
"Bagai mana dengan kabar Airon grup?," tanya Hira.
" Airon grup sedang di ambang kehancuran, dan sekarang tugas kak Zydan yang mengurus sisanya." Jawab Franda.
" Kehancuran Airon perusaha'an Airon beluam sebanding dengan banyak nyawa yang sudah melayang karena ulah nya." imbuh Laras.
" Aku juga berpikir seperti itu, tapi apa yang akan kita lakukan untuknya lagi?," tanya Hira.
" Kita harus cari cara," sahut Franda.
Di selah diskusi mereka ponsel Hira berdering, pangilan internasional menghubungi nomor ponsel nya. " siapa yang menghungi ku?," tanya Hira.
" Seprtinya dari negaramu." Jawab Laras.
" Angkat saja siapa tau penting." imbuh Franda.
Bergegas Hira menerima panggilan telfon." Halo!, siapa ini?,"
"Kak Hyun Eh bukan maksud gue kak Bagas, kak bisa bantu aku?," Suara seorang pria yang tak laian adalah Guntur.
" Guntur?,"
"Iya Kak ini gue, Kak, sekarang aku dan ibuku akan terbang menuju bandara internasional Cina, gue dan ibu kabur dari rumah kak Airon, apa kak bisa bantu gue?."
"Lo kabur dari rumah?, kenapa?," tanya Hira.
" Gue sama ibu tidak tahan dengan perbuatan Kak Airon yang jahat, meski tidak jahat sama kita, tapi gue tidak tega melihat ibu sedih melihat kelakuan anak sulungnya."
" Kenapa lo minta bantuan sama gue?, lokan tau kalau gue yang menghacurkan kakak lo?,"
" Gue tau, lo hanya banci sama kakak gue, dan lo tidak benci sama gue dan ibu," Jawab Guntur.
" Baikalah, akan gue jemput, anak buah gue yang akan jeput lo dan ibu lo di bandar, tapi gue tidak akan bawa lo kerumah yang gue tempati, lo akan dibawa kerumah gue yang lain,"
" Tidak masalah, yang penting gue bisa kabur dari kak Airon dan punya tempat tinggal."
"Baiklah, hubungi gue kalau sudah sampai, " mengakhiri pangilan telfon. " Apa kalian berfikir sama dengan ku?," tanya Hira pada kedua sahabatnya.
" Hehemmm!," jawab keduanya di ikuti senyum jahat di bibir kedua nya.
" Airon, kita lihat apa yang akan kamu lakukan dengan keadaanmu yang sekarang." gumam Hira sinis.
Beberapa jam kemudian, Guntur sudah di jemput dan di antar keruamah lain milik Hira.
__ADS_1
Setibanya di depan ruamah besar dan mewah yang Hira Maksut. " Apa anda tidak salah alamat?," tanya guntur pada orang yang menjeputnya.
" Silahkan masuk, Ratu menunggu di dalam." ucapnya.
" Ratu?, Maksut anda?."
" Silahkan masuk, jangan biarkan ratu menunggu terlalu lama." Lagi-lagi dia mengabaykan pertanya'an Guntur.
Talama beberpa pelayan datang menyabut kedatang guntur dan ibu nya, mengabil koper dan barang bawa'an lainya, dan mengantar ke tempat di mana Hira dan lainya berada.
" Kak Bagas," ucap Guntur saat melihat tiga wanita duduk di depannya dengan cara membelakanginya. ketiganya membalikkan bandan mereka. "Selamat datang di gubuk kami, " ucap ketiganya.
"Nak Za," ucap ibu Guntur.
" Iya ini aku, bagai mana kabat anda nyonya."
" Jangan seperti itu nak, sudah berulang kali jangan memangil ku nyonya."
" Baik lah kalau begitu, beristirahat kalain, dan angga ini ruamah sendiri." Hira bangkit dan pergi begutu saja di ikuti yang laianya.
"Guntur, apa semua akan baik-baik saja?,"
" Aku harap begutu bu," jawab guntur. Guntur melihat panggung Hira dan beberapa orangnya yang pergi meninggalkanke dua nya.
***
" hubungi Airon," pinta Hira.
" Benar, hubungi dia dan tanyakan kabar mereka pada Airon," imbuh Franda.
Laras menghubungi Airon, saat terhubung langsung laras berikan ponsel itu ke Hira. " Halo, siapa ini?," tanya Airon dari sebarang sana.
" Hay Airon, bagai mana kabar anda?,"
" Za?, ini benar kamu?, mau apa kamu menghubungi ku?!," bertanya sinis.
" Memangnya tidak boleh?, aku cuma mau tau kabar mu saja, emmm.. dan kabar guntur dan ibu anda juga sih sebenarnya, aku sedikit merindukan mereka."
