BODYGUARD SANG IDOLA

BODYGUARD SANG IDOLA
PELUKAN


__ADS_3

Sebelum membaca jangan lupa like vote and red bintang lima ok..


Selamat membaca.


******


"Wid,kawa sudah kembaki?, apa saja yang kamu beli? tanya Hira.


"Peri cantik cuma nayak apa yang windi beli?, apa peri cantik tidak merindukan windi hemm?." tanya windi dengan centil.


" Engga. Jawab Hira


"APA,!!


"Enggasalah maksudnya, ah.. windi aku juga sangat merindukan mu tahu."Hira berdiri dan merentangkan tangan menyambut pelukan Windi.


"Aaaaa, Peri cantik." Hira dan windi berpelukan erat tak memperdulikan Han, Gavin dan Bora.


"Ehemm, maaf, Ini belanja'an nya kita letakan di mana ?" tannya Bora menyela Hira dan Windi. sedangkan Han dan Gavin masih diam mematung karena melihat Hira berpelukan dengan sang presedir.


"Oh kalian, maaf aku tidak memperhatikan, letakan saja di meja. terima kasih sudah membantu, aku jadi merepotkan kalian."


"Iya samama-sama, kita tidak mereasa repot." jawab Bora sambil meletakan kantong belanjaan yang mereka bawa.


"Karena hukuman kalian sudah selesai, kalian boleh pergi, bay bay Handsoem!!!." usir windi.


sedangkan Hira langsung memeriksa apa saja yang windi beli. "Win apa aja yang kaw beli, hemm pisang manteb nih, wah ada sate juga, ayam bakar, ayam krispi, es crem, susu pisang, mantetab nih, kamu memang yang terbaik win."


"Windi gitu, apa pun yang windin kerjakan selalu Perfect." jawab nya dengan bangga.


" Win, apa kita tidak ikut makan bersama?" tanya Bora.


" Gue aja belum tentu ikut makan apa lagi kalin, mimpi aja sana," sahut windi.


"Tenang aja kalin boleh ikut makan, ini terlalu banyak buat ku."


"Tumben bagi-bagi" sahut windi.


" Iyalah, kapan aku pelit, tapi entar kalau aku udah kenyak." imbuh Hira semabri tertawa kecil.


"Hafal Gue, ujung-ujung, kalau udah kenyang." menirukan ucapan Hira. "Badan boleh kecil tapi makan nya rakus banget, Heran, kemana tuh larinya makana, engga ada pengaruh nya sama sekalia, tetaplah badan kecil, mungil kayak kurang gizi, " Grutu windi.


"Tidak usah, kita pergi saja, kita masih ada jadwal latihan, kalau gitu kita pamit. " tolak Han denga ramah,


"Iya aku juga, " Imbuh Gavin.


"Yah cabut semua, aku juga pergi yah, Bayyy Bagas, Bayy mas windi, permisi pak zydan" pamit Bora.


"Mas windi, enak aja! yang bener kenapa mangil nya !." protes Wingki.


Han dan lainya keluar dari ruang kerja milik Zydan.


" Ya sudah kamu makan saja dulu, kakak masih ada pekerjaan,"


"Kak zydan tidak ikut makan ? tanya Hira.


"Tidak, kakak masih kenyang, kamu makan saja dengan windi."

__ADS_1


Zydan beranjak menuju meja kerjanya untuk memeriksa berkas laporan yang dia berikan karyawan nya, sedangkan Hira dan Windi asik menikmati makan sembari sendenda guraw.


Han dan lainya sudah kembali berkumpul untuk latihan. Setelah merasa cukub berlatih, mereka beristirahat sejenak sebelum kembali ke drom.


"Kira-kira Bagas itu siapa nya pak Zydan yah ?" tanya Rey mengawali pembicara'an mereka.


"Mana ku tau, kita saja tadi bertanya dengan windi tidak di jawab nya. " sahut Gavin.


"Terus, saat kalian masuk keruangan pak Zydan, Bagas lagi ngapain sama pak Zydan?" Tanya Kenzo.


"Lagi pelukan." Jawab Bora.


"Ha pelukan!!!" Sahut Rey dan Kenzo.


"Engga usah teriak !" protes Han.


"Ah maaf Han reflek, Eh serius vin mereka pelukan ?" Tanya Kenzo memastikan.


"Bener, mereka terlihat deket, dengan windi juga, mereka terlihat akrab,"


" Aku jadi penasaran dengan Bagas, gimana kalaw kita selidiki asal usul bagas, kitakan tidak tau siapa Bagas sebener nya, kan,"


"Ide bagus tuh, memang kamu punya kenalan seorang ahli di bidang itu, tanya Han ke Bora.


