BODYGUARD SANG IDOLA

BODYGUARD SANG IDOLA
MURIT BAR-BAR


__ADS_3

"Terus apa yang harus gue lakuin Hyun? Tanya Guntur.


"Engga ada," Jawab Hira datar.


"Terus....?


"Teras terus teras terus bisa diem engga lo brisik tau engga lo!." betah Hira.


"Yasudah gue diem."


Skip..


Saat pulang sekolah Guntur mencoba mehidari Hira yang tengah berjalan menuju parkiran. Guntur berusah agar tidak pulang bersama Hira karena dia kan pergi ke arena balap liar yang sedang berlangsung di sebuah jalan yang sudah jarang di pakai karena menuju sebuah pabriknya yang sudah terbengkalai.


Setibanya Guntur di lokasi balapan.


" Guntur kamana aja lo, katanya mau datang cepet ko telat banget sih." tanya salah satu teman Guntur.


"Sory gue tadi engga bisa Kabur dari kelas." Jawab guntur.


"Hey Tur, ada anak baru yang nantangin lo buat fristail tuh, lumayan tarohanya gede." Jelas salah satu temam guntur yang lainnya.


"Beneran?" tanya guntur.


"Beneran lah." Jawab pemuda itu.


"Di mana dia sekarang?" Tanya Guntur.


"Di sudah di arena, tapi dia bilang mau ada sedikit perudingan sama lo." jeas Pemuda itu lagi.


"Berunding?"


"Iya, cepetan lo kesana keburi marah orang nya, abis dia galak baget." jelas Pemuda itu lagi.


"Ok, gue segera kesan." Jawab guntur.


Saat tiba di aren yang biasa digunakan untuk lomba Fristail Guntur melihat seorang pemuda yang duduk di atas motor.


"Lo yang mau nantangin gue?" Tanya Guntur.


"Hemm," Jawab Orang itu.


"Temen gue bilang lo mau berunding dengan Gue, mau berunding tetang apa?." tanya Guntur.


"Kalau lo menang akan gue lo motor gue ples sejumlah uang tapi kalau lo kalah lo harus jadi anak buah gue selama gue masih membutuhkan lo." Jelas Orang itu.


"Lo mau jadiin gue budak lo..., jangan mimpi, gue yang akan menang dan lo yang akan kalah." jawab Guntur.


"Buktikan saja omongan lo." jawab orang itu.


Guntur dan orang itu bersaing meperlihatkan akasi Fristail mereka masing-masing, Guntur yang memang terkenal akan kelihayan dalam melakukan Fristail dengan percaya diri bakalan mengalahkan orang itu. Di saat Guntur menirukan atrakasi orang itu yang menurutnya sangat sulit dan belum pernah di coba, guntur nekat meniru atarkasi orang tersebut, beluam juga sepenuh nya guntur beraksi guntur sudah jatuh tersungkur yang membuat guntur kalah.


" Lo sudah kalah, mulai hari ini lo jadi anak buah gue." pungkas Orang itu.


"Tidak, gue tidak mau jadi anak buah siapapun." tolak Guntur dengan tegas.

__ADS_1


"Tapi sayang lo sudah menjadi anak buah ku di sekolah dan disini karena lo kalah tanding dengan gue." Jelas Orang itu.


"Siapa lo sebenar nya? " tanya guntur.


"welcome my men." Pungkas orang itu.


"Hyun, Aaah Hyun apasih mau lo kenapa lo gikutin gue terus?." Tanya Guntur.


"Lo tidak punya hak buat nayak." Jawab Hira.


" Aissss, apes banget gue hari ini." umpat Guntur.


"Bay, sapai Bertemu di sekolah." Pamit Hira.


Hira pergi meninggalkan Guntur yang kesal dengannya.


"Tur, siapa dia?, apa lo mengenal pemuda itu?" tanya salah satu teman guntur.


"Titis Jin, " jawab Guntur dengan kesal. lalu pergi meningalkan lokasi itu.


"Dasar gila, ngatain anak orang seanak nya saja, lo yang anak jin," Sahut pemuda itu dengan kesal meski guntur sudah tidak ada di sana.


Guntur melajukan kendaraannya menuju keperkampungan, tanpa dia sadari ada seseorang yang mengikutinya.


