
Sebelum membaca jangan lupa like vote and red bintang lima ok..
Selamat membaca.
******
Malam hari di kota X, Han dan member lainya sedang berada di taman kota yang tidak jauh dari hotel tempat mereka menginap.
" Vin mau ngapain sih kita kesini, bukanya istirahat malah ngajakin kita kemari ?"tanya Rey sembari mendudukan bokongnya di salah satu bangku panjang yang ada di taman itu.
"Aku mau cari anak-anak jalanan yang biasa sama cewek aneh itu, kita bertiga kemaren sudah janji mau bantuin mereka ngamen, siapa tau cewek aneh itu ada sama mereka." ucap Gavin sembari celingukan mencari anak -anak itu.
" Iya kita sudah janji sama mereka,"imbuh Kenzo yang ikut celingukan mencari anak-anak itu.
Tak lama datang satu anak kecil berdiri di hadapan mereka.
"Kayian mau ngapain cali kita, apa ada macalah ?" tanya anak perempuan kecil itu penuh selidik.denagan sura cedal nya.
"Eh adik kecil, kamu ko sedirian kemana teman-teman mu ?" tanya Kenzo.
"Kita disini !" ucap salah satu anak laki-laki yang jauh lebih besar, berjalan dengan gaya has anak jalanan, anak itu melangkah mendekat ke arah anak perempuan kecil yang ada di hadapan mereka.
"Ko kalian cuma berdua ? " tanya Gavin.
"Siapa bilang, Lihat lah di sekitar kalian." ucap anak itu laki-laki itu. Gavian dan lainya menoleh ke sekitar mereka, dan muncullah anak-anak itu dari balik pepohonan dan bungga-bungga yang rimbun, yang jumlahnya sekitar dua puluh anak.
"Apa urusan kalian mencari kami?" tanya anak laki-laki itu lagi, sembari melipat kedua tanganya seperti menantang gavin dan lainya.
"kita mau menepati janji," ucap gavin.
"Janji?, janji apa;, kita tidak faham denga apa yang kalian maksut." ucap anak laki-laki itu lagi.
__ADS_1
"kalian lupa sama kita?" tanya kenzo..
"Maaf kica tidak keyal dan engga mau keyal dengan kayian." ucap anak kecil perempuan cedal itu,sinis.
"Ha, ko kalian jadi..?
"Scooopp !,kita belum celesai ngomong !" cegah anak perempuan itu denagan tegas.
"Apa lagi sih?, kalau kalian tidak kenal dan tidak mau kenal ya sudah kita balik saja ke hotel, gaya mereka persisi sama cewek aneh itu, pasti hasil didikan nya." ucap Bora ketus.
" Diam dulu kamu, biarkan mereka berbicara dulu." cegah Han.
" Ya sudah lanjutkan apa yang mau kalian kata kan lagi." ucap Erza lembut.
"Tapiiiiiiiii " Gavin dan lainya mendengarkan ucapan anak perempuan itu dengam serius.
"Tapii." gavin mengikuti ucapan anak perempuan itu.
"TAPI BOHONG !!!! ucap anak-anak itu serempak. di barengi hidup nya lampu di salah satu lokasi yang berjarak lima meter dari mereka yang tadinya sangat gelap. Lokasi itu sudah di beri pagar pembatas di sekeliling yanga lebar kurang lebih lima sampai tujuh meter dan dua buah sonsistem dan dua buah mic.
"Arahan, arahan apa?" tanya Rey binggung.
"Ya arahan?, kita sudah buat pengumuman kalau akan ada kejutan di taman, dan mereka akan datang, jadi kakak-kakak harus ikuti semua arahan kita kalau mau selamat." ucap anak itu dengan gaya cruw previsional.
"Aman engga," tanya Bora.
"Ec, jangan melagukan kemapuan kica bung." ucap anak perempuan cedal itu dengan gaya tengil.
"Baikalah, keselamatan kamia ada di tangan kalian malam ini, jadi jangan bikin kami memer-memer karena kena cubit mereka." ucap Han.
" Tenang saja, wajah kakak-kakak akan terlihat hanya di akhir penampilan saja." jelas anak laki-laki itu.
__ADS_1
" sekarang apa yang harus kami lakukan ?" tanya Han.
"pertama, kak gavin dan kak Bora nge-dence duluan, setelah itu kak kenzo dan ka Rey masuk dan ikut nge-dence lalu kak Han dan ka Erza juga ikut masuk, setelah selasai ngedec, kakak masuk ke tempat yang sudah kita siapkan ,dan jangan lupa pakai masker dan topi, setelah itu kalian nyanyi satu lagu saja,saat nyanyi kita sudah ngeset lampu menjadi redup jadi wajah kakak-kakak semua tidak terlalau jelas,setelah itu kakak buka topi dan masker kakak, kalau ada kekacawan tim kita sudah buat jalaur evakuasi." jelas Anak laki laki itu panjang lebar, seperti seorang cruw perevisional, Han dan lainya di buat tercengang di buat nya, mereka sudah memperhitungkan semua apa-apa yang akan mereka lakuakan.
"Yakin aman ?" tanya mereka serempak.
"YAKIN LAH !" uacap anak-anak itu serempak, yang sukses membuat mereka terkejut denga jawaban mereka yang tak kalah kompak dengan mereka.
Gavin dan lainya mulai tapil seseuwi dengan arahan anak-anak itu, semua berjalan dengan sesuwai rencana, selain penampilan mereka anak-anak itu juga ikut menujukan bakat mereka, baik bakat bernyayai, ngdece, dan bermain musik. Meski anak jalanan bakat mereka tidak bisa di ragukan, itu semua karen Hasil didikan dari Hira. Di akhir penapilan Gavin dan lainya membuka topi dan maskernya, di detik-detik awal hanya jerita-jeritan histeris dari para fens, tapi semua tidak berlangsung lama, para fens mulai berlarian ke arah mereka dengan menerobos pakar pembatas yang hanya terbuat dari tali. Tiba-tiba saja semua lampu taman padam, sehingga suasana menjadi gelap hanya ada sorot lampi dari layar ponsel mereka. tak lama lampu kembali menyala, mereka semua terkejut karena Han, gavin dan member lainya sudah tidak ada di tempat nya.
Gavin dan dan lainya di telah di evakuasi oleh anak-anak. mereka di bawa ke hotel di tempat mereka menginap.
" Wah, wah wah, kalian semua memeng hebat, dengam cekatan kalian bisa memebwa kita pergi dari sana. ucap Han sembari menepuk pundak anak laki-laki tadi.
" Ya jelas lah, siapa dulu kita gitu, Tim comel dari taman kota, sahut salah satu anak yang ikut mengevakuasi mereka.
"Kalian belajar dari mana sih ?, kalian bisa-bisanya bisa cekatan kayak gitu ?" tanya bora penuh kagum dengan anak-anak itu.
" Sipa lagi kalau bukan kak Za, kak Za yang sudah mengajari kita, dari ngedece, nyanyi, ngerep, bemain musik, derama, dan masih banyak lagi." ucap anak laki-laki itu lagi.
"WOW, keren, bisa ajari kalian semua itu." ucap Erza, " em, kalu boleh tau Za itu siapa sih ?" tanya Erza penasaran.
*****
Terimakasih sudah membaca, tunggu kelanjutannya yah..
Jangan lupa mampir di karya autho yang lain
-Arabella.
\- Rahasia Si Cupu.
__ADS_1
-Langait dan Bumi.
Terimakasih