BODYGUARD SANG IDOLA

BODYGUARD SANG IDOLA
Hampir saja.


__ADS_3

Saat jam istirahat Hira kembali menghapiri Guntur dan putra yang sedang menikmati makan siang mereka.


" Hay, boleh gabung?" tanya Hira.


" Baik ramah baget lo hari ini tidak kayak kemaren?," Tanya Guntur.


"Bukan urusan lo, gue nyapa putra bukan lo." jawan Hira.


"Aiss, nyebelin baget lo jadi orang." omel Guntur.


"Kalau mau beranten pergi sana, ganggu aja." protes putra.


Mereka langsung terdiam saat putra mengur nya.


Tak lama ponsel Putra berdering, Hira melihat sekilas siapa yang menghubunginya.


"Ayah, "Batin Hira.


"Sebentar gue mau angkat tekfon dulu." pamiat Putra.


Saat putra pergi Hira juga pergi, Hira inggin tahu apa yang mereka bicarakan.


"Eh lo mau kemana?" tanya Guntur.


"Bukan urusan lo." jawab Hira.


*****


"Ada apa ayah menghubungi ku, apa ada hal penting?" tanya Putra bicara melaui sambungan telfon.


"Apa harus ada hal penting untuk menghubu mu?" jawab Ayah Putra.


" Kalau tidak ada hal penting lebih baik jagan hubungi aku." tegas putra.


" Putra, kenap kamu seprti ini sama ayah, apa salah ayah?." tanya ayah putra.


"Salah ayah, kenapa ayah menjadi buronan," jawab Putra.


"Ini semua demi kamu, demi masa depan kamu." jelas Ayah putra.


"Demi aku apanya yah!, lihat aku sekarang, aku hidup sebatang kara, aku sakit tidak ada yang mengurus ku, terjadi apa-apa dengan ku tidak ada yang perduli " jawan Putra.


"Putra, jangan seperti itu ayah jadi merasa bersalah. Putra, Ayah kangen sama kamu, ayah takut tidak bisa bertemu debgan mu lagi, apalagi polisi sudah mengirim mata-mata kepenjuru dunia untuk mencari Ayah, Mungkin ini terhir kalinya ayah menghubungi mu."


"Sudah bebrapa kali ayah bicara seprti itu, nyatanya ayah baik-baik saja." jawab Putra.


"Kalai ini ayah serius."

__ADS_1


"Sudahlah, aku tidak mau tahu tetang ayah lagi, yang aku mau ayah ada untuk ku." jelas Putar lalu mangahiri sambungan telfon nya.


"Aku sudah mengirimkan sinyal kebradan tersangaka, apa sudah di ketemukan lokasi kebradan pelaku." Tanya Hira yang sedang menghubungi atasannya.


"Sudah, lokasi nya berada di negeri Paman Sam, berada di pinggiran kota, tapi kita sudah kehilangan tanda mereh itu Seprtinya dia mematikan ponsel nya." Jelas Orang yang Hira hubungi.


"Bagainmana bisa? , lambat sekali Kalian bekerjanya." tegur Hira.


"Lokasi kita berada di belahan bumi yang berbeda jadi kita sulit untuk meproses nya." jawabnya.


"Alesan saja, seharusnya aku sudah selesai dengan tugas ku tapi gara-gara kamu aku harus bertahan di sini lebih lama lagi." jelas Hira denga tegas.


"Bertahan lah sebetar, kita sudah mengetahu keberadaan nya, kita bisa mengirimkan pasukan untuk menyisir kota itu." jelas nya.


"Gue tudak mau tahu, lo harus segera menangkap nya hidup-hidup karena aku ingin bertanya kenapa dia mengkhianati ayahku!. jelas Hira dengan tegas.


"Baik, akan aku selesai kan tugas ku secepat nya." Jawab nya.


"Siapa yang akan ditangkap?"


"Astaga guntur lo bikin kaget saja." Hira langsung mengakhiri sambungan telfon saat dia mendengar suara Guntur.


"Hyun, Siapa yang akan lo tangkap Hidup-hidup, dan siapa yang mengkhianati Ayah lo." Tanya Guntur lagi.


"Bukan urusan lo." Jawab Hira lalu pergi meninggalkan Guntur.


*****


Kita ke Han dan lainya yang sudah menyeleksi Album mini mereka.


