BODYGUARD SANG IDOLA

BODYGUARD SANG IDOLA
HPS bukan ABS.


__ADS_3

Sebelum membaca jangan lupa like vote and red bintang lima ok..


Selamat membaca.


******


Zeno terlihat duduk di meja makan. Rey dan lainya masih saja terus melihat Zeno secara diam-diam.


"Han, coba buka baju mu, aku mau lihat Abs mu." Rey langsung membuka baju Han dan membanding kan dengan Abs milik nya. Rey terlihat lesu melihat Abs milik nya.


" Rey punyamu bukan Abs,tapi Hps ledek, Kenzo.


"Iya, punya mu lebih pantes di bilang Hps dari Pada Abs, imbuh Gavin.


"Kayak punya kalian ada Abs nya," jawab Rey. sedikit tidak terima.


"Adalah lihat nih, punya kita masih mending dari pada punya mu." Gavin dan lainya membuka baju nya dan memerlihatkan Abs mereka masing-masing.


Di saat mereka sedang sibuk memerkan Abs mereka masing-masing, Hira keluar dari kamar dan mengejutkan mereka, Hira tersenyum tipis melihat tingkah konyol mereka. sedangkan mereka langsung lekas menutup perut mereka kembali dan sedikit menunduk karena malu.


"Zen, sudah mateng? " Hira beralih ke Zeno.


"Kakak kira zen ngegoreng krupuk belum ada Lima menit mateng," jawab nya datar sambil terus menatap kelayar ponsel nya.


"O kirain. Kalin kemarilah,"pangil Hira.


Han dan dan lainya langsung bergegas mengahampiri Hira dan Zeno.


" Kenalin Dia Zeno, dia yang akan menggantikan ku menjadi bodyguar kali'an. Zen kenalkan diri mu." pinta Hira.


"Hay."


"Zen!!," Hira melotot ke arah Zeno, karena melihat cara memperkenal kan diri nya.


"Ok, aku ulang, Hay aku zeno, aku yang akan mengantikan Bagas." ucap zeno dengan mimik muka datar.


Hira masih saja menatap Zeno, karena zeno hanya mengulang apa yang dia ucap kan, sedangkan Zeno masih saja menujukan muka datar nya.


"Oo,aku kira dia model, abis postur tumbuh mu mirip model atau binaragawan . jawab Gavin.


" Sama aku kira kamu model, Kak Zen" imbuh Rey.


"Jangan pangi aku kakak, aku baru lulus SmA tahun ini," jelas Zeno.


"Apa!? " Semua terkejut mendengar penjelasan Zeno.


"Baru, baru lulus SmA." Gavin sedikit syok mendengar Zeno baru lulus SmA. " Rey cobak kamu berdiri di sampaing dia, Zen kamu berdiri sebetar. "pinta Gavin.


" Rey, sekalian lepas baju mu," pinta Han. Rey menurutinya untuk melepas baju dan berdiri di samping Zeno yang menuruti permintaan Gavin.


Han dan lainya tertawa terbahak-bahak melihat perbedaan Rey dan Zeno.


"Rey, cobak kamu lihat, ini baru yang namanya Abs, kalau punya kamu bukan Abs tapi Hps, ledeka Gavin lagi.


Rey kembali memakai bajunya kemabali, karena malu dengan Zeno dan Hira yang masih di sana. Rey melihat Zeno dari atas sapai kebawah secara berualang, Rey terlihat seperti mangut-mangut karena dia telalu dekat dengan Zeno, di tambah perbedaan tinggi badanya yang terlalu jauh.

__ADS_1


" Kenapa kamu melihat ku seperti itu?"


"Serius kamu baru lukus SmA tahu ini? " tanya Rey.


"Hem, kenapa?" Tanya Zeno lagi sambil kembali duduk di ikuti Rey yang ikut duduk.


"Aku iri, lihat kamu baru lukus SmA badan mu tinggi kayak gini, dan lihat otot dan Abs mu, lihat punya ku ." Rey kembali mebuka bajunya dan membandingkan Abs nya." dan lihat tinggi badan ku." imbuh Rey.


" tidak apa rey, meski mungil kaw terlihat imut,"


"Vin, kalau aku cewek iya, lah aku cowok, mungil kayak gini. Engga bisa bayangin, kalau aku nikah terus istriku kelak sama mungilnya dengan ku, alamt anak ku nanti bantet, terus kalau di pengen jadi polisi atau apapun pekerjaan yang mengharuskan mempunyai badan tinggi belum mendaftar alamat sudah kena tendang." keluh Rey.