"Aku punya, Aku akan hubungi dia untuk meminta bantuan nya. jawab Erza.


"Bagus, segera hubungi dia. " pinta Han.


******


Sore hari nya, Hira belum keluar dari ruangan Zydan. Hira tertidur karena kekenyangan, Hira terbangaun dan melihat sekeliling tidak ada satupun orang di ruangan tersebut.


Hira berjalan keluar dari ruwangan kantor Zydan dan bertanya kepada staf yang berada di luar ruangan tersebut.


"Mau tanyak, peresedir kemana? tanya Hira.


"Pak peresedir lagi miting kalau windi lagi keluar tidak taukeman." jawab nya.


"Oh, ok makasih, kalau mereka kembali bilang aku pulang ke drom." jelas Hira.


"Baik lah, nanti aku sampai kan. Emm Bagas." pangil staf tersebut.


" hemm apa?."


"Emm,, kalau boleh tau, kamu punya hubungan apa dengan Pak presedir?


"Bukan urusan mu! " jawab hira dengan tegas.


"Ah maaf, kan aku cuma pengen tau, kamu bukan kekesih nya kan ?.


"Aku bilang bukan urusan mu!." jawab hira lagi dengan tegas.


"Ah baik lah, maaf."


Hira pun pergi meninggalkan staf itu.


"Dasar cewek aneh, datar banget tuh muka, kayak pak peresedir, apa jangan-jangan Bagas adik presedir, tapi mereka tidak mirib." gumam nya.

__ADS_1


"Eh lo, jangan rumpi deh jadi orang, mau di pecat." Sahut windi mengejutkan Staf tersebut.


"Astaga, Windi, kaw mengejutkan ku, oh iya tadi bagas mencari mu dan pak presedir, dia bilang mau pamit, dia mau pulang ke drom." Jelas Staf tersebut.


"Pulang ?,oh ok kalau gitu, Hey inget, jangan rumpi, kalau rumpi gue pecat lo!" ancam Windi lagi dengan centil.


"iya janji, tidak akan aku ulangi," jawab nya.


*******


Ke esokan harinya, Pagi ini Hira tidak terlihat seperti biasanya.


"Pagi semua, lagi bikin sarapan Apa Vin ?." Semua terkejut mendengar Hira menyapa mereka dengan ceria, karena selama ini Hira tak pernah menyapa mereka.


"Belum, belum ada." Jawab Gavin sedikit ragu.


"Ya udah, jagan masak sekalian, nanti ada Go-food datang tolong abilkan yah, aku mau mandi dulu." pinta nya.


setelah itu, Hira Kembali ke kamar nya lagi, sedangkan Han dan lainnya hanya bisa diam mematung melihat Hira yang menurutnya aneh, terlihat ceria tak seperti biasanya dingin dan terkesan cuek dan pendiam.


"Apa kalian memikirkan apa yang aku fikirkan ?," tanya Han kepada ke lima member lain nya, dan hanya mendapat anggukan dari mereka. tak lama terdengar ketukan pintu depan. Gavin dan Rey segera membuka pintu tersebut.


" Pagi mas, apa benar ini alamat atas nama Peri Cantik ?" Tanya orang tersebut yang ternyata jasa pengantar makana yang Hira makasud.


"Peri Cantik?" mereka mengulang nama yang dia maksud.


"Oh iya, benar ini alamat nya, kalau boleh tau ini semua dari siapa yah ? tanya Rey.


"Maaf saya tidak tau, saya hanya bertugas mengantar makan ini. " jawab nya


"Oh ya sudah, terimakasih."


Setelah kurir itu pergi Gavin dan Rey kembali ke dalam bergabung bersama yang lainnya.


" Siapa yang datang Rey ?" tanya Kenzo.


"Go-food, Dari siapa yah, dia mencari nama peri Cantik, masak iya bagas pesen makana dengan nama itu ?" Tanya Gavin ke pada yang lain nya.


"Peri Cantik !" Jawab Han, kenzo, Bora dan Erza bersama'an.


"Iya, dia mencari nama Peri Cantik." Imbuh Rey.


"Persedir yang kirim semua makana itu, aku yang minta." jawab Hira, yang baru saja keluaran dari kamar nya. "Karena sarapan sudah datang silakan di nikmati." imbuh nya lagi.


"Presedir!! jawab mereka kompak.


"Tau kalian itu selalu kompak, tapi jangan bikin aku iri." Ledek Hira


*****


Terimakasih sudah membaca, tunggu kelanjutannya yah..


Jangan lupa mampir di karya author yang lain


-Arabella.


\- Rahasia Si Cupu.

__ADS_1


-Langait dan Bumi.


Terimakasih


__ADS_2