BODYGUARD SANG IDOLA

BODYGUARD SANG IDOLA
Murit Baru yang Bar Bar.


__ADS_3

Pagi hari di salah satu sekolah khusus laki-laki yang ada di kota J.


Sekolah yang semua nya murit laki-laki tentu saja keadanya berbeda jauh dengan sekolah yang mepunyai murit permapuan, ke ada'an sekolah yang sangat kacau karen murit nya semua bandel dan susuh untuk di perinta membersihkan atau menjaga kebersihan sekolah mereka.


Pagi ini, sekolah mereka kedatangan murit baru. murit baru yang kecil dan mungil, berebut pirang, berpenapilan Bar bar. Saat murit baru itu berjalam menuju ruang kepala sekolah semua siswa melihat nya, anak baru itu terus berjalan tanpa memperdulikan mereka yang melihat ke arah nya.


"Ok, lo harus sabar menghadapi mereka." batin anak baru itu.


Saat tiba di ruang kepala sekolah, " Siang pak." sapa Anak baru itu.


"Siang." jawab kepala sekolah itu,


"Kak Tia!." pungkas anak baru itu yang terkejut saat melihat siapa kepala sekolah itu.


"Tia Tia Tia, pak Aditia bukan Tia!." jawab kepala sekolah itu sedikit ketus.


Murit baru itu yang tak lain adalah Zahira yang harus menyamar sebagai murit baru di sekolah khusus pria itu, tentu saja Hira harus merubah gaya pakena dan rambutnya seperti pria.


"Ka Tia, sebenarnya kamu siapa sih, di kampung belaga jadi artis yang penakut, kemarin jadi dokter Sekarang jadi kepala sekolah?.".tanya Hira. sedikit ketus.


"Suka-suka aku lah, " Jawab Aditia.


"Itu itu itu kenapa penampilan mu seperti itu?, kamu mau sekolah atau mau jadi preman? Tanya Aditia.


Hira tak menjawab pertanya Aditia, Hira malah berjalan menuju sova panjang dan merebahkan tubuh nya di sana.


"Hey, ko malah rebahan, bangun dan lekas masuk kelas mu, sebalum masuk kelas benerin tuh baju, jangan pake kebiasaan lama mu saat sekolah dulu." pinta Aditia.


" Males banget harus sekolah lagi, kak Tia kan tau kalau aku paling males sekolah, untung otak ku cerdas jadi bisa lulus denga nilai bagus." grutu Hira." Perguruan tunggi aja aku cari yang cepat lulus lah ini udah lukis di seruh balik lagi ke sekolah. " omela Hira.


"Udah sana masuk kelas, kelas mu ada di 9 A." jelas Aditia yang tidak meperdulikan ocehan Hira.


Dengan langkah gontai Hira berjalan menuju kelas nya.


Saat tiba di depan kelasnya Hira sudah mendengar suara guru yang mengajar di ruang yang akan menjadi kelasnya, terdengar seng sesdang marah-marah kepada anak didik nya.


" Astaga belum masuk aja udah dengar hal yang sering jadi sarapan ku tiap pagi saat sekolah dulu." gumam Hira.


"Tok tok tok, permisi pak." sapa Hira.


"Siap lagi ini, kamu kenapa datang telambat, masuk dan berdiri di sana angkat kaki mu satu dan jewer telingga mu." Guru langsung mengomeli Hira dan menhukum nya.


"Oy pak anak baru nih, dateng-dateng bukanya disambut malah di hukum." jelas hira.


" Alamat di keluarin nih dari kelas." batin Hira yang menyadri ucapan nya.


"Anak baru?, oh maaf bapak kira kamu datang terlambat." jelas sang guru.


"Kalau telat mendingan engga usah masuk pak, biar engga di hukup, kalau tidak ketahuan bolos." Jawab Hira.

__ADS_1


"Ya sudah kenalkan diri mu dan dari mana asal mu." pinta Sang guru.


"Kenalkan nama gue Day Hyun, gue pindahan dari Soul Korea, salam kenal." jelas Hira.


" Dari korea kenapa bisa bahsa kita dengan lancar?,"tanya salah satu murit.


"Bohong kalo dia, " imbuh anak lain.


" Sabat Hira. Kenapa juga harus korea, ya jelas engga percaya lah, wajah kusaja Asia baget. " Grutu Hira dala Hati.


"Gue blasteran, dan sudah biasa berbiacar megunakan bahasa ini, ." Jelas Hira.


