
HAY REIDER KU SAYANG, BUDAYAKAN UNTUK SELALU TINGGALIN JEJAK. LIKE, KOMEN, ADN VOTE. RED BITANG LIMA JUGA BOLEH BANGET.
SELAMAT MEMBACA
****
Sore harinya, Hira, Laras dan Franda tiba ditempat tujuan.
"Ahhh akahirnya sampi juga." ucap Laras sambil merentang kan tangan dan naik di atas kap mobil nya
" Eh kenapa tidak ada jawaban." Laras menoleh kearah kedua sahabat nya.
" Ya ampun, mereka pada molor." grutu laras.
"Gue kerjain saja merek." Muncul ide jahil di otak Laras.
"Aaaaaaaaaaa masuk juranggggg!!. " Laras berteriak dengan lantang.
" Ha jurang! selamatkan diri, Cepat...!" Franda panik mendengar teriakan laras.
Sedangkan Hira yang panik langsung terjungkal saat turun dari mobil.
"Haaaaa!!, Laras tertawa puas melihat reaksi kedua sahabat nya.
" LALATTTTTTTTT!!, pekik mereka berdua yang emosi dengan kejahilan Laras.
Hira dan Franda langsung mengejar Laras yang berlari.
"Lalat!! awas kamu," Ancam Hira.
Laras yang berlari ke arah lapangan di mana banyak prajurit yang sedang berlatih dan mengacokan barisan mereka.
"Siapa kalian!!." Tegur sang pelatih.
"Maaf Pak ," ucap Laras yang sedikit malu karena ulah nya dan ke dua sahabat nya.
"Apa kalian Calon prajurit baru itu?, sudah datang telambat bikin kekacawan lagi. " tegur sang lelatih itu dengan lantang.
" Maaf Pak kita nyasar." kilah Hira.
" Nyasar?, kenapa bisa?, apa kalian datang sendiri kemari? " tanya komandan itu.
" Tidak pak, kita bertiga." Jawab Hira
" Maksu ku, apa kalian tidak ada yang mengatar sebagai Penujuk jalan." jelas sang pelatih itu.
" Tidak..." Jawab merek bertiga
Tak lama ponsel Laras berbunyi, yang menghubungi nya adalah Kakek nya.
__ADS_1
"Maaf Pak kita dipanggil jenderal ke ruangan nya." Pamit Laras yang langsung pergi tanpa menunggu jawaban daro pelatih itu.
" Tidak punya etika seprti itu jadi calon prajurit elit." grutu nya.
******
Di ruangan Sang jendral.
"Kakeeeek!." Laras, Hira dan Franda heboh saat melihat sang jendral.
" Anak nakal, keman saja kalian, kalian pasti mampir -mapir, seharus kalian sudah sampai kemarin kenapa baru sampai." omel Kakek laras.
" Hehehe iya, kakek ko tau?, kakek kirim mata-mata ya? " tanya Laras.
" Buat apa Kakek kirim mata-mata?, itu sudah kebiasaan kalian, kalian kan memang anak nakal." Jawab Sang kakek.
"Heheh maaff ke, abis kita bertemu degan anak-anak yang lagi main di sunggai seru saja liat nya, jadi kita ikutan, terus kita menginap di sanan." jelas Hira.
" Kalian memang nakal,ya sudah sana kalian makan habis itu kelapangan di mana para perjurit sedang berlatih." pinta sanga kakek
" Siap jendral!!" ucap merek bertiga dengan lantang.
*****
Malam harinya Laras, Hira dan Franda sudah siap untuk melakuka sesi perkenala.
"Iya, pak." Jawab Merek bertiga.
"Dari mana saja kalian? kalian datang seenak nya pergi seenak nya bahkan muncul seenak nya saja. orang seperti kalian ditunjuk menjadi perjurit elit, sungguh memalukan." Ucap sang pelatih Itu.
" Ada apa ini," tegur seorang pemuda.
" Siap kapten, Lapor mereka bertiga adalah calon perajurit baru yang ditunjuk sebagai prajurit Elit, kapten." lapor Nevando yang berpangat Letnan.
" Mereka bertiga?" Tunjuk pemuda itu.
"Nyet, kayak kenal suara itu?," Bisik Laras.
"Iya nyet, siapa yah? " imbuh Franda.
" Kayak suara nya Kak Taro." Jawab Hira.
"Kak Taro?. "Laras dan Franda saling pandang lalu beralih ke Hira dan secara bersama'an melihat ke arah pemuda itu.
" Kak Taro? " Ucap mereka bertiga saat meliahat pemuda itu yang tak lain adalah Taro putra bu Ujuki.
"Kalia'an?, jadi kalian yang anak baru itu? " tanya Taro.
" Mungkin iya?" jawab mereka bertiga.
__ADS_1
"Mungkin?, apa maksud kalian tanya Nevando.
" Sudah jelas kalian bertiga yang menjadi perajurit baru itu, masih saja menyangkal. Aku tanya sama kalian kemana saja kalian? " Tanya Taro.
" Apa perlu kita jawab? " tanya Hira.
" Ha?, Tidak usah. Sebagai hukuman kalian lari 100 kali." Perintah Taro sedikit gugub.
"Lari?, apa salah kita? " tanya Franda.
" Masih bertanya apa salah kalian!, Bentak Taro.
" Aisss, kemaren manis banget sekarang sepet baget." Grutu Laras.
"Tapi masih ganteng kan." Ledek Hira.
Hemmm." Jawab Laras dan Franda sambil cekikikan.
" Cepat!, kenapa malah bisik-bisik!" bentak Taro.
"Iya iya, kita lari. Kita lomaba, siapa yang kalah tidak boleh makan pisang pemberian Jero." tantang Laras sedikit mengabaiykan Taro dan Nevando.
"Satu...
"Aku duluan." Franda sedikit curang dengan lari terlebih dahulu sebelum Laras selesai menghitung di susul dengan Hira.
"Hey kalian curang, Awas yah aku tidak akan kalah meski kalian curang!. Pergi dulu kak Taro." Pamit Laras sedikit centil.
" Kapten, apa kapten mengenal mereka? " tanya Nevando.
"Tidak, jawab Taro datar lalu pergi.
💖💖💖💖💖
JANGA LUPA LIKE,KOMEN AND VOTE. RED BINTANG 5 NYA JUGA BOLEH.
RAMAIKAN JUGA KARYA AUTHOR YANG LAIN YANG JUDUL NYA.
1) RAHASIA SI CUPU
2) ARABELLA.
3) BUMI DAN LANGIT.
Atau tinggal kliek Profil Author dan jangak lupa tingalin jejek nya.
MAKASIH, SALAM LOVE DARI AUTHOR.
💖💖💖💖💖💖
__ADS_1