BODYGUARD SANG IDOLA

BODYGUARD SANG IDOLA
Sunggai.


__ADS_3

Setelah selasa berlatih selama beberapa jam ,dan kini waktunya untuk istirahat. Selasai melatih para tentaranya Hira dan ke dua sahabatnya pergi menuju ke sungai yang tak jauh dari markas mereka.


Lokasi yang jauh dari perkampungan dan lokasi yang jarang di jamah oleh manuasi kecuali para penghuni markas tersebut, membuat kaadaan masih sangat alami, bahkan banteng buatan yang di bangun tidak terlihat seperti banteng melainkan sebuah


bukit bila dilihat dari kejauhan, pemandangan gunung,hutan belantara dan sunggai yang terhapar didepan mata saat dilihat dari ketinggian


Hira dan kedua sahabatnya berhenti sejenak di ketinggian sebelum mereka sampai di sungai yang ke beradaan di bawah tebing yang mereka daki tebing harus mereka daki saat menuju sungai yang ada di bawah nya.


" Pemandang ini yang membuat kita merindukan markas." Pungkas Laras.


"Iya, semoga saja kakek tidak segera memberi kita tugas sebelum kita bosan di sini." jelas Hira.


"Dan semoga Kakek segera memberikan kita tugas saat kita sudah bosan nanti." imbuh Franda yang di ikuti tawa kecil mereka.


setelah menikmati pemandangan sejenak mereka kembali melanjutakan perjalanan mereka menuju sungai.


"Wah sejuk nya, enggasabar pengen nyebur." Pungkas Laras.


" Aku juga," imbuh Franda.


" Aku engga ah, males" pungkas Hira.


" Kenapa males nyet?, Ayolah nyet kita mandi bareng." bujuk Laras.


"Engg ah, kalin bedua saja, aku nunggu di atas batu besar itu aja." jawan Hira.


"Ya udah Lat, kita berdua aja." pungkas Frnda.


"Ya udah yuk."


Laras dan Frnada bergeges untuk mandi di suangai yang berair jernih dengan arus yang tidak telelu deras itu, sedangkan Hira duduk dengan santai diatas batu besar yang ada di pinggiran sunggai.

__ADS_1


"Wah ada ikan besar." Pungkas Franda.


" Panda coba kamu tangkap kalau bisa." pinta Laras.


" Aku coba." Frnada mencoba untuk menangkap ikan yang dilihat nya namu beberapa kali mencoba usahanya selalu gaga.


"Payah kamu, nangkap ikan gitu aja engga bisa." pungkas Laras meremeh kan Franda.


"Kayak kamu bisa aja." protes Franda.


" Bisa lah, nyet cobak kamu bidik ikan itu dengan pisau yang kamu pegang." pinta laras, Hira pun menuruti apa yang Laras katakan.


Dengan sekali bidik ikan itu tertembus pisau yang Hira bidikan ke arah ikan itu.


"Tuhkan aku bisa nangkep ikan nya." Pungkas Laras dengan bangga.


"Sialan kamu, kalau kayak gitu aku juga bisa" protes Franda.


" Kalau ada yang gampang kenapa cari yang susah." pungkas Laras.


"Kalau cuma satu mana cukup, kita cari satu lagi." Jawab Laras.


"Tuh di balik batu itu ada satu, lumayan besar." tunjuk Hira keara yang dia masud.


"Bneran?, yuk kita tangkap." Ajak Laras.


Mereka berdua langsung menuju kearah yang Hira maksud.


"Mana nyet, engga ada?" Tanya Franda.


" Itu di dekat batu besat yang airnya tenag." tunjuk Hira lagi.

__ADS_1


Saat mereka menemukan apa yang Hira maksud mereka langsung naik ke atas batu yang tidak jau dari mereka berdua.


"Monyetttt, kamu ngerjain kita, Buaya lo bilang ikan." Omel Laras.


Hira yang melihat kedua teman nya ketakuta tertawa tebahak-bahak.


"Lagian kalian percaya aja, Kalau ikan mana kelihatan dari sini, jaraknya aja lumayan jauh." Jawab Hira.


"Parah kamu. ya udah yuk ikan yang tadi aja." Pungkas Franda.


"Yah yah yah. nyettttt kenapa engga kamu jagain tuh ikan di ambil berang-berang kan." Omel Laras yang melihat ikan tangkap mereka di bawa kabur oleh sekor berang-berang.


"Soreyyy, Aku fokus sama kalian." Jawab Hira.


"Gagal deh makan ikan." Keluh Franda.


" Ya udah yuh kapan-kapan saja makan ikan bakar nya, sekarang kita balik ke markas." pinta Hira.


"Jangan balik dulu lah, aku masih pengen di sini." jawab Franda.


"Aku juga, kita nyantai saja dulu di sini menikmati pemandangan." Imbuh Laras.


"Kalu gitu aku yang balik duluan." pungkas Hira.


"Engga ada!, kamu juga balik nanti bareng kita." cegah Laras.


"Ya sudah kalian pindah sini." pinta Hira.


"Tuh buaya masih ada di bawah engga?" Tanya Frnada.


"Udah engga ada." jawab Hira.

__ADS_1


Mereka bertiga pun menikmati pemandangn dan sejuknya angin di pinggir sungai hingga sore hari.


Bersambung.....


__ADS_2