
Han dan Hira tiba di mana Laras dan lainya berada, termasuk Bu Mee dan pak Agus. " Pergi kalin." pinta laras pada anak buhnya.
"Semua ini tidak lucu!, kenapa kalian menyambutku dengan puluhan pasukan dengan sejata lengakap?!," tanya Hira.
"Iya, kalian kelewatan,aku sanggat terkejut, dengan semu ini." imbuh Han.
"Stop!!, yang harusnya marah kita bukan kalian!,kenapa jadi kalian berdua yang ngomel!" Franda semakain kesal melihat keduanya yang seakan tidak merasa bersalah.
"Han, kamu sangat kelewat, aku pikir kamu di culik." Tanya Rey.
"Tidak aku.. "
" Diam!, siapa suruh kamu berbiacara!," membatak Laras.
"Sudahlah, jangan berisik, aku capek mau tidur."
"Apa!, tidur?!, setelah membuat kita panik dan, cemas memikirkan kead'an mu, kamu malah mau tidur begitu saja, tanpa merasa bersalah!?," tanya Franda.
"Kalian saja yang aneh, kalau tidak ada kabar, di hunggi tidak susah, kalian langsung lacak di mana keberada'anku, melaui sinyak ponsel, jangan panik dulu baru melacak," omel Hira.
"HIRAAAAAA, kenapa jadi kita yang salah sih!!!," Laras dan Franda tambah emosi di buat nya.
" Nak Laras nak Franda tenak tenang kan diri mu," pinta bu Mee. "Kak, kak Hira dariman?, kenapa semalam tidak pulang?," tannya bu Mee dengan lembut.
"Bu, mereka berdua pacaran itu pacaran di pantai, kita udah cemas mereka malah asik pacaran." Jawab Laras, yang terus mengomel.
"Apa benar itu kak?," tanya bu Mee.
"Tidak bu, semalam semalam aku deman dan Han merawat ku hingga demam ku tirun."
"Alasan!, bilang saja pacaran!, hayo semalam ngapain kalian?!," tanya Laras ketus.
" Tidak ngapa-ngapain, jangan fitnah kamu!,"
"Sudah-sudah hentikan. Nak Han, apa benar yang dikatakan Hira?," Tanya bu Mee lagi.
"Benar bu, Semalam Hira demam, dia mengigaw, Hira terus memangil Ayah nya dah Zeno," Jawab Han.
"Apa kalian pacaran?," Tanya Bu Mee Lagi.
"Tidak Buyu, " Jawab Hira lebut.
"Hira tidak mau pacaran dengan ku, bu." sahuta Han.
"Tidak mau?," tanya bu Mee.
"Iya, Hira maunya langsung nikah." jawab Han.
"Ha! nikah!?," Semua terkejut medengar jawaban Han.
"Jangan ngarang kamu, siapa yang mau nikah sama kamu!,"
"Ciee malu, jangan malu, ngaku saja." ledek Han.
"Engga!, siapa yang malu!," Jawab Hira.
"Jadi kamu engga mau nikah sama aku?,"
Ngomongin nikah lagi aku hajara kamu!," Ancam Hira.
__ADS_1
"Sudah-sudah, hentikan. kak sini ibu periksa masih panas tidak badan mu," pinta Bu Mee.
"Masih bu, Hira masih demam." jawab Hira.
"Kamu benar kak, badan mu masih panas, ya sudah kita kekamar, kak harus istirahat, ibu akan buatkan sup dan pisang rebus, pelayan antar Kak Hira kekamar," pinta bu Mee.
"Baik nyonya."
"Tidak, aku mauanya sama ibu saja." pinta Hira.
" Baiklah, pelayan bilang sama yang di dapur untuk mengukus pisang dan menyiapkan bahan untuk membuay sup, Aku sendiri yang akan membuat sup untuk Kak Hira, yang lain siapa kan obat penurun panas dan minuman yang manis." Jelas Bu Mee.
"Baik nyonya." Jawab para pelayan itu.
"Bu, aku sakit badan ku lemes, kepala ku sedikit pusing," keluh Hira.
"Benarkah?, ayo cepat, kita kekamar. Pak bantu ibu membawa kak Hira kekamar." Pinta Bu Mee pada suaminya. dengan sigap pak Agus membatu Bu Mee memapah Hira.
Saat sedikit jauh dari Laras dan Franda Hira menoleh dan meledak mereka berdua dengan cara mencibirkan bibir nya.
" HIRAAAAAA, NYEBELI KAMUUU,!!!!!, Laras dan Franda berteriak dengan keras karena kesal.
"HAN INI.....? Lah keman dia?," tanya Laras yang tidak melihat Han.
"Nih," Taro. menujukan rekaman Cctv yang menujukan Han sedang belari keluar bersama Rey.
"HAAAANNN, KALIAN BERDUA MENYEBAL KAAAANNN!!," mereka bedua kebali berteriak karena kesal dengan Han dan Hira.
