
Sebelum membaca jangan lupa like vote and red bintang lima ok..
Selamat membaca.
******
kini mereka sudah tiba di tempat tujuan.
"Sekarang kita sudah sampai, kita akan berkeliling dipasar ini bertemu para pedagang dan anak buah ku." ucap Hira kepada ketujuh pemuda itu.
"Ada ada saja jalan-jalan ko ke pasar, mengunjungi pedagang, kayak mau jandi anggota dewan." protes Laras.
" Jangan banyak protes, kalau mau ikut ,ayok, kalau engga, duduk manis di mobil." jawab Hira.
"Ogah, mendingan aku ikut nagapai aku di mobil entar di samperin kakek-kakek ganjen." jawab Laras.
"Bagas, yakin nih kita ke pasar ini, gila rame banget, kalau ada fens kita, dan trus krubuti kita giaman? " Rey sedikit takut.
"Tenang, aku sudah siapakan pengalawal tambahan."
"Maksud kamu kita berdua." Tanya Franda.
"Bukan kamua saja, aku sudah siapakan anak buah ku, di titik tertentu, dan mereka yang ada di pasar ini juga sudah di beri tahu jangan mendekat saat kita melintas atau sedang membli sesuatu," jelas Hira.
"Kita percaya sama kamu, Bagas," jawab menejer Ho.
" Yang di lindungi mereka bukan kamu, pak menejer!," Sahut Laras dengan ketus.
" Walau bukan artis aku juga banyak fens tauk!, lihat wajah ku, tidak kalah gantenga dengan mereka," Jawab menejer Ho dengan bangga. "Yah cuma sedikit dewasa dari mereka." imbuh nya.
"Bilanga aja tua," sahut Hira.
"Enaka aja bilang aku tua! , aku masih muda umurku saja sama dengan Pak presedir, cuma beda beberapa bulan, muada'an aku malah!." Jawab Menjer Ho dengan tegas.
"Itu kalau di kantor kalau diantara kita, Kamu tua sendiri Ho." jawab Bora.
"kalian!, bener -bener kalain!, kenapa kalian tidak pernah membelaku, malah sering sekali membuat ku kesal." protes nya.
"Sudah jagam ribut, yuk kita mulai berkeliling, kalain lihat-lihat apa yang akan kalian beli." jelas Hira.
Mereka semua mulai berjalan menyusuri pasar suwlayan tersebut. Bayak hal menarik yang mereka lihat, dari baju, pernak-pernik, asesoris, makanan dan buah-buah'han yanga ada di pasar tradisional. belum juga mereka puas berkeliling mereka di kejut kan denga kedatangan lima anak buah Hira yang datang dengan wajah yang babak belur. dan terdapat pula para pungujung pasar dan bedagang yang berlarian menjauh dari keributan yang terjadi di tenga pasar tersebut.
"Bos! lapor bos! kita di serang orang tak dikenal, merka ingin menguasai pasar ini bos, dan menarik uang jatah keamanan dengan seratus kalia lipat lebih besar dari kita bos," ucap salah satu anak buah Hira yang datang melapor.
"Maaf bos kita kalah, jumlah mereka terlalu banyak," imbuh salah Satu preman Itu.
" Mereka tidak menyebut sama sekali mereka dari mana? " Tanya Franda.
"Kalau tidak salah, mereka menyebut kata "agma flower" Nona." jawab salah satu preman itu.
__ADS_1
"agma flower!!! ucap Hira, laras dan Franda bersamaan.
"Iya bos, mereka menyebut mereka anak buah agma flower," jelas preman tersebut.
"Baikalah, kita akan segera ke sana, kalian berlima antar mereka kembali ke droom." pinta Hira ke pada preman itu.
"Baik Bos! "
"Menejer Ho, sebaiknya anda dan yang lain kembali ke drom, kami akan mebereskan begundal-bendal itu!!." pinta Hira dengan tegas. Hira langsung pergi begitu saja mengikuti laras dan Franda yang sudah pergi terlebih dagulu.
"Tapi, Bagas, bagas Bagas!!" pangil Gavin, tapi Hira sudah tak mendegar panggilan nya lagi.
"Mari tuan kita antar ke rumah." pinta para preman itu.
"Kalian pulanglah, aku akan menyusul mereka."
"Tapi vin, bagas menyuruh kita pulang."
"Rey, kami pulang lah bersama mereka,"
"Aku juga akan menyusul mereka." kalian pulang lah." pinta Han yang akan ikut menyusul Hira.
"Gavin,Han keselamatan kalian lebih penting, sebaiknya kita pulang saja." pinta Menejer Ho.
Gavin dan Han langsung pergi begitu saja tak meperdulikan ucapan sang menejer lagi, di ikuti Erza, Rey dan lainya.
