BODYGUARD SANG IDOLA

BODYGUARD SANG IDOLA
Hampir saja.


__ADS_3

Berlahan Hira membuka mata karen merasakan sesak di tubuh nya. Hira diam sejenak untuk mengumpulkan kembali kesadaran nya.


"Apa ini, seprti i punggung orang,"Hira membulatkan matanya saat meyadari kalau yang dia raba ada punggung seseorang.


"H Han,"Hira terdiam saat meyadari kalau yang sedang memeluknya adalah Han, dia tanbah dia syok saat menyadri kalau dirinya tidak memakai bajuz begitu juga dengan Han. Nafas Hira tak beratuaan menahan marah.


Inggin rasaya dia membunuh Han.


Han terbangun karna merasan nafas Hira di dada nya


"Hira, kamu sudah bangaun, bagai mana keadan mu, sudah baikan?," Jangan menjauh dari ku, kamu tidak memakai baju tetap lah seperti ini, nanti aku melihat nya."Han mencegah Hira yang inggin lepas dari dekapan nya.


"Apa maksud kamu! kamu menayakan keadaan ku setelah kamu... issss.. bren*gs*ek kamu Han, kenapa kamu lakukan ini pada ku?!, kenapa Han?!,"


Meski marah, tapi Hira masih saja diam dalam pelukan Han, karna Han masih menahan tubuahnya.


"Lakukan?, lakuakan apa?," tanya Han.


Jangan belaga bod*oh, apa yang sedang kamau lakukan sekarang!,"


"Ini?, oh iya Maaf aku terpaksa, aku tidak mau kamu kedinginan, semalam kamu demam badan kamu sangat panas, kamu terus memangil Ayah dan Zeno, terpakas aku melakuan ini."


" Apa kalau demam harus melakukan ini?."


"Hanya cara ini yang aku tau, dulu saat aku masih kecil kalau aku deman ayahku melaukan ini pada ku, dan itu sangat nyaman."


"Ayah mu, Han kamu sadar dengan apa yang kamu katakan?,"


"Sadar, memangnya kenpa?."


"Apa kamu melakukan hubungan intim dengan ayahmu!, bentak Hira.


"Hubung intim?, tidak, jangan bicara sebarangan kamu!," Han tekejut denga ucapan Hira.


"Han, kamu sadarkan apa yang sedang kamu kakukan pada ku?, dan semalam apa saja yang kamu lakukan pada ku!!," Hira semakin emosi.


" Hira tenang lah, apa yang kamu maksud dari tadi yang itu?, kalau iya jangan salah faham aku tidak apa-apa kan kamu, suerrrrr...!


"Lalu ini apa, kemana baju ku!, Hira mencoba lepas dari. pelukan Han.


"Jangan, nanti aku melihat nya."


"Iss, dasar aneh, apa bedanya dengan menempelkan pada tubuh mu ini," Hira mencoba melapas kan diri. "Lepas Han lepas dasar bre*ng*seka kamu!,"


"Diam Hira, kita masih di pantai, biar aku ambilkan baju untuk mu. Sebatar." Han mebawa tubuh Hira dalam posisi duduk, dan Hira masih Han dekap dalam pelukan nya.


"Maksud kamu apa sih, Han!,"


"Diam lah, pakelah jaket ku ini, "


Dengan sedikit susah payah Hira berhasi memaKai jaket milik Han.

__ADS_1


"Sudah kan?," sekarang turun dari pangkuan ku, kaki rasanya keram, dan mati ras" kelauh Han.


"Sekarang jelaskan,apa yang kamu lakukan pada ku semalam?,"


" Semalam kamu demam tinggi, di mobil mu tidak ada obat tidak ada selimut, kita juga jauh dari kota dan desa, kita jauh dari mana-mana, dan aku tidak tega melihat kamu sakit, dan... ?


"Intinya saja, jangan berbelit-belit!,"


"Intinya, kesucianmu masih terjaga, lihat kamu masih pakai celana dan aku juga."


Hira menoleh kearah bawah dan benar juga dirinya masih menggunakan celana panjang bengitu juga dengan Han.


"Jadi kamu... ?


"Tidak, aku bukan laki-laki seprti itu, dan aku tidak akan pernah melakuan hal itu pada mu, kecuali...? Han mengantungkan ucapan nya.


"Kecuali apa?,"


"Kecuali kamu sudah resmi menjadi milikku. Zahira, kamu taukan kalau aku mencintai mu sejak awal kita bertemu, aku pernah menceritakan hal ini padamu saat kamu masih menjadi Bagas."


