
Sebelum membaca jangan lupa like vote and red bintang lima ok..
Selamat membaca.
******
Tinggal dua hari lagi Hira melepas kontrak menjadi bodyguar Para artis boyband tersebut. Belum ada rencana sama sekali apa yang akan Hira lakukan. untuk mengisi waktu luang, bukan cuma luang bahka tidak ada sama sekali Hira mempunyai jaswal kesibukan, apalagi sekaranga tugas sudah di ambil alih oleh Zeno seluruhnya.
Kini Hira dan kedua sahabatnya sedang menghabiskan waktu di kafe.
"Nyet, rencana mu setelah ini apa?, apa mau kembali ke dunia yang selama ini kamu tinggalin? tanya Laras sambil menikmati segelas kopi late.
"Belun ada rencana sama sekali." jawab nya.
"gimana kalau kita ke kota X," usul Laras.
"Boleh juga, kita kemakam kedua orang tua ku, setelah itu kita ngapain di sana? tanya hira balik.
"Ke kampung ibu Mee," jawab Laras lagi.
"Lalat, ide kamu bagus kita kesana sekalian liburan, tapi, kita kesana paling lama satu bulan kita sudah bosen, tidak ada yang menantang di sana, yang ada nih anak monyet kepikiran paman." jawab Franda.
" Bener juga sih, terus keman?"
"Giama kalau kita ke tempat kakak Jendral." usul Franda.
" Ide bagus tuh," jawab Hira.
"Tapi, apa nanti kita tidak dimarah kakek, kitakan abis kabur dari sanan, kabur dari tugas pertama kita, entar alih-alih kita di sana latihan militer atau menjadi pasukan eliet mala di kirim ke perbatasan ?" tanya Laras sedikit kawatir.
"Kita pakai jurus pasang muka memelas kita, kitakan jago ekting, Giman, ide ku baguskan" usul Franda.
" Apa lagi kamu cucu kesayangan nya." imbuh Hira.
"Baiklah, kalau nanati kita dikirim ke perbatasan kita kabur aja lagi." jawab Laras.
"Ide bagus." Jawab Hira dan Franda
"Jadi kita sepakat, abis ini kita ke pergi ke pusat pelatihan pasukan militer milik kakek ? tanya Laras.
"Sepakat!! jawab mereka jawab franda dan Hira
"Ya sudah yuk kita pualang ,sudah malam lagia kita sudah hampir seharian kita di sini." ajak Hira.
"Kalau besok tidak ada jadwal pengawalan para artis mu itu, kita nge-mall yah," ajak Frnda.
" Ide bagus tuh, "Jawab Laras.
" terserah kalian, nolak juga percuma." Jawab Hira.
"O... monyet kamu emang teman yang terbaik." ucap Laras dengan genit
__ADS_1
"Ya sudah kita pukang." ajak Hira.
Saat di perjalanan, mereka bertiga sangat menikmati perjalana mereka menuju ke drom, meski sudah seharian bersama masih saja ada yang mejadi pembahasan mereka, dan membut mereka tertawa lepas.
Saat mereka melewati sebuah taman, Franda melihat tiga pemuda yang sedang di ganggu oleh lima preman.
" Nyet, coba kamu lihat, sepertinya itu tiga pemuda imut yang sering mita bantuan mu belajar dence saat di kota X." tunjuk Franda ke arah taman.
"Mana, iya bener itu mereka, sepertinya mereka sedang di gangu preman." imbuh Laras.
" Toni, Brian, Arkana. Panda, lekas samperin mereka,"
Franda lekas mengarahkan Mobil ke arah mereka.
"Heyyy, jangan ganggu dia." tegur Laras.
"Kak Za, tolong kak mereka merampas ponsel dan dompet kita!." pinta Brian
" Cowok apa'an lo, mintak bantuam sawa cewek! Ucap salah satu preman itu meremehkan Hira.
