
Pagi harinya di gedung Z&Z.
" Bersiaplah hari ini ada jadwal pemotretan busan dan disainer itu sendiri yang akan memptret kalian, jadi jagan biarkan di menunggu" ucap bagas tiba-tiba yang baru saja masuk kedalam ruangan khusus untuk Han dan lainya.
"Dari mana kamu tau jatwal kita,?" tanya Rey.
"Apa itu penting !!?" Tanya Hira, tegas.
" Ti tidak." Jawab Rey gagup.
"Kalau begitu bersiap lah, jangan banyak tanya." ucap Hira datar sambil melangakah pergi.
Hira sudah bekerja di gedung Z&Z entertainment selama dua minggu, Hira terkenal dengan sikap dingin nya, semua orang yang bekerja di gedung itu tau dengan sikap tegas nya, bahakan Hira tak segan untuk menegur orang yang bernai mengujing dirinya apalagi masalah peribadi.
Tidak ada satupun yang berani menyapa nya saat dia melintas di hadapa mereka,hanya beberapa pegawai yang berani menyapa, itupun pegawai yang memang mengenal diri nya. mereka adalaha pegawai pindahan dari perusaha'an Bagas Adipura, perusaaan milik ayah Hira, termasuk Jono dan joni, Itu pun jarang sekali mereka lakukan, karan itu adalah perintah dari Hira sendiri untuk tidak menyapanya.
Bahakan menejer Ho,dan Han serta Lima member lainya merasa segan untuk menegur nya, apalagi bercanda atau berguraw dengan nya, hanya bila memang keadaan yang mendesak baru dia akan bertanya kepada Hira.
setelah Hira/Bagas keluar dari ruangan para member.
"Apa aku terlalukeras kepada mereka ?" guaman. "Aku rasa iya, tapi ?, entah lah, biarkan saja sepertu ini dulu." gumam nya lagi.
Hiraberjalan menuju ruang pemotretan.
Terlihat semua persiaapan untuk pemotretan sudah siap semua, tinggal menunggu para member untuk bersiap.
"Ma maaf nona Bagas, nona di tunggu di ruang ganti oleh nona Lee." Ucap salah satu crw,Crw yang bertugas di bagian busan dan tatarias.
"Apa mereka sudah siap ?" Tanya Hira datar.
"Su sudah nona, mereka sidah siap." ucap nya lagi masih sedikit tergagap.
Hira langsung pergi menuju ruanga di mana Para member sedang bersiap.
Sesampainya di ruangan yang dia tuju.
"Cih, anak itu, main ikut-ikutan mengganti identitas segala." guma Hira yang melihat seoranh wanita dengan bodi yang seksi. dan menggunaka bisana kurang bahan, bibir merah sepertu abis makan ayam mentah.
"Bagas kamu sudah datang." Tanya Han, nona Lee bilang kamu juga akan ikut dalam pemotretan." Ucap Han lagi. Han sedikit binggung mengapa bagas melihat nona Lee. seperti itu.
"Nona Lee ini bodyguard Bagas yang anda maksut." ucap Han memperkenal kan Hira kepada wanita sexsi yang benama Lee.
"Oh jadi kamu ya g bernama bagas ?" tanya Lee lembut." Perkenalkan nama saya Lee, saya disayner dan fotografer terkenal dari negara C." Lee meperkenalkan diri sembari mejulurkan tangan untuk berjaba tangan.
"Hemmm."Jawab hira datar tanpa berniat untuk menerima uluran tangan Lee.
"Apa kamu tidak mau berjaba tangan dengan ku ?" tanya Lee." Ok baiklah tak apa, sebaiknya kamu segera bersiap kamu akan ikut dalam pemotretan." ucap Lee ramah, lalu kembali sibuk.
__ADS_1
Hira tak bergeming denga ucapan Lee, bahkan Hira terus saja menatap tajam Lee.
Lee kembali melihat Bagas.
"Aisss, mata itu lama-lama aku congkel" ucap Lee dalam hati.
"Ok, engga jadi puas kamu !" ucap Lee ketus.
Hira masih saja tak bergeming.
"Iya maaf, udah dong jangan menatap ku seperti itu, lama-lama aku colok tuh mata !" uacap Lee lagi dengan nada sedikit kesal karena Hira terus saja menatap nya dengan tatapan yang seperti itu.
