
Sebelum membaca jangan lupa like vote and red bintang lima ok..
Selamat membaca.
*******
Hari ini adalah Hari di mana bodyguar penganti Hira datang yang tak lain adalah Zeno, zeno yang baru lulus Sekolah menunda kuliahnya karena keinginanya sendiri, sehingga Hira memberikan pekerjaan untuk mengisi waktu luang nya.
Zeno yang sudah tiba di gedung Z&Z intertaimen menjadi pusat perhati para pegawai wanita, karen parasnya yang tampan dan badanya yang tinggi dan tegab sehingga mampu menghipnotis mereka, mereka tak menyangka kalau zeno masih berumur belasan tidak sesuwai denga badanya yang tinggi tegap dan gagah.
Zeno berjalan menuju resepsionis untuk mempertanyakan keberadaan Hira atau presedir yaitu Zydan.
"Permisi, saya mau bertemu dengan Bodyguar Bagas atau pak Zydan?" tanya Zeno ke resepsionis wanita itu.
Bukan nya menjawab ke dua resepsionis wanita malah terpana dengan karisma dan ketampanan Zeno.
"Permisi? "pangi jeno namum tak mendapat jawaban dari mereka.
BRAKKKK!!
zeno menggebrak meja resepsionis membaut mereka berdua terkejut. zeno mentap tazam ke arah mereka berdu sehingga mereka menjadi salah tingkah, antara takut namum masih terpesona dengan wajah dan tatapan Zeno.
" Saya mau bertemu dengan Bodyguar Bagas atau...?
"Zeno!! suara laki- laki memangil nya.
Zeno menoleh ke arah orang yang memangil nya. "Paman Jono paman Joni." Zeno bergegas menghapiri mereka dengan berlari seperti anak kecil dan melopat ke dalam pelukan Joni.
Joni yang sudah paham apa yang akan Zeno lakukan bersiap untuk menangkap nya.
",Zeno, tirun ini bukan dirumah dan kamu bukan bocah lagi," protes Joni.
Tak lama Hira datang dan ikutan naik ke punggung Jono.
"Astaga, kalian kayak anak kecil saja, kalian tidak mikir apa kalian bukan anak kecil lagi," keluh Joni.
Mereka malah tertawa mendengar keluhan Jono dam joni. Semua karyawan yang melihat mereka terkejut melihat tingkah Zeno yang tadinya terlihat coul tiba-tiba berubah seperti anak kecil yang barusaja bertemu dengan ayah.
"Zeno turun kamu, lihat badan mu saja sudah sebesar ini masih saja bertingkah kayak balita." keluh Joni lagi, zeno segera turun dari gendongan Joni.
"Kakak tidak ikut turun? tanya Jono. Hira segera turun dari gendongan Jono.
"Kakak paman J, dari tadi aku bertanya dengan resepsionis bukanya di jawab mereka malah mlongo ngeliati Zeno terus," aduh nya.
"mungkin mereka kagum dengan wajah tampan mu.itu," jawab Hira.
"Serius, apa wajahku ini sudah termasuk selera orang kota?
"Iya, selera mereka banget malah." jawab Hira
"Tapi sekarang sudah hancur karena tingkahmu tadi." sindir Jono.
"Yaahh, tapi tidak apa wajahku juga masih tetep tampan" jawab Kezo.
"Aaaaaaa, sitampan zeno, pangeran kecil ku, wah sekarang tidak kecil lagi, undah bongsor ngalahin windi.! " windi datang histeris melihat Zeno
__ADS_1
"Hay kak Win," sapa Zeno balik.
"Win kemana kak zydan? " tanya Hira.
"Dia ada di ruangan nya,"
"Ya sudah kita kesana temui kak zydan dulu." Ajak Hira.
"Paman kita ke tempat kakak dulu." pamit Hira.
"Ya sudah temui kakak mu dulu, di pasti sakit kepala karena ulah kalian." jawab Joni.
Hira,Zeno serta windi bergegas menuju lift khusus menuju ruangan Zydan selaku presedir.
Mereka bertiga berjalan melewati karyawan yang sedang bekerja, para karyawan yang melihat Zeno sama terpananya dengan karyawan yang berada di lobi.
Semua saling berbisik membicarakan kedatangan Zeno.
" Heyyyy, Kalian jangan rumpi deh sana balik kerja lagi!" Tegur Windi.
Semua langsung kembali ke tempat mereka masing-masing karena mendapat teguran dari windi.
Setibanya diruangan Zydan.
