
Sebelum membaca jangan lupa like vote and red bintang lima ok..
Selamat membaca.
******
"Paman tolong bantu aku mengurus mereka, kepalaku rasanya mau pecah melihat mereka berantem terus," keluh Zydan, lalu pamit untuk pergi. "kalau gitu aku berangak dulu paman."
"Baik Tuan muda." jawab Joni.
"Hati-hati tuan muda, jawab Jono.
"Paman lepas paman!." pinta Hira.
"Jangan paman, nanti bantet bikin Zeno babak belur." cegah Zeno.
"Tiang sutet awas lo! paman lepas paman." pinta Hira lagi.
" Wek bantet bantet wekkk." ledek Zeno.
Dengan usaha yang keras Hira dan Zeno berhasil melepaskan diri dari Duo J, dan berlari masuk kedalam lift kembali menuju lantai tujuh, di mana Han lainya berlatih dens, Hira juga ikut masuk mengunakan lift untuk staf mengikuti Zeno.
duo J hanya bisa pasrah melihat tingakah mereka berdua. setelah keluar lift Zeno berlari masuk kedalam ruangan di mana Han dan lainya berlatih dence semua orang yang ada di dalam terkejut melihat orang asing dengan badan yang tinggi,tegap dan berwajah tampan masuk kedalam ruang latiahan mereka.
"Uss maaf saya tidak tau kalau ini ruang lati..?
" Brukkk!!
Pintu terbuak dengan keras dan sang pelaku adalah Hira, Zeno langsung berlari menjauh dari pintu.
"Tiang sutet berhenti kamu !" pangil Hira dengan lantang.
"Kalau bisa kejar aku, Bantet." ledek Zeno.
"Sutet! awas kamu!." Zeno dan Hira terus kejar-kejaran di ruangan tempat Han dan lainya latihan dence dan mengganggu mereka.
Hira dan Zeno tertawa lepas tak menghirawkan mereka yang ada di sana.
"Udah, udah Zen lelah kak," keluh Zeno.
"Sama aku juaga Lelah" keluh Hira balik.
Zeno yang bersandar di dinding merosot duduk di ikuti Hira yang merebahak tubuhnya di kaki Zeno yang panjang.
"Bagas ...?
"Zen aku haus, cari minum yuk." Hira menyela Han yang akan bertanya kepada nya.
Zeno yang faham akan situasi langsung mengiyakan. " yuk, kita pergi naik si hitam." ajak nya.
"Aku depan, kamu yang belakang," pinta Hira.
"Engga Kau yang dapan Kakak belakang, kalau kakak depan aku tidak bisa menikmati indahnya kota," protes Zeno.
__ADS_1
"Baik lah, yuk jalan." Zeno dan Hira pergi begitu saja, saat mereka berdu keluar melewati pintu, tak lama zeno kembali.
"Maaf sudah mengganggu, silahkan lanjutkan latihan kalian." ucap Zeno datar tanpa ekspresi, lalau pergi lagi tanpa menunggu mereka mejawab.
"Han, siapa dia, tinggi amat tuh badan, mana gagah dan wajahnya tampan lihat juga gaya nya coul banget, apa dia model baru di azensi kita? tanya Bora.
"Aku sendiri tidak tau, yang jelas aku iri dia bisa membuat Bagas tertawa lepas seperti itu, sedangkan kita tidak bisa lagi," jawab Han.
"Iya, mana dia mau pergi tidak melanjutkan kontarak kerja nya yang hanya tiga bulan." Keluh Rey.
"Sudahlah, ayok kita latihan lagi." pinta Han.
Mereka kembali melanjutak latihan nya kembali.
Hari ini semua berjalan denga lancar, Baik Zydan dengan klienya, Latihan dens Han dan lainya, bahakan dengan Hira dan Zeno yang menghabiskan waktunya untuk jalan-jalan berdua. Hira bisa bebas dari tugas karena hari ini Han dan para memeber tidak acara keluar gedung, Karena Menejer Ho sengaja tidak banyak mengambil Job untuk mereka agar mereka bisa fokus dengan Alabum mereka.
Di Drom para memeber.
Hari ini mereka pulang di kawal oleh duo J, karena Hira tak tau pergi kemana, tapi sebelum nya Hira sudah berpesan Kepad duo J untuk mengantarkan mereka pulang.