Han dan lainya terkejut dengan ucapa Lee. mereka terkejut karena Lee berani berkata kasar kepada nya. Padahal Han dan lainya sudah memperingati nya untuk tidak berkata kasar kepada bagas.
Hira tersenyu kecil melihat Lee kesal karena ulahnya.
Lee kembalai menoleh kearah Hira yang masih saja menatap nya.
"Aiss, masiha ngambek." Gumam nya." Lee mendekat ke arah Hira dan mengoda nya.
"Udah dong jangan melihat ku seperti itu." Ucap Lee lagi dengan manja. Hira masih saja diam tak bergemiang.
"Aiss, udah dong jangan gitu terus." ucap Lee
lagi sambail menghentak hentakan kakinya ke lantai seperti anak kecil.
"Apa yang sedag nona Lee lakukan ?" Tanya Kenzo berbisik kepada Erza.
Erza hanya mengangkat kedua bahunya tanda tidak tau.
" kalau kamu berani tanya saja sana." bisik Bora ke kenzo.
"Aiss ogah, mending cari aman." jawab Kenzo.
Lee yang masih berusaha untuk membujuk Hira untuk tidak mentap nya. Bahakan Lee menutup kedua mata Hira dengan ke dua tangan naya.
"Lepaskan tagan mu dari wajah ku," ucap hira datar.
"Engga !" ucap Lee tagas.
"Lepas !"
"Engga!
"Lepas kalau engga..?
"Kalau engga apa ?" Tanya lee dengan nada menatang.
__ADS_1
"Panda lepas lepaskan tangan mu, tangan kamu bau tau !!" tegas Hira lagi.
"Enak saja, ngatain tangan ku bau, tangan aku wangai tau," protes Lee,lau menurunkan tanganya dari wajah Hira. " satu lagi jangan panggil aku panda lagi, mana ada panda yang seksi kayak aku." ucap Lee lagi sambil berputar menujukan tubuh seksinya.
"Iya-iya kamu sekarang sudah cantik dan seksi." Puji Hira.
"Makasih sayang, jadi pengen peyuk." Lee behambur ke dalam pelukan Hira, dan Hira membalas pelukan Lee. merka pun saling berpelukan untuk melepas rindu.
"Kamu memang seksi, Tapi boong." ucap Hira melanjutkan uacapanya tadi.
"HA !" Lee teerkejut dengan ucaoa Hira barusan. " Au ah gelap, yang penting bodi ku udah tidak kaya panda lagi." Ucap Lee lagi.
Lee adalah sahabat Hira, Nama Lee sebenaranya adalah Franda Lee Jonsen, atau sering di panggi Franda, tapi Hira dan Laras. lebih sering memanggil nya panda. Franda sama sepertu Hira dan Laras, dia juga suka mengganti nama nya dan kali ini Franda mengunak nama Lee untuk nama nya.
Franda /Lee tiba-tiba saja menagis dalam pelukan Hira. "nyet maafkan aku, aku tidak ada pas kamu membutuh ku Hik hik hik." uacap Franda/Lee lirih di sela tanggisan nya. dan memanggil hira denga pangila khusus nya yaitu nyet / monyet.
"Uda tidak apa-apa, hentikan tanggis mu, ada mereka di sini." Ucap Hira lirih.
"Hemm, baiklah kita lanjutkan nanti setelah pemotretan." Ucap Franda lirih.
"Maaf apa kalian saling kenal ? Tanya Gavin tiba-tiba, karena sudah tidak tahan dengan rasa penasaranya.
"Oh iya, Bagas ini adalah sahabat ku." ucap Franda/Lee
"Oh pantas kamu berani dengan nya," Rey ikut berbicara.
"Apa dia sangat menyebal kan seperti tadi ?" Tanya Franda." Kalau iya bilang denga ku, aku yang akan menjinakan nya." uacap Franda/Lee, mengoda Hira
"Kamu pikir aku hewan liar, mau kamu jinakan." protes Hira ketus.
*****
Terimakasih sudah membaca, tunggu kelanjutannya yah..
Jangan lupa mampir di karya autho yang lain
-Arabella.
\- Rahasia Si Cupu.
-Langait dan Bumi.
Terimakasih
__ADS_1