"Seperti ada yang mengikuti gue." gumam guntur yang merasakan hal itu. namun saat guntur menoleh dia tidak melihat siapa-siapa.


" Tidak ada siapa-siapa, ah mungkin peras'an gue saja."


guntur pum masuk kedalam. sebuah rumah.


"Hay Bro, gimana keadaan lo udah baikan?." tanya guntur kepada se-seorang pemuda yang tengah duduk sambil menonton Tv.


"Udah baikan, besok juga udah bisa masuk sekolah lagi, seharusnya tadi gue udah bisa masuk tapi gue masih males." jawab pemuda itu.


"Oh iya tadi di sekolah kita ada anak baru, badanya kelihata lemah tapi kemapuan nya dalam bertarung jago banget, Terus tadi di lokasi balap niatnya gue mau balapan eh ada yang nantangin fristail gue jabanin eh gue kalah, tau engga siapa yang kalahin gue?, anak itu lagi." jelas guntur kepada pemuda itu.


"Siapa nama nya? "


"Namanya siapa tadi yah.. emmm gue lupa, saking keselnya gue sama tuh anak gue sampek lupa siapa nama nya." jawab Guntur.


Skip...


Pagi hari di sekolah di mana Hira menjadi mata-mata.


"Aduh... maaf gue tidak sengaja." Ucap Hira dengan sengaja menabar seorang saat berjalan di koridor sekolah.


"Tidak apa-apa." jawab pemuda itu lalu pergi meninggalkan Hira.


"Eh tunggu, sekalia lagi maafin gue yah," ucap Hira.


Pemida itu hanya diam dan mengacuhkan Hira.


"Sabar-sabar, menurut kabar dia memang begitu, cuma Guntur yang bisa dekat denganya jadi kamu harus dekati keduanya." Gumam Hira.


"Gimana ranya ngadepin orang yang datar kayak tembok?."

__ADS_1


"Kadal loncat!. Hira tekejut dengan seseorang yang menegur nya.


"Yang loncat kodok bukan kadal." jawab nya.


"Ka Tia!, bisa tidak kalau datang jangan kayak setan, kaget tau."


"Gitu aja kaget." jawab Aditia.


"Gimana rasanya? " tanya Aditia lagi.


"Rasanya kayak kodok makan erenmen." jawab Hira ketus lalu pergi meningalkan Aditia.


"Mana ada kodok makan Eren men, yang ada eren men makan kodok,"Jawab Aditia.


Saat di kelas Hira mencoba untuk medekati Putra kembali.


"Hiy, maaf soal yang tadi," ucap Hira yang duduk di belakang Putra.


"Tidak masalah," jawab putra.


"Oh iya kita belum kenalan, nama lo siapa?, kalau nama gue Doh Hyun, kalau lo?."


"Tidak penting nama gue, yang jelas jauhi gue dan jangan sok akrab." jawan putra.


"Oh oke," jawab Hira sedikit kecewa.


"Dengam cara apa aku bisa deket sama ini bocah, kaku baget orang nya." Batin Hira.


"Doh Hyun, Putra, kerjakan soal di papa tulis ini." pinta sang guru.


Namuan tidak ada jawab dari kedua nya.


"Doh Hyun, Putra!, kalian dengar bapak tidak." panggil sang guru lagi.


"Ha!, deger pak." Jawab mereka berdua.


"Ngomong apa bapak barusan."


Hira yang memang tidak memperhatikan kesulita untuk menjawab, begutu juga dengan Putar yang juga tidak memperhatikan pelajaran.


" Kalian berdua keluar dan lari sebanyak 50 kali lapangan bola!!." Pritah sang guru dengan tegas.


Hira dan Putra pun keluar kelas untuk menerima Hukuma.


"Apes, baru dua hari sekolah udah kena hukum." gerutu Hira.


" Saiapa suruh melamu." jawab Putra.


"Gue itu males sebenarnya sekolah, gue lebih suka menyendiri di rumah," jawab Hira.


"Kalau malas ya jangan sekolah." Jawab Putra.


"Iya sih kalau malas enggausah sekolah tapi.., taulah susah di jelasin. " jawab Hira sambil terus berlari.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2