BODYGUARD SANG IDOLA

BODYGUARD SANG IDOLA
Hari bahagia.


__ADS_3

Dimalam pesta pernikahan Laras dan Taro.


Pesta berlangsung pernikahan berlangsung sangat meweh dan meriah, semua rekan kerja dan para artis serta model di undang di pesta pernikahan Laras dan Taro.


Tak ketinggalan Zydan datang namuan hanya sendiri tanpa pasangan. begutu juga dengan Han dan Rey.


"Selamat atas pernikahannya, semoga menjadi keluarga yang bahagia, dan sabar menghadapi istri mu." ucapa Zydan pada mempelai pria.


"Pasti, aku sudah melatih untuk itu." jawab Taro.


"Maksudnya?!," tanya Laras sedikit ketus.


" Maksudnya kakak lapar mau makan," kilah Zydan. Mendegar hala itu Laras menjadi cemberut


" Bibirnya jagan gitu, bikin Taro tidak tahan," ledeka Franda yang berjalan di belakang Zydan.


" Tidak tahan kenapa?," tanya Laras.


" Engga usah sok polos!," sahut Franda sedikit ketus.


"Bukanya di ucapin selamat atau apa gitu, malah ngeledek terus omel Laras.


"Kalian berdua tau tempat tidak?!," tanya Hira. " Ribut tidak lihat situasi dan kondisi." omel Hira yang berda di belakang Franda.


"Panda nih duluan," jawab Laras.


"Lo berdua sama saja." sahut Hira.


Kini giliran Hira yang memberi ucapan selamat.


"Selamat atas pernikahanya."


"Gutu aja?," tanya Laras.


"Terus?,"


"Apa gutu, di kasih embel -embel apa gitu."


"Untuk apa, di kasih embel-embel kalau mau bahagi dan langgeng pasti juga langgeng, di ucapin juga kalau mau pisah pisah juga, sudah banyak contohnya." jawab Hira.


"Benar juga, ya sudah lah terserah kamu saja, yang penting cepetan nyusul."


"Iya nanti aku nyusul, kekamar kamu."


Ngapain ?,"


"Lihat kamu bukin debay."bisik Hira.


"Ngacok kamu, maksud aku nyusul nikah, bukan ke kamar ku, nanti ganggau lagi."


"Settt, kalian berdua bicara apa, malu di dengar orang," tegur Han yang ada di belakang Hira di susul Rey yang ada di belakang Han.


Terlihat Rey menoleh kebelakang . " Coba kalian masih ada, pasti kalian ada di belakangku, " batin Rey. "Gavin, Bora, Zeno dan lo Arkana, aku kagen sama kalian, kalian sahabat dan kakak terbaik untuk ku, kini tingga Han yang tersisa. Han, tetaplah ada untuk ku," batin Rey, rey menaggis tanpa ada yang tau.


Setelah sesi ucapan selamat kepada mempelai selesai, kini di lanjurkan acara selanjutnyanya, yaitu acara dansah bersama pasangannya masing-masing.


Di awali dengan pengatin telebih dahulu, di lanjutkan dengan tamu-tamu yang lain.


Belum juga selesai acara dansah, Zydan menghentikan musik dan mulai berbicara.


"Perhatina semua, maaf menggangu acara kalian semua, di malam bahagian ini saya meminta perhataian dan waktu para tamu undangan yang terhormat, Sebelum saya mengutarkan maksud dan tujuan saya, sekali lagi saya ucapkan selamat kepada rekan saya Taro dan Laras sahabat adik saya Zahira, yang sudah seprti adik saya sendiri, saya sangat sayang kepadanya, jadi kepada rekana saya Taro, saya minta jaga dia bahagiakan dia, dan tetaplah mencintainya apapun yang terjadi.


Untuk Laras, jadilah istri yang patuh kepada suami, jangan capur adukan pekerja'an dengan pribadi, saat di kantor kamu atasanya tapi saat di rumah Taro tetap suami dan kepala keluarga, jadi telap hormat di sebagi pasangan mu.


" Kakak Zydan, nasehat mu akan selalu aku inggat." Jawab Laras yang sudah berada di sampingnya dan memeluk Zydan dengan erat.


" Jadikan istri dan adik yang terbaik untuk suami dan kakak mu ini."


"Iya, " jawaba laras.


"Baiklah kalau begitu, saya lanjutkan lagi, maksud dan tujuan ku berada di sini adalah saya mau meminta restu kepada kedua adika saya Zahira dan Laras, dan tidak lupa kepada pak Agus dan Bu Mee orang yang sudah seprti orang tua penganti untuk ku dan adik ku. Saya meminta restu untuk melamar kekasih saya."

__ADS_1


" Apa!!! melamar," Hira dan Laras terkejut mendengar Zydan mau melamar kekasiah nya.


"Emang kakak punya pacar?," tanya Hira.


" Cewek mana yang mau sama om om kayak kakak?," tanya Laras.


"pertanya'an kalian berdua sangat menyakitkan," jawab Zydan.


Semua tertawa akan jawban Zydan.


"Yang jelas kalian merestui tidak, kalau tidak kakak tidak jadi merestu kalian berdua dan cabut ucapan kakak tadi dan kamu Hira kakak tidak izinkan kami melangkahi kakak." ancam Hira.


" Kita lihat saja seperti apa calon kakak ipar kita, kalau masuk dalam kreteria kita boleh saja, kita harus tau siapa dan dari mana asalnya." jawab Hira.


"Dan satu lagi harus baik dan sayang keluarga, kayak miskin tidak masalah." imbuh Laras.


"Kalau itu sudah pasti, di cantik, hebat, pintar, tegas, jago masak, jago bela diri, lucu dan satu lagi dia seorang model terkenal dan pastinya kaya, kakak sudah lama menjalin hubungan ini bahkan saat kakak koma dia yang. merawat " jawab Zydan.


