
Sebelum membaca jangan lupa like vote and red bintang lima ok..
Follow juga Akun IG author
(Wong-biyen)
Selamat membaca.
******
" pleasss boleh yah, kita cuma kawatir sama Bagas, dan pengen melihat dan memastikan sendiri keadaan nya." bujuk Han.
Zeno dan Windi saling pandang dia binggung mau menjawab apa.
" Yasudah deh, kalian boleh ikut, tapi jangan lama-lama, kalau lo sudah melihat dan memastikan kalau peri kecik baik-baik saja lo kembali ke kantor." pinta Windi centil.
"Ya kita janji." Jawab Gavin.
Akhirnya Zeno, Windi dan para member berangakt menggunakan kendaraanya masing-masing.
Sesampainya di Aparteman, Zeno langsung membuka pintu aperteman, karena dia suah tau berapa no pin pintu apertemen.
" Kakak kalian di mana." panggil Zeno.namuan tidak ada jawaban.
"Mungkin di kamar." Jawab Windi.
Zeno langsung menuju lantai dua kamar aparteman milik Zydan.
" Pantesan di panggil engga nyaut, pada tidur." Keluh Zeno yang melihat Hira dan Zydan tidur. Tapi bukanya di bangunin malah Zeno merebahkan tubuh nya di ranjang yang sama.
" Ahh, zen sepit." keluh Hira.
" Lagian di cariin malah enaka pada tidur," jawab Zeno.
__ADS_1
"Kamu ke sini sama siapa?, Apa windi ikut? " Tanya Zydan.
" Bukan cuma windi, Han dan lainya juga ikut jawab Zeno.
" Kamu nagapai ngajak mereka ke sini?" Tanya Hira.
" Dia yang makasa." Jawab zeno.
" Aiss kenapa juga mereka ikut." keluh Hira.
" Mereka kawatir sama kamu kak, jadi mereka maksa ikut, apa kakak tidak mau nemui mereka? " tanua Zeno dengan posisi yang sama tegkurap di samping Hira.
" Aisss, kakak males menemui mereka, suruh pulang saja sana." pinta Hira.
" Jangan gitu, kamu temui saja mereka, kan ini sudah hari terahir kamu kerja bersama mereka bujuk." Zydan.
"Oy oy oy... enak banget yah kelian, gue di bawah nunggui, lo lo pada malah rebahan di sini." Tegur Windi yang nyusul ke dalam kamar.
" Kalian dateng-dateng bikin rusuh saja," keluh Hira sambil bangkit dari tidurnya dan berjalan menuju Kamar mandi.
"Iya,"jawab Hira dari dalam Kamar mandi.
Di ruang tamu, Zydan melihat Han dan lainya duduk di ruang tamu.
" Kalian tunggu sebenar, Bagas sedang mandi." jelas Zydan.
Iya, pak." jawab Han sedikit canggung.
Tak lama, Windi dan Zeno ikut turun dari kamar itu
" Win, buatkan minum buat mereka," pinta Zydan.
" Ay ay ayang bos," jawab Windi.
__ADS_1
Setelah menunggu 15 menit Hira kelur dari kamar dengan berjalan sedikit pincang karena kaki nya masih sakit.
" kenapa tidak bilang kalau mau turun ?" tanya Zdan yang melihat Hira berjalan pincang menuruni anak tangga dan langsung mengahapiri nya.
" iya maaf, lupa." jawab Hira.
" Kalian mau nagpain kemari?, tanya Hira yang sudah samapi di mana mereka duduk.
" kita mau melihat keadaan mu. " jawab Han.
" aku, baik-baik saja, cuma luka kecil jelas Hira.
" Tapikan kamu terluak karena nolongin kita." jelas Gavin.
" itu sudah jadi tanggung jawab ku sebagi bodyguar kalian," jawab Hira. " oh iya ini adalah surat kontrak kita, aku sudah menandatangani jadi muali hari ini aku resmi bukan Bodyguat kalian lagi." jelas Hira sambil menyodorkan sirat tanda berakhirnya kerja sama.
" Apa kamu tidak bisa....?"
" Rey, tidak bisa, Maaf, toh sekarang kalian sudah ada Zeno, dia tidak kalah hebat , kalian cuam belum akrap saja sama dia." jelas Caca.
" Dia kalau sudah mengabil keputusan sulit untuk menarik keputusan nya, jadi kalian iklaskan saja." imbuh Zydan.
" Baik lah," Jawab Rey.
*****
Terimakasih sudah membaca, tunggu kelanjutannya yah..
Jangan lupa mampir di karya autho yang lain
-Arabella.
\- RAHSIA si cupu.
__ADS_1
-Langait dan Bumi.
Terimakasih