
"Barak!!," menggebrak meja,
Tidakan Hira membuat semua orang terkejut tak terkecuali Franda dan Airon.
" Karena ulah anda!, adik saya meningga, Han dan Rey kehilangan sahabtanya, dan Z&Z kehilangan salah satu aset mereka, itu semua karena ulah anda. dan akan saya pastikan!, anda akan meneriama pembalasan yang jauh mengerikan dari penjara dan kematian!." Tagas Hira lalu pergi meninggalkan ruang rapat di ikuti Franda dan tak lama diikuti peserts rapat lainnya.
Apa yang harus aku lakukan sekarang?. Airon memandang sekeliling ruang rapat yang sudah kosong.
Saat dia larut dalam lamunan telintas bayangan gadis canting yang sedang duduk melamun di danau hijau, dan gadis yang sedang bermain dengan anak jalanan, di kota X.
Aaaa!!, apa yang ada dalam pikiranku ini?, kenapa bisa teringat dengan gadis itu?, Airon nggat , gadis itu akan menhacurkan bisnis mu, dan menghacurkan hati mu.
"Aisss dasar Bodoh mikir apa aku ini!," Airon mencoba menyangkal semua pikirannya.
" Lebih baik aku pulang, dan menyusun rencana baru." Airon beranjak dari kursinya, pergi dari ruang rapat dan langsuang merencanakan kepulangannya ke negara asalnya.
Di perjalan menuju bandara, Airon masih saja teringat akan sosok Za yang pernah dia lihat di kota X.
Ahhha!!, Airon fokuslah, sampai kapan kamu akan seprti ini, cinta mu tidak akan pernah terbalas meski langgit di atas mu runtuh, yang ada, dia akan membuat langgit itu cepat runtuh dan menhabisi mu. Dasar bodoh kamu! Bodoh bodoh!," Airon mengutuk dirinya sendiri.
" Airon, sekarang kamu harus fokus dengan masadepan perusa'an yang kamu banggun dari nol." Airon mencoba menenangkan dirinya.
...----------------...
"Eh nyet, resek kamu ya, gebrak mejas engga kasih kode dulu, aku ikut kaget tau."
"Maaf, abis gedek banget aku lihat orang itu,"
"Nyet, aku tadi sedikit kawatir mereka akan meneriama begitu saja pencabutan kerja sama kita, kalau hal itu terjadi, kita akan mengalami kerugian cukup besar tahun ini."
"Tenang saja, aku sudah memerhitungkan semua ini, jadi jangan kawatir."
Ternyata ini tujuanmu nenjadi Ejen mata-mata,"
"Iyalah, buat apa aku lakuin semua ini kalau tidak ada gunanya."
"Oh iya, malam ini kamu jadi datang di pertemuan itu. "
"Jadilah, tidak di pungkiri itu proyek besar, dan kita akan untung besar kalau kita bisa menjalin kerjasa dengan mereka, tapi tetap, kita jangan terlihat lemah dan menujukan minat besar dengan kerjasama ini."
"Harus itu."
Malam harinya. " Kenapasih, mereka harus memilih tempat seperti ini."
Hira sedikit mengeluh, karena Hira sangatlah tidak suka untuk datang ke tempat seperti itu. tempat yang banyak sekali pria-pria mesum dan watina malam, bauh minuman yang sanggat menyengat, dan asap roko. Namun, ditempat itu lah kontarak kerjasa sering terjalin.
"Yah, mau bagain mana lagi, kita harus ikuti mau mereka dan jangan menujukan kepada mereka kalau kita tidak suka tempat seperti ini."
"Ya, kamu benar, ya sudah kita masuk, Taro dan Laras sudah siap mengantisipasi kemungkinan hal buruk yang akan terjadi kan?."
"Kalau itu, jangan ditanyakan lagi,"
Saat Hira dan Franda masuk keruang pertemuan, mereka menyambut dengan ramah, mereka menyebut seperti anjing penjilat yang mengarap seseutu.
__ADS_1
Hira dan laras duduk dengan sedikit songgong, dan membuat mereka sedikit risih dan jijik melihatnya, namun demi kontrak kerjsama itu, mereka rela menqhan emosi mereka dan bersikap ramah, serta memuji Hira dan laras.
" Langsuang saja kepoko permasalahan, aku tidak suaka meliahat dan mendengar penjilat seperti kalian."
Semua terkejut medengar ucapan Hira.
" Kenapa, kalian tidak suka?, baiklah, kita pergi." menggertak.