"Kemana Bagas sudah jam segini belum kembali ?" tanya kenzo.
"Mungkin dia sedang jalan sama pemuda tadi," jawab Rey.
"Iya Kamu benar Vin, mungkin di lagi jalan dengan pemuda itu, tapi ngomong-ngomong pemuda itu siapa? Tanya kenzo lagi.
"Palinga dia....?
"Heemm, jawab Hira datar.
Hira berlalu begitu saja, berjalan melewati mereka lalu masuk kedalam kamar, letak kamar nya tidak jauh dari ruang tenggah tempat biasa Han dan lainya kumpul, tak lama muncul kembali karena Zeno tak ikut masuk kedalam kamar nya.
"Zen." panggil Hira.
"Ha iya," Zeno langsung menyusul Hira masuk ke dalam kamar.
Di dalam Kamar Hira. "Kakak kenapa kakak mengajaku masuk ke dalam kamar mu?"
"Di sini sudah tidak ada kamar kosong, jadi kamu tidur sekamar dengan ku."
Sekamar dengan Kakak?, Zeno menoleh ke arah tempat tidur Hira." kakak tidak salah, lihat tempat tidur kakak kecil gini, terus aku tidur di mana?"
"Kami tidur di sini kakak tidur dia atas." Hira menujukan tangga rahasia yang berada di atap plafon yang ternyata ada kamar rahasia di dalam nya.
"Wiss, ada ruang rahasia nya, apa disana nyaman kak?
" Lumayan, kalau untuk ku tidak terlalu sempit tapi kalau untuk mu tidak. jadi, aku di atas kamu di bawah. Sekarang kamu madi kakak mau ke atas dulu."
"Baikalah, kalau zen sudah selesai nanati aku pangil."
"Hemm,"
Setelah beberap menit, dan Zeno sudah selesai mandi.
__ADS_1
"Kakak aku sudah selesai sekarang giliran kakak," panggil Zeno.
"Ya sebentar. Zen kakak laper ingin makan pisang rebus."
"Bukanya tadi abis makan, iya'in aja lah." gumam Zeno. " iya kak," jawan Zeno.
Zeno keluar kamar Hira dengan bertelanjang dada dan hanya mengunakan celana pendek, Rey sangat terpukau dengan otot dan Abs yang di miliki oleh Zeno, tidak cuma Rey yang lain juga ikut kagum dengan bentuk tubuh Zeno.
"Wis badanya, tipe ku banget."
"Reyy!!? semua menoleh kearah Rey mendengar Rey berkata demikian.
"Apa, bukan itu maksud ku, aku pengan punya tubuh berotot dan perut yang ada Abs nya kayak dia." jelas Rey.
"Oooo." semua langsung paham dan kembali melihat Zeno yang berjalan menuju dapur.
Meski sedikit binggung tapi Zeno bisa menemuka ke mana arah dapur, karena sebelum nya dia sempat melihat layar Peet milik Hira yang meperlihatkan rekaman Cctv di semua ruangan.
Zeno berjalan begiti saja tanpa menyapa ke enam pria yang sedang berada di ruang tenggah.
"Kemana dia?" Tanya Bora.
Semua mengeleng kan kepala sambil terus fokus melihat Zeno.
"Dia kedapur." Rey kenzo langsung berdiri dan berjalan menuju dapur untuk melihat apa yang akan Zeno lakukan di susul oleh Han, Gavin dan lainya, mereka mengintip dari balik dinding pembatas antara ruang tengah dan dapur.
Di dapur Zeno telihat sedang mencari sesuatu.
" Lemari atas biasanya piring, gelas, sendok, kalau bawah pastu tempat panci dan laiya, Guama Zeno.
Zeno terus mencari di mana letak pisang yang akan dia kukus. setelah menemukan semua apa yang dia cari Zeno segera keluar dari dapir.
"Eh dia kembali," ucap Kenzo.
Semua berlari untuk kebali ke tempat mereka semual.
*****
Terimakasih sudah membaca, tunggu kelanjutannya yah..
Jangan lupa mampir di karya autho yang lain
-Arabella.
\- Rahasia Si Cupu.
-Langait dan Bumi.
Terimakasih
__ADS_1