
"ada apa van?" tanya adit heran
"ternyata benar dit dugaan saya,kamila dalang di balik semua ini" vano menggenggam hp ziah dengan erat, adit mengerenyitkan dahinya.
"kenapa kamu begitu yakin van?"
"inii buktinya dit" vano menyodorkan hp ziah ke arah adit.
"ini nomor kamila dit, dia pernah menghubungi saya dengan nomor ini dit" vano tak bisa menahan emosinya. Wajah vano memerah karna menahan amarah
"ini gak bisa di biarin dit, dia harus mendekam di penjara, karna di telah berani membuat ziah celaka" dengan nafas memburu vano berujar.
"van kamu tenang dulu,kita serahkan aja semuanya sama polisi, kamu jangan main hakim sendiri, biarkan polisi yang bertindak van" adit berusaha menangkan vano.
"lebih baik kita serahkan saja, bukti-bukti chat ini sama polisi,jika memang benar orang yang chat ziah dan menabrak ziah adalah orang yang sama, polisi akan lebih mudah menemukan nya" ucap adit kembali.
Vano dan adit pun masuk ke dalam ruangan. Untuk menyerahkan bukti lain nya.
" maaf pak, ada yang bisa kami bantu?" tanya salah seorang polisi pada adit dan vano, mereka pun mengangguk.
"kalo begitu mari ikut saya ke ruangan" polisi pun mengajak kedua nya masuk keruangan.
"pak saya mau melaporkan bukti-bukti orang yang tlah memabrak saudari ziah,ini ada bukti lain nya, sebelum ziah di tabrak lari. Ada seseorang yang mengechat ziah dengan alasan ingin bertemu ziah di sebrang sekolah, saya rasa ini ada kaitan nya dengan orang yang menabrak ziah" ucap vano panjang lebar pada polisi tersebut.
"saya terima laporan bapak, kalo memang benar orang itu sama, ini akan memudahkan pencarian....." belu selesai polisi tersebut menjelaskan, vano lagi-lagi angkat suara.
"saya tau orang yang menabrak saudari ziah pak" tanpa basa basi vano berujar.
Adit menyikut lengan vano, dan berbisik" van kita gak bisa sembarang menyalahkan begitu saja, bagaimana kalau pelaku nya buka mila?"
"aku yakin dia pelakunya dit" vano menekan. kan suaranya.
Setelah urusan di polisi selesai, adit dan vano kembali lagi ke rumah sakit, untuk melihat ke adaan ziah. Namun setelah pulang dari kantor polisi vano lebih sering diam termenung.
"van ayok turun udah sampe" ajak adit pada vano namun vano tak menjawab.
"vaannn..." adit menepuk bahu vano, vano pun terjingkat kaget
"ya allah dit, kaget saya kok berhenti dit?"
"ini udah sampai van,dari tadi aku panggil-panggil kamu,kamu nya nggak ngejawab, kamu kenapa van?" adit menatap vano. Vano menghela nafas kasar dan menyugar rambutnya yang hitam legam.
"dit, bagaimana kalo sampe ziah tau pelaku nya adalah kamila, apakah dia akan menjauhi saya? Atau bahkan membenci saya?" dengan prustasi vano bertanya.
"van kamu tenang aja, aku tau siapa ziah, dia bukan orang yang pendendam, kamu udah berusaha melindungi ziah, namun kita tidak bisa memungkiri takdir" adit menepuk pundak vano.
"bagaimana dengan orang tua dan kaka nya?" jujur saja dalam hati vano, vano tak ingin kehilangan ziah, ia sungguh sangat menyayangi ziah.
"kita berdoa saja, semoga semuanya baik-baik saja" adit tak bisa memastikan kalo kakak nya ziah akan bersikap baik-baik saja, karna ia tau, kakaknya ziah sangat menyayangi ziah. Ziah selalu di ratukan oleh kakanya.
"mila harus tertangkap dit, mila harus menerima semua perbuatan nya" lirih vano..
__ADS_1
"pasti van, mila pasti tertangkap, yasudah ayo kita ke kamar rawat inap ziah" ajak vano kembali.
"saya takut dengan ayah dan kakanya ziah dit" tak menamfik, bahwa saat ini hati vano di selimuti dengan rasa takut, takut kehilangan ziah,takut keluarga ziah tak memberi restu padanya, bahkan yang paling ia takut kan, ziah akan membencinya.
