BODYGUARD SANG IDOLA

BODYGUARD SANG IDOLA
Duo J.


__ADS_3

Sebelum membaca jangan lupa like vote and red bintang lima ok..


Selamat membaca.


******


Di lobi gedung Z&Z Grup.


Jono dan Joni atau lebih sering di oangai duo J terlihat sedang melangkah dengan gagah menghapiri Hira.


Setibanya di hadapan Hira.


"Permisi nona !" sapa Jono dengan ontonasi nada sedikit tinggi dan suara berat nya.


"Hemm" Jawab hira santai.


"Maaf nono, saya berbicara dengan anda secara baik-baik, jadi berdiri lah dan menghadap ke arah kami." ucap Joni ramah.


Hira berdiri dan langsung memghadap ke arah mereka. terkejutnya mereka dengan orang yang sedang mereka temui.


"Heeeee." hira cengegesan setelah berdiri dan menghadap mereka.


" Kakak !" ucap mereka bersamaan,


"Settt,Jangan keras-keras, dan jangan bilang kesiapa-siapa kalau kita saling kenal." ucap hira cengegesan sambil menempelkan telunjuk di bibir nya.


Jono dan Joni adalah mantan Bodyguard di rumah Hira. Mereka juga memanggil Hira dengan panggilan Kakak, semua orang yang bekerja di rumah keluarga Hira memenggil Hira kakak, salah satunya Jono dan Joni.


"Kakak, mau ngapain kesini ?, apa kakak yang mau mejadi bodyguard di sini ?" tanya joni lirih.


"Iya, pamankan tau, aku bukan orangkaya lagi, jadi aku harus bekerja." Jawab Hira sendu.


"Tidak apa kak, kalau kakak bekerja di sini kitakan bisa jagain kaka setiap hari." jawab Jono, Sembari mengelus bahu Hira lembut.


"Paman, Aku kan bukan anak majikan paman lagi, kalian sudah tidak bekerja di rumah ayah lagi." Jawab hira, masih sedikit sendu. Hira cukup dekat denagn Bodyguard Jono dan Joni, mereka Juga salah satu orang yang merawat Hira, mengajari Hira beladiri dan tatacara menjadi bodyguard, sejak kecil Hira dekat dengan mereka bermain dan kemana-mana Jono dan Joni selalu mengawasi Hira kecil.Jadi Hira tidak merasa canggung meperlihatkan wajah sedih nya, karena mereka juga orang selalu mengerti dan memahami Hira, sama seperti bu Mee dan pak Agus.


"Meski kita tidak bekerja lagi di rumah tuan ,kita tetap sayang sama Kakak, Kakak sudah kita anggap seperti anak kita sendiri, Jadi jangan sungkan dengan kita." ucap joni lembut.


"Dan perlu kakak tau, kita bisa bekerja di sini karena perintah dari Ayah, kita juga tidak tau kenapa tiba-tiba kita di perintahkan untuk pindah kesini." Jelas Jono.


"Kita sudah di pindahkan sebelum perusahaan bangkrut dan ayah masih ada, dan kita sudah di minta untuk pindah, tapi kita baru pindah disaat kakak pindah ke rumah bu mee dan pak Agus." imbuh Joni.


Ho dan lainya yang memantau mereka bertiga dari layar ponesel. Ho meminta bantuan kepada resepsionis yang tadi menghubunginya untuk merekam melalui vidio call.


"Lah ngapain mereka, bukannya di bawa paksa malah ngoberol ?" tanya Rey penasaran.

__ADS_1


"Iya kenapa bisa begitu ?" tanya bora ikut penasaran.


"Sudah diem jangan pada brisik tidak kedengaran mereka ngomong apa." sahut Han sambil terus fokus melihat layar ponsel.


"Emang sedari tadi tidak kedengeran kali Han, kedegeran saja cuma samar-samar, mana pake bahasa daerah lagi yang kita tidak mengerti apa artinya." sahut Rey yang sudah duduk menjauh dari mereka yang sedang fokus melihat layar ponsel.


Hira dan Duo J memang berbicara mnggunakan bahasa daerah kota X.


kembali ke Hira dan duo J.


"Ya sudah, mari kita antar kakak ketempat calon bos kakak, kakak jangan terkejut dengan siapa kakak akan bekerja nanati." ucap Joni sembari melangkah menuju lift.


