
Sebelum membaca jangan lupa like vote and red bintang lima ok..
Selamat membaca.
******
Malam harinya saat di Drom tempat tinggal Hira dan member lainya.mereka sedang bersantai di ruang tenggah sambil menikmati cemilan yang beraneka macam termasuk pisang rebus dan susu pisang kesukaan Hira.
"Vin, tau tidak, tadi pas di SMA 12 ada tujuh Siswa yang nge-fens dengan Bagas,"
"Sungguh!, Beneran kamu Rey ?" tanya Gavin.
"Benerlah, kalau tidak percaya tanya saja sama Han dan Erza."
"Beneran Han? " tanya Bora.
"Hem bener, terus harus aku juga yang foto'in mereka," jawab Han sedikit sewot.
"Haha, apa Han! mereka nyuruh kamu foto'in mereka, seorang Han liyder artis boyband yang sedang naik daun di suruh foto'in mereka, hahaha ternaya kamu kurang berkesan buat mereka." ledek Kenzo.
" Aku heram, adayah orang yang nge-fans dengan Bagas yang mukanya dingin dan datar kayak gitu, dia mau ngobrol denagan kita saja baru tadi pagi ?." Tanya Erza.
"Walau aku dinginan dan datar, pesona kecantikan ku akan tetab terpancar. Cantik, imut, dan memgemaskan, bawa'an bayi susah untuk di tutupi." jawab Hira, yang baru saja datang.
Semua terkejut dengan ucapan Hira yang tiba-tiba saja dan terkesan Alay.
"Bagas, kamu engga salah ngomong ?." tanya Han.
"Kamu tidak lagi sakit kan?" tanya Gavin.
"Apa salah minum obat? " Kenzo.
"Apa jangan-jangan abis kebentok ?" Erza.
"Apa..?
"Aisss,mau ngomong apa lagi kamu Rey? Tanya Hira sedikit seweot.
"Hemmm heheheh engga jadi." jawab Rey sambil cengegesan dan sedikit terkejut.
"Ada-ada aja kalain, aku engga kenapa-napa, aku sehat, engga sakit, engga salah minum obat engga abis kepentok juga, apalagi lagi narsis, aku bicara apa adanya." protes Hira.
"Itu namanya apa kalau bukan narsis." jawab Gavin.
"Oh itu, sekali-kali tidak apa-apa kan narsis." jawab Hira." samabil menikmati pisang rebuas dan susu pisang.
"Palak!! Palak!!
Hira memukul dengan keras tangan Bora dan Kenzo yang akan meraih pisang rebus milik Hira.
Aaaaww, Aissss," Bora dan kenzo mengerutu.
"Siapa yang suruh kalian ambil makanan ku ? Tanya Hira dengan tegas.
"Pelit amat, mintak satu saja tidak boleh." Protes Bora.
__ADS_1
"Tidak, kalau mau ambil saja sendiri, Gavinkan merebus pisang ini khusus buat ku." jawab Hira.
"Tapi di dapur sudah tidak ada." sahut Gavin
"Nah Gas, sudah abis." jawab Kenzo.
"Kalau kalian mau ambil sendiri di depan gerbang, pasti ada." jawab Hira.
"Depam Gerbang !!! Jawab mereka serempak.
"Iya, kenapa? kalau tidak percaya cek aja."
Mereka ber-enam langsung berlari kearah pintu gerbang, benar saja ada tiga orang peria yang barusaja meletakan dua tandan pisang dan beberapa buah lokal lainya.
"Wah benar, siapa mereka? tanya Gavin.
"Dari bajunya dia preman." jawab Erza.
"Iya,sepertinya mereka pereman," sahut Rey.
"Kenapa preman itu meletakan semua ini di depan gerbang rumah kita? " tanya Bora.
"Sebaiknya kita bawa masuk dan kita tanya denga Bagas biar lebih jelas." usul Gavin.
setibanya di dalam rumah mereka langsung bertanya dengan Hira.
"Bagas, preman itu kenapa lakuin ini semua? tanya Gavin.
"Tidak tau," jawab Hira dengan santai.
"Serius Bagas, aku penasar tau." desak Bora.
"Aisss Bagas, narsisi terus dari tadi." keluh Rey.
"Oy, kalian kenapa sih, aku diem tidak banya bicara ngeluh, aku kayak gini juga protes, kebanyakan drama kalian. " protes Hira.