" Pagi ka Zydan." sapa Zeno. sambil berjalan menghampiri zydan yanh sedang memeriksa berkas kantor.
"Pagi?, jam segini pagi, ini udah siang zen." protes Windi.
"Barusaja jam Sebelas kak." jawab Zeno.
"Yah.. lumayan melelehkan kak, zeno berjalan untuk duduk ke sova yang ada di ruangan itu bergabung dengan yang lain, diikuti oleh zydan yang ikut bergabung.
"Siapa suruh naik si hitam, kan bisa naik mobil, kakak kan sudah kasih bapak sama ibu mobil."
" Kak zydan, akukan disini pasti lama, jadi biar engga repot nantinya nganter mobil itu balik ke kota X.
"Zen kamu yakin tidak mau lanjut kuliah dulu?" tanya Hira.
"Tidak kak, aku pasti lanjut tapi tidak sekarang"
" Kalau itu maumu kakak tidak akan memaksa, yang penting kamu harus kuliah buat masa depanmu, dan siapa tau kamu bisa menjadi CIO di perusaha kakak bantu kakak kerja." jelas Zydan.
"Iya, zeno janji bakalan kuliah dan bantu kakak di perusahaan, jangan kaya...?
" Kayak apa? Kayak aku." Hira menyela ucapan zeno.
"Kakak sendiri loh yang ngomong bukan aku."
"Tapi itu yang ada dalam pikiran mu, zen" protes Hira.
"Haduh, kalian kalau ketemu selalau ribut terus," keluh Zydan.
"Iya kalian berdua kaya kucing sama tikus, engga pernah akur, tapi kalau tidak ada di cariin." imbuh Windi.
"Zen, kamu mau istirat di rumah atau di sini, di sana ada tempat tidur, kalau kamu mau istirahat."
__ADS_1
" Nanti saja istirahat nya, kak. Lagian aku masih binggung mau langsung ke drom atau ke rumah Kak Zydan dulu."
"Ya sudah kalau mau istirahat,istirahat di rungan itu," tunjuk zydan lagi ke arah sebuah pintu.
"Kakak mau kemana? tanya Zydan dan Hira bersama'an.
"Kakak mau bertemu dengan klien,"
"Oh, jawab mereka berbarengan.
"Ikut-ikut'an aja kamu dari tadi!." protes Hira.
"Siapa juga yang ngikutun kakak, yang ada kakak ngikuti zeno."
"Idihhh soory aja yah." protes Hira balik.
"Hufff, Zydan mengehela nafas berat melihat keributan mereka, lalu pergi bersama Windi.
Di lobi Zydan bertemu dengan duo J,
"Tuan muda, anda kenapa? tuan muda senyum-senyum sendiri, tidak biasanya? tanya Jono.
"Tidak ada paman, aku hanya sedang heran saja melihat mereka berdua, kalau saling jauh mereka saling kangen, tapi kalau ketemu kaya tom And jeriy."
"Kakak Hira dan Zeno, maksud anda." jawab joni.
"Iya paman.
"Ayang, engga tau saja pas pangeran kecil datang, di lompat dalam gendongan Paman joni seperti biasa, engga mikir apa yah dia badan udah kayak gitu bertingkah kayak balita, peri cantik ikut-ikut'an juga, engga mau kalah." protes Windi,menceritakan kejadian tadi. " anak balita yang terjebak di tubuh orang dewasa." imbuh Windi.
Tak lama terdengar pintu lift karyawan dan lift khusus terbuka bersama'an, keluarlah Hira dan Zeno yang sedang kejar- kejaran. Zeno yang sedang di kejar Hira berlari ke arah mereka dan berputar-putar mengeliingi mereka bertika, dan membuat mereka menjadi perhatian semua orang yang ada di lobi.
Joni dan jono segera mengkap mereka agar mereka berhati membuat ke gaduhan. kera badan jono dan joni yang besar dan gaga dengan mudah mereka menagkap dan memisahkan mereka.
Hira berusah memukul dan menendang Zeno namu usahnya sia-sia karena di di tahan oleh Joni.
"Wekkk enggakena-enggakena, makanya punya tangan dan kakai jangan bantet," ledek Zeno.
"Awas kamu yah tiang listrik, paman lepas, aku mau kasih pelajaran buat tiang sutet ini." pinta Hira.
*****
Terimakasih sudah membaca, tunggu kelanjutannya yah..
Jangan lupa mampir di karya autho yang lain
-Arabella.
\- Rahasia Si Cupu.
-Langait dan Bumi.
__ADS_1
Terimakasih