
Sebelum membaca jangan lupa like vote and red bintang lima ok..
Selamat membaca.
******
Pagi harinya Di drom.
"Kak, hari ini ada jadwal manggung di ruang terbuaka, apa kakak akan ikut mengawal?
"Aku akan ikut, hari ini dan besok adalah hari terahirku menjadi bodyguar." Jawah Hira.
"Bagas, apa kamu tidak merubah keputusan mu untuk...?
"Tidak Han, aku tidak merubah keputusan ku." Menyela Han.
"Bagas, apa kita punya salah dengan mu ?, seperti kamu menghidari kita ?.
"Tanya saja pada diri kalian sendir, apa kalian punya salah dengan ku atau tidak." jawab Hira.
Semua diam tak ada yang berani bertanya lagi.
" Aku duluan, Kita bertemu di lokasi." Pamit Hira.
"Kak, kakak belum sarapan, sarapan lah dulu."
"Tidak, kakak akan sarapan nanati di jalan." Hira berjalan keluar meninggalkan mereka, Han dan lainya hanya bisa menatap kepergian Hira.
"Kalau kalain punya salah mendingan segera minta maaf, sebelum terlambat.
"zen, Bagai mana kita mau minta maaf, dia saja tidak mau berbicara dengan kita." Jawab Gavin.
"Mungkin kalian melakukan kesalahan yang membuat dia tidak nyaman, kakak ku tidak pemarah, tapi dia akan menjauh apa bila dia tidak meresa nyaman." jelas Zeno.
"Terus, apa yang harus kita lakukan? tanya Bora.
"Akau tidak tau, hanya keajaiban yang bisa merubah hati nya." jawab Zeno.
"Sudahlah Vin, kita lekas sarapan, hari ini kita manggung di acara pagi." ucap Han.
__ADS_1
Di lokasi manggung, suasanya sangat ramai karena acara itu acara bebes tanpa tiket larena di seponsori oleh setasiun TV dan berketepatan di hari libur, sehingga penonton yang hadir sangatlah banyak. apalagi memdengar kalau mereka menjadi bintang tamu di acara tersebut.
Acara yang awalnya lancar berubah menjadi ricuh karena ada se-seorang yang berusaha melukai Anak-anak Boyband itu saat acara sesi tanya jawab. Untung nya, Hira terlebih dahulu melihat gerak-gerik nya dan langsung berlari ke arah Han, karena posisi Han lebih dekat dengan pelaku dan posisi Hira juga tidak terlalu jauh dari Han.
Hira menangkap pisau yang di lepar kan oleh pelaku, namun naas, Hira mengkap tepat di bagian yang tajam dan melukai tangan nya sendiri.
" Zen, amankan mereka, aku akan mengejar nya," Hira berusaha menagkap pelau pelamparan.
"kakak mau kemana? kakak terluka!, Kakak...? Belum selasai Zezo berkata Hira sudah menjauh. Lalu Zeno segera mengefakuasi Han dan lainya dari atas panggung.
"Zen aku pergi, aku akan membantu bagas, aku kawatir dengan nya."
"Jangan gila kamu Han!, Kakak ku tidak selemah yang kaw fikir kan!" bentak Zeno.
"Tapi Bagas terluka, kalu dia tidak terluka kita tidak kawatir." tegas Han.
"Iya zen, Bagas terluka dia harus kita Bantu!. Imbuh Gavin.
"Sudah kalian diam disini, percuma kakak tadi mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan salah satu dari kalain kalau akahirnya kaliam pergi menyusunya dan membahyakan diri kali'an sendiri. Bukan kalian yang akan di salah kan, tapi aku juga ! bentak Zeno.
"Tapi Zen...?
"Bagai mana ke adaan kalian? apa ada yang terluka?. tanya Menejer Ho kepada para member. "Zeno,bagaman kamu, kanapa bisa terjadi insiden seperti ini? " tanya Menejer Ho lagi dengan lantang.
" Menejer Ho, saya manusia bukan robot yang bisa melihat dan mengawasi satu persatu orang yang ada di sana, jumlah mereka banyak, Apalagi posisi pelaku jauh dari jangakauwan ku. di sana bodyguat bagas juga sudah berusaha semampu nya, meski harus mengorbankan tangan nya untuk mengkap pisau itu.! ucap zeno dengan tegas.
