BODYGUARD SANG IDOLA

BODYGUARD SANG IDOLA
MAKAN MALAM


__ADS_3

Sebelum membaca jangan lupa like vote and red bintang lima ok..


Selamat membaca.


******


"Baik lah kita semua akan datang." Jawab pak agus." nak Adit juga ikut sekalain yah." pinta pak agus.


"Apa tidak apa-apa pak, yang di undangkan cuma keluarga ?" tanya aditia ramah.


"Tidak apa;, kamu kan sedamg berada di ruamh kami jadi kamu adalah keluarga kami ." jawab bu mee, sembari membereskan meja makan yang di bantu Zeno.


"Hira tidak ikut yah bu, males."


"Lo kenapa ka? tanya bu mee.


"Males aja bu, apa lagi nanti ketemu sama bunga pasir yang centil nya mintak ampun, risih aku liat nya." Hira berbicara sambil menikmati makanan kesukaan nya, pisang.


"Tapi kak, yang jadi tamu penting di sini kak Hira, jadi kakak harus datang." jawab Zeno, berbicara sambil tanganya meraih pisang rebus milik Hira.


Plak!!!


Hira memukul tangan Zeno yang hendak meraih pisang rebus nya.


"Aissss bagi-bagi kenapa." protes zeno kesal karena tanganya di pukul Hira.


"Engga, ini khusus buat ku," sahut Hira ketus. "Emang ada hal penting apa sih ?" Hira bertanya sambil berjalan menuju ruang tengah, di ikuti Zeno dan Aditia, sedangkan pak agus sudah pergi ke kebun dan bu Mee masih di dapur.


"Dia tau kalau kamu adalah anak dari tuan Bagas Adiypura, mungkin dia mau mengucapkan belasungkawa kepadamu." jelas Aditia.


"Kak Aditia tau dari mana ? tanya Zeno.


"Mulai idigo nya kambuh." sahut Hira ketus.


"Kak adit indigo?" tanya zeno antusias." Jadi kakak bisa baca pikiran orang ?, kak juga bisa lihat apanyang akan terjadi pada seseorang di masa mendatang?,apa kakak juga bisa melihat hantu?, apa di rumah ini ada hantu ? kalau ada dia...?


"Stop zen !, tidak usah tanya-tanya soal hantu, ingget kamu sering tinggal sendiri di rumah." Hira memcegah zeno untuk terus bertanya.

__ADS_1


" hahah, Zen jangan tanya soal hantu kamu itu penakut, tenang saja ruamah ini amam." jelas Aditia sembari tertawa menertawakan nya.


"Hais baik lah, aku tidak akan bertanya lagi."


Malam hari nya di ruamh Pak lurah.


Hira,Zeno, Aditia serta pak agus dan bu mee sedang menikmati makan malam bersama keluarga pak lurah di meja makan. Tidak cuma mereka anak-anak karang taruna juga ikum makan malam bersama dirumah pak lurah meski tidak satu meja, meraka di sediakam tempat khusus di halaman rumah, berhubung jumlah mereka yang cukup banyak jadi mereka ditempatkan di halaman.


Di meja makan.


"Issss, cewek ko makan nya kayak kuli banyak banget, mana yang di makan lauk semua tidak pake nasi." ucap yuru, menatap jijik dengancara makan Hira.


"cewek itu makan yang anggun terus yang sopan, udah tamu makan tidak ada malu-malu nya." oceh yura lagi.


Yura, jaga uacapam mu !"


"Apa sih ma, memeng bener ko, coba mama lihat sendiri cara makam nya, tidak ada sopan sopanya." ucap yura lagi, membantah uacapan mama nya yang berusaha menghentiakam ocehanya.


Hira yang sedang menikamati makan malamnya beruapa, ikan gorang, ayam goreng, tumis kangkung, telor dan tempe gorang,tidak ada nasi sama sekali, karen Hira tidak bisa makan nasi sedari kecil, tapi meski tidak makan nasi porsi makannya bisa dua bahkan tiga kali lipat porsi makan pada umum nya, meski makanya banyak tak berpengaruh denga berat badanya, badanya masih saja kecil


Sampai Hira selesai makan yura masih saca mengoceh tak karuan bahkan ke dua orang tuanya tak bisa berbuat banya dengan sikap anak nya itu.


"Ko diem? " tanya Hira karena tak lagi mendengar suara Yura lagi, " Lelah yah?, makan dulu kalau lelah biar energinya bertambah. Oha iya aku punya satu pesan buat kamu, saat kita sedang makan jangan lah banyak bicra itu tidak sopan, jadi diam dan nikmati saja makanan mu, setelah itu baru kamu boleh berbicara sampai mulut mu berbusa." setelah mengucapkan itu Hira langsung beranjan dari dari duduk nya.


"Tunggu nak," cega pak lurah yang melihat Hira akan pergi.


"Ada apa pak?"


" Saya mau berbicara dengan anda, apa anda bersedia ?" tanya pak lurah dengan bahasa yang formal.


"Apa-apa'an ayah, berbicara dengan wanita kayak gitu seperti berbicara dengan Nona Hira saja, dia buka nona Hira ayah." ucap yura dengan nada tak suka.


"Diam kamu yura, ini buka urusan mu !" bentak paka lurah.


"Ayah membentak ku, hik hik." Yura menangis karena di bentak oleh ayah nya.


"Sudah nak, ikut bapak sebentar jangan hiraukan anak manja ini." ucap pak lurah sembari bernajak dari duduk nya mengajak Hira menuju ruang kerjanya.

__ADS_1


Setibanya di ruang kerja.


"Nona, maaf kan anak saya yang kurang ajar, ini semua salah saya yang selalu memanjakanya.


" Apa maksut bapak ?" pura-pura bertanya.


" Maaf , bapak tau nak bagas adalah Nona Hira, lebih tepat nya Nona zahira Bagas Adipura putri dari Alm tuan Bagas Adipura donatur tunggal dari kemajuan desa kami, dan nona adalah sangpelopor adanya kampung wisata di desa kami. Nona, maaf saata wafatnya ayah anda saya tidak sempat menemui anda untuk mengucapkan bela sungkawa, maka dari itu..?"


"Tidak usah dilanjutkan." Hira menghentikan ucapan Pak lurah. "saya menegrti, tapi saya cuma mau anda merahasiakan identitas saya yang sebenarnya, saya tidak mau tau selain anda tidak ada yang boleh tau tentang semuai ini." Tegas hira berbicara dengan nada dingin.


"Ba baik lah nona, sa saya mengerti." ucap pak lurah sedikit tergagap karena meliahat sikap Hira yang tiba-tiba berubah drastis.


"Baiklah kalau gitu saya permisi." hira langsung kelur dari ruang kerja pak lurah.


"Baik nona, silah kan."


Sudah sebulan Hira berada di kampung wisata. Bu Mee dan pak Agus sudah kembali ke kota sedangakan Hira masih berada di kampung tersebut bersama Zeno dan Aditia yang belum juga kembali ke kota X.


Di taman desa, Hira dan Aditia sedang duduk di salahsatu bangku taman.


"Peri kecil, besok aku mau kembali ke kota X, dan aku merekomendasikan mu kepada teman ku sebagai bodyguard di kota J,


dia membutuhkan bodiyguar untuk mengawal sekaligus mengawasi para artisnya yang selalu bikin ulah." Ucap Aditia


*****


Terimakasih sudah membaca, tunggu kelanjutannya yah..


Jangan lupa mampir di karya autho yang lain


-Arabella.


\- Rahasia Si Cupu.


-Langait dan Bumi.


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2