BODYGUARD SANG IDOLA

BODYGUARD SANG IDOLA
Tiket konser 1


__ADS_3

Sebelum membaca jangan lupa like vote and red bintang lima ok..


Selamat membaca.


******


Mereka berdua malah cengegesan karena medengar omelan bu Mee.


"Ya suda kita berenganat ya bu." pamit Hira lagi.


Hira dan Laras melajukan kendaraannya. Hira yang mengendarai si hitam dan Laras mengendari si belang. Dengan kecepatan sedang mereka menyusuri jalanan, melintasi taman kota,dan Hotel X.


Hira berhenti di depan gedung studio musik menunggu orderan yang memintanya untuk menunggu di depan studio musik itu.


Tak jau dari mereka berhenti sebuah mobil hitam mewah masuk dalam parkiran studio tersebut. Laras terus melihat mobil itu tak lama tujuh pemuda keluar dari dalam mobil tersebut. Laras mulai kepo dan bertanya ke pada Hira tentang tujuh pemuda tersebut. pemuda yang semua menggunaka masker dan topi.


"Hir mereka siapa?" tanya Laras. "kayaknya tidak asing, siapa gitu? " tanya lara lagi.


Hira hanya menoleh, tapi tidak menjawab pertanyaan Laras.


"Isss monyet, kalau dintanya jawab kenapa." omel Laras." kebiasaan, kalau di tanya diam saja." omel laras lagi


Hira masih saja diam. Laras yang sedang ngomel-ngomel tidak jelas tak sadar kalau ke tujuh pemuda itu menghampiri mereka.


"Hay Za." sapa salah satu dari mereka.


Laras langsung diam karena mendengar seseorang menyapa.


" Hay Za." Sapa pemuda itu lagi.


"Hemmm." jawab Hira.


"kamu lagi ngapain di sini?" Tanya Han


"Bukan urusan kamu." jawab Hira ketus.


"Tuh lihat Han cowek yang lo bilang baik hati, juteknya mintak ampun." bisik Gavin


" tadi pagi tidak ko vin." jawab Han ikut berbisik


" Ngapai kepari?" Tanya Hira keus.


Laras yang tidak mengenali siap mereka, bertanya ke Za.


"Za mereka siapa sih? " tanya Laras, dengan suara lirih.


Hira masih saja diam tak menjawab pertanyaan Laras, alhasil Laras menjadi kesal di buat nya.


Rey yang mendengar Laras berbisik menyapa laras.


"Hay, apa kamu juga tidak kenal dengan kita dan tidak mau kenal?" tanya Rey.


"Maaf, siapa yah?" tanya Laras.


"Katanya fens fanatik, gitu aja tidak kenal."Sindir laras.

__ADS_1


Laras menoleh ke Hira dengan mata yang berbinar-binar


"Za..mereka, mereka, Aaaaa!"


Plakk?


Hira memukul Helem yang Laras pakai.


"Apa'an sih nyet !" kesal, karena za memukul helem nya.


"Tidak usah teriak-teriak kayak gitu." protes Hira.


Laras kebali beralih ke Han dan lainya tak memper dulikan Za.


" Hay semua, kenalin aku Putri teman nya Za, aku fens kalian loh, bahkan aku fens fanatik kalian." ucap Laras antusias. yang mengati namanya menjadi putri, karena nama lengakap latas adalah Laras Putri Hideyoshi.


" Hay juga." jawab mereka serempak.


"Aku kira kamu juga seperti cewek aneh ini," ucap Bora.


" Za tidak aneh, kamu belum kenal saja siapa. Za." ucap Laras.


Kini Han yang berlaih bertanya.


"Za, tiketnya tidak jatuh kan? tannya Han.


" Tidak? tidak jatuh ko, udah aku selamatin." jawab Laras.


"Di selamatin? tanya Kenzo.


"Baguslah kalau gitu." jawab Han."Jadi maukan kamu dateng ke acara kita, itung-itung ucapan terimakasih." bujuk Han.


"Pasti, pasti kita berdua akan datang." jawab Laras lagi.


" apa'an sih kamu, kamu sendiri yang dateng aku males." jawab Za kesal.


"Engga, kita harus dateng berdua kamu harus ikut kemanapun aku pergi, mumpung aku lagi bisa liburan, sebentar lagi aku akan super sibuk!" paksa Laras denagn tegas.


