BODYGUARD SANG IDOLA

BODYGUARD SANG IDOLA
Kembali ke kampung.


__ADS_3

Sebelum membaca jangan lupa like vote and red bintang lima ok..


Follow juga Akun IG author


(Wong-biyen)


Selamat membaca.


******


Dua minggu kemudia, Han yang sedang duduk berdua dengan zeno di taman yang biasa Hira tempati, Han sudah tidak pernah mendengar kabar keberada'an Hira lagi, Bahakan Lee dan Franda juag tidak pernah terlihat lagi.


" Zen, kamu tau di mana Bagas.? tanya Han.


" Kakak bagas sudah pergi dari kota ini, " jawab Zeno.


" Kemana?


" Aku tidak bida kasih tau kamu," jawab Zeno.


"Zen, apa yang kita lakukan itu sangat fatal


sehingga dia pergi?." tannya Han.


" Kalau untuk kita tidak terlalu fatal, tapi tidak untuk Kakak ku" jawab Zeno.


Kesalahan yang di lakukan oleh Han dan lainya adalah mereka dengan sengaja mencari tau tentang siapa Hira, dan Hira mengetahui itu sehingga Hira kecewa degan mereka, Hira yang tidak suka orang lain mecari tau asal usul nya memutuskan untuk menjauhi Han dan lainya.


"Aku menyesal mencari tau siapa Bagas sebenar nya." jelas Han Sendu.


" Kamu tenang saja Kakak ku akan baik-baik saja." jelas Zeno.


"Zen Kamu tau, saat aku pergi ke kota X, aku bertemu dengan gadis bernama Za di taman kota, Aku zatuh cinta dengan pandangan pertama, cinta dengan mata indah Gadis Itu," jelas Han.


"Saat pertama kalia Bagas datang menemui kita, dan bilang kalau dia akan menjadi bodyguar, aku teringat Za saat melihat mata nya," jelas Han lagi.


" Maka dari itu aku dan yang lainya mencari tau siapa Bagas sebener nya, ditambah bagas yang hanya gadis desa bisa kenal dengan disainer dan foto grafer yang terkenal, dan akrab dengan presedir Zydan." jelas Han lagi.


"Aku tidak menyalahkan kamu, semua orang pasti akan melakukan hal yang sama apa bila di posisi mu." jawab Zeno. " sekarang yang bisa kamu lakukan adalah bersabar, dan berdoa semoga Kakak ku adalah jodoh mu, kalau kalian jodoh allah pasti akan menyatukan kalian." jelas Zeno menenangkan Han.

__ADS_1


" Zen, ternayata hati mu tidak sedatar wajah mu, dan cara biacara mu tidak semuda umur mu." puji Han.


" Biasa saja, aku seperti ini Karen ke dua orang tua ku," jelas Zeno.


" Iyah, orang tua sangat berpengaru dengan kepribadia anak nya." Jawab Han.


" Ya sudah aku masuk dulu, kamu istirahat lah, besok masih banyak pekerjaan." pamit dan pinta Zeno.


" Iya, duluan lah, aku nantu saja." jawab Han.


Saat Zeno pergi Rey dan Bora muncul dari balik pepohonan taman.


" Bagai mana dapat informasinya ?" tanya Rey.


" Tidak dapat apa-apa." jawab Han.


" Hufff susuah banget cari informasi tentang Bagas," keluh Bora.


" Ya sudah yuk kita masuk, besok kita cari cara lagi buat cari informasi tentang bagas." Ajak Han.


Dua minggu setelah Hira resmi berhenti manjadi bodyguar Han dan lainya, Hira memutus kan untuk pulang ke Kota X, bersama Frnda dan Laras. Hira tidak tinggal di rumah Bu Mee karena dia yakin Han mengetahui tentang rumah Bu Mee, jadi dia memutuskan untuk tinggal di Apartemen peninggalan Sang Ayah.


Di apartemen Hira.


" Iya nih, kita pergi kemana gitu ?" ajak Franda.


" Yuk kita berangakat sekarang." ajak Hira.


" Kemana?, tanya Laras.


" ke kampung bu Mee, pake motor," Jawab Hira.


" Ide bagus tuh, yuk berangkat sekarang." Jawab Franda antusias.


Hira, Laras dan Frnada memutuskan untuk pergi ke kampung wisata, kampung halaman Zeno. Hira mengunaka Si belang dan Laras dan Franda menggunakan motor baru milik mereka.


Mereka menepuh perjalanan kurang lebih liama jam, setelah menempuh perjalan yang melelahkan kan, Hira dan ke dua sahabatnya tiba di kampung Wisata. merek tiba pada sore hari, dimana banyak para pemuda kampung wisata yang sedang bermain sepak bola di lapangan dan para pemudi yang bermaim voli. Semua perhati mereka teralihkan saat Hira, Laras dan Franda melitas.


" Eh siapa mereka? tanya Salah satu pemuda.

__ADS_1


" tidak tau." jawab pemuda lain


" Mungkin pengunjung." jawab pemauda lain lagi.


Hira berhenti tepat dikerumuna para pemuda dan pemudi yang bergerombol menonti sepak bola.


" Permisi, mau numpanh tanya? " sapa Hira.


" Eh kalau bertanya sopan dikit dong! buka tu helem." pinta Yura dengan tegas.


" Eh, bunga pasir nyahut aja," jawab Hira dengan tegas.


" Bagas!, ngapain kamu balik lagi ke sini." tanya Yura ketus.


" Buakan urisan kamu." Jawab Hira ketus.


" Bawak sini kunci rumah ku." pinta Hira.


" Tidak sama aku," Jawab Yura ketus.


" Jangan bohong kamu, Zeno sendiri yang bilang kalau kunci rumah ada di kamu," pinta Hira dengan tegas.


" Engga akan aku kasih samu kamu." jawab Yura.


" Wah ini anak lama-lama ngelunjak," sahut Laras dengan tegas.


*****


Terimakasih sudah membaca, tunggu kelanjutannya yah..


Jangan lupa mampir di karya autho yang lain


-Arabella.


 


\- Rahasia si cupu.


 

__ADS_1


-Langait dan Bumi.


Terimakasih


__ADS_2