Karen kesibukan yang mereka jalani, sedikit banyak mereka mulai melupakan Hira atau Bagas, tapi tidak dengan Han, Han masih saja teringat akan sosok Za Atau Bagas, Nama Za atau Bagas selalu teriang dalam benak nya. Kesuksesan Album mini mereka tak lantas membuat Han benar-benar bahagi. Apa lagi, Han tau kalau gadis yang berna Za yang menganti nama nya menjadi Bagas adalah orang yang telah membuat diri nya menjadi artis terkenal, dia adalah Zahira yang selalu dia dengar suaranya saja saat melakuan penilaiyan atau arahan akan hasil latihan mereka.


Malam hari di Droom tempat tinggal para member.


" Han, kamu kenapa?, apa kamu masih kepikiran dengan Bagas?," tanya Erza yang melihat Han duduk di taman belakang yang biasa Hira yang sedang menjadi Bagas biasa dia tempati.


"Sepertinya Iya, Seharus nya kita merayakan Kesuksesan album kita bersamanya, tapi karena kesalah kita nona Zahira tidak ikut merayakan bersama kita." Jawab Han.


"Itu tidak sepenuhnya salah kita , itu cuma kebetulan, yang kita caritau adalah Bagas bukan nona Zahira, tapi kita malah menemukan hal yang tidak kita sangka, ternyata Bagas Adalah nona Zahira dan sekaligus gadis yang bernama Za, lebih tepat nya mereka satu orang dengan tiga nama, lebih tepat nya lagi dia nona Zahira Bagas Adipura." jelas Erza.


"Aku sudah mencoba menerima kenyataan ini, tapi... Yang aku susah meneria adalah jasa yang dia berikan kepada kita, dia sudah menjadikan kita terkenal, menjaga kita sebagi bodyguard, pernah menolongku saat konser di kota X, itu yang membaut aku susah melupakan sosok nya."


"Kalau masalah itu aku juga tidak tau." jawab Erza.


"HAN!!!,HANN!!, "


"Ada apa aku di taman belakang." Jawab Han saat mendegar Rey berteriak memangil nya.

__ADS_1


"Han! akau punya kabar baik untuk mu, tapi belum pasti baik sih, " jelas Rey.


"Bagimana kamu Rey, kalu baik yah baik, kalau belum pasti jagan lo bilang baik." Jawab Gavin yang ikut muncul karen mendengar suara Rey.


..." Kalau ini bener kabar baik,tapi kalau bukan yang tidak baik." jawab Rey....


"Jagan bertele-tele cepat katakan," pinta Erza.


"Aku melihat anak sekolah


yang mirip sekali dengan Bagas, tapi dia cowok, sekolah nya saja di SMA kusus Cowok, tapi yang aku heran kenapa wajah dan postur tubuh nya mirip sekali dengan Bagas." Jelas Rey.


"Dimana kamu melihat nya?, tanya Gavin


"Di depan lestoran, dia memgndarai motor sport warna hitam, Saat aku ikuti tiba-tiba dia hilan begitu saja." jelas Rey.


"Kamu yakin orang itu mirip Bagas?," tanya Han.


" Yakin, mirip banget malahan, dari wajah, postur tubuh, dan wajah dingin nya itu persis Bagas, cuma bedanya dia memakai pakean layak nya peria dan rambut nya juga pendek, aku sudah melihat nya dua kali ini, saat dia memakai seragam sekolah dan saat di lestoran tadi. " jelas Rey.


"Palat motor nya?," tanya Bora yang sudah ikut nimbrung.


"Ini," Rey menujukan plat motor yang sepat dia foto kepada Han, Gavin dan Bora.


"Sebaiknya kalian jagan mengulang kesalahan yang sama," Erza mengur mereka.


Semua terdiam saat Erza mengatakan demikian, karena mereka tahu kalau Erza melarang mereka untuk tidak mencari tau siapa orang yang mirip Hira.


"Han!, aku mau nujukin sesuatu pada mu."


"Nujukin apa," tanya Han kepada Kenzo yang baru saja datang dengan tergesa-gesa.


"Ini, aku tadi aku melihat sesorang yang mirip sekali dengan Bagas, " jelas Kenzo sambil menujukan sebuah foto yang ada di ponsel nya.


" Apa orang ini yang kamu maksud Rey?," tanya Gavin.


"Iya,itu orang nya." jawab Rey.


"Kamu foto orang ini di mana Zo?, sepertinya di depan droom."


"Iya Vin, barusan saja aku melihat nya, saat tahu aku melihat kearah nya dia langsung kabur, padahak aku sudah lama melihatnya saat dia baru saja datang." jelas Kenzo.


"Coba aku lohat," Zeno yang barsaja datang langsung melihat foto tersebut.


"Bagai mana Zen, apa ini beneran Bagas?," tanya Gavin.


"Tidak tahu," jawab Zeno, padahal Zeno yankin dan percaya kalau iti beneram Hira atau Bagas.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2