BODYGUARD SANG IDOLA

BODYGUARD SANG IDOLA
Hira salah tingkah.


__ADS_3

Sebelum membaca jangan lupa like vote and red bintang lima ok..


Selamat membaca.


******


"Jadi gini, yang pertama, karena aku cantik, imut dan baik hati." ucapan Hira suskses membuat Gavin dan lainya memutar bola karena kesal, sedangkan menejer Ho melongo mendegar ucapan Hira. " Yang kedua, karena mereka pernah aku bikin babak belur karena bikin rusuh di pasar, yang ke tiga, bos besar dari para preman-preman itu sekarang lumpuh karena ulah ku, yang ke Empat karena pesona ku." jawaban hira yang terahir membuat membuat Mereka kebali kesal.


"Astaga Bagas, kesambet setan alay kamu." keluah Bora.


"Bagas, kalau kamu bikin Bos besar preman itu lumpuh, jadi sekarang kamu yang jadi bos besar mereka? " tanya menejer Ho.


"Iya, aku sekarang bos mereka, bos pereman yang ada di Pasar terbesar di kota ini, jalanan dan seluruh taman yang ada kota ini dan berbagai tempat hiburan malam dan masih banyaknlagi. " jelas Hira,


"Memang Bos preman di kota ini cuma ada satu ?" tanya Han.


"Iya, kata mereka sih, ini sudah termasuk kelompok gangster kata mereka, aku juga tidak tau, bos lama yang masih ngejalani, tapi di bawah pengawas ku." Jelas Hira.


"Apa!!! mereka tekejut secara bersamaan.


" Sebegitu terkejut nya kalain ?" tanya Hira.


"Bagas, kamu jadi pemimpin gangster, gila, bener-bener gila! ,jadi selam ini kita di kawal bos gangster besar di kota ini." ucap Rey takjub.


"Pantes, semenjak kita di kawal Bagas, kemanapun kita pergi kita selalu aman dari para fens." Jelas Han.


"Iyalah, karena itu aku yang perintahkan." jelas Hira."Apa kalain mau Jalan-jalan ke pasar dan taman?" tanya Hira.


"Aman ? tanya menejer Ho.


"Pasti." jawab Hira dengan yakin.


"kalau aman boleh juga," sahut Erza.


"Iya aku juga setuju." imbuh Gavin. Akhirnya mereka sepekat untuk jalan-jalan besok paginya.

__ADS_1


Dan kini Jam menujuka tengah malam, seluruh pemghuni Drom sudah tertidur pulas. Tapi tidak dengan Hira dan Han yang masih terlihat duduk sendir di teras belakang.


"Bagas, kamu belum tidur ?"


"Han, Kenapa kamu kemari, kamu belum tidur ?" tanya Hira bali


"Belum, aku sedikit gerah dan pengap di kamar, ditambah Bora yang mendekur, kalau kamu sendiri kenapa belum tidur? " tanya Han Lagi.


"Belum igin tidur saja, lagi pengen menikmati indahnya malam, apalagi bintang dan bulan malam ini sangat indah." jelasa Hira sambil padanganya menatap langil yang penuh bintang dan bulan yang bersinar terang.


"Iya indah, dan cantik." puji Han, tapi yang di lihat Han adalah mata indah Hira dengan cara menghalangi sebagian pandangan nya, dan hanya terlihat mata Hira saja


"Kamu kenapa melihat ku dengan cara seperti itu?" tanya Hira.


"Tidak apa, karena dengan melihat mu seperti ini mengigatkan ku kepada seorang gadis yang aku kenal" jawab Han sabil terus melihat Hira denga cara yang sama.


"Gadis, siapa?, apa dia kekasih mu? " tanya Hira lagi.


"Pengan nya sih iya, tapi sayang jangankan menjadi kekasih ku, melihat wajahnya saja aku belum pernah,Aku hanya bisa melihat mata idahnya saja."Jelas Han.


"Di kota X, tepatnya di taman kota tak jauh dari hotel tempat aku menginap dulu, nama gadis itu Za," jelas Han. "Saat pertama kamu datang, aku kira kamu Za, ternyata bukan, asal usulmu yang membedakan, Dia orang kota, anak orangkaya, dan hidub sebatang kara, sedangakan kamu,kamu tinggal di desa, dan masih mempunyai orang tua," jelas Han lagi.


