
Sebelum membaca silahkan tinggalkan jejak, like komen and vote, terimakasih...
Selamat membaca.
*****
Malam yang cerah, bulan yang bersinar dengan terang dan di hiyasi dengan bintang-bintang yang bertaburan. seperti biasa, Hira sedang duduk sedrian di teras belakang, menikmati indah nya malam. Malam ini tidak seperti malam biasanya, Hira sangat merindukan kebersamaan bersama sang ayah dan suasana rumah. Biasanya, malam ini Hira dan seluruh keluarga mengadakan pesta kecil bersama sang ayah, Zydan, Zeno, bu Mee dan pak Agus, tak lupa Bodyguar Hira Jono dan Joni, serta para pekerja lainya yang tinggak di rumah besar milik Bagas Adipura.
"Ayah, seharus nya malam ini adalah malah yang sangat membahagiakan untuk ku, kita akan pesta bersama Kakak zydan, Zeno, bapak, ibu, dan lainya, tapi sekarang aku sendiri. Ayah, aku kangen sama ayah," Hira menahan air matanya agar tidak jatuh, karna dia sudah berjanji untuk tidak pernah menangis.
"Selamat ulang tahun sayang," ucapan selamat mengejutkan Hira yang sedang melamun. Hira langsung menoleh dan memeluk erat tubuh sang kakak yang datang mengejutkan nya, Hira tak sanggup lagi menahan air mata yang di tahan sedari tadi, iya terus memeluk erat sang kakak tanpa berucap sepatah kata pun.
"Malam ini kita akan rayain pesta ulang tahunmu seperti biasa, Pangeran sudah siapka semua."
"Semua?, apa mereka datang juga?"
"Iya, bapak sama ibu juga datang, dan saingan terberat ku juga ikut," zydan mencubit hidung Hira dengan gemes.
"Saingan, siapa? tanya Hira yang tidak faham.
"Siapa lagi kalau bukan si anak tengil Zeno," jawab nya.
"Pangeran juga sama tengil, tengil di depan kita, Tapi, kalian berdua balok Es kalau di luar." sindir Hira.
"Masak?, jadi aku pengeran Es dong?,"
"Pangeran Es? iya pangeran Es,Es dawet segera.." ledek Hira.
"Masak Es dawet, yang berkelas dikit kenapa." protes Zydan
"Aku sukanya Es dawet, bukan Es yang lain." Jawab nya.
"Ko jadi bahas Es dawet sih, kita kan mau pergi ke tempat pesta ulang tahun mu, yuk pergi sekarang" ajak Zydan, lalu mengandeng tangan Hira, Zydan menoleh karena Hira tak mau beranjak dari tempat nya.
"Ayok jalan, kasian mereka sudah menunggu." Hira masih saja berdiri mematung tak mau beranjak dari tempat nya.
"Kakak, gendong." Pinta Hira dengan manja.
"Ha! astaga, baiklah, ayok kakak gendong sampai ke depan."
Saat mereka keluar rumah, Hira dan Zydan melewati Han dan lainya yang sedang berkumpul di ruang tenggah.
" Pak presedir, Bagas kenapa? tanya Gavin sedikit cemas.
"Oh ini, tidak apa-apa, Hanya manjanya kambuh, ya sudah aku culik dulu bodyguar kalian yah, besok aku kembalikan di kantor.
__ADS_1
Hira tak berani menoleh ke arah mereka karena malu, dia lupa kalau Han,Gavin dan lainya sedang berkumpul di ruang tenggah.
" Romantis sekali mereka, aku iri dengan hubungan mereka," ucap Kenzo.
" Iya, Ternyata selera bagas adalah orang yang lebih dewasa darinya, dewasa, gagah, badan kekar dan berkantong tebal lagi. " imbuh gavin.
" Apa kamu cemburu vin,"
"Apa kamu bilang Rey aku cemburu?!, banget, aku cemburu lah, padahal aku berhara dia menjadi kekesih ku, tak masalah dia siapa dan dari mana." jawab Gavin,kecewa.
