
"Sudahlah kalian jangan bersedih lagi, kita jalani hidup kita tanpa merasa terbebani tanpa kehadiran mereka, mereka pasti sedih melihat kalian seperti ini," pinta Franda.
" Franda benar, kita juga sedih, tapi kita tetap percaya, kalau mereka selalu ada sekitar kita, menjaga kita."
" Meski mereka sangat berharga dalam hidup kalian, tapi aku sarankan jangan terlalu mertapi keprgian mereka, kalian harus ikhlas kalau mereka sudah tenang di sana." imbuh Taro.
"Kita sudah ihlas, tapi entah kenapa terkadang rasa rindu itu datang begitu saja." jawab Han.
"Yang bisa kalian lakukan hanya bedo'a, supaya yang Maha pencipta memberiakan tempat terbaik di sisi Nya.
" Iya Kamu benar, hanya itu yang bisa kita lakukan." Jawab Hira
"Ngomong-ngomong kalian beluam kembali, apa masih ada urusan yang penting disini." tanya Franda.
"Rencananya kita akan kembali besok, makanya kita menyempatkan diri untuk pergi keluar, secara kebetulan kita berdua meliahat kalin." Jawa Rey
"Benarkah?, Bangai mana kalau kita jalan berdua, Rey, Bagai mana?, ide baguskan?," tanya Franda.
"Bagusalah pastinya, yu Rey kita pergi." Franda menjawab pertanya sendiri dan langsung menarik tangan Rey.
"Eh tunggu kita juga mau pergi," Laras dan Taro lekas meyusul Franda dan Rey.
"Kalian mau kemana!," tanya Hira Nanun tidak ada jawaban dari mereka.
" Apa kamu mau pergi dengan ku?," tanya Han.
Hira diam takmenjawan pertanya Han, dia merasa kikuk saat berdua dengan nya, apalagi Hira tau kalau Han masih menyukainya
" Za, apa kamu tidak mau?, baiklah kalau begitu, tidak masalah." Han sedikit kecawa karana Hira mengabaykan nya.
" Kita mau keman?," tanya Hira.
"Apa?!, kita? Jadi kamu mau?, kalau begitu terserah kamu saja, aku ikut kemana kamu akan pergi."
"Tidak punya pendirian, ngajak jalan tapi tidak punya tujuan!," sedikt ketus.
Mendegar itu, Han hanya cengegesan dan mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kita mau kemana?," tanya Han saat sudah berada di dalam mobil.
"Kita kepantai."
"Pantai?, malam-malam begini?."
"Iya, kenapa?, kamu tidak mau?, kalau begitu turunkan aku, aku akan pergi sediri!."
"Jangan!, ok kita kepantai."
__ADS_1
Setalah tiba di pantai yang Hira inggunkan. Hira lekas turun dan pidah posis duduk di bagian depan mobil.
"Apa kamu meyukai pantai saat malam hari?," tanya Han.
"Tidak, aku suka ketenangan, saat malam hari pantai akan sepi, hanya ada suara ombak dan anggin, jauh dari kebisingan dan orang-orang yang hilir mudik."
"Walau itu bukan pantai?,"
"Yah, apapun itu, aku suka ketenangan."
"Kenapa?,"
"Aku tidak tau, yang jelas aku sangat nyaman saat aku berada di tempat ini." Hira memosisikan tubuhnya denan posisi tidurin di bagain depan mobilnya, melihat kelangin dengan hamparan bintang yang bertaburan serta bulan yang bulat sempurna.
Begitu juga dengan Han.
Untuk bebrapa saat mereka terdiam, menikmati indahnya cipta'an Tuhan yang sangat indah dan menengkan.
"Apa kamu suka melihat bintang?,"
" Yah, aku menyukai nya,"
" Ada bintang jatuh, apa kamu akan meminta sesuatu?,"
"Tidak, aku tidak percaya hal itu."
"Tidak tau, Aku percaya dengan diriku sediri dan kemapuanku, cukup egois tapi, itulah aku."
Han tak bertanya lagi, dia birkan Hira yang sedang terpejam karna merasakan kenyamanan yang sedang dia rasakan, tanpa Hira sadari dia terlelap, Han tak mebiarkan Hira kedinginan, dia melepas jaket yang dia kenakan untuk menghangatkan tubuh Hira.
