
Jangan lupa Like, koemen dan Vote, di akhir cerita,
Happy reading...
"Apa maksud lo, kenapa lo bisa tau kalau ayah ku sudah meninggal?," tanya Putra sambil mencengkram kerah baju Doh Hyun.
"Lepaskan tangan lo, " pinta Doh Hyun sambil menepis tangan Putra.
"Kalau lo mau tau ikut gue!" pinta Doh Hyun dengan tegas.
Mereka berdu pun mengikiti kemana Doh Hyun pergi, Doh Hyun menuju atap gedung sekolah.
Sesampai nya di atap gedung.
"Sekarang katakan lo itu siapa, dan kenapa lo benci banget sama gue dan bisa tau kalau ayah gu sudah meninggal ?," tanya Putra dengan tegas.
" KARENA AKU SALAH SATU ANAK DARI KORABAN KEJAHATAN ORANG TUA MU, KARENA AYAH MU AKU KEHILANGAN AYAH KU, KARENA AYAH MU AKU KEHILANGAN PERUSAHAAN DAN RUMAH KU!!!", JAWAB Doh Hyun dengan sura keras dan lantang.
Guntur dan Putra terkejut saat mendengar peryataa Doh Hyun.
"Perlu kamu tau kenapa aku ngedekit kalian berdua, karena dengan cara itu aku bisa tau dimana kebrada ayah mu, putra, dengan begitu, gue bisa balas dendam dengan kematian ayah ku, tapi sayang, dia memilih bunuh diri ketimbang tertangkap." jelas Hira sinis sambil berjalan menjauh dari mereka berdua.
Putra terdiam seribu bahasa, dia tak bisa menapik lagi apa yang di katakan Doh Hyun, karen semua itu benar adanya, ayah putra terjerat kasusu penipuan dan pengelapan uang rekan kerja nya.
Sedangkan guntur terkejut dengan apa yang Doh Hyun katakan.
Putra yang memang sedang syok dengan kabar ayah nya meningal menjadi makin bersedih, putra jatuh tersimpuh meretapai nasip nya.
"Doh Hyun, maafka gue, gue tau ayah gue salah, ayah gue jahat, tapi gue mohon maafkan ayah gue, biar dia tenang di sana." pinta Putra sambil menagis.
Doh Hyun yang sedang menenangkan diri diam tak merespok perkataan Putra.
"Doh Hyun, gue mohon maafkan ayah gue." pinta putra lagi.
"Hyun, gue memang tidak tau apa-apa tapi bisakah lo memafkan ayah putra, toh meski lo membalas dendam ayah lo tidak akan kembali lagi." pinta guntur.
Doh Hyun atau Hira masih saja diam.
Doh Hyun berusaha untuk tidak menangis karenadia sudah berjaji untuk tidak menangis.
"Balas dendam memang tidak membuat orang yang pergi balik lagi, tapi paliang tidak koraban bisa mengetahu motif dari pelaku itu sendiri, Dia melakukan semuai ini bukan untuk membalas dendan dengan membunuh ayah mu, tapi dia hanya inggin tau alasan kenapa melakukan semua ini."
" Pak Aditia?," ucap Guntur dan Putra yang terkejut melihat Aditia yang ada di lokasi.
Aditia berjalan menuju Hira melewati ke dua nya.
" Kalau kamu mau menagis mengis lah."ucap Aditia kepada Hira saat sudah didekati nya.
Hira langsung mengis dalam pelukan Aditia.
"Menagis lah sepuas mu supaya hati mu lebih tenang," pinta Aditia.
"Kalian boleh kembali kekelas kalian, biar dia bapak yang mengurus nya," jelas Aditia kepada Guntur dan putra.
"Baik pak,"jawab kedua nya.
__ADS_1
Dari kejauhan Han yang diam-diam melihat Hira yang sedang berpeluk dengan Seorang pria. Entah kenapa Han merasa cemburu lalu pergi karen pria yang bersama Hira meliahat ke arah nya.
" Hira, kamu harus mengontrol emosomu, dimana kemampuan mu dalam mengontrol emosi?, Tanya Aditia.
Hira diam tak menjawab pertanyaan Aditia.
" Kalau kamu seprti ini kamu bisa mengungkap jati dirimu sendiri." jelas Aditia lagi.
"Aki tahu, setiap menggigat ayah mu kamu selalu emosional," jelas Aditia lagi.
" Terus apa yang harus aku lakukan?," tanya Hira.
" Tenangkan pikiran mu, atau kamu mau jalan-jalan, tapi aku tidak ada ide mau jalan keman. " jelas Aditia.