"Benerkah?," tanya Hira


" Udalah kak, jangan berbelit-beli." pinta Laras.


"Baiklah, Jono Joni beri jalan untuk calon istriku." pinta Zydan.


Degan cepat Duo J, membelah kerumunan para tamu untuk membari jalan pada wanita itu.


Tak lama muncul wanita cantik, tinggi dan ramping, Mengunakan deres senada dengan jas Zydan, dengan rambut yang di tata sedemikian rupa, membaut wanita itu terlihat cantik dan serasi untuk Zydan.


Han, Rey, Hira, Laras dan Taro mengamati wanita itu dari ujung kaki, terkejutnya mereka saat tau siapa wanita itu.


"PANDA!!," ucap Hira dan Laras kompak.


"Nona Lee," Han dan Rey juga kompak.


"Lee, " ucapa Taro.


"Kemari sayang," panggil Zydan.


" Untuk semuanya, kenalkan wanita ini adalah caloan istri saya, namanya adalah Franda Lee Jesen, model dan sekaliagus forografer terkenal itu.


Hira dan Laras masih tidak percaya denga apa yang mereka lihat.


"Nyet, pukul gue, " pinta Laras.


Bukan memukul Hira malah mencubit.


"Aww, sakit."


"Sakit Lat, coba cubit gue."


"Plak!!.


Bukan mencubit Laras malah memukul Hira.


"Sakit nyet?,"


"Sakit." jawab Hira.


Hira dan Laras berjalan kearah Franda dan mencubit pipi Franda.


"Aww sakit !, kalian berdua kenapa siah?," tanya Laras.


"Sakit?," tanya Laras dan Hira.


"Sakitlah kalian cubit," jawab Franda


"Tidak mimpi," jawab keduanya lagi.


" Memang tidak, kalau ini mimpi pernikah Laras juga mimpi dong," jawab Zydan.


"Siapa tau aku kecapean terus saat tidur aku mimpi." jawan Laras.

__ADS_1


"Tidak ini tidak mimpi, aku Franda sahabat lo, ratu kedua agma flower, Sekarang aku akan menjadi kakak ipar kalian berdua, jadi kalian harus sopan, baik,patuh dengan ku, satu lagi jangan panggil panda lagi," pinta Franda.


Kedunya menggung tanpa sadar.


"Tidak," jawab Hira.


"Apa yang tidak?," tanya Zydan.


" Tidak mungkin!," tegas Hira.


"Apa maksud kamu?," tanya Zydan sedikit kawatir.


"Tidak mungkin!, tidak mungkin aku tidak merestui kalian berdua, saya Zahira Bagas Adipura merestua hubungan Zydan Bagas Adipira dengan Franda Lee Jesen." jelas Hira.


"Aku juga," imbuh Laras.


"Makasih untuk kalian berdua, kalian memang yang terbaik," ucap Franda, sambil memeluk Hira dan Laras.


"Kaka bangga punya kalian," puji Zydan.


Semua bertepuk tangan atas kebahagi'an mereka.


"Untuk para tamu undangan terimakasi atas waktu kalian, dan untuk pesta pertunangannya, kami akan segara umumkan secepat nya." jelas Zydan.


Para tamu kembali bertepuk tanggan atas ke bahagia'an Zydan dan Franda.


Setelah semua acara selesai dan tamu sudah kembali kerumah masing masing dan sebagian masuk kekamar Hotel yang sudah di sedikan oleh panitia. Han melihat Hira tengah duduk sendiri di taman yang ada di luar gedung pernikah Laras dan Taro. Hanpun medekatinya.


"Hay, kamu kenapa?, tanya Han sambil duduk di sebelah Hira.


"Tidak ada, aku sedang menatap bintang-bintang itu, dulu ayahku sering bercerita kalau ada keluarga kita yang meniggal dia akan menjadi bintang di langgit," jelas Hira.


"Apa kamu percaya?," tanya Han.


"Saat aku kecil aku percaya, aku selalu mengangap bintang yang bersinar paling terang adalah ibu ku, tapi saat ayahku meninggal bintang yang aku masuad tetap ada satu." jelas Hira lagi.


"Percayalah, diatas sana bintang ibu mu dan bintang ayah mu ada di sini, " menujuk dada Hira." Ayah mu ada di hati mu," jelas Han lagi.


"Bukan cuma ayah, tapi ibu kakak ku dan adik ku Zeno ada di hati ku," jawab Hira.


"Lalu bagai mana dangan ku?," tanya Han.


"Kamu ada dipikarna ku," jawab Hira.


"Benarkah?,"


"Mungkian," jawab Hira.


"Baiklah, tidak masalah, daripada tidak sama sekali."


"Wah seprtinya ada yang sedang berbahagia, kenapa tidak mengundangaku?," tanya seorang pemuda yang berusia sangat muda dan tampan, lebih muda dari Han dan Hira.


"Untuk apa, tidak perlu aku undang kak Tia akan datang sendiri," jawab Hira.


" Siapa dia?," tanya Hira.


"Di kak Aditia," jawab Hira.


"Aditia?, Aditia teman kamu?, bukanya di se-orang dokter?, " tanya Han.


"Iya,"


"Kalau dokter kenapa seprti anak ABG gini ?," tanya Han lagi.


"Aku tidak tau, di manusia atau bukan aku juga tidak tau," jawab Hira." mungkin dia alien," imbuh Hira.


"Tega kamuyah bilang aku bukan manusi, minggir !," Adita mengusir Han agar bisa duduk di tengah tegah mereka berdua.


"Apa'an siah ini anak, ganggu saja." protes Han.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2