Tak bosan Han melihat wajah Hira, momen langka yang beluam pernah Han rasakan, bisa menatap wajah Hira sedekat ini.
"Kamu adalah wanita hebat yang pernah aku kenal, tidak salah aku mencintaimu, dari awal aku meliahmu aku sudah jatuh cinta kepadamu, ini kah yang di namakan cinta pada pandangan pertama?." guman Han.
Tiba-tiba angin berembus membawa hawa dinggin yang menusuk kulit hingga ketualang. jaket yang Han jadiakan selimut untuk Hira takmampu nenahan hawa diggin yang Hira rasakan, Hira menggil kedingina. tanapa dia sadar Hira mencair kehangatan denga masuk kedalam peluka Han. Han sedikit terkejut dengan Hal itu.
Umumnya lelaki normal, Han merasakan hal itu, namaun dia mencoba untuk menahan diri, karena dia tidak inggin mengecewkan Hira, wanita yang sangat dia cintai.
Anggin malam semakin menusuk kedalan tulang, meski nengara itu beluam memasuki musim dinggin tapi udara malam ini sangat lah dinggin.
Takmau Hira sakit karna kedingina Han membawa Hira kedalam mibil.
Han mengakat Hira dan memosisikan di kursi belakang, agar Hira bisa sedih nyaman untuk tidur.
Han membelai rambut Hira yang menutupi wajahnya
" Zahira, perlu kamu tau aku sangat mencintaimu, Aku tidak pernah mencintai seorang wanita sebesar ini, kecuali ibu ku.
__ADS_1
Han mencium kening Hira, dan menciumu bibir Hira namun dia urung kan.
"Aku akan mencium bibirmu kalau kamu sudah resmi menjadi milik ku. dan aku yakin ciuman pertaman mu belum kamu berikan pada orang lain"
"Tidurlah, aku akan menjagamu, sampai kamu terbangun." Beluam juga Han pergi Hira mengigau.
"Ayah, ayah jangan tingalin Hira, Zeno Jangan pergi, Kalian jangan tinggalin Hira, Hira tidak mau ditinggal."
"Dia menggigaw, astaga badanya panas, dia demam, bagai mana ini." Han sedikit panik melihat Hira yang sedang sakit dan mengigil kedinginan.
Di tambah tempat mereka jauh dari Kota dan desa, hal itu menbuat Han semakin binggung.
"Maaf Za, aku harus lakukan ini, aku tidak mau kamu kedinginan. "
Pagi harinya, teriak matahari menyilaukan pandangan, Hira dan Han terpaksa menginap di dalam mobil. Bahakan Jam sudah menujukan Jam 7.30 Keduanya masih saja terlelap.
Bahakan suara ponsel yang terusaja berdering tak lantas membuat mereka terganggu.
"Kemana Han, katanya mau pulang, jam segini beluam balik juga ke aparteman." Ray terusaja mehubungi Han, bahakan sudah puluhan kali Han tak kunjung mengakat pangilannya.
Bengutu juga dengan Franda dan Laras yang menghawatirkan Hira, di tambah Bu Mee yang terus manayakan Keberada'an Hira.
" Apa. sudah ada kabar?," Tanya Bu Mee.
" Beluam bu, * Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau di luar jangakawaktu* Mati lagi ponselnya." keluh Franda.
"Cobak kamu telfon Han."
" Kamu benar, Han pasti tau kemana Hira." Menghubugi Han " *Nomer yang ada tuju sedang sibuk * Aisss.. Han sedang apa sih kamu, kenapa sibuk." Keluah Frnada.
"Sekalia lagi," pinta Laras.
Menghubungi Han lagi "Masih sama, sedang sibuk."
"Rey, cobak hubungi Rey." pinta Laras lagi.
Langsung menghubungi Ray, "Sibuk juga, sedang apasih mereka, enggatau apa kalau kita sedang panik." Franda terusaja mengomel.
"Sekali lagi."
Franda menghungi Rey kembali dan terhubung.
"Rey! sedang apa sih kamu, sibuk terus !,"
"Aku sedang menghubugi Han, dia tudak pulang semalam, aku hubungi tak kunjung dia angakat." jawab Rey.
"APA !!, Han juga beluam pulang!?, terus kemana mereka?
__ADS_1
Bersambung....