
Sebelum membaca jangan lupa like vote and red bintang lima ok..
Selamat membaca.
******
" kalau dia bukan cuma kangen sama aku bu, tapi kangen sama si belang atau si hitam." jawab Hira, masih berbicar dengan mulut penuh pisang rebus.
" Bener juga sih, dia kan pengen banget punya yang kayak si belang, sampai sekarang dia masih nabung buat beli motor kayak punya kak Hira." ucap bu mee.
" Rencananya ibu besok siang akan berangkat, kakak mau naik bis apa naik motor? ." tanya bu mee.
"Hira naik motor bu, biar di sana mau kemana-mana tidak perlu pinjam." jawab hira sambil terus mengunyah pisang rebus nya.
" ya sudah ibu beresin barang-barang dulu, kakak juga yah" pinta bu Mee.
" Iya bu nanati hira bereskan sendiri, oh iya bu apa semua barang- barang ku ada di kamar belakang ?" tanya hira
" Ada, semua brang-barang kakak yang ada di kamar kakak yang lama ada di sana, kecualai kotak hitam milik kakak, bapak simpan di tempat lain." jawab buk Mee, yang di maksut kotak hitam adalah sebuah senjata.
" Benarka buk, kalau kota hitam itu biarkan di simpan saja, kalau memang di sana lebih aman, aku belum membutuhkan nya." ucap Hira, yang masih terus memakan pisang rebusnya yang tak terasa sudah ludes.
"Kak, udah abis semua pisang nya ?" tanya bu Mee yang melihat piring tempat pisang rebus tadi sudah kosong.
" hehehe, iya bu, abis enak, kalau masih ada aku mau lagi buk ?" tanya Hira.
" masiha ada sebentar ibu ambilkan." buk Mee beranjak pergi untuk mengambil pisang rebus kembali ke dapur.
Ke esokan hari nya. Hira yang sudah siap dengan kuda besinya untuk pergi ke kampung Wisata, kampung di mana keluarag bu Mee dan pak Agus tingal. Membutuhkan sekitar Lima jam bila di tempuh mengunakan motor.
Setelah lima jam Hira berkendara dia sudah sampain di tampat tujuan yaitu kampung Wisata. Hira mulai memasuki kampung tersebut kampung tersebut,l. kampung Wisata terkenal dengan kampung yang memanfaatkan kekayaan alam untuk menarik wisatawa. Sebenarnya tidak banyak keindahan alam yang ada di kampung itu, tapi karena kerja keras para pemuda dan para warga, maka kampung itu menjadi terlihat menerik untuk di kunjungi, maka desa itu yerkenal denagan nama kampung wisata. Hal itu terjadi karena campur tangan dari Hira. Semua warga tau nama Hira, tapi mereka tidak tau wajah Hira. Seperti biasa, Hira menutupi identitasna, yang mereka tau Hira anak seorang pengusaha dari kota.
Saat memesuki kampung teesebut Hira berkedara dengan santai agar bisa menikmati pemandangan yang ia lewati. terdapat banyak perkebunan milik waraga yang terhampar luas denagn di tanami berbagai komoditi selerti, kebun buah dan sayura, juga kebun bungga denagan berbagai jenis.
Hira menghirup udara segar, alam yang terjaga membuat udara di perkampungan terasa segar dan menuejukan, berbeda denagn kota yang sanagt pengap, panas dan banyak polusi.
__ADS_1
"Huffff, Wah sampai juga." gumama nya, Hira berhenti di persimpangan jalan, sambil menoleh kekanan kekiri, mengamati sekitar kampung itu.
" Ternyata sudah banyak kemajuan, mereka benar-benar bekerja dengan keras." gumama nya lagi. Hira kembali melajukan si hitam menuju ruamah bu Mee. Ruamah sekaligus penginapan untuk pengunjung yang inggin bermalam di kampung itu. .
"Baju kuning, Hay ganteng." sapa Hira centil ke pada salah satu pemuda yang sedang nongkrong di pos ronda yang berjumlah tuju orang, dan Hira mengenali salah satu pemuda itu.
meresa di sapa, pemuda yang berbaju kuning menoleh ke arah Hira yang mengendari Si hitam, Hira yang mengunakan jaket hitam, dan helem hitam serta tas ransel. tidak cuma pemuda itu saja teman nya yang lain juga ikut menoleh.