"Dia benar Ho, kejadia nya terlalu cepat, Lagian kita tidak bisa memperediksi kapan musibah itu datang, yang pasti kita selamat dan tidak ada yang terluka. Yang perlu kita khawatirkan adalah bagas, dia mengejar pelaku dalam keadaan terluka, tangan nya berdarah." Pungkas Han.
"Menejer Ho, aku pergi aku akan menyusul Bodyguar bagas." Zeno bergegas lari meyusul Hira.
"Zen Aku ikut!."
"Han, jangan gila kamu, sudah diam di sini." cega Menejer Ho. "kita akan segera pergi dari sisini sebelum wartawan semakin banyak. " pungkas Menejer Ho lagi.
Di sisi Hira.
Hira masih terus mengejar pelaku pelemparan senjata tajam ke arah Han. meski mengalami kesulita untuk mengejar pelaku karena ramai nya pengunjung namun hira masih bisa menemukan pelaku. pelaku yang yang awal nya berlari ke jalan laran raya kini beralih menuju taman yang biasa di pakai anak-anak bermain skiy bood dan berlatih parkur, pelaku ternyata mengalihkan Hira ke sana agar bisa kabur dari pengejaran. karena pelaku ternya lihay dalam melakukan ke dua permaina itu, Hira tak tinggal diam di terus mengejar pelaku meski dia tidak telalu menguasai ke dua permaina itu sehingga dia mengalami kesulitan dan beberapa kali terjatuh, tapi hira masih bisa mengejar nya.
Di saat terjadi kejar-kejaran di antara kedua nya banyak warga yang merekam aksi mereka dan menggunggah nya ke jejaring sosil, dan menjadi firal.
__ADS_1
Hampir satu jam terjadi aksi kejar-kejaran di antara ke dua nya dan kini kedunya sudah mulai leleh dan kehabisan tenaga, tapi Hira masih terus memaksakan diri nya untuk terus mengejar pelaku.
Sedangkan Zeno yang berlari di belakang Hira, dia tertinggal cukup jauh, namuan di bisa melihat kemana arah mereka berlari. Dia berusaha untuk mengejar nya, Dia tak mampu mencari jalan lain karena dia belum hafal dengan likungan tersebut sehingga dia hanya bisa berusah untuk tidak kehilangan jejak.
Dengan sisa tenaga, Hira mencoba taktik lain dengan mencari jalan lain agar bisa memcegat nya dati depan, dan benar juga Hira bisa mendahului nya.
Dengan nafas yang tersengal-sengal mereka berhenti untuk melepas lelah sejenak. Si pelaku yang melihat Hira telihat lemah dan terdapat luka di dan sedikit pincang karena terjatuh di berusah untuk berlari lagi dengan memutar balik arah, baru beberapa langkah dia sudah si hadang Zeno yang berhasil menyusul.
"Kamu sudah tidak bisa lari lagi, lebih baik menyerah dari pada aku hajar kamu!" pungkas Zeno dengan tegas.
"Tidak!, aku tidak akan menyerah sebelum salah satu dari mereka mati ditangan ku! " ucap nya dengan tegas dan nafas yang memburu karena kelelahan.
"Baik lah kalau itu mau mu!" tegas Zeno.
Terjadilah perkelahian antara pelaku dan Zeno. si pelaku ternya mempunyai bela diri yang lumaya tangguh, sehingga Zeno sedikit kewalahan. namun itu tidak berlangsung lama, akhiraya Zeno mamapu melumpuhkan nya.
Tak lama polisi dantang dan menagkap pelaku, dan juga mobil ambulce juga datang untuk mengantipasi apa bila di butuhkan apalagi mendengar kalau Hira mengalami luka di tangan dan jatuh beberapa kali.
"Terimakasih Anak muda, kalian membatu kami untuk menangkap pelaku pelmparan senjata tajam ke arah para artis itu." pungkas kapten polisi.
" Sama-sama kapten, ini sudah menjadi tanggung jawab kami selaku bodyguar mereka." jawab Hira.
"Nona, sepertinya anda mengalami luka-luka, sebaiknya anda ke ruamah sakit untuk menerima pengobatan, naiklah ke ambulan
" pinta Polisi itu lagi.
"Tidak terima kasih, ini hanya luka kecil, aku bisa mengobati nya di rumah." tolak Hira.
*****
Terimakasih sudah membaca, tunggu kelanjutannya yah..
Jangan lupa mampir di karya autho yang lain
-Arabella.
\- Rahasia Si Cupu.
-Langait dan Bumi.
__ADS_1
Terimakasih