" Biarin, dari pada muka ganteng kita lecet." jawab brian.
"Menyingkir kalian" ucap Hira datar.
Brian, arkana dan Toni segera menyingkir dari sana dan berdiri di belakang Laras dan Franda.
"Kembalikan barang-barang mereka." pinta Hira datar.
"Kalin tidak perlu tau siapa aku, yang jelas kembalikan semua barang milik mereka sebelum kalian menyesal." ancam Hira.
"Tidak akan, kalau lo bisa ambil sendiri." jawab preman itu.
Tak lama datang tiga mobil yang menghapiri mereka dan keluarlah sekitar lima belas orang dari mobil itu yang semua berpakean preman.
" Kak, kenapa jadi banyak preman nya." bisik Toni ke pada Laras.
"Tenang saja, jangan takut." bisik laras.
"Tapi kak, mereka banyak banget." bisik Brian.
"Udah diem, kita liat saja apa yang akan terjadi.
"Kaka, aku takut," bisik Arkana.
"Aku bialang diem." bisik Franda dengan tegas.
"Malam bos, sepertinya bos sedang mengalami masalah, biar kita yang ngeberesin ini semua, bos silahkan lanjutkan perjalan nya." ucap salah satu orang itu.
"Aku sudah bilang, kembalikan barang-barang anak-anak itu. tapi kalin ngeyel dan sok jago, sekarang tanggung akibatnya." ucap Hira datar.
"Siapa kalian, kenapa kalian datang dan ikut campur urusan kami?" tanya salah satu preman itu yang nyakinya mulai menciut.
__ADS_1
" lo yang siapa? ,berani-braninya berbuat ulah di wilayah kami, apa lagi lo membuat masalah dengan bos kita!!" bentak anak buah Hira.
"Bos? siapa bos kalian?" tanya Salah satu preman itu.
"Dia," nujuk Hira. "gadis mugil ini adalah bos kita, dia adalah pemimpin gangster yang berna Elang hitam, Gangster yang berkuasa di kota ini." ucap anak buah Hira dengan tegas.
"Apa!!, tidak mungkin bos Gangster se-orang bocah perempuan." ucap salah satu preman itu, meremeh kan Hira.
"Kalian bereskan mereka dan abil barang-barang yang dia rampas dari anak-anak itu, setelah itu antar mereka sampai ke rumah mereka." printah Hira.
"Baik Bos. jawab mereka.
Brian, Arkana dan Toni terkejut mendengar mereka memangil Hira dengan sebutan Bos.
"Wihh hebat, kakak Za jadi Bos gengster." bisik Arkana ke pada kedua teman nya dengan bangga.
"Iya, gue sangat bangga bisa kenal sama ka Za." Jawab Toni tak kalah bangga.
"Kalian bertiga tunggu di sini, mereka yang akan mengabil barang-barang kalian dan sekalian mengantar kalain pulang," ucap Hira kepada ketiga pemuda itu.
"Baik kak, teriam kasih," ucap mereka bersama'an
"Ka Za, kita boleh foto bareng dengan Kak Laras engga, kita nge-fens dengan nya." Pinta Toni.
"Ton, lo mau foto pake apa?" tanya brian.
"pake pon.... ? oh iya ponsek kita belum kembali." ucap Toni denga lesu.
"Ya sudah kita selfi pake ponsel ku, nanati aku kirim lewat akun kalian" jawab Laras.
"Beneran kakak, sekalian Follow kita yah." Jawab Toni antusias.
"Iya, pasti." jawab Laras Lagi.
setelah selesai berfoto bersama, Hira dan ke dua sahabat nya segera melanjutakan perjalan mereka pulang ke drom.
*****
Terimakasih sudah membaca, tunggu kelanjutannya yah..
Jangan lupa mampir di karya autho yang lain
-Arabella.
\- Rahasia Si Cupu.
-Langait dan Bumi.
__ADS_1
Terimakasih