"Sudah-sudah, Doh Hyun silahkan duduk di bangku yang kosong." pinta sang guru.


Baik Pak. jawab Hira.


"Doh Hyun tunggu!, rapikan baju kamu, anak baru kelakuan 11 12 sama anak lama." omel sang guru.


"Baika pak." jawab Hira.


"kali ini bapak maaf kan besok-besok tidak bakal bapak maaf kan." Pungkas Sang guru dengan lantang.


Skip pelajar pertama usai waktunya istirahat.


Saat Hira sedang duduk sendiri dikanti ponsel nya berdering dan yang menghunginya adalah Franda.


"Hemm, ada apa? " tanya Hira.


"Menyebal kan." jawab Hira.


"Jangan bilang kamu sudah di hukum." pungkas Frnada.


"Belum, cuma hampir." Jawab Hira.


"Cobak deh kami foto selfi dan tunjukin penampilan mu." pinta Frnada.


"cekrek. " Hira mengirim foto nya.


"Nyet itu cuam kerah baju nya yang kelihatan." protes franda.


"Kamu nyur aku foto selfi kayak anak alay! " jawab Hira dengan lantang, alahasil semua yang ada diganti menoleh kearah nya.


"Maaf maaf maaf kelapasa." pungkas Hira.


"Emang kamu dimana?." tanya Frnada.


"Kantin. kalau kamu mau taua penampilan gue lo lihat gue saat di SMA dulu." jelas Hira sedikit ketus.


"Gaya kamu Nyat, pake lo gue segala." ledek Franda.

__ADS_1


" Aku di katain aneh kalau engga ngomong kayak gitu." Jelas Hira.


"Tunggu kamu bilang kamu suruh aku lihat penapilam mu saat masih sekolah?, " tanya Frnada.


"Iya! " jawab Hira.


"Terus rambut mu kamu potong pendek."


"Iya, kayak anak-anak K pop gitu." Jawab Hira.


"Gila kamu, mau sekolah atau mau jadi model." pungkas Frnada.l yang terkajut dengan penapilam Hira yanh Bar bar di tambah dengan rambut pendek dan pirang.


"Hey anak baru," beberpa siswa datang menghapiri Hira dan menegur hira dengan gaya sok berkuasa.


"Kalian tidak lihat gue lagi nelfon, kalau mau ngomong entar kalau gue udah selesai dengan urusan gue." Jawab Hira.


"Eh anak bari berani baget lo!!." bentak salah satu Siswa.


"Panda uduh dulu yah, gue ada urusan," pamit Hira.


"Sekarang apa mau kalian." tanya Hira dengan santai nya.


"Gue mau lo anak baru bayar upeti sama kita, kalau tidak gue patahan tanggan lo yang munggil itu." Jawab nya dengan tegas.


" eh Paijo, lo mau sekolah atau mau malak?." tanya Hira dengan lantang.


"Berani lo ngatagin gue, pake panggil gue paijo lagi, nama gue bukan paijo." jawab nya dengan lantang.


"Gue engga ada urusan dengan nama lo, yang gue mau lo jauh-jauh dari gue." Tagas Hira.


"Kurang ajar rasakan nih pukul halilintar gue." Pemuda itu langsung memukul Hira, namuan hira langsung menahan pukulan itu dan memelintir tangan pemuda itu.


"Ini yang lo bilang pukulan halilintar, pukul tidak secepat dan sekeras nama pemilik tangan dan nama pukulan." Pungkas Hira meremeh kan pemuda itu.


"Aaaaa ampun ampun apun maaf maaf'in gue tolong lepasin gue," pinta pemudah yang berna guntur.


"Ok, tapi ada sarat nya, lo harus jadi anak buah gue, cuma lo dan mereka temen-temen lo harus menjauh." Pinta Hira.


"Ok ok gue turuti mau lo." jawab Guntur.


"Anak ingusan aja belagu sok jadi preman." Grutu Hira.


"Ko gue ngatain diri gue sendir yah." batin Hira saat meyadari kelakuan nya dulu seprti apa.


" Sekarang lo duduk, untuk yang lain bebas mau pergi kemana, yang penting jangan gabung dengan kita." pinta Hira datar.


"Ba baik. " jawab mereka.


"Maaf, aku harus pangil lo apa Doh Atau Hyun." Tanya Guntur.

__ADS_1


" Pangil... pangil gue Hyun saja." jawab Hira sedikit kikuk denga ID baruanya.


Bersambung....


__ADS_2