Hira diam dan fokus ke Han.


"Zahira, Sampai sekarang peras'an itu masih ada, aku masih mencintaimu, dan aku inggin kamu mejadi milik ku. Hira maukah kamu menjadi kekasih ku?,


Hira mejadi salah tingkah medengar pernyataan itu.


"Kalau kamu butuh waktu akan aku beri waktu untuk mu untuk befiakir."


" Iya beriaku waktu," Hira yang masih gugup mencoba untuk menjawab pertanya Han. "Han kamu yakin kan kalau aku masih... ?"


"Sementara?!," masut kamu?,"


Han medekat kan wajah nya ke wajah Hira, Hira membelalakan mataya saat Han melakuan Hal itu.


"Zahira, apa kamu sedang mengoda ku?,"


"Mengoda mu?, tidak. aku tidak.. ?


"Lalu apa ini," Hira tak sadar kau jaket yang dia kenakan tidak tertutup dengan benar.


Menyadari hal itu Hira dengan cepat membenarkan jaket nya.


"Han, kamu...?"


Hira tekejut saat Han tiba-tiba menciunnya bibirnya bahakan lebih dari itu. Namu Han cepat menyadari perbuatannya dan lekas menggantikanya.


"Ahhh... bo*doh susah payah aku nenahan kenapa gagal." Han mengutuk dirinya sendiri.


"Begitu juga dengan Hira, Hira yang juga ikut terpengaruh dengan apa yang Han lakukan.


"Maaf, seharunya ciuman tadi kita lakuan saat malam pertama kita, aku memang bo*doh. Hira Tolang cegah aku saat aku melakuan hal kelawat batas pada mau, sebelum kita menikan."

__ADS_1


"Iya,"


" Jadi kamu mau menikah dengan ku, tidak mau pacaran maunya langsuang menikah," Han sangat antusias saat mendengar jawab Hira.


"Bu bukan itu maksudnya, Iya aku akan mehajar mu kalau kamu berbuat macam-macam pada ku!,"


"Oh itu, baiklah, ya sudah pakailah bajumu kita," Hira masih diam mematung.


"Hey kenapa diam, atau kamu mau...


"Tidak! jangan!, sudah keluar sana!," Usir Hira.


Di ruamah besar Hira, Rey yang sedang cemas dengan Han yang tidak ada kabar datang kerumah Hira untuk meminta, mencari Han.


" Lokasi Mereka ada di pinggir pantai yang jauh dari keramaian, dan tidak di temukan adanya hal yang mencurigakan." Taro melacak kebrada'an Han dan Hira melalui Sinyal ponsel Han yang masih aktif.


"Kita lihat lewat satelit." pinta Laras.


"Liat, mereka baik-baik saja," Jelas Taro saat menemuka Hira dan Han.


Han dan Hira telihat dari rekaman satelit sedang duduk berdua di pinggir pantai.


"Resek ni anak, di sini kawatir malah mereka asik pacaran, awas saja kalau kalian pulang, " Franda dan laras kesal di buatnya.


Tiga jam kemudian, Han dan Hira sudah tiba di rumah besar milik Hira.


"Aku langsung pulang, Rey pasti kawatir semalam aku tidak pulang."


"Baiklah, bawa saja mobilku, biar anak buahku yang mengabil nya."


"Baiak lah,"


Hira keluar dari dalam mobil,


"Hira, tunggu!," Han ikut keluar dari mobil. Hira aku.. ?"


"Jangan bergerk!, ikut kami kalau kalian inggin selamat!" puluhan anak buah Hira dengan senjata lengkap mengepung mereka bedua.


" Ada apa ini?!, kenapa kalian menagakap ku!, kalian masih waraskan!,"


"Ini perintah dari Ratu Laras dan Ratu Franda, cepat ikut saja jangan banyak bicar!," Mereka membawa keduanya masuk kedalam rumah.


"Za, anak buahmu kenapa? "


" Aku tidak tau, sepertinya ada yang aneh.


" Lihat ada mobil ku disana. berarti didalam ada Rey."


" Itu yang akum sud, ponsel ku mati sedari tadi"


"Ponsel?,.Astaga 106 pangilan tak terjawab, dari Rey, Laras dan Lee, abis kita Za."

__ADS_1


"Siapkan telingamu."


BERSAMBUNG.....


__ADS_2