BODYGUARD SANG IDOLA

BODYGUARD SANG IDOLA
Sanggat mengenali.


__ADS_3

Saat perlombaan, tanpa sadar Doh Hyun dengan lancar menirukan gerakan dens, semua mata terpana dengan Doh Hyun yang mengikitu gerakan dens yang selaras dengan geraka Han yang berada di depan nya.


"Doh Hyun, Doh Hyun, Doh Hyun." semua siswa menyerukan Hira yang sangat lincah nge- dens.


"Aiss, kenapa aku kebawa suasana sih." keluh Hira dalam hati.


saat masih setenga lagu, Hira yang sudah menyadari kecerobohan nya, langsung pergi meninggalkan lokasi lomba.


"Doh Hyun lo mau kemana," panggil guntur namun tidak ada jawaban.


Zeno yang melihat Hira pergi langsung mengikiti nya.


"Kakak." panggil Zeno.


"Apa!" jawab Hira


"Emmm tidak ada." jawab Zeno sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


" Kakak mau tanya, siapa yang ngasih ide buat bikin promosi konser merek di sekolah ini?," tanya Hira.


"Menejer Ho, sungguh kak, kita tidak mengikuti kakak." jelas Zeno meyakinkan Hira.


"Sebenar nya aku yang mebujuk menejer Ho untuk mengadakan acara ini."


"Rey? kamu.. ?"


"Maaf aku nona Zahira." ucap Rey.


"Sudah lupakan, siapa yang tau selain kalian berdua," tanya Hira. tiba-tiba muncul Bora, Gavin, Erza,Kenzo lalu Han. merek muncul dari balik tembok yang berada di sebelah Rey sambil mengangkat tangan mereka.


"Hufffff, sudah lupakan, gue cuma mitak sama kaliyan, jangan pernah menunjukan kepada orang-oranga kalau kita saling kenal." pinta Hira.


"Kenapa?," tanya Rey.


" Gue jawab pertanya lo nanti malam di drom jawab Hira lalu pergi meninggalkan mereka.


Mendegar itu Rey dan lainya bersorak karena bahagia, mereka menjadi lebih bersemangat lagi, dengan rencana konser mereka yang akan diadakan lusa nanti.


Malam Hari nya, Han dan lainya barusaja menyelesai kan jadawal nya yang padat. saat mereka tiba di drom mereka terlihat lesu karen gagal menemui Hira di drom.


"Nona Zahira pasti sudah pulang," ucapa Rey.


"Ya iyalah, udah jam berapa ini." jawan Han.


Saat Bora masuk Kedapur dia terkejut saat melihat kulit pisang yang berhamburan di mana-mana.


"Emm.. Han!, apa di drom ada yang plihara monyet?," tanya Bora dengan suara keras.


"Monyet?, mana ada monyet di sini?," tanya Han balik.


" Lihatlah kesini!," panggil Bora lagi.


Saat Han dan lainya tiba di dapur mereka juga terkejut saat melihat kulit pisang yang berhaburan kesana kemari.


"Kenapa seperti ini?," tanya Han lagi.


"Makanya aku tanya apa di sini ada monyet?," tanya Bora lagi.


" Aku pergi yah," pamit Zeno.


"Aku juga," pamiat Erza.


" kenapa mereka?, apa ada monyet di belakang.... ?Heheheh Bagas eh Nona Zahira aku kira itu." Ucapa Bora cengegesan saat melihat Hira yang ada di belakang nya.


"Aku masih ada urusan aku pergi dulu," pamit Rey.


"Aku juga," pamit gavin dan Arkana.


kini tinggal Han dan Bora yang terjebak di situasi yang membingungkan.


" kalian berdua juga mau kabur setelah menyebut ku monyet?," tanya Hira sarkas.


"Emm maafkan saya nona, saya pikir siapa." jawab Bora.


"Lupakan, untuk menebus kesalahan kalian bersihkan sampah ini," pinta Hira datar.


"Ha!," Han dan Bora terkejut ?? permintaan Hira.


"Apa lagi?, cepat bersihkan," pinta Hira lagi.

__ADS_1


"Ah iya akan segera kita bersih kan." jawab Bora dan Han.


"Gue mau tidur jagan ada yang gangu gue." jelas Hira lalu kebali masuk kedalam kamar Hira yang lama.


Setelah Hira pergi, Zeno, Rey, Gavin dan lainya kembali muncul.


"Cuman gitu saja, aku pikir... ?


"Pikir apa?!" Tanya Han menyela ucapan Rey.


"Hehhe tidak jadi, aku pergi dulu," jawab Rey.


"Tidak ada yang boleh pergi sebelum semua beres." cegah Han.


"Tapi.. ?"


"Tidak ada tapi!, bereskan setelah itu boleh pergi," jelas Han.


"Zeno, Kamu juga, " pinta Han.


"Kenapa aku?," tanya Zeno.


"Cepat bekerja, lebih cepat bertidak lebih cepat pula kita istirahat," jelas Han lagi.


Dengan terpaksa Zeno dan lainya ikut membersihkan kekacawan yang dibuat Hira.