"Anak ini selalu saja, tidak pernah mendengarkan ku." grutu menejer Ho. " Kalian sebaiknaya jaga mereka, kalau bisa Kerahkan teman-teman mu." pinta Menejer Ho.
"Aku, aku, aku menejer ke enam pemuda itu, dan Bagas bos kalian adalah bodyguar kita, tadiakan kalian sudah diminta untuk menjaga mereka. jadi sekarang laksanakan tuga mu, kalau kalau sampai mereka kenapa-napa kalian bisa di abisi sama Bos kalian." jelas menejer Ho terbata-bata karena sedik takut dengan mereka.
Preman itu terdiam dan sedikit berpikir tak lama kemudian mereka bergegas menyusul Han, Gavin dan lainya.
"Hufff, untung mereka kurang pinter, tadikan cuma di suruh nganter pulang" Gumam Menejer Ho.
Dilokasi kerusuhan, Hira dan lainya terlihat sedang berbincang dengan pemimpin para perusuh itu. Han dan lainya tidak mendengar apa yang mereka bicarakan, yang mereka lihat hanya ketegangan di antara mereka. Tak lama franda menghajar pemimpi kelompok itu, dan terjadilah bangku hantam antara franda dan pemimpin kelompok itu. tak butuh waktu lama pemimpin kelompok itu kalah dan meminta ampun ke pada franda dan lainya.
"wih lihat Lee ternyata hebat juga," puji Rey.
"Apa dia sehebat Bagas ?" Tanya Bora.
"Sepertinya tidak, dia pernah bilang kalau belum ada yang penah ngalahin Bagas dalam bertarung." jelas Gavin.
"Sepertinya kamu tau banyak tentang Bagas kamu juga terlihat perhati'an dengan nya." ucap Kenzo
"Apa jangan-jangan kamu suka yah sama bagas" imbuh Bora.
"Mungkin" jawab Gavin santai.
"jangan macam-macam kamu vin" ancam menejer Ho.
__ADS_1
"Kanapa kalian masih di sini !" tanya Hira dengan lantang, Hira yang tiba-tiba saja muncul di dekat mereka
"Ba bagas, kita, kita khawatir dengan mu" Jawab Gavin.
" Emanga apa yang bisa kalian lakun kalau seandainya kita tadi di kroyak sama mereka!, aku tau Kamu dan Han bisa bela diri, tapi kemapuan kalian tidak bisa menjamin kalia tidak terluak!!" Bentak Hira.
"Maaf kan kita, bagas, kita janji tidak akan mengulangi nya lagi" ucap Erza.
"Erza, kamu di sini yang mempunyai otak paling dewasa kanapa kamu ikut-ikut'an ?!" tanya hira dengan tegas.
"Aku, aku...!
"Sudah-sudah, jangan banyak alasan, sekarang kita kembali ke drom," pinta Hira dengan tegas.
Akhirnya meraka kembali ke dron dan tak melanjutakan acara mereka. Setibanya mereka di pakrkiran.
"Nyet, kita berdua tidak bisa ikut kalian, kita akan langsung pergi." pamiat Laras.
"Nona, mobil mu kan ada di drom, sebaikaya kalian pulang bersama kami untuk mengabil mobil anda." ucap Menejer Ho dengan ramah.
"Tidak, kita mengunaka mobil lain, yang itu biarka saja di sana, siapa tau bodyguar mu ini akan mengunakan nya." Tolak Franda.
"Mobila lain, mobil yanga mana, apa kalian membawa mobil lain? " Tanya Bora.
" Anak buah kua barusaja negatar kanya itu" tunjuk Franda ke arah dua mobil sport yang terparki di bahu jalan, mobil yang keduanya berwarna Hitam.
"Woowoooooww!!" Menjer Ho, Han dan lainya takjup dengan mobil spot mewah milik mereka berdua.
"Wah, mobil itu cuma di produksi dua puluh yunit saja di dunia, dan kalian berdua memilikinya?" Tanya Erza dengan takjub.
"Mungakin?, ya sudah kita pamit, nyet kita pergi dulu." pamiat Franda
"Ya, segera bereskan mereka." pinta Hira kepada kedua sahabat nya.
"Pasti, besok kita juga sudah kembali." jawab Franda. Akhirnya mereka pergi mengunakan mobil masing-masing, Hira bersama Han dan lainya kembali ke drom sedangkan Laras dan Franda pergi menyelesaikan urusan mereka.
*****
Terimakasih sudah membaca, tunggu kelanjutannya yah..
Jangan lupa mampir di karya autho yang lain
-Arabella.
\- Rahasia Si Cupu.
__ADS_1
-Langait dan Bumi.
Terimakasih