"Yah jangan kamu suruh jadi polisi, suruh saja dia jadi artis, jadi Artis di ezensi yang sama kayak bapak nya." jawab Erza.


"Bener juga kamu." jawab Rey, dengan senyum sumeringah.


" Zen, kalau boleh tau berapa tinggi mu? tanya Han.


"195" Jawab nya.


"195!?, lebih tinggi dari Kenzo, kenzo saja 185 padahal dia paling tinggi diantara kita." jawab Rey.


"Mau kemana?. " tanya Zeno tiba-tiba tanpa menoleh sedetik pun


"Siapa yang kamu tanya zen?" Bora balik bertanya.


"Tuh," Zeno menujuk Hira dengan sedikit mengerakan kepalanya ke arah Hira.


"Oh, dia ke teras belakang." jawab Gavin.


"Oh, kak tunggu ponjem peet buat main Geem." pinta Zeno


"Rusak," jawab Zeno


"Lagi." keluh Hira.


"Hemm, jawab Zeno dengan seyum tipis terukir dibir nya.


" Nih jangan kamu rusakin lagi,


"Engga, janji. jawab nya. " Paling cuma Eror, " jawab Zeno lagi dengam suara lirih.


" Awas kalau Eror," ancam Hira.


"Tajem amat tuh telinga." gumam Zeno.


Pagi Harinya. Zeno bangun lebih awal dari yang lain, karena sudah kebiasaan nya bangun pagi.


Zeno menyiapkan sarapan untuk semua penghuni rumah, saat dia sibuk memasak tak lama Gavin datang menghampirinya.


"Zeno, sudah bangun?." Zeni hanya menoleh tanpa berniat menjawab pertanyaan Gavin.


"Apa kamu biasa bangaun pagi ?" tanya Gavin lagi.


"Hemmm" jawab Zeno.

__ADS_1


"Sepertinya kamu ahli dalam memasak? " tanya Gavin lagi.


"Biasa saja." Jawab Zeno datar


" Semua sudah mateng, tinggal di sajikan di meja makan," Setelah mengatakan demikian Zeno pergi meninggalkan Gavin di dapur sendirian.


"Mau kemana?"


Lagi-lagi Zeno hanya menoleh dan tak menjawab pertanyaan Gavin lagi, lalu masuk kedalam kamar.


"Itu orang irit banget kalau ngomong." Gerutu Gavin.


Tak lama Zeno kembali keluar bersama Hira dan sudah mengenakan pake'an olah raga, lengakap dengan pengaman tangan yang terpasanga di tangan mereka masing-masing. Gavin melihat mereka sekilas, saat mereka sudah sedikit menjauh dan dipastikan mereka keluar Gavin segera mengikuti mereka dam melihat dari balik pintu.


Sekitar sepuluh menit Gavin melihat Hira dan Zeno melakukan pemanasan, Gavin paham kalau mereka akan berlatih karate. Bergeges Gavin memangil teman-temannya.


Setelah berhasil membangunkan mereka semua bersama-sama mereka melihat Hira dan Zeno berlatih karate.


Mereka sangat takjub dengan keahlian mereka berdua, apa lagi dengan Hira, Badan Hira yang mungil bisa dengan mudah mengalah kan Zeno yang ukuran badan nya jauh dari ukuran badan nya.


Rey dan kenzo yang tidak mempunyai keahlian bela diri dengan iseng mengikuti gerakan yang di lakukan Zeno dan Hira, Alhasil Rey terjatuh dan tanganya terkilir.


"Aaaa, tangan ku." Rey berteriak menahan sakit.


Zeno dan Hira bergegas mengahpiri Rey yang sedang di bantu oleh teman-teman.


"Kenapa? " Tanya Hira datar.


" Rey, terjatuh." Jawab Han.


"Jatuh, kenapa bisa?"


"Itu, anu itu aku, aku aku." Rey ragu untuk menjawab pertanyaan Hira.


"Dia ngikuti gerakan karate mu." Jawab kenzo.


"Kamu juga." imbuh Bora.


"Ye ,tapikan aku engga jatuh." Kenzo membela diri.


"Bukan engga tapi belom." Jawab Gavin.


*****


Terimakasih sudah membaca, tunggu kelanjutannya yah..


Jangan lupa mampir di karya autho yang lain


-Arabella.


 


\- Rahasia Si Cupu.


 

__ADS_1


-Langait dan Bumi.


Terimakasih


__ADS_2