"Kamu siapa? ko cuma nyapa dia saja ?" tanya pemuda yang berambut ikal, menujuk pemuda berbaju kunung.
Sedangkan pemuda itu hanya diam dam meandang Hira dari atas sampia bawah.
"Kakak !" ucap pemuda itu, sambil berlari medekat ke arah Hira.
"Hiy boy, makin tinggi aja kamu kayak tiang sutet." sapa Hira lagi ke pada pemuda itu.
"Hiy juga peri cantik, kakak juga sama tidak tinggi-tinggi, dari dulu masih saja bantet," jawab Pemuda itu
"Apa kamua tidak akan mengajak peri kecil mu ini pulang ?" tanya Hira,
"kakak, sejak kapan dia punya kaka?" tanya cowok berambut ikal.
" iya, sejak kapa yah," baju biru balik bertabya.
" bukanya dia anak tunggal?" jawab cowok berbaju keja kotak kotak.
" mungkin kita saja yang tidak tau. jawab pemuda yang hanya mengunakan celana panjang tidak memakai baju.
"iya."jawab cowok bertubuh tambun.
" Mungkin juga anak angkat bu Mee?" jawab cowok berbaju kotak-kotak.
" apa anak majikanya?" tanya cowok tambun itu.
" kalau anak majikanya , mana mungkin dia panggil kakak?" tanya cowok rambut ikal.
__ADS_1
"anak majikanya bu Mee kan nona Hira." Jawab cowok yang tidak memakali baju.
Itulah percakapan para pemuda yang tadi bersama dengan pemuda yang berbaju kuning.
Pemuda yang berbaju kuning tadi adalah Zeno puntra tunggal bu Mee yang sudah di anggap oleh Hira adiknya sendiri, bahkan nama zeno dia sendiri yang memberinya. dia beri nama berawalan Z katanya biar sama dengan nama nya dan nama kakak angkat nya Zydan yang kini masih ada di luarnegri.
setibanya di rumah zeno.
"Ayok masuka, ibu sama bapak apa ikut pulang juga?" zeno bertanya sembari membuka pintu rumah nya, ruamah yang tidak terlalu besar namun terlihat indah. karena terdapat banyak tanaman bungga yang tersuaun rapi diteras maupun di dinding bahkan ada juga yang di gantung.
tidak cuma rumah zeno, semua rumah yang ada di kampung itu memiliki tanaman bungga yang mereka susun sedemikian rupa agar menarik perhatian wisatawan.
"Ikutlah mereka masih ada di belakang, mereka naik kendaraan umum." jelas hira. Hira yang masih berdiri di depan ruamah sembari memperhatikan bungga-bunga yang ada di teras.
" Ayok masuk kak, tadi aku udah masak kesukaan kakak pisang rebus dan aku juga sudah pesan kan soto sama sate sebentar lagi diater ke rumah." jelas Zeno. jawab
"Ternyata kamu masih inggat semua kesukaan ku." jawab Hira, lalu Hira masuk ke dalam rumah, dan melepas helem yang sedari tadi belum dia lepas.
"iyalah, mana mungkun adek mu yang ganteng sejagat raya ini, bahkan kegantenganya sudah mengalah kan Han boyband yang lagi hits itu." ucap pemuda itu dengan PD nya.
" Iya lah, adex siapa dulu, kakak nya juga canti seantero dunia bahkan sampai keplanet mars, bahkan sampai ke jupiter, saturnus ,uranus, neptenu." ucap hira tak kalah PD dengan sak adik sambik di iringi ketawa kecil mereka.
" hahahaha, masak jadi pelajaran tatasurya sih, ada-ada saja kamu ka, tidak sekalian bulan, bintang, matahari, meteor." ucap zeno, masih di iringgi gelaka tawa mereka berdua.
*****
Terimakasih sudah membaca, tunggu kelanjutannya yah..
Jangan lupa mampir di karya autho yang lain
-Arabella.
\- Rahasia Si Cupu.
-Langait dan Bumi.
__ADS_1
Terimakasih