
Sebelum membaca jangan lupa like vote and red bintang lima ok..
Selamat membaca.
******
"Tidak!, aku tidak mau !" jawab nya tegas.
" Maaf, kamu tidak bisa menolak, aku sudah ajukan surat lamaran nya, dan kamu besok harus ikut aku ke kota J untuk bekerja menjadi bodyguard."
"Kamu!, sungguh menyebalkan." sahut Hira kesal
" Peri kecil, aku tidak mau kalau kamu terus-terusan tepuruk seperti ini. Buanglah awan hitam yang ada di hati mu, gantilah dengan cahaya yang cerah agar hidupmu indah." Jelas Aditia sedikit sendu.
"Awan hitam ?" mengulang ucapan Aditia. " Cih, bahkan aku sendiri tidak tau bagai mana
membuang awan hitam ini, kaw malah menyuruh ku !" sahut Hira kesal.
"Maka dari itu bekerjalah menjadi bodyguard, berlahan tapi pasti kamu akan mendapat cahaya itu." Jelas Aditia lagi.
Hira diam tak menjawab perkataan Aditia.
"Zahira bangkitlah, jalani hidupmu rebut kembali apa yang perna kamu miliki, Jangan biarkan hidup terpuruk seperti ini terus." ucap Aditia tegas dengan aura dingin yang tiba-tiaba saja datanag di cuaca yang terik.
Hira langsung menolahke arah Aditia
"Ka Tia," panggil Hira
Aditia ikut menoleh ke arah Hira.
"Apa aku bisa merebut nya kembali ?" tanya Hira dengan aura yang sama dengan Aditia.
"Bisa, Kamu bisa dengan mudah merebutnya kalai kaw mau, dengan meminta bantuan pada bungga-bunga mu." Ucap Aditia lagi, masih dengan aura dingin nya.
"Buangga?" Tanya hira lagi." Tidak !, aku tidak akan merepotkan nya, aku akan merebut denga cara ku sendiri !" sahut Hira tegas.
"Sayang mereka sudah bergerak, tinggal menunggu perintah dari sang Ratu."
"Tidak akan ada perintah dari sang ratu." jawab hira tegas lalu pergi meninggalkan Aditia.
Keesokan harinya, Bagas dan Aditia sudah bersiap untuk berangkat ke kota J.
" Sudah siapa berangkat peri kecil ku ?" tanya Aditia.
"Hemm." jawab nya.
"Hati-hati ya peri kecil jagon Zeno, jangan lupa sering-sering kabari adikmu yang tampan ini." Ucap Zeno.
__ADS_1
"Hemm."
"Aisss kumat mode es kutup nya." sahut zeno ketus
Hira dan Aditia pergi mengendari mobil milik Aditia menuju kota J.
Di perjalanan Hira hanya diam tak menghiraukan Aditia sama sekali, butuh waktu satu hari satu malam untuk tiba di kota J dengan melalui jalur darat dan laut.
Setibanya di kota J.
"Peri kecil, aku akan langsung mengatarkan mu ke gedung Z&Z, di sana kamu akan bekerja." ucap Aditia.
"Hemm." Hanya itu jawaban yang di beriakan oleh hira.
Sesampainya di gedunh Z&Z.
"Sudah sampai turunlah, aku sudah menggabari teman ku kalau kamu sudah samapai dan menunggu di lobi."
Hira turun tanpa berniat mengatakan sesuatau. karena Hira yakin dengan atau mengatakan apa pun Aditia pasti tau apa yang sedang dia pikirkan.
"Dasar gadis keras kepala," gumam nya.
Hira sudah berada di lobi gedung Z&Z dan menemui resepsionis.
"Saya mau bertemu dengan seorang menejer artis yang sedang membutuhkam bodyguard," Ucap Hira datar.
" Saya tidak tau, saya hanya di perintahkan untu datang ke gedung ini saja," Jawab hira."