"Tunggu!, jangan pergi, maaf kan kami, maaf atas ekspresi yang kita timbul kan, sekali lagi maafkan kamu," salah satu mewakili rekannya.
"Baiklah aku triam maaf mu, jadi langsung ke inti perbahasan."
Merekan langsung sibuk menjelaskan semua yang perlu di jelas kan.
" Bagaimana nona?," tanya salah satu dari mereka, saat sudah selesai menjelaskan.
" Akan aku pelajari semua berkas ini, dan akan saya putuskan di lokasi proyek." Jawab Franda.
"Kalau anda nona Hira?,"
Hira menatap tajam kearah orang yang bertanya kepda nya. " Maaf nona,"
"Dasar bodoh!, anda bertanya pertanyaan yang sudah di jawab!," bentak Hira.
"Maaf, saya kira anda akan memberikan jawaba lain.
" Jangan sok tau kalau anda tidak tau, permisi!." Hira dan Franda pergi dari ruang pertemu'an.
"Nikmati saja, kita tidak tertarik ." Franda menyela ajakan itu.
" Oh Baik lah,"
"Kedua wanita itu telalu sombong, inggin ranya aku menhajarnya."
"Tidak di pungkiri mereka berdua sangat cantik dan seksi, apa lagi nona Franda."
"Iya inggin sekali aku menikmatinnya."
itulah ucapan-ucapan kotor yang muncul dari mulut mereka saat Hira dan Franda pergi. tanpa mereka sadari, perilakunya di awasi oleh Laras dan Taro.
" Dasar laki -laki samapah, mereka bersikap baik karena ada maunya."
" Kita akan terus Awasi mereka," jawab Taro.
Ditempat lain.
"Han, apa besok kita akan pulang ?,"
" Sebenarnya aku beluam inggin, tapi kalau kita tidak pulang, Hira akan menegur kita karena membuang-buang waktu."
"Iya, kedisiplinan kita tetap kita terapkan.
"Bagai mana kalau kita pergai jalan-jalan sebalum kita pulang?,"
__ADS_1
"Saran yang bagus," jawab Rey.
Han dan Rey pergi menikmati Indahnya kota, Mereka berhenti di sebuah kafe, karena melihat empat orang yang tidak asing menurut mereka.
"Hiy, kalian di sini?," Han menyapa mereka.
"Hiy, Han, Rey, kalian beluam pulang," (Pulang kekota J)
"Beluam Lee, renacananya besok ," keempat orang itu adalah Hira, Laras, Franda dan Taro.
" Boleh gabung kan?," tanya Rey.
"Tentu, duduk lah," jawab Laras.
Beluam lama mereka berbincang Rey melihat pemandangan yang membuat dia teringat dengan sahabat-sahabatnya.
"Rey, kamu kenapa?," tanya Laras.
"Lihat mereka," menujuk kearah enam pemuda yang sedang bercanda ria sambil bersuafoto. Semu menoleh kearah Yang Rey maksud.
"Melihat mereka seprti melihat kita saat masih bersama, Erza yang tenang dan hanya tersenyum hangat saat melihat kita tertawa bahagia, ada Bora dan Gavin, yang selalu membuat kita bisa tertawa lepas, ada Arkana yang selalu menggapi tingkah konyol Gavin dan Bora, dan Ada Han yang bisa bersikap dewas, bisa kita andalkan dalam kondisi apapun."
" Dan ada kamu yang menjadi penyemangat kita," imbuh Han.
" Kalian lihat di kursi sebalah sana,mereka seperti Zeno, Hira dan Kakak Zydan. Kak Zydan yang selalu pusing karena meliah kedua adik nya berebut hal sepele."Jelas Franda.
" Iya, Kakak tertua merasa pusing karena melihat kedua adiknya berbut makana, hal itu sering terjadi pada Hira dan Zeno yang berebut pisang." imbuh Laras.
"Sudahlah, janagn di inggat lagi, hanya doa yang bisa kita lakukan saat ini." jawab Hira.
"iya kamu benar, semoga mereka tenang di sana." jawab Rey.
keadaan menjadi hening.Han, Rey dan Hira terus memandang keenam remaja itu dan tiga remaja di sebalah nya keenam pemuda itu
Laras dan Franda terus menatap mereka bertiga satu persatu.
BERSAMBUNG.....
...****************...
Terimakasih sudah membaca, tunggu kelanjutannya yah..
Jangan lupa mampir di karya autho yang lain
-Arabella.
- Rahasia si cupu.
-Langait dan Bumi.
Terimakasih
Salam cinta dari Uthor
__ADS_1