
Yuhuuuuuu, pembaca yang selalu setia nunggu'in bodyguard sanga Idola. up, Rola minta jangan lupa untuk Vote, Vote yang banyak yah dan juga Like komen di setiap Bab nya.
Ok....
Happy reading..
" Beneran itu bukan Bagas?," tanya mereka bersama'an.
" Aku rasa bukan, so'lanya dia tidak menghubungi ku dan kak Zydan," jawab Zeno Lalu pergi meninghalkan mereka.
" Mencurigakan," Gumam Rey.
"Kita... ?
"Aku tidak ikutan."Erza menyela ucapan Bora lalu pergi meningal kan rekan- rekan nya.
"Aku juga." imbuh Gavin lalu ikut pergi.
"Sebaiknya jangan, takutnya dia semakin jauh dengan kita." pinta Han.
"Baiklah, biar kita tahu dengan sendiri nya." jawab Bora.
*****
Pagi hari di aparteman milik Hira yang kini sedang menjadi seorang pemuda yang bernama Doh Hyun.
" Halo kak Doh Hyun, mau berangak sekolah yah." sapa beberpa gadis yang tinggal satu gedung apartemen dengan nya, yaitu aperteman jingga yang kebetulan bertemu di lift.
"Hemm, " jawab Hira yang sedang menjadi Doh Hyun.
" Kak,boleh minta... ?"
"Tidak" jawab Doh Hyun menyela ucapan gadis itu.
"Yahh kak Doh Hyun." keluh mereka.
Tak lama pintu lift terbuka, namun gadis-gadis itu masih saja mengikutu keman Doh Hyun pergi.
"Kak tau tidak, lo itu mirip banget dengan bodyguard Bagas, cuma badanya dia Cewek dan kakak Cowok. Apa kak Doh Hyun Adi nya kakak Bagas?," tanya gadis itu lagi.
"Bukan." jawab Doh Hyun.
"Tapi... ?"
"Hentikan ocehan kalian, pergi sana nanti terlambat." jelas Doh Hyun.
"Kalau bisa melihat.. ?, yah pergi, keluh mereka bertiga saat meyadari Doh Hyun atau Hira pergi.
" Dinggin amat si dia," keluh salah satu dari mereka.
" Tapi tipe gue banget, tapi sayang badanya mungil kayak cewek." jelas yang lain.
"Udah yuk kita berangkat, nanti telat lagi." pinta salah satu dari mereka lagi.
Setibanya di sekolah, Doh Hyun atau Hira langsung menuju kelas nya, tanpa sengaja di bertemu denga Putra dan Guntur depan kelas.
"Hay Doh Hyun, sapa putra.
"Hemm, " jawab Doh Hyun.
"Mimpi apa gue punya dua temen kayak es balok semua." keluh Guntur.
"Pas Tur, lokan guntur yang berada di tengah gunung es, kalau lo menyabar mereka dengan kekuatan lo mereka akan meleleh." sahut salah satu teman mereka yang mendengar ucapan guntur.
" Bener juga lo." jawab Guntur.
"Eh lusa ada konser Boybend yang terkenal itu, kalian mau nonton tidak?," tanya Guntur.
"Tidak." Jawab Doh Hyun dan putra bersana'an.
"Aisss kompak amat lo berdua, nonton yuk gue belikan tiket nya," Bujuk Guntur.
__ADS_1
" Gue masih mampu beli, cuma males," jawab Doh Hyun.
"Engga ada alesan, pokonya kalian berdua lusa gue jemput," paksa Guntur.
" Terserah." jawab mereka berdua, sambil berjalan keluar menuju kantin.
"Hufff, dasar gunung himalaya." keluah Guntur, sambil beranjak pergi mengikuti mereka berdua.
Setibanya mereka di kantin.
"Bu, pesen yang panas pedes dan berkuh, bila perlu panasnya yang 10 ribu derajat." pinta guntur dengan nada kesal.
"Lo mau makan atau mau bunuh diri?," tanya Putra.
"Bukan buat gue, tapi buat kalian berdua." jawab Guntur dengan ketus.
" Kenapa kita?," tanya Doh Hyun.
"Kaliyan kan gunung es, jadi kalau gue kasih yang panas pedas kalian bisa meleleh," jawab Guntur.
"Mana gue duduk di tenggah lagi, heran salah apa gue, punya sahabat dingin kayak kutup utara, punya temen baru kayak kutup selatan." keluh Guntur lagi.
" Ini jadi engga pesannya?," tanya ibu kantin.
"Tidak!!," jawab Putra dan Doh Hyun bersama'an
" Wihh... kompak lagi, kalau salah satu dari kalian wanita gue jodohin lo." Sahut Guntur.
"Kalau gue cewek ogah gue berjodoh Sama dia." jawab Doh Hyun dengan ketus.
"Wihh santai Bro, kenapa jadi ngegas jawab nya?," tanya Guntur.