***
Keesoakan hari nya. " Nyet, hari ini Han dan Rey sudah kembali, mereka berangkat mengunakan penerbangan pagi." Jelas Laras.
"Maksud kamu?, Tanya Franda.
"Maksuda kamu apa bertanya seperti itu?," tanya Hira balik.
"Bukan nya kamu sudah jadian yah?," tanya Franda.
"Jadian?, tidak." jawab Hira.
"Jangan bohong?," sahut keduanya.
" Kalau tidak percaya yasudah, jangan bertanya lagi." jawab Hira santai.
***
Ditempat lain, Tepatnya di gedung Airon grub.
Airon murkan dengan keadanya sekarang, dia murka karena perusaha'annya di ambang kehacuran, ditambah hutang perusaha'an yang sangat besar. semua usaha yang selama ini dia banggun akan hancur dengan begutu saja.
"Bagai mana, apa ada hal yang bisa meyelamatkan perusaha'an?, Tanya Airon pada orang kepercayaan nya.
" Maaf tuan," Hanya itu yang bisa terucap darinya.
" Dasar manusia tak berguana!, pergi dari hadapan ku sebelum aku habisi kamu!," medegar hal itu semakin membuat Airon murka.
"Permisi pak, ada CIO dari Z&Z inggin bertemu." seorang karyawati datang melapor.
" Usiar dia! jangan biarkan mereka masuk!," pinta Airon dengan lantang.
__ADS_1
" Anda menolak kedatangan taman lama mu ini, Airon?," Tanya Zydan, Zydan yang masuk begutu saja meski belum di ijinkan masik.
" Kenapa kalian bairkan dia masuk!." Airon membetak keamanan yang datang bersama Zydan.
"Jangan salahkan mereka, aku yang memaksa masuk." Jawab Zydan.
" Mau apa kamu ketempat ku?!, Tanya Airon dengan lantang.
" Tempat mu?, tidak lagi, karena aku akan membeli perusaha'an mu ini, dan hanya aku yang bisa membeli nya," jawab Zydan.
" Aku tidak akan pernah menjual perusaha'an ku!," tegas Airon.
"Benarkah?, lalu dengan apa kamu membayar hutang - hutangmu?, hanya perusaha'a ini yang kamu punya Sekarang." Jelas Zydan sembari duduk dengan santai di sova yang berada di ruangan itu.
Airon terdiam, dia tak mampu menyangkal perkata'an Zydan.
"Akan aku beria waktu 2 x 24 jam untuk berfikir, lebih dari itu penawaran hangus, perusaha'ab mu tetap hancur dan kamu tidak akan bisa. membay hutang- hutang mu." Imbuh Zydan." Zydan bangkit dari duduk nya. "Kalau begutu saya permisi, sampai jumpa lagi teman lama." ucap Zydan ramah namun menyakitkan untuk Airon.
" Zaaaaa!!!, kenapa kamu lakukan ini apa ku!!!, pekik Airon saat Zydan sudah pergi dari ruangan nya.
"Ini semau salah kakak sendiri, dia sudah mempringati kakak sebelum nya, tapi kakak tidak mau medengarkan perkataan Ka Bagas." Siara Guntur mengejutkan Airon, Guntur yang tiba-tiba saja datang.
" Tau apa kamu anak kecil!, lebih baik kamu diam dan jangan ikut campur, bukan membatu malah meyalahkan!," bentak Airon pada Guntur dengan lantang.
"Memang benarkan apa yang aku katakan?, Semua ini karma untuk pembunuh seprti kak Airon." ucap Guntur tak kalah lantang.
"Tutup mulutmu!!, atau aku hajar kamu!, sebagai adik harunya membatu kakak mu ini,bukan malah ikut memberotak!," tegas Airon.
"Membatu kakak di jalan kejahtan?!, itu tidak akan pernah aku lakukan!, aku dan ibu akan pergi dari kehidupan kakak untuk selamanya, kalau kakak tidak berubah menjadi jauh lebih baik!," Tegas Guntur.
"Pergi?, silahkan kamu pergi tapi jangan membawa ibu bersama mu."
"Ibu akan tetap aku bawa pergi, karena ibu juga tidak sudi tinggal bersama orang seperti mu!,"
"Gunturr!." Airon semakin naik pitam di buat nya.
"Aku akan tetap membawa Ibu dengan atau tanpan ijin dari kakak." Guntur melangkah pergi.
"Guntur!! Mau kemana kamu!," Panggil Airon dengan lantang,Guntur pergi begutu saja tanpa mendengar pangilan Airon.
Airon semakin frustrasi dibutnya. dia menghancurkan apa saja yang ada di hadapan nya.
"ZAAAAAAA!!!!! akan aku habisi kamu !!!,"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terimakasih sudah membaca, tunggu kelanjutannya yah..
Jangan lupa mampir di karya autho yang lain
-Arabella.
- Bodyguar sang Idola.
-Langait dan Bumi.
Terimakasih
Salam cinta dari Uthor
__ADS_1