Di antara mereka yang terlihat sangat cemburu adalah Han, dia pergi begitu saja tanpa berkomentar apapun dan terlihat emosi.
"Han, Han kamu mau kemana, ini sudah malam jangan pergi" Han tak menghiraukan pangilan teman-teman nya.
"Kenapa Han, di terlihat emosi, apa dia juga cemburu? tanya Gavin.
"Sepertinya iya,
"Apa!!, Erza, kamu bercanda kan, Han juga suka dengan bagas? " Gavin terkejut mendengar Han cemburu.
"Dia cemburu, karena selama ini Bagas dia anggap seperti Za, katanya dia miripsekali dengan Za," jelas Erza.
"Kenapa bisa, apa dia pernah melihat Za tanpa penutup wajah? tanya Kenzo.
"Bahakan diam-diam dia selalu melihat bagas dengan cara seperti ini." Erza mepraktekan cara Han melihat Hira, yaitu, menutup sebagai padanganya dari wajah Hira dan hanya terlihat bagian mata ke atas.
"Benarkah, sebegitu tergila-gilanya dia dengan cewek aneh itu."
"Bener kamu Bora, cewek aneh nyebelin lagi." imbuh Rey.
"Terus bagai mana dengan Han, di pergi kemana?, apa perlu kita susul dia?
"Benar kamu Rey, sebaiknya kita susul Han," jawab Kenzo.
Akhirnya merek pergi meyusul Han yang entak pergi kemana.
Di lokasi Hira dan seluruh keluarga merayakan ulang tahun Hira. pesta yang di adakan di taman belakang rumah besar milik Zydan, mereka haya merayakan dengan acara makan bersama.
"Kakak, terimasih udah ingat ulang tahun ku, aku kira aku tidak bisa rayain ulang tahu ku sepertu biasa,"
"kakak tidak akan lupa, apapun akan kakak lakukan asal kamu bahagia,"
"Ibu, bapak, Zeno, paman jono dan paman joni, terimakasih mau datang dan rayain ulang tahun Hira lagi,"
"Sama-sama sayang, ibu juga seneng bisa rayain ulang tahun mu,"
__ADS_1
"Bapak juga senang, bapak bisa lihat Kak Hira bahagia, jangan pernah sedih lagi yah, kami semua ada untuk mu."
"Terimakasih pak bu, Hira janji, Hira akan selalu bahagi. Adek tengil kamu tidak ucapin selamat buat kakak kamu yang cantik ini ?
"Nanati saja, aku mau menikmati makanan enak ini."
"Haiss,, dasar adek lakanat!
"Bercanda kalia kak, kakak juga pangil aku adek tengil,kayak kakak engga tengail saja." protes Zeno.
" Jangan saling menghina, kalian ber tiga sama-sama tengil, resek, bandel dan pembangkang lagi."
"Aku tidak bandel, dan pembangkang paman joni, mereka perdua yang pembangkang." protes Zydan.
" Sekarang engga, karena kamu sudah dewasa, dulu saat masih berusia seperti mereka kamu sama saja."
"Iya sih paman jon."
" Meski kalian bandel, tapi paman bangga, karena paman bisa menjadi salah satu guru kalian." imbuh jono.
"Aku juga paman, aku bangga bisa belajar beladiri dan menjadi bodyguar dengan paman."
"Emanga kamu saja Zen, aku juga." imbuh Hira. " Oh iya kak, windi kemana, kenapa tidak ikut ?
"Windi, kakak suruh mengurus pekerjaan di luar kota, besok baru kembali"
"Oh begitu, kalua gitu aku nanati akan menghubungi nya, untuk membawa oleh-oleh untuk ku.
"Terserah kamu,"Jawab Zydan dengan lembut.
Pesta ulang tahun Hira berjalan dengan lancar. Pesta yang hanya di hadiri oleh keluarga, meski pesta malam ini kurang lengkap kerena tidak ada sang ayah di tengah-tengah mereka.
*****
Bersambung.
Singgah juga di karya autho yang lain. Yang judulnya..
-Arabella.
-Rahasia si cupu.
-Bumi dan langait.
Terimakasih jangan lupa jejak nya.
__ADS_1