" Bodo amat." Sahut Doh Hyun, lalu pergi meninggalkan mereka.
"Eh, lo mau kemana?," Tanya Guntur.
" Mau bunuh diri, mau ikut?," jawab Doh Hyun.
Hira pergi menjauh dari mereka karen merasakan ponsel nya bergetar.
"Hemmm,, ada apa?, kalau ada kabar baik segera katakan kalau tidak matikan saja." sahut Hira ketus.
"Santai santai, jutek amat, lagi PMS." tanya si penelfon.
"Cepat katakan?," tana Hira lagi.
"Kita sudah temukan tersangka, tapi sayang tersangka memilih bunuh diri dari pada tertangkap " jelas nya.
" Si*al, kenapa juga harus ma*ti dulu," umpat Hira.
"Tapi kamukan jadi terbebes dari tugas lo," jawab Si penelfon.
" Taua lah, bay." sahut Hira.
Setelah selesai menerima telfon Hira kembali ke putra dan Guntur yang ada di kantin dan kembali menjadi Doh Hyun.
Guntur dan Putra di buat heran dengan sikap Hira.
"Lo kenapa?," tanya Guntur. namuan tidak ada jawaban.
"Woy melamu malahan, lo kenapa?, tanya guntur lagi.
" Bisa diam tidak!" bentak Doh Hyun.
"Astaga, Doh Hyun lo kenapa sih beberpa hari ini lo marah-marah tidak jelas?." tanya Guntur.
" Bukan urusan lo!, Put ikut gue," pinta Doh Hyun.
" Males," jawab Putra.
"Gue bilang ikut gue, sekarang!, kalau tidak gue bawa lo dengan paksa!," jelas Hira dengan tegas.
__ADS_1
"Lo kenapa sih, kemaren lo baik- baikin gue dan sekarang seakan lo nantangi gue!,".jawab Putra tatkalah tegas.
kalau kamu mau tau ikut gue!," jawab Doh Hyun.
"Hey Hey Hey Hey, denger- dengar ada berita heboh, di depan ada Boy band terkenal itu, yang berangotaka Han, Rey, Bora dan lainya, mereka mau ngasih tiket gratis kepada murit yang beruntung." ucap seorang murit yang datang denga heboh nya
"Apa!!, Han.. ?, tanya Doh Hyun.
"Iya, " jawab anak itu.
" Wah seru nih, yuk ikutan siapa tahu dapat tiket gratis nya
Guntur langsung menarik paksa kedunya.
Sesampainya di lapangan sekolah di mana Han dan laianya berada.
Keheboah sudah terjadi di mana- mana, meski mereka Fans boy tapi tetap saja keseruan dan kehebohan nya seimbang dengan Fans gerl.
" Kenapa juga mereka kesini." guman Hira dengan kesal.
" Iya saya akan menacari 10 orang yang beruntung." Ucap Han.
Setelah Han dan laianya memilih kini tinggal satu lagi peserta.
Tanpa sengaja Rey melihat Hira yang berdiri sediki jauh dari lokasi kerumunan namun posisi mereka yang lebih tinggi membuat mereka dengan mudah melihat Hira.
"Iya, cowok mungil yang berdiari di bawah pohon itu." Tunjuk Rey ke arah Doh Hyun.
" Doh Hyun, Doh Hyun Doh Hyun." seru para siswa memangi Hira.
Doh Hyun!, ayo naik," pinta Guntur yang juga ikut terpanggil bersam putra.
Siapa nama nya?, tanya Rey.
"Doh Hyun, anak baru pindah dari Korea." jawab Guntur.
Hira berjalan dengan gontai menuju lokasi lomba. Saat Hira melewati kerumunan Hira bertemu dengan Zeno.
Hera menatap tajam kearah Zeno yang menunduk Karen dia tahu kalau di hadapannya adala Zahira bukan Doh Hyun.
" Maaf kakak." ucap Zeno lirih.
"Iyah, peserta sudah lengkap kita akan mengadak lomba dens, siapa yang paling bagus mengikuti dens kita dialah yang akan mendapat tiket vip, kita ambil Tiga terbaik." Jelas Rey.
"Kak Rey, kalau di lihat-lihat Doh Hyun mirip Bodyguatd bagas ya." ucap salah satu siswa.
" Iya, jadi kangen Bodyguard Bagas," imbuh siswa lain.
"Sama kita juga kangen sama dia, tapi sayang di tidak ada di sini," jawab Han sambil melirik Hira yang sedang menjadi Doh Hyun.
" Sudah jangan di bahas, kita lanjutan acarnya," pinta Erza yang sempat melihat tatapan tajam Doh Hyun yang sama seprti Bagas atau Hira.
*****
Terimakasih sudah membaca, tunggu kelanjutannya yah..
Jangan lupa mampir di karya autho yang lain
-Arabella.
- Bodyguar sang Idola.
-Langait dan Bumi.
Terimakasih
Salam cinta dari Uthor**.
__ADS_1