" Guntur?, ibu?, kamu apakan mereka?!," tanya Airon dengan lantang.
" Maksud anda?,"
" Jangan pura-pura!, pasti kamu sudah menculik ibu dan adik ku!."
__ADS_1
"Menculik?, bukanya anda yang punya rencana menculik ibu dan pak Agus?," tanya Hira balik.
"A aku?, Tidak!, itu tidak benar, Za, kebalikan mereka pada ku, jangan bawa-bawa mereka, jangan sakitu mereka, mereka tidak tau apa-apa."
" Lalu bagain mana dengan adik ku dan para member itu?!," bentak Hira." apa mereka terlibat dengan semua ini?, bahkan aku dan kak Zydan juga tidaktau masalah apa yang pernah kita buat, sehingga anda memusuhi kita!," Hira bebicara dengan lantang dan meledak ledak.
" Me mereka?, itu cuma kesalahan,"
" Ya!, itu cuma kesalahan!, kesalahan yang disengaja!," sahut Hira sarkas. "Aku akan melakukan apa saja untuk membalas kematian mereka, nyawa di balas dengan nyawa." Jelas Hira sinis lalu mematikan sambungan telfonnya.
Halo!?, Za... Zaaaaa, Sialll!!!, Kemana Za menyembunyikan Ibu?, Guntur, yah guntur." Airon menghubungi ponsel guntur namun nomor yang dia hubungi berada di luar jangkawan, Airon tak bisa menghubunginya. Bahkan Airon sama sekali tidak bisa mencari tau kemana ibu dan adiknya berada. " kemana aku harus mencari mereka?," gumamnya.
Dua munggu kemudin.
"Permisi pak." beberpa karyawan datang menemui Airon.
" Ada apa?," tanya Airon.
Bukanya menjawab mereka malah diam mematung dan saling kode untuk siapa yang akan berbicara." Hayyy!!, cepat katakan!, jangan saling tunjuk!," bentak Airon.
" Kita mau mengudurkan diri," ucapa salaha satu dari mereka.
" Apa?!, Mengudurkan diri?!, setelah memdengar kabar tentang perusa'an ku yang hapir bangkrut kalian semua mau mengundurkan diri?, silahkan saja!, tapi jagan harap aku kana memberikan pesangon untuk kalian semua!, bentak Airon.
"Tidak masalah pak, yang penting kita bisa pergi dari anda dan bisa bekerja di Z&Z gruab," Ucap salah satu dari mereka.
Perusaha itu berjaji akab memberi kami gaji lebih tinggi dari anda," imbuh yang laian.
" Kami pamit pak," ucap mereka serempak.
"Zydaaannnn!!!!, awas kamu, akan aku balas perbuatanmu dan aku hancurkan kamu dan keluargamu bahkan keturunan mu!," Airon kebali mengamuk dan menghancurkan ruang kerja nya.
Hari demia hari perusa Airon semakin terpuruk, kesepakatan kerja yang sudah dia jalanan satu persatu mulai membatalkan kerjas sama mereka. Kehancuran Airon semakin jelas telihat di depan matanya.
Bahkan kehidupan Airon semakim hari semakin menyediakan. Hari-harinya hanya di habiskan untuk mabuk-mabukan. harta yang dia milik semakin hari semakin habis di sita olah perbankan, dan juga kabar tentang ibu dan adik nya juga tidak pernah dia dengar, hanya beberapa kali Hira mengirim vido tentang ibunya yang sedang bersama Guntur dalam keadaan baik-baik saja. semua itu di lakuka agar Airon masih punya semangat untuk hidup, dalam kata lain, Airon tetap hidup dalam keterpurukan dan kesedihanya.
Di sisi lain, hububgan Hira dan Han juga terlihat semakin dekat meski mereka belum resmi berpacaran. Dan kabar tentang pernikahan Laras dan Taro juga sudah tersebar luas.
Dan yang paling mengejukan adalah hubungan Franda dengan kekasih rahasianya yang belum terkuak bahkan Hira dan laras tidak mengetahui siapa pria itu.
Frnda sengaja menyembunyikan kekasih nya itu, bahkan jauh sebelum Zeno dan lainya meninggal, dia sudah menjalin hubungan dengan pria itu, dan yang paling mengejutkan mereka secara diam-diam sudah bertunangan dan tepat di malam pernikahan Laras dan Taro kelak, Franda akan meresmikan petunagannya itu.
" Kita koponih siapa pria yang apes mau tunangan sama kamu?," tanya Hira dan di respon anggukan oleh Laras.
__ADS_1
" Resek kalian berdua, kenapa Pria apes?, seharusnya pria beruntung bukan apes."
BERSAMBUNG.....