"Tidak, biarkan aku di sini saja, kak Tia kembali ke ruangan mu saja." pinta Hira.
"Baik lah, tapi jagan lomoat yah," ledek Aditia.
Hira hanya menatap sinis akan ucapan Aditia.
Beberapa hari kemudia, Hira memutuskan untuk keluar dari sekolah itu, karena misi yang kerjakan sudah berahir.
Hira pergi tanpa berpamitan denga Guntur dan Putra.
Di kantin sekolah, guntur merasa sedikit kehilangan sosok Doh Hyun yang biasanya duduk di seblahnnya dan selalu memarahinya.
"Lo kenapa Tur?," tanya Putra.
"Tidan ada, gue cuma teringat dengan Doh Hyun," jawab Guntur.
"Lalu kenama di pergi sekarang?," tanya Guntur.
"Entah, kita juga tidak punya alamat atau apapun tetang diri nya." jawab Putra.
"Tur, setelah lo tau siapa gue, lo tidak benci sama gue?," tanya Putra.
"Yang salah ayah lo bukan elo jadi, gue tidak ada hak untuk meghakimi lo." jawab Guntur.
"Terimakasi, lo mau menjadi sahabat gue." Pungkas Putra.
"Tapi, lo mau yah temenin gue nonton konser, ada tiket nganggur satu nih." pinta Guntur.
"Iya, gue mau." jawab Putra.
******
Semenjak Hira tak lagi bersekolah Hira mendapat tugas kembali namun bukam menjadi mata-mata tapi kembali menjadi Bodyguard seorang pengusaha.
Hira tak datang dalam acara konser tapi Hira sudah memberi dukungan kepada para memeber dengan datang ke drom, dan menginap di sana.
Hira juga mendatangi kantor dan rumah Zydan dan juga menginap di sana.
Namuan saat Hira mendapat tugas dari pimpinan nya, Hira tak memberi tahu mereka.
Hingga suatun malam Hira mengawal bos nya dalam acara pesta.
__ADS_1
Pasta yang sama yang di datangi oleh Zydan dan Han dan peramember lainya.
"Hay, tuan Arion Monandavis," sapa Zydan Bagas Adipura atau kakak Hira dengan ramah.
" Hay, tuan Zydan" sapa balik Arion.
" Anda datang juag tuan, saya kira anda sibik jadi tidak ada waktu untuk datang?." tanya Arion lagi.
"Mumpung ada waktu senggang," jawab zydan ramah.
" Anda itu harus terus bekerja agar biasa menyaingi keberhasilan ku." ucap Arion sinis.
"Oh iya, anda benar tuan, saya harus bekrja keras untuk itu, " jawab Zydan masih santai.
"Oh iya tuan, Bodyguard anda cantik juga." goda Zyda sambil menyetuh rambut pendek Bodyguard Arion yang tak lain adalah Hira.
Melihat hal itu, Arion tidak menyukai itu, karen Arion sengaja menjadikan Hira Bodyguard karena iya menyukai nya.
Ariao pernah melihat Hira saat masih di kota X, namun di tidak tahu kalau Zydan adakah kakak nya atau mengetahui kalau siap sebenarnya Hira, yang dia tahu di adalah Za dan Bagas mantan bodyguard Boy band di azensi perusaha milik Zydan.
"Singkirkan tangan mu dari pagawal ku." pinta Arion dengan geram.
"Oh maaf, saya tidak sengaja," ucap Zydan meremeh kan. lalu pergi meninggakan mereka berdua(Airon dan Hira).
"Bodyguard Za, apa seprti itu cara kerjamu saat masih bekerja di sana, diam saja saat digoda bos mu?," tanya Airon dengan Sinis.
"Saya pikir itu bukan urusan anda, di sini saya hanya menjadi bodyguard anda untuk sementara, dan anda tidak berhak untuk mengurisi urusan pribadi saya." tegas Hira.
"Saya adalah bos mu, jadi aku harus tau semua hal tentang pegawai ku." jawab Arion.
"Tapi tidak dengan ku," jawab Hira dengan tegas.
Di kejauhan, Han dan lainya melihat perdebatan mereka.
" Liahat orang sombong itu, di kenabatuya." ucap Rey lirih.
"Biarkan saja, sampai kapan di akan bertahan menghadapi Nona zahira, apalagi nona Zahira tau kalau Airon adalah saingan kakak nya," jelas Han.
*****
Terimakasih sudah membaca, tunggu kelanjutannya yah..
Jangan lupa mampir di karya autho yang lain
-Arabella.
Bodyguar sang Idola.
-RHASIA SI CUPU.
Terimakasih
__ADS_1