"Baiklah akan saya cari tau." Ucap pegawai itu sambil mengambil gagang telfon untuk menghubungi seseorang.
"Halo, tuan apa tuan sedang menunggu seseorang yang akan menjadi bodyguard anda." tanya pegawai wanita itu kepada orang yang berada di ujung telfon.
"Benarkah, baik lah akan saya lakukan."
Hira tak mendengar apa yang di katakan oleh orang yang berbicara di ujung telfon.
"Baiklah Nona silah kan tunggu, sebentarlagi orang yang ada cari akan datang me jemput mu.
"Hemm, jawab hira.
"Gadis yang aneh, bicarnya sangat datar dan dinggin, tatapan matanya sangat menyeramkan." Bisik karyawam itu kepada teman kerjanya.
"Iya, aku juga sangat takut, bahkan tak mampu berbicara apa-apa." Jawab karyawan yang di ajak nya bicara.
Di dalam ruanga tempat dimana menejer dan para artis itu sedang berkupul bersama.
"Bodygard yang di rekomendasikan oleh teman ku sudah datang, dan aku sudah meminta karyawan di lobi untuk mengirim foto untuk megetahui seperti apa orangnya." Jelas menejer Ho kepada Han dan lainya.
__ADS_1
"Apa!!, kamu sendiri tidak tau seperti apa dia dan kamu main terima saja Ho ?" tanya Rey sedikit ngegas.
" Tidak usah ngegas kali Rey, kalem-kalem" sahu Erga.
"Kalem-kalem." Sahut Rey kesal.
"Ho, kenapa kamu menerimanya kalau kamu belum tau siapa dia ?" Erza ikit bertanya karena sama-sama penasarn seperti yang lainya.
"Begini, Aku punya teman, Dia seorang indigo, dan dia bisa membaca pikiran dan isi hati seseorang, dia bisa tau dia orang jujur atau tidak, jadi aku percaya saja dengannya." jelas Ho.
Tak lama sebuah pesan singkat masuk pada ponsel Ho.
"Nah ini dia fotonya." ucap Ho antusias.
Han, erza ,Rey dan lainya langsung mendekat ke arah Ho untuk melihat foto yang ada diponsel Ho.
"Apa !" terkejut." coba kamau lihat Ho, bahkana penampilanya seperti preman jalanan." Kenzo terkejuta setelah melihat foto yang dikirim oleh kariyawan lobi.
"Iya Ho, bahkan badanya kecil,munggil, tidak terlihat seperti bodyguard ?" Imbuh Bora.
" Benar itu Ho, badan dengan gitar yang iya bawa sama besarnya." Imbuh Gavin.
" iya juga sih, tapi kata sahabatku di layak untuk menjadi bodyguard." jelas Ho yang ikut ragu.
"Mana mukanya tidak kelihatan lagi" imbuh Han
Yang mereka lihat adalah foto Hira yang berada di lobi gedung Z&Z. Hira yang mengunakan Jaket yang sedikit kebesaran, membawa tas rensel serta gitar kasayanganya, mengunaka celana jeanes hitam serata sepati kets putih.
"Begini saja, kitakan hanya meliahat bentuk fisik nya saja, bagai mana kalau kita lihat kemapuanya bertaruang," Usul Erza.
"Ide bagus," sagut sahut Gavin.
"Ya sudah, aku akan meminta bantuan kepada Jono dan Joni untuk membawa nya secara paksa dia kemari, dan kita akan lihat seperti apa kemampuannya dalam bertaruang." Jojo dan jono adalah seorang bodyguard di gedung Z&Z, yang bertugas menjaga orang-orang penting pemilik gedung Z&Z.
*****
Terimakasih sudah membaca, tunggu kelanjutannya yah..
Jangan lupa mampir di karya autho yang lain
-Arabella.
\- Rahasia Si Cupu.
-Langait dan Bumi.
Terimakasih
__ADS_1