
Sebelum membaca jangan lupa like vote and red bintang lima ok..
Selamat membaca.
******
Dari dulu Hira dan yura tidak pernah akur, saat mejadi Hira yura sangat tidak suka, dan sering menganggu Hira, jadi saat menjadi bagas, Hira terbawa suasana untu berdebat dengan nya.
"Kamu !!, dasar cewek kurang ajar, kamu tidak tau apa kalau aku ini anak kepala desa di sini!, semua orang harus hormat kepada ku, tidak ada yang boleh kurang aja pada ku !" ucap Yura dengam sombong.
" Yang lurah itu bapak kamu, bukan kamu, jadi yang harus di hormati bapak kamu, bukan kamu." ucap hira lagi.
"Dasar cewek ******!" bentak yura.
"Zeno kenapa kamu diam saja bantuin aku dong, kamu liat kan aku di bulliy sama cewek ini." adu yura manja, namun Zeno sama sekali tidak menanggapi Yura sama sekali.
"Ih Zeno bantun aku dong." ucap nya lagi dengan manaja.
"Yura, sebaiknya kamu pulang." Ucap zeno datar.
"Zeno?, kamu mengusir ku?, kamu lebih memilih cewek ini ketimbang aku?" ucap yura kesal, yura beranjak pergi sembari mengancam Hira.
"Awas kamu, kamu akan menyesal telah berurusan dengan ku." Ancam nya.
"Kalai awas minggir," jawab Hira santai. "Zen kamu pacar dengan nya ?" tanya Hira, beralih ke Zeno.
"Is apa'an sih,tidak,aku tidak pacaran dengan nya, siapa juga yang mau pacaran sama cewek model kayak gitu," ucap Zeno kesal. " Udah jangan di bahas, yok balik." ucap Zeno lagi.
Pagi hari di rumah Zeno.
"Bu, zeno pergi dulu mau kekantor desa." pamit zeno ke bu Mee yang sedang berberes di dapur
"iya, jawab bu Mee.
__ADS_1
" Bu, Zen mau kemana ?" tanya hira yang baru saja datang dari arah belakang ruma sembari berjalan mendekat ke arah bu Mee.
"Zen mau ke kantor desa." jawab bu mee sembari terus berberes di dapur.
"Oh, kalau gitu Hira mau jalan-jalan dulu ya bu." pamit hira, lalu berjalan ke arah pintu depan
" kakak tidak apa-apa jalan sendiri ?" tanya buk Mee khwatir semabri berjalan medekat ke Hira
"Tidak apa bu, Hira bisa jaga diri dan tidak akan nyasar." jawab Hira, sembari naiki si hitam yang sudah terparkir di halaman depan.
Hira mengendarai si hitam keliling kapung, melewati persawahan dan perkebunanan, sperti kebun buah naga, jeruk, jambu biji, kelengkeng dan masih banyak lagi buah has indonesia lainya dan berbagai kebun sayur dan bungha.
Dari sekian perkebunan yang hira lalui zahira berhenti di slah satu perkebunana,yaitu pekebunan stroberi.Zahira memarkirkan si hitam dan masuk ke dalam perkebunana. belahan zahira menyusuri lorong perkebunan itu, di kanan kiri telihat tanaman buah stroberi yang sedang berbuah. Hira terus berjalan menyusuri setiap lorong perkebuan itu. Setelah merasa cukup hira berhenti di salah satu bangki panjang yang sudah di sediakan oleh pemilik kebun.
"Ayah, Hira kangen sama ayah, lihatlah ayah, di depan Hira banyak sekali buah kesukaan ayah. Hira inggat,saat ayah paksa hira buat makan buah ini, padahal ayah tau kalau Hira tidak suka buah ini." Hira berbicara sendiri karena teringat dengan sang ayah.
" Ayah, Hira janji akan kuat, peri kecil mu ini akan hidup bahagia tanpa ayah di sampingku, ayah berbahagialah di sana bersama mama," ucap nya lagi.
