BODYGUARD SANG IDOLA

BODYGUARD SANG IDOLA
malam hari di danau hijau


__ADS_3

Sebelum membaca jangan lupa like vote and red bintang lima ok..


Selamat membaca.


******


"Jauh sebelum kamu datang aku sudah ada di sini." jawab nya. " sebaiknya kamu pulang." pinta nya lagi.


"pulang ?" Hira mempertanykan kata pulang.


"iya pulang? ap kamu akan terus di sini sampai fajar datang?" tanya pemuda itu lagi. Pemuda yang sama sekali Hira kenal, bahkan wajahnya sama sekali tidak terlihat karena terhalang oleh gelapnya malam.


"Sebaiknya kamu pulang, tidak baik wanita berada di sini apa lagi sendirian. Se-tangguh-tangguhnya orang kalau sedang stres dia akan lemah, sebaiknya jangan pernah kamu ulanggi perbuatan mu itu." ucap pemuda itu lalu beranjak pergi meninggalkan Hira.


Hira mencerna semua ucapan pemuda itu, dan membenarkan semua ucapan nya.


"Dia benar, aku tidak boleh mengulangi nya lagi, di saat seperti ini jiwa dan raga seseorang sangatlah lemah, dan itu sangatlah berbahaya untuk ku." gumam nya.


" sebenarnya siapa orang itu?, kenapa aku tidak melihat nya sedari tadi?, apa dia mendengar semua yang aku katakan?" Hira bertanya tanya dalam benaknya. " ah sudahlah sebiknya aku pulang, kasihan bu Mee dan Laras pasti mereka khwatir dengan ku."


Setibanya di rumah, saat Hira masuk Hira sudah di sambut oleh Laras dengan tatapan membunuh, dan langsung melontarkan pertanya-pertanyaan yang tak mampu Hira jawab.


"Dari mana kamu?, kenapa pergi tidak bilang pada ku? , kaw pergi dari acara itu tanpa pamit pada ku, dan kenapa baru pulang jam segini?, apa kamu tidak berfikir kalau kita khwatir dengan mu, apa kamu tidak pernah menggangap kami ada, dan kamu hanya hidup sendirian di dunia ini lalu kamu seenak nya sendiri seperti ini ?" tanya Laras dengan tagas.


"Maafkan aku Ras, aku salah, aku janji tidak akan mengulanginya lagi."


"Maaf kamu bilang?!, buat apa kamu meminta maaf kalau kamu sendiri tidak pernah berfikir kalau sikap mu yang selalu pura-pura tegar itu membuat kami tersiksa?, tersiksa karena kita tidak tau apa yang harus kita lakukan untuk membantu mu!" jelas Laras lagi dengan tegas.


"Hira!. Aku, bu Mee, dan pak Agus tau apa yang sedang kamu rasakan, kamu sedang merindukan ayah kan??" tanya Laras masih berbucara dengan nada tegas. " Tapi paman sudah tiada, paman sudah tenang di sana, apa dengan sikap mu itu bisa membuat paman bahagi?, tidak, tidak Hira!, paman akan kecewa melihat mu seperti ini!." jelas Laras, di iringi air mata Laras yang sudah tak bisa di bendung lagi. Hira hanya bisa diam mendengar ucapan laras yang menurut nya memang benar adanya.


"Hira, sebaiknya aku pergi sekarang juga, buat apa aku disini kalau kamu tidak pernah menggangap aku ada!." ucap nya lagi.


"Pergi?." tanya Hira, terkejut.


" Iya pergi!, kenpa kamu terkejut? apa kamu malah senang aku pergi ? tanya Laras sinis.

__ADS_1


" Kanapa kamu harus pergi sekarang, aku mohon sama kamu maafkan aku, aku janji akan meruabah sikap ku, tapi kamu jangan pergi." pinta Hira, sambil berhanbur ke dalam pelukan Laras.


" Kenapa tidak boleh?" tanya Laras.


"Aki tidak mau kehilangan sahabat seperti mu."jelas hira,


"Apa kamu menyayangi ku?" tanya Laras.


"Pertanyaan konyol apa itu, jelas aku sangat sayang kepada mu, aku tidak mau kehilangan mu, aku tidak mau itu." jawab Hira dengan wajah serius


"Kalau gitu biarkan aku pergi meyelesaikan pekerjaan ku dan setelah itu kita bisa kumpul kembali." jawab Laras, sambil memegang kedua tangan Hira.


" Oh iya, kamu harus kembali aku lupa, baiklah nanti aku akan mengantarkan mu ke bandar." ucap Hira sambil menepuk jidatnya.


" Harus itu, kakau tidak aku akan membunuh mu kalu kaw tidak mengantarkan ku ke bandara." Ancam laras, sambil melotot ke arah laras.


" Iya nyonya, Laras putri wijaya." jawab Hira.


****


Bu Mee yang melihat Hira menghapiri nya.


"Kak sudah siang apa kakak mau makan?" tanya buk Mee. sambil ikut duduk di kursi panjang yang ada di bawah pohon.


"


" Aku belum lapar bu, nanti saja." jawab nya.


" Ibu punya pisang rebus kesukaan kakak, apa kakak mau ?" tanya buk mee, menawarkan pisang rebus kesukaa Hira, karena Hira sangat lah suka dengan yang berhubungan dengan posang, baik pisang rebus,goreng, susu posang atau apa yang berhubungan dengan olahan pisang.


" Kalau pisang aku mau bu." Hira menjawab nya dengan senag.


" Ya sudah ibu ambilakan, sekalian ibu ambilkan minum buat kita berdua." jawab Bu Mee, sambil beranjak dari duduk nya kembali ke dalam rumah.


Tak butuh waktu lama bu Mee sudah kembali.

__ADS_1


" Tara pisang rebus datang." ucap bu Mee. bu mee kembali datang dengan membawa nampan berisi pisang rebus dan teh hangat.


" Wah, jadi tidak sabar bu." Hira langsung mengadah kan tanganya menyambut nampan yang di bawa bu Mee.


" kakak kalau liat pisang kayak lihat harata karun, seneng banget." ucap bu Mee mengoda Hira.


" Bilang aja bu kayak anak monyet." sahut nya, sambil mengupas pisang rebus yang masih panas


" Ah kakak bisa aja, iya sih ibu tadi mau bilang gitu." jawab bu Mee, sambil tertawa kecil.


" Ah ibu, sama saja dengan si panda dan si lalat." jawab Hira manja.


" Lalat sama panda, siapa dia ?" tanya bu Mee yang tak paham.


" bu Mee belum tau yah, lalat itu Laras, kalu panda Franda bu." jelas Hira.


" Kakak bisa saja, masak mereka di samai sama hewan." protes buk Mee.


" Abis mereka juga pangil aku siluman monyet, gara-gara aku suka banget dengan yang namanya pisang." Jawab Hira. sambil mengunyah pisang yang baru saja di gigit.


" Oh iya, ibu hampir lupa, tadi adek kamu telfon katanya ibu sama bapak di suruh pulang, katanya dia kangen. ibu juga udah lama belum pulang?, dia juga berpesan untuk mengajak mu, dia juga kangen sama kamu." ucap bu Mee.


*****


Terimakasih sudah membaca, tunggu kelanjutannya yah..


Jangan lupa mampir di karya autho yang lain


-Arabella.


\- Rahasia Si Cupu.


-Langait dan Bumi.


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2