"Kamu engga seru, jujur kenapa kalau di tanya." protes Kenzo.
"Hahaa, kaya anak kecil kalian pake ngambek segala" ledek Hira lagi. " Ok aku jelasin jadi..?"
Hira berhenti berbicara karena melihat mereka langsung mendekat kearah Hira secara bersamaan."Engga gini juga kali." peotes Hira. mereka langsung sedikit menjauh secara bersama'an. " Jadi mereka anak buah ku, lebih tepatnya sih mereka yang anggap aku bos mereka." jelas Hira.
"Anak buah?. Bos? " sahut mereka serempak.
"Iya kenapa ?, kalian terkejut?, biasa aja kalia, kana aku udah bilang pesona ku ini sangat memikat." ledek Hira lagi.
"Bagas, jangan narsis kayak gitu kenapa, geli akau denger ya." protes Gavin.
" Geli memang kamu aku glitikin kayak gini." Hira megelitiki pinggang Gavin yang duduk tepat di samping nya dan membuat Gavin kegelian.
"Oy oy oy. Bagas bagas jangan geli, apun stop stop stop, jangan gelitikin terus entar pipis di celana kan engga lucu!. keluh Gavin. Mereka semua tetawa lepas melihat Gavin kegelian, sampai-samapai dia jatuh dari sova, karena dia duduk di sova yang tidak ada pembatas nya.
Tapi tidak dengan Han, dia meresa cembur melihat kedekatan Gavin dengan Bagas.
"Kenapa aku tidak suka melihat kedekatan mereka berdua?. Han inget, dia Bagas bukan Za, yang kamu suka Za bukan Bagas, mereka dua orang yang berbeda." Batih Han.
__ADS_1
"Han, kamu kenapa?, kamu cemburu?," tanya Erza yang melihat Han melamun dan terus menatap Bagas dan Gavin. " Inget dia Bagas buka Za," imbuh nya.
"Iya aku tau. " jawab Han.
"Wis,,,! kelihatanya kalian akur banget nih ?" tanya menejer Ho yang barusaja datang dengan suara lantang dan sukses membuat mereka semua terkejut.
"Astaga Ho !, kamu membuat kita terkejut, untuk jantung kita sehat, kalau tidak sudah kejang-kejang kita karena terkena serangan jantung." Protes Hira.
"Maaf maaf tidak sengaja, abis suara kalian terdengar samapai di luar." jawab Menejer Ho dengam santai. " wis... ini siapa yang abis panen ?" tanya menejer Ho karena melihat pisang dan buah-buhan lainya yang masih tergeletak di lantai.
" Itu milik bagas, tadi kita ambil di depan gerbang." jelas Rey.
"Depan gerbang ?." tanya menejer Ho.
"Iya, tadi ada tiga preman meletakan ini semua di depan gerbang, katanya anak buah Bagas," jelas Bora.
"Heran padahal Bagas belum ada dua bulan tinggal di sini sudah punya anak buah, kapan mereka bertemu dengan mu Gas ?" tanya Kenzo.
" Aku kan sering ke pasar, walau cuma sekedar jalan-jalan," jelas Hira.
"Kapan kamu perginya? " tanya Gavin.
"Dia saat kalian latiha, atau di saat kalain tidak ada jadwal di luar gedung. " jelas Hira.
"Terus kamu laku'in apa sampai mereka tunduk dengan mu?. " Tanya Menejer Ho.
"Bagas, jangan kamu jawab karena pesona mu." Cegah Erza.
"Hahaha, tau aja kamu Erza." sahut hira.
"Tuh kan, sudah ketebak, dari tadi narsis terus." keluah Erza.
"Memang Bagas bisa narsis? " tanya menejer HO.
"Engga cuma narsis, tapi sudah di tingkat alay." Jelas Gavin.
"Masak," sahut menjer Ho kurang yakin.
"Tidak percaya ya sudah." jawab Bora.
" Kembali kepertanyaan tadi kenapa mereka bisa tunduk dengan mu ?" tanya menejer Ho lagi.
*****
Terimakasih sudah membaca, tunggu kelanjutannya yah..
Jangan lupa mampir di karya author yang lain
-Arabella.
\- Rahasia Si Cupu.
__ADS_1
-Langait dan Bumi.
Terimakasih