
Sebelum membaca jangan lupa like vote and red bintang lima ok..
Selamat membaca.
********
Kini Hira kembali fokus untuk membantu Han, baru saja Hira menekan kaki Han, suara teriaka keras terdengar.
"Aaaaaaa,woy sakiat !" kanvret kenapa menggigit tangan gue ." omel Rey arena tanganya digigit oleh Han.
Hira yang mendengar suara teriakan itu, mentap tajam ke arah Han.
"Bu bukan aku yang berteriak, tapi Rey." Han menujuk ke arah Rey yang sedang kesakitan karena tangan nya di gigit oleh nya.
" Gila lo, diam sih diam tapi jangan tangan orang lain yang lo gigit. omel Rey lagi.
" Kamu mau aku batu tidak, kalau tida..!"
"Mau! please jangan pergi." Han meyela ucapan Za. " aku akan nurut sama kamu, aku mohon bantu aku agar aku bisa menyelesaikan penampilan ku." pinta Han. "Ok aku siap, tapi aku minta kamu tetap menghadap kearah ku." pinta Han.
" Sudah selasai." ucap Za.
"Ha selasai!" Gavin dan lainya terkejut." kapan kamu ngelakuinnya (mengobati)." tanya Gavin heran, karena Han baru saja mengajukan permintaan tapi Za menjawab nya dengan kata selesai.
"Kalian banyak omong seperti ibu-ibu komplek." jawab nya ketus. " sudah bawa Han ke belakang dan biarkan dia beristirahat paling tida lima belas sampai dua puluh menit setelah itu boleh tampil lagi." pinta Za." tapi inggat jangan membuat kaki mu terkilir kembali kalau hal itu terjadi, selesai kari mu!" Za meperingati Han denga tegas
Han langsung di papah untuk beristirahat sejenak. Saat mereka sudah di bawah panggung menejer Ho berniat menucapkan terimasih, tapi sayang Za sudah tidak berada di sana.
"Za, di mana za? tanya menjer Ho " Boy apa kamu melihat Za?" tanya Ho kepada cruw yang berama boy.
"Za siapa menejer Ho?" Tanya Boy.
"Za,wanita yang membatu Han tadi, dia memakai masker, rambutnua panjang, dan mengunakan dres berwana abu-abu." jelas menejer Ho.
" Saat Han di bawa kemari kita sudah tidak melihat nya." jelas Boy.
"Kemana gadis itu." gumam Ho, " Eh Rey, gavin, kalian melihat Za?" Ho beralih bertanya ke mereka saata mereka melintas.
__ADS_1
"Tidak, aku tidak melihat nya, mungkin dia ikut masuk ke ruangan perawatan Han," jawab gavin.
*******
Kembali ke Za yang tiba-tiba berada di atas panggung dengan pengamanan yang superketat.
Hira yang sedang berjalam menuju bangku nya, tiba-tiba di kejutkan dengan suara teriaakan Han yang yang tergelincir, Han yang mengunakan mic otomatis teriakan nya sangat lah keras.
"Awww." teriak Han kesakitan.
Za yang melihat Han jatuh, langsung berlari ke arah tangga darurat yang tidak jau dari nya.
Hira dengaj mudah mendapat akses untik naik ke atas panggung karena medapat bantuan dari cruw yang bertugas, salah satunya Boy. Boy dan bebrapa orang tau siapa Hira dan menal wajah nya, karena mereka ceuw kepercayaan Hira.
" Nona Hira tunggu." panggil salah satu cruw yang mengenal nya yaitu Boy.
" Nona anda lupaemekai penutup wajah, pakai lah masker ini." ucap Boy lagi.
" Oh iya, terimakasih suda mengingat kan."
Hira langsung kembali bergegas menuju ke arah Han. Semua itu Za lakukan karena Hira masih bertanggung jawab dengan acara ini, karena acara ini adalah salah saju projek sang ayah dan diri nya, sebelum ayah nya meninggal dan perusaha'an berpindah tanggan.
"Mas Boy." panggil za ke cruw tersebut.
"Eh nona Zahira, bagai mana sudah beres?"
"Sudah mas,ini aku kembalikan, sekali lagi terimakasih sudah mengigatkan ku tadi, kalau tidak ada mas, entahlah apa yang akan terjadi."
"Tidak usah sungkan nona Hira namanya aja orang sedang panik, seharusnya kita yang berterimakasih karena nona masih perduli dengam acara ini, meski nona sudah tidak menjadi bagian dari acara ini lagi, Tapi nona masih mau membantu kami agar acara ini masih tetep berjalan lancar."
"Perlu kamu inggat semua ini adalah ide ku, jadi aku tidak mau karya ku hancur, jadi aku akan tetap menyelesaikan karya ku samapi akhir meski ini semua bukan tugas ku lagi.
"Baik lah nona, tentu saja aku masih inggat.
Jawab boy.
"Nona cepatlah pergi, menejer Ho sedang mencari mu," salah satu cruw lain datang memperingati nya.
__ADS_1
"Ya sudah aku pergi, bekerjalah dengan semangat jangan mudah menyerah." pinta Hira ke mereka.
" Terimakasih nona, nona masih perduli dengan kami." Jawab boy.
Tak lama setelah Za pergi, menejer Ho datang menghampiri Boy.
*******
Kini Hira sudah berada di danau hijau, dia pergi tanpa sepengetahuan Laras. Hira duduk di bangku yang biasa dia tempatu. Dia termenung menatap danau yang terlihat indah terkena pantulan sinar bulan.
" Ayah, sedang apa ayah sekarang?, apa ayah sedang bersama mama?." guama nya.
" Ayah pasti melihat ku kan disini?. ayah, Hira akan berusaha untuk kuat dalam menjalani hidup ini, Hira janji, Hira tidak akan mengeluh lagi, Hira akan tegar dan kuat seperti apa yang ayah inginkan, Peri kecil jagoan ayah ini akan mewujutkan impian ayah suatu saat nanati." Ucap Hira dalam kesendirian. Hira menatap langit yang bertabur bintang, dan sinar bulan yang terang menemani kesendirian nya.
Hira tersenyum kala teringat kebahagian nya bersama sang ayah. tanpa hira sadari air mata hira terjatuh dengan sendirinya.
" Ah, Hira kamu jangan menangis lagi, kamukan sudah janji untuk menjadi kuat dan tegar kenap kamu menangis lagi sih." ucap Hira pada dirinya sendiri, lalu mengusap air matanya, tapi sayang air mata Hira tak kunjung berhenti keluar.
"Ayolah Zahira Bagas Adipura jangan menangis ayolah berhenti menagis, ayo berhenti menangis ! ucap nya denga suara lamtang memerahir dirinya sendiri yang tak mampu meblngendalikan dirinya sendiri untuk tidak menangis.
Sampai akhirnya dia lelah dan membiarkan air mata itu terus berjatuhan. Hingga hampir dini hari, Hira tak kunjung beranjak dari tempat nya, sampai Hira di kejutkan dengan seseorang yang tiba-tiba menegur nya.
"Apa kamu akan di sini hingga fajar datang ?" tanya pemuda itu tiba-tiba. " pulanglah aku sudah lelah menemanimu di sini." ucap nya lagi.
"Siapa kamu, dan sejak kapan kamu ada di sini ?" tanya Hira yang sedikit terkejut.
*****
Terimakasih sudah membaca, tunggu kelanjutannya yah..
Jangan lupa mampir di karya autho yang lain
-Arabella.
\- Rahasia Si Cupu.
-Langait dan Bumi.
__ADS_1
Terimakasih