BODYGUARD SANG IDOLA

BODYGUARD SANG IDOLA
Zeno


__ADS_3

Sebelum membaca jangan lupa like vote and red bintang lima ok..


Selamat membaca.


******


"Kalian salah jangan saling menyalah kan," leray Zeno.


" Zen, bawa Rey kedalam. Zeno langsung membopong Rey masuk kedalam rumah.


"Aisss, Kelihatanya ringan amat Zeno ngebopong Rey." Bisik Kenzo.


"Iya kayak ngegendong Balita." imbuh Erza.


"Jangan bisik-bisik aku denger!" Protes Rey. " Zen, yang sakitkan tangan ku bukan kaki ku, kenapa harus di gendong segala." keluh Rey.


Zeno tak meperdulikan ucapan Rey, dia masih saja memebawa Rey kedalam rumah.


Setibanya di ruang tengah Zeno menurunkan Rey di sova, Dengan sigap Hira membatu mengobati tangan Rey yang terkilir.


"Ada tiga pilihan, kamu tahan jangan teriak kedua aku pukul sampai pinsan, kedua mulut mu aku sumpal" ucap hira sedikit ketus.


"Maksud nya?" Reu tak faham dengan ucapan Hira.


"Rey kamu gigit ini saja," Han langsung memberi Rey bantal sova.


"Untuk apa? tanya Rey.


"Udah nurut saja" ucap Han.


"Tapi..?


Belum selesai Rey berbicara Han sudah mebekap mulut Rey dengan bantal.


Rey berteriak tanpa suara kala tanganya di obati oleh Hira dengan cara yang sama saat mengobati kaki Han kala itu.


"Sudah selesai, jangan gunakan dulu tangan mu yang terkilir biar cepat sembuh." ucap Hira datar lalu pergi meninggalkan mereka diikuti oleh Zeno.


"Aku tidak menyangka, kalau dia ada bersama kita selama ini." ucap Han.


"sekarang aku mau tanya dengan kalian bertiga?, Erza, kamu jatuh cinta dengan suara nona Zahira, dan kamu Vin, kamu jatuh cinta dengan Bagas, lalu kamu Jatuh cinta dengan Gadis misterius bernama ZA, sekarang apa keputusan kalian?" tanya Bora.


"Apa!! Erza jatuh cinta dengan suara nona Zahira?. Rey terkejut mendengar itu.


" Astaga, kalian bener bener yah." keluh Kenzo.


Erza, Han dan Gavin hanya bisa diam tak bisa menjawab.


"Aku sarankan, kali'an memilih persahabatan kita sekaligus Grop kita, dari pada cinta kalain yang belum tentu terbalas," Kenzo memberi saran kepada ke tiga nya.


"Kamu benar Ken, aku dengan iklas memilih persahabatan kita." Jawab Erza.


"Aku belum tau, kalau bisa aku jalani keduanya kalau tidak, biar waktu yang mejawab." ucap Gavin.

__ADS_1


"Kalau kamu Han ? tanya Rey.


"Aku, Aku tidak tau." jawab Han.


"Baiklah, Aku harap kalaian tidak egois dalam memilih keputusan." Jawab Bora.


" ya sudah kita sarapan, pagi ini kita menikmati hasil masakan bodyguar baru kita.


"Maksud kamu Zeno, vin?"


"iya Siapa lagi, Rey."


"Engga bisa di biarin nih, zeno memang sempurna, bener-bener peria idaman wanita bisa-bisa fens kita beralih ke Zeno semua." keluh Bora.


" Jangan cemas, aku yakin mereka ge-fens dengan kita tidak cuma pake mata tapi pake hati." jawab Erza


"Hemm, mudah-mudah iya." Bora mejawab dengan lesu.


Di meja makan mereka hanya sarapan bertujuh bersana Zeno.


"Zen, kemana Bagas?, dia tidak ikut sarapan? tanya Kenzo.


"Tidak,dan mulai hari ini kalian berangakat bersama ku kemana pun kalian hanya bersama ku tidak lagi dengan kakak ku."


"Ke..?


"Jangan tanya kenapa, tentu kalian tau jawabanya. " Zeno menipali ucapan Han yang inggin bertanya. Mereka langsung diam mendengar ucapan Zeno.


"Kakak, aku sudah siapkan sarapan, karena takut dingin aku masukan pisang kukus ke dalam penanak nasi, dan ayam panggang di dalam oven, sepertinya otomatis jadi tidak takut gosong."


" Hemm,


" Jangan cuma Hemm, itu semua tidak gratis kakak harus membayar semua itu."


"Mintak lah, apa pun akan kakak berikan, asal jangan si hitam dan si belang.


"Apa!!, kakak kan tau salah satu dari mereka yang aku inggin kan." protes Zeno.


" kakak akan belikan kamu keluaran terbaru, jauh lebih bagus dari mereka."


" Tapi, aku maunya mereka, kalau yang baru aku bisa mintak ka Zydan dari dulu." protes Zeno.


" kamu boleh memakai sepuas mu, tapi tidak berhak untuk memiliki mereka."


"Baik lah," Jawab Zeno dengan lesu.


"Tapi inget....?


"Jangan bikin mereka celaka, bahakan lecet sedikit pun." menimpali ucapan Hira.


"Bagus lah kalau sudah faham.


sanah berangkat jangan bikin mereka telat di hari pertama kamu kerja."

__ADS_1


"Ya sudah aku berangakat." Zeno pergi dengan wajah lesu.


Setibanya di Gedung Z&Z para member sudah sibuk dengan jadwal mereka, sedangkan Zeno hanya duduk diam di lobi tak ada kegiatan. dia hanya sibuk dengan ponsel nya bermain vidio geem.


"Zeno adik besar ku, kapan datang?" Franda dan Laras datang dengan hebohnya.


"Kemarin," menjawab dengan datar.


" Datar amat tuh muka, ples dingin kayak Es," keluh Laras


" kayak engga tau aja kamu, Lat, mereka kan keluarga Es.


"Bener juga kamu Panda." jawab laras diikuti ketawa kecil mereka berdua.


"Zen, Hira kemana?, apa dia tidak ke kantor hari ini? tanya Laras.


" Tidak tau,"


"Aisss ini anak, bawelnya cuma kalau di depan kudua kakak nya." Keluah Laras lagi.


" Udah yuk kita tunggu anak monyet itu di ruangan Kak zydan," Ajak laras ke Franda.


"Aku engga di ajak ?" tanya Zeno datar.


"Mau ikut?, engga ah males, kita aja mau pergi ke kutup ngajakin Es batu, tambah dingin tuh tempat." sindir Franda.


"Ayolah kak, aku tida sedingin kak Zydan. palingga aku kan lebih imut." jawab zeno datar.


" isss garing, muka mu engga pantes ngomong kayak gitu," protes Franda.


"Kalau mau ikut yuk, kita Mabar di ruangan Ka Zydan.


"Boleh juga, kalau kak Franda kalah kakak harus trektir zen makan enak."


"Kaliyan berdua kalau ngomongin Geem, seakan dunia milik berdua." keluh Laras.


*****


Terimakasih sudah membaca, tunggu kelanjutannya yah..


Jangan lupa mampir di karya autho yang lain


-Arabella.


 


\- Rahasia Si Cupu.


 


-Langait dan Bumi.


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2