"Oh begitu, emmm Han, apa, apa kamu mencintainya ?" Tanya Hira sedikit ragu.


"Cinta, aku tidak tahu, aku tidak pernah berpacaran, jadi aku tidak tahu kalau aku sedang jatuh cinta atau tidak." jawab Han. samabil mengalih kan pandangan menatao langit.


" Yang aku tahu aku sangat menyukai mata indah yang dia miliki nya, meski sikapa nya sedikit nyebelin, tapi aku tetep menyukai mata itu. matanya persis dengan mata milik mu." imbuh Han. Kembali melihat Hira.


"Masak, jadi Gr aku Han." jawab Hira.


"Tau tidak, setiap aku membicarakan Za dan memuji nya, anak-anak yang lain pasti kesel, mereka bilang aku sudah gila, kata mereka, gadis aneh dan nyebelin kayak gitu di bilang gadis baik bermata indah." jelas Han."


"Apa!!" Hira sedikit terkejut dengan penjelas Han yang mengatakan gadis nyebelin dan aneh. " Ah maaf ,maksudku kenapa, iya kenapa mereka mengatakan itu." kilah Hira yang hampir saja keceplosan.


"Karena kesan pertemuan mereka yang tidak baik, Bora dan Rey mereka naik ojek, terus mereka merasa kenatipu karena harus mebayar sepuluh persen dari tarif normal, bahkan Bora Harus membayar Dua puluh persen dari tarif normal, padahal itu semua salah mereka yang menjajikan itu semua. kalau Erza, kenzo dan Gavin, mereka bertemu di taman kota, saat Gadis itu sedang mengamen dengan anak-anak jalana, mereka mau kenalan karena takjub dengan suara indah nya, Eh malah di cuekin, di tinggal pergi pulak, jadilah mereka kesal dengaan nya. " jelas Han.

__ADS_1


"Oh begitu, kalai kamu giman?." pura-pura bertanya.


"Kalau akau pas dia sedang melatih nge-dence di taman kota, karena meleng, tak senganja aku jatuh dan kakiku terkilir, lalu dia menolong ku, karena kejadian itulah aku bisa melihat mata indah milik gadis itu. Bagas, tau tidak, saat aku sedang menatap mata indah nya itu, dunia ku tersa berhenti, ingin rasanya aku terus menatap indah mata itu." jelas Han, yang sukses membuat Hira tersipu malu dan untung saja Han sudah tidak melihat kearah nya lagi.


"Han han, kamu memuji gadis itu di hadapan ku, dasar aneh, itukan aku. kenapa aku jdi seneng yang di puji Han,?, jangan -jangan angan aku? ahh tidak mungjin. Batin Hira.


"Oh iya, tadi aku melihat tiga remaja yang Za latih saat di taman kota X itu, ternya mereka sekolah di sana. tapi, kenapa mereka jauh-jauh berlajar dence di kota itu, di sinikan banyak?, kira-kira mereka tau dimana Za berada tidak yah ?" tanya Han.


"Mana ku tahu." Jawab Hira datar.


"Kapan-kapan akan aku temui mereka, aku akan tanya kemereka, dimana Za berada sekarang, mudah-mudahan mereka tau." Ucab Han " Bagas Kamu bisakan antar kau mememu'i Merek." pinta Han.


"Ha, apa ?, oh iya akan aku temani." jawab Hira sedikit gugub.


"Bagas, kamu kenapa, dari tadi kamu gugub." tanya Han.


"Oh tida, aku cuma mengantuk saja, kalau gitu aku tidur duluan," Kilah nya.


"Oh, yasudah, selamat tidur bagas." Ucap nya.


" i iya, sama-sama, ya sudah kalau gitu aku masuk, selamat malam Han. " pamit Hira. Hira bergegas masuk kedalam ruamah, karena tah tahan menahan malu karena semua ucapan Han.


"Gila,Bener-bener gila kamu Han, bikin malau saja," Batin Hira.


*****


Terimakasih sudah membaca, tunggu kelanjutannya yah..


Jangan lupa mampir di karya autho yang lain


-Arabella.


\- Rahasia Si Cupu.


-Langait dan Bumi.

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2