" Terserah!" jawab Hira.


" Han aku pastikan Za akan datang, bila perlu aku pakasa kalau bisa, hehehehe" ucap Laras cengegesan.


"Ok, teriama kasih." jawab Han.


"aku tidak janji, aku kan sudah bilang aku tidak suka kebisingan." jawab Za. lalu pergi melajukan motornya meninggal kan Laras.


Laras yang melihat Za pergi berteriak memanggil nya.


" Eh za, mau kemana, tungguin!" panggil laras. " maaf aku tinggal." pamit laras.


" oh iya, tidak apa-apa, kita juga udah mau pergi." Jawab kenzo.


"Bay semua, Bay kenzo aku padamu." ucap Laras sabari melajuka motor nya.


" Bay, Putri" Jawab mereka.

__ADS_1


Laras pun pergi menyusul Za yang sudah pergi terlebih dahulu meninggalkan nya.


Setelah Za pergi Han berpikir keras dengan perubahan sikap Za.


"Bener-benat aneh tuh cewek, tadi pagi aku lihat di itu lembut, perhatian, ramah, tapi sekarang kenapa jadi kayak gitu?"


" Han, kana kita sudah bilang dia itu cewek aneh." jawab Bora.


" Meski begitu, aku masih suka meliht mata indah nya." ucap Han lagi.


" Jangan berpikir tentang pacara, pikirin dulu karir kalain." ucap menejer Ho.


"siapa juga yang pacaran, aku kan cuma bilang, aku suka dengan mata indah nya, buka cinta dengan nya." Han menjawab peringatan yang di ucap kan menejer Ho.


" sudah lah ayok kita masuk, jatwal kita masih padat hari ini, jangan buang-buang waktu." ucap menejer Ho.


Hira yang sedang mengendarai si hitam terlihat tidak bersemangat. Hira melintasi sebuah danau hijau dia memutuskan untuk berhenti di sana, dan memarkirkan kendaraan nya. Hira dan laras berjalan menyusuri jalan di pinggir danau hijau tersebut, dan berhenti di salah satu bangku yang berada di pinggir danau.


Hira mantap kaarah danau hijau tersebut, danau yang memiliki air yang jernih, dan terlihat indah karena terkena pantulan sinar mata hari, terlihat juga ikan-ikan yang berenang kesama kemari, ikan yang sengaja di pelihara untuk menampah daya tarik danau hijau tersebut.


Laras yang melihat Hira telihat murung mencoba untuk mengembalikan keceriaan nya, tanpa bertanya dengan apa yang sedang dia pikirkan, karena Laras tau Hira tidak akan pernah mau bercerita kepada nya.


" Hir, saat aku sedang setres dengan banyak nya pekerjaan yang menguras tenaga dan pikiran ku, aku selalu pergi ke atap gedung tempat aku bekerja. Disana aku melampiaskan semua kekesalan ku, dan beben pikiran ku, aku berteriak sekut-kuatnya, dan hal itu bisa membuat ku sedikit lega. Hir, cobalah kamu lakukan seperti apa yang aku lakukan, mudah-mudah itu bisa sedikit menguranggi beben pikiran mu," ucap Laras.


"Maaf kan aku Ras, dari dulu hiangga sekarang aku tidak pernah bercerita masalah ku dengan kalian, aku tidak tau kenapa demikian, yang aku tau aku tidak mau mebebani kalian."


" Hir aku tau, aku dan panda mengerti itu."


"ngomong-ngomong tentang panda, kemana dia,udah lama tidak ada kabar ?" tanya Laras.


" Tau, mungkin lagi asik makan bambu di kebon binatang." jawab hira.


"Jahat kamu, kawan sendiri di samai dengan hewan."


"Kamu sendiri panggil dia panda, udah tau namanua franda kamu panggil panda." protes Hira


"Abis dia lucu, pipi nya cabi, badanya sedikit berisi, terus suka banget pake baju hitam bermotif putih, kalau tidak baju putih bermotif hitam, udah mirip banget kayak panda." ledek Laras.


*****


Terimakasih sudah membaca, tunggu kelanjutannya yah..


Jangan lupa mampir di karya autho yang lain


-Arabella.


 


\- Rahasia Si Cupu.


 


-Langait dan Bumi.


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2