
Setelah ke jadian itu, zahra lebih banyak diam, ia tak mengerti dengan prasaan nya, kenapa zahra bisa sesayang dan senyaman itu pada agung. Tapi apa boleh buat, sekarang agung menjaga jarak dengan nya, kemungkinan kecil zahra bisa dekat seperti dulu dengan agung.
"zah kenapa kok kamu ngelamun terus?" tanya sang ibu.
zahra berusaha memberikan senyuman pada sang ibu" zahra gak kenapa-napa kok mii" jawab zahra, padahal hati saat ini sedang sedikit kecewa akan kelakuan agung padanya.
"bener gak ada apa-apa nak?, ummi rasa kamu lagi nyembunyiin sesuatu deh"ucap sah ibu,ia tidak yakin jika putri bungsunya itu baik-baik saja.
**
(zahra pov)
Namun humaira azzahra, aku adalah salah satu anak dari pimpinan pondok pesantren, aku merupan anak perempuan satu-satunya dari 4 bersaudara, dan aku yang paling bungsu.
Karna aku anak perempuan satu-satunya aku selalu di ratukan oleh kakak-kakak ku.
aku sangat di sayangi oleh mereka, di antara mereka hanya akulah yang belum menikah, tak jarang kakak-kakak ku selalu menanyakan, apakah aku sudah memiliki pilihan,yang akan menjadi pasangan hidup ku, tak jarang pula mereka ingin menjodohkan ku dengan pilihanya masing-masing, dan tentu saja menurut mereka itulah yang terbaik, memiliki 3 orang kakak, tentu saja mereka punya persi masing-masing, tentu saja tidak ada satupun yang aku tanggapi, hal itu membuat kakak-kakak ku jengkel tentunya.
"zah, umur kamu itu udah makin tua, masa kamu betah sendiri mulu zah, emang kamu cari kritea, laki-laki seperti apa sih?" tanya kaka tertuaku prustasi, sebenarnya memang benar yang kaka ku katakan, umurku sekarang sudah menginjak umur 25 tahun, jarak usia ku dengan kakak-kakak ku tidak lah terlalu jauh.
__ADS_1
"iyah zah, setiap kami tanya tentang pernikahan pasti kamu jawabnya, belum ada yang cocok kak" ucap kakakku yang ke 3.
Aku tak menjawab semua pertanyaan kakak-kakak ku itu, biarkan saja mereka merasa kesal dengan sikap ku,lagi pula nikah kan bukan sebuah perlombaan, kenapa aku harus cepat-cepat nikah?
lagi pula saat ini aku sedang menunggu seseorang, yang selama 5 tahun ini, aku sangat mengaguminya. Dia memiliki wajah yang tampan dan rupawan, pasti banyak wanita di sana yang sama seperti ku mengagumi pria tersebut, dia adalah "agung pryoga" nama yang indah bukan? Seindah wajahnya.
Jika ku terus membayangkan nya membuat aku terus tersenyum sendiri, namun sayang belakang ini, ntah kenapa agung menjaga jarak padanya, ia seperinya ingin menjauhi ku,ketika aku tanya mengapa dia menjauhi, ia hanya menjawab, ia menghargai guru yang laiin. Tapi aku rasa bukan hanya itu, ada hal lain yang membuat agung menjauhi ku, apa dia sudah memiliki seorang kekasih? Tapi jika dia memiliki kekasih di sekolah pun sudah ada berita agung memiliki kekasih, tapi untuk saat ini aku tak medengarnya.
**
Hari ini sekolah libur, aku mengahabiskan waktu di asrama putri, rasanya senang sekali jika sudah bersama mereka, jadi teringat waktu aku di pondok dulu. Lagi asyik-asyik bersenda gurau,ada seorang santri putri memanggilku.
"teh zahra, kata pengersa akang di suruh pulang dulu" katanya,
aku pun sampai di rumah,ketika aku mau mengucapkan salam, ternyata di dalam ada tamu,awalnya aku mau memilih lewat pintu belakang, namun abiku sudah melihatku, akupun di panggil abiku
"zah, ayok masuk na" ucap abiku sambil tersenyum
"assalamu'alaikum abi" sapa ku, ketika masuk kedalam rumah, semua orang yang ada di ruang tamu serempak menjawab.
__ADS_1
"duduk nak," ucap abi kembali, jika abi sudah memberi perintah tidak ada satu orang pun yang bisa menolak. Akhirnya aku duduk di samping ummi ku. Tanpa basa basi abi kerkata.
"nak ini teman abi beserta anaknya, mereka datang ke sini punya tujuan tertentu,yaitu ingin meminang mu" ucap abiku,perkataan abi membuatku sangat terkejut, meminang? Apa aku tidak salah dengar.
"me-meminang bi?" ucap ku glagap, abi menganggukan kepala, lalu laki-laki muda, yang tak ku tau nama nya itu bersuara.
"itupun jika teteh mau menerima saya, jika teteh tidak mau tidak apa teh, saya memakluminya" ucap pria tersebut dengan sopan, perkataan nya membuat ku sedikit lega, jikapun aku menolak ia tidak akan sakit hati kan?
Dengan cepat akupun menjawab "sebelum nya saya berterimakasih pada aa beserta kelurga, sudah mau singgah di rumah saya, namun saya minta maaf, saya tidak bisa menerima lamaran ini," ucapku pada keluarga pria tersebut, dia berkunjung ke rumah ku bersama ke 2 orang tuanya.
lalu abi pun angkat bicara.
"terimakasih pak ali bu arum,dan nak zaki, kalian sudah datang ke rumah kami, kami sangat menghargai tujuan kalian semua, namun saya tidak bisa memaksa anak saya," ucap abi, ia menghela nafas panjang.
"iya kang tidak apa, yang pentingkan saya sudah usaha saya sudah mencobanya, berhasil atau tidak nya,itu semua kehendak allah," ucap pria tersebut, yang kini ku ketahui nama nya, yaitu zaki, beliau memang tampan,sopan,dan ramah, tapi tetap saja di hati ini masih tertulis nama agung. Setelah sekian lamanya mengobrol. Zaki dan keluarganya pun pamit pulang.
" zah ini bukan kali pertama kamu menolak niat baik para lelaki, kenapa kamu selalu menolak nya? Apakah kamu sudah memiliki pilihan?" tanya abiku, mungkin ia merasa bingung dengan anaknya ini.
"maafkan zahra bi, zahra belum bisa buka hati zahra untuk orang lain" ucap ku lirih, memang benar yang di katakan abi, semenjak kepulanganku ke indonesia, banyak pria yang datang dan ingin meminang ku, termasuk para kerabat kakak-kakak ku,
__ADS_1
ayah pun tersenyum padaku,senyuman yang selalu ku rindukan di setiap detiknya " abi ngerti zah,tapi apa yang kaka mu katakan itu ada benarnya, umur kamu sudah tidak muda lagi, abi dan ummi mu juga sudah tua, jadi sudah saat nya kamu berumah tangga zah" ucap abiku
Bagaimana mungkin aku menikah dengan orang yang tak mencintaiku, jika hanya aku saja yang mencintai nya, apakah rumah tangga nya akan bahagia? Dan apakah dia bersedia menikah dengan ku.?