Pagi harinya, hira sudah siap untuk berangkat ke sekolah.


Saat Hira keluar dengan seragan lengkap Han dan lainya terpana dengan penampilan Hira.


"Sampai kapan kamu akan sekolah dan menyamar jadi pria?," tanya Rey.


" Bukan urusan lo." jawab Hira ketus.


" Tapi kamu kan sudah janjj mau jelasin sesuatu sama kita?," tanya Rey lagi.


" Ok geu jelasin, gue punya pekerjaan baru sebagai mata-mata," jawab Hira.


"Mata-mata?," tanya semu nya.


""Iya, Zen mana sarapan gue!." tanya Hira.


"Kamu sedang menyelidik kasus apa?," tanya Rey lagi.


"Rahasia, gue tidak boleh kasih tau kalian, yang jelas jangan pernah lo sok akrak kalau diluar drom." jelas Hira.


Sekarang kamu tinggal di mana?," tanya Arkana.


" Ngapain nayak tempat tinggal gue." jawab Hira.


"Bagas kenapa kamu masih pake lo gue saat bersama kita?," tanya Rey lagi.


" Emang kenapa?," tanya Hira.


"Tida kenapa-napa sih." jawab Rey.


" Udah siang gue berangkat sekolah duluk," pamit Hira.


" Belajar yang rajin yah, jangan nakal di sekolah," ledek Zeno.


" Adek laknat lo!," jawab Hira ketus.


"Lagian kakak, ada-ada saja, udah selesai kuliah balik lagi SmA," Jawab Zeno.


"Ah, brisik lo." Jawab Hira.


"Eh salim dulu," pinta Zeno.


"Mau gue kutuk jadi kecoak lo," jawab Hira.


"Ngomong lagi awas lo." ancam Hira.


"Eh Za," Panggil Han.


"Apa lagi ini!?,"Jawab Hira.


"Mau aku antar?," Tanya Han.


"Tidak udah, gue bisa berangakt sendiri." Jawab Hira sambil terus berjalan.

__ADS_1


"Gue heran, orang nya cuma satu tapi nama nya bayak banget, mana kalau di panggil di tidak pernah lupa lagi." Gumam Arkana.


"Kenapa kamu jadi ikutan Bagas jadi lo gue?," Tanya Gavin.


"Heheh, biar jadi anak gaul Bro, pake lo gue." Jawab Arkana.


" Panggil sesuka kalian saja." Zeno menjawab pertanyaa Arkana.


" Kalau kayak gutu kan jadi binggung." Jawab Arkana.


"Di kota X, nama dia Za, di droom Bagas, di keluarga nyaHira, atau peri cantik, di Kantor Zahira, lah ini ada lagi Doh Hyun, Bikin pusing," Keluah Bora.


"Kalau Za, pacarnya Han, kalau nona Zahira pacar Erza, Bagas, pacar Gavin, terus Hira pacar...?


"Aku," Jawab Arkana. meyela ucapan Rey.


"Akulah," protes Bora.


"kalau lo Adipura saja." jawab Arkana.


"Terserah kalian. lanjut lagi, peri cantik pacar...?


"Jelas akulah." Jawab Zeno.


"Terus aku sendir?," tanya Rey.


"Doh Hyun," Jawab mereka semua.


"Kan cowok," protes Rey.


"Bagas dan Adipura juag nama cowok," jawan Bora.


"Tetep aja." keluah Rey.


"Udah-udah kenapa jadi kayak anak kecil sih?," tanya Han menghentikan perdebatan Rey dan Bora.


*******


Setibanya Hira di sekolah, Saat di sekolah Hira menjadi Doh Hyun kembali.


"Doh Hyun," Panggil Guntur.


"Hemm, Jawab Hira yang sedang menjadi Doh Hyun.


"Lo kemarin hebat nge-dens nya?," Tanya Guntur.


"Siapa dulu gue gitu," Jawab Doh Hyun.


"Aduh Sombong nya kabuh." keluah Guntur.


"Eh Doh Hyun, ini tiket lo, kemarin lo jad juara 2, kalau lo tidak kabur lo pasti juara 1," jelas Guntur sambil menyerahka tiket konser.


"Ogah, lo kasih orang saja, " tolak Doh Hyun.


"Tapi...?"


" Gue tetep nonton, tiket ini lo kasih ke orang sebelah lo." jelas Doh Hyun menunjuk Putra denga gerakan mata nya.


"Eh, lo kenapa sih dari kemarin kayaka nya lo benci banget sama gue?," tanya Putra.


"Lo maua tau, tanya saja sama bapak lo." jawab Hira sarkas.


" Apa masud lo!?," tanya Putra dengan lantang.


"Oh tidak bisa tanya yah, karen bapak lo sudah mati." jawab Hira yang masih menjadi Doh Hyun denggan sinis.


*****


Terimakasih sudah membaca, tunggu kelanjutannya yah..


Jangan lupa mampir di karya autho yang lain


-Arabella. (and)


- Rahasia si Cupu.


-Langait dan Bumi.


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2