Hira berjalan menuju lift di dampinggi oleh jono dan joni, mereka telihat seperti majikan yang sedang di kawal oleh Bodyguard buakan seorang yang sedang di tawan apa lagi tas ransel dan gitar Hira di bawa oleh Jono dan Joni.


"Eh, lihat, bukanya Jono dan Joni dia di minta untuk membewa nya pakasa ya ? " Tanya kryawan 1(satu) yang merekam tadi.


"iya, ini kenapa malah terlihat sedang menggantarkan majikanya." jawab karyawan 2(dua).


"duo J menggawal siapa tuh ?" tanya karyawan lain yang datang mengapiri karyawan satu dan dua.


"Tidak tau, dia calaon bodyguard Artis milik menejer Ho." Jawab kryawan satu.


Di dalam lift.


"Paman, jangan panggil aku kakak kalau di sini, panggil aku Bagas, aku meperkenalkan diri ku sebagai bagas, dan jangan bilang kesiapapun kalau kita saling kenal, anggap saja kita tidak saling kenal." ucap Hira kepada Jono dan joni.


"Semua ? tanya Hira, mengulang ucapan jono sembari menoleh kearah Jono.


"Iya semua, di sini ada beberapa karyawan setia tuan yang ikut di pindah kan ke kantor ini." Jelas Joni.


"Kenapa begitu, apa gedung ini milik ayah ?" tanya hira penasaran.


"Tidak tau, kita semu belum pernah melihat bos dari pemilik gedung ini, katanya sedang sakit akibat kecelakaan, tepatnya saat tuan meninggal. jelas joni.


"iya , bos serta asisten pribadi nya masih di rawat di rumah sakit."imbuh Jono.


"Jadi inget ka Zeydan dan wingki mereka juga kecelakaan." ucap hira lirih.


"Apa! tuan muda juga kecelakaan pesawat?, tanya Jono terkejut.


"Iya, kakak sama windi kecelakaan, pas ayah meninggal, dia koma, tapi aku tidak tau di dirawat diman, kakak melarang semua orang untuk memberi tahubku." Jelas Hira.


"Semoga mereka. lekas sembuh kak." jawab Joni.


Tak lama pintu lift terbuka. mereka bertiaga melangkah keluar menuju ruangan di mana Ho dan lainnya berada.

__ADS_1


Tok tok tok.


Jono mengetuk pintu salah satu ruanggan dan langsung membuka tanpa menunggu seseorang membukakan pintu dari dalam


"Menejer Ho..?


"Kalian gimanasih, aku kan meminta kaliam untuk membawa secara paksa, malah di ajak ngobrol." Ho langsung nyerocos telebih dahul menyela ucapan jono.


" Mana aku tau! kamu kan mitanya suruh bawak ni cewek kemari, nah ini udah aku bawa!." bentak Jono.


"Haduh, gagal." keluh Ho.


"Apa yang gagal, kalian ngerncanai apa ?" tanya Hira sembari menatap mereka dengantajam.


"Eh bu bukan apa-apa ko." Jawab Rey sedikit gemetar karena merinding melihat tapan Hira


"Ya sudah kita pamit, tugas kita sudah selesai." jono dan joni bernajak untuk keluar dari ruangan itu.


"Eh tunggi Jon..? Cegah Ho


"Apa lagi !" bentak jono ke Ho.


"Ha, eng engga jadi te terimkasih." Jawab Ho ketakutan karena dibentak oleh Jono.


"Puffff," Hira menahan tawa nya melihat ekspresi mereka yang terkejut karena di bentak oleh Jono.


"kamu kenapa, seneng lihat kita di bentak samatuh gorila." omel Bora yang melihat Hira menahan tawanya.


"Gila serem amat yah tuh duo J." Imbuh Gavin.


"Cih, baru di bentak kayak gitu idah pada melempem." gumam nya.


"Hadeh !, kenapa juga harus berurusan dengan mereka lagi sih, kak Tia pasti sengaja, awas kamu ya kak. " Hira ngomel-ngomel sendiri dala hati karena kesal haris berurusan dengan mereka lagi.


"Hey, heloo ,heloo!." Han melambaikan tangan ke arah wajah Hira.


*****


Terimakasih sudah membaca, tunggu kelanjutannya yah..


Jangan lupa mampir di karya autho yang lain


-Arabella.


\- Rahasia Si Cupu.

__ADS_1


-Langait dan Bumi.


Terimakasih


__ADS_2