Hira memetik satu buah stoberiy yang terlihat besar dan matang yang berada tak jauh darinnya.
" iyeee,, asem ayah, maaf ayah Hira tidak suka, masih enak buah pisang." ucap Hira sembari tersenyum walau didadanya sangatlah sesak menahan tagis, karena Hira sudah berjanji tidak akan menagis lagi.
Setelah puas, Hira kembali melajukan kendaranya menyusuri kampung. perhatian Hira kembali teralihkan saat melintas di sebuah taman bungga yang sangat indah, dan di sertai tempat bermain untuk anak-anak dan tempat untuk jogging.
Hira meyuri taman yang telihat ramai pengunjung, terlihat banyak nlpengunjung yang sesang nerfoto ria, ada yang hanyasekdar jalan-jalan dan ada juga yang sedang kempepinh bersama keluarga dan anak-anak merek.
Hira duduk di salah satu bangku taman, Hira sangatlah suka denga taman. Di kota Hira membangun taman di tengah kota, di desa Hira juga membangun taman di tengah desa.
"Indah, taman ini sangat indah, ternyata zeno dan lainya sangat merawat tamana ini, terimakasih zen." Gumama nya.
"Ayah, coba dulu ayah cerita sama Hira saat perusahaan ayah yang sedang mengalami masalah, mungkin saat ini ayah masih ada, karena sikap ayah yang tidak mau terbuka ayah harus memikul beban ini sendiri. Ayah, Hira janji suatu saat hira akan merebut kembali semua perusahan milik ayah dan mama, Baik perusaah poperti, importir maupun perusahaan batu bara dan perusahan lainya, Hira janji ayah, Aditia Pratama akan bangkit lagi." Ucap hira lagi. Hira masih saja terus menahan sesak di dadanya, Hira duduk termenung menatap hamparan bungga dan rerumpat taman dengan tatapan kosong.
"Hay, Jangan melamun entar kesambet." Ucap seorang pemuda yang tiba-tiba duduk di sebelahnya, sontak membuat Hira terkejut
__ADS_1
"Ais, silan kamu bikin kaget saja." omel Hira sembari mengelus dadanya karena terkejut.
"Abis melamun, aku duduk di sini sudah hampir lima menit, kamu masih saja diam, udah jangan kamu terus memikirkan yang sudah tidak ada." ucap pemuda itu lagi denagn santainnya.
"Maksut kamu ?" tanya hira binggung.
"Maksud ku yang sudah pergi jangan terus kamu fikirin." ucap nya lagi.
"Kamu denger apa yang akau ucap kan tadi ?" bertanya dengan nada tak suka.
"Tidak cuma itu saja, aku juga bisa demger apa yang sedang ada dalam pikiran mu dan apa yang sedang kamu rasakan saat ini." ucap pemuda itu lagi.
" Anak indigo." sahut hira datar.
" Hehehehe, Kamu tau hal itu ya." ucap pemuda itu cenge ngesan.
"Kamu pergilah, aku tidak suka dengan orang yang suka ikut campur denga pribadi ku." usir Hira kepada pemuda itu datar tanpa menoleh ke arah nya.
"Aku tidak akan ikut campur dengan masalah mu, tapi aku cuma mau bilang, kamu boleh menjadi kuat, bukan menjadi tapi emang haruas kuat, tapi kalau kamu mau menangis menangis lah jangan kamu tahan, hanya itu yang bisa bikin beban di dadamu berkuarang." ucap pemuda itu.
"Untuk menjadi kuat tidak harus terus menahan tangis, seskali boleh menagis saat memeng harus menagis untuk mengurangi bebeban, seperti yang sedang kamu rasakan saat ini." ucap pemuda itu lagi, Hira diam tak memperduliakan ucapan pemuda itu lagi.
*****
Terimakasih sudah membaca, tunggu kelanjutannya yah..
Jangan lupa mampir di karya autho yang lain
-Arabella.
\- Rahasia Si Cupu.
-Langait dan Bumi.
__ADS_1
Terimakasih