Za kamu datang dari mana, kenapa kamu tiba-tiba ada di sini ? tanya Erza.


" Apa itu penting?" tanya za sarkas. " yang penting sekarang adalah menolong Han agar dia bisa melanjutkan penampilannya." JelasnZa dengan tegas.


" Aku akan membatu mu lagi, sekarang apa pilihan mu," tanya Za.pilihan yang di maksut Za adalah, diam dan jangan berteriak, memukul nya dan tidak sadar dalam tiga hari, dan yang terahir membungkap Han dengan sepatu,


"Pilihan apa yang kamu maksut Za," tanya Bora yang tidak faham dengan yang Za maksud kan.


"Kami bisa diam tidak!" bentak Za.


" aisss, dasar cewek aneh, sukanya membentak ." gumam Bora.


"Han apa pilihan mu, cepat katakan? tanya Za dengan tegas." kalau tidak aku yang memikih kan nya untuk mu,dan aku memilih pilihan yang ke dua." ancam Za.


" Ha yang kedua!, jangan dong masak aku pinsam tiga hari, terus acara ku ini bagai mana?"


"Itu bukan urusan ku, sekarang cepat tentukan pilihan mu!" pinta Za dengan tegas.


" Baikalah aku masih tetap memilih piliahan yang ketiga, tapi tidak dengan sepatu." jawan Han.


" terserah yang pentinga jangan berteriak." ucap Za tegas.


" Kalau sakit bagai mana tidak teriak," Erga menyela ucapan Za.


"Diam!!" bentak Za dan Han.


"Eh busyet, "kompak amat kalian berdua."sahut kenzo.


*****


Terimakasih sudah membaca, tunggu kelanjutannya yah..


Jangan lupa mampir di karya autho yang lain


-Arabella.


\- Rahasia Si Cupu.

__ADS_1


-Langait dan Bumi.


Terimakasih


__ADS_2