"kamu kan laki-laki van, kamu harus berusaha meyakin keluarga ziah, bahwa kamu akan dan sudah berusaha untuk melindunginya, kalo hanya untuk menemui ayah dan kakaknya ziah aja kamu takut, kamu akan di anggap lelaki tak bernyali, bahkan seperti seoramg pec*nd*ng, lagi pula keluarga ziah pun tak akan menyalahkan mu van, sekali pun mila pelaku nya" adit mencoba menenangkan vano
"iya dit seharus nya aku bisa menerima semua sekuensinya, aku harus memperjuangkan cinta ziah dit, bantu aku" dengan semangat 45, vano berkata.
"yaudah ayok, kalo kita ngobrol terus gak nyampe-nyampe,sekalian bawa tuh yang tadi kamu beli" vano hanya menganggukan kepalanya, dan membawa buah tangan yang ia beli tadi di jalan.
Sesampainya di ambang pintu menuju kamar ziah, terdengar kakak ziah marah-marah. Karna melihat adik kesayangan nya terbaring lemah.
"dek, kamu beneran gak tau siapa yang nabrak kamu? Lagian kamu kenapa sih keluar segala, kan biasa nya juga jajan di kantin sekolah" cecar sang kakak pada adik perempuan nya itu.
" udah atuh a, jangan di omelin terus adeknya, baru juga siuman" rerai sang bunda. Kakak ziah pun hanya menggaruk-garuk kepala yang tak gatal itu.
"i-iya bun maaf" sang bunda hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
Melihat kehangatan keluarga ziah membuat vano merasa gagal dalam menjaga ziah.
"mereka itu keluarga yang bahagia ya dit" ucap vano tiba-tiba.
"ziah memang selalu di ratukan oleh orang tua dan kakanya, kakak vano gak akan di membiarkan adik kesayangan nya itu terluka van" ujar adit
"dit kaya nya kita biarin aja keluarga menghabiskan waktu bersama, bukan kah jarang sekali mereka menghabiskan waktu bersama, karna kakaknya sibuk bekerja di luar kota?" ucap vano, adit pun menyetujui ucapan vano.
"bener juga, terus itu makanan mau di gimana in van?" adit melirik ke arah kantong plastik yang di genggam vano.
"dek nih, nongkrongnya sambil nyemil" vano menyodorkan kantong plastik tersebut.
"waaahh makasih kak," dengan semuringah pemuda tersebut mengambilnya, vano hanya menganggukan kepalanya.
****
Hari yang di tunggu-tunggu pun akhirnya tiba,polisi menghubungi vano, bahwa pelaku telah di temukan, dan hari ini polisi akan mendatangi rumah nya.
" selamat pagi pak, saya sudah menemukan pelaku tabrak lari yang di alami oleh bu ziah" ujar polisi di sebrang sana.
"terimakasih atas informasinya pak, apakah saya boleh ikut untuk mendatangi rumah pelaku?" tanya vano.
"dengan senang hati pak, silahkan" ucap polisi tersebut.
Polisi tersebut pun mensherlock, rumah pelaku, alangkah terkejut nya vano, ternyata benar dugaan vano, dalang di balik semua ini adalah mila.
Vano pun segera menghubungi adit
"diit, benar dugaan ku, kamila adalah dalang di balik semua ini" tanpa basi basi vano berujar.
"kenapa kamu bisa begitu yakin van?"
"karna polisi telah menghubungi saya, dan hari ini mereka akan mendatangi rumah mila" dengan penuh emosi vano berkata.
__ADS_1
"yasudah kalo begitu saya ikut" pinta adit
"nanti aku sherlock ya"
Vano pun mematikan sambungan telpon nya, ia sudah tidak sabar ingin segera menemui kamila. Dan melihat kamila di seret ke penjara.
Uwiiiiwwwww... Wiiiwww.. Uwiiiwwww, suara sirine polisi pun berbunyi dengan secara bersahutan.
"pah, ada ini kok di luar banyak polisi?" tanya ibu kamila panikk.
"nggak tau mah papah juga" sang suami pun tak kalah paniknya..
"miillll... Milaaaa" pang sang ibu.
" apa sih mah? Berisik amat aku lagi nyenyak tidur juga, mau apa?" dengan mata masih terpejam dan rambut acak-acakan kamila membuka pintu.
" itu di luar kok banyak polisi? Apa kamu berulah" kamila melebarkan matanya.
"apa mah? Polisi? Aduh bagaimana ini mah,kenapa polisi datang kesini mah?" kamila panik, ia tak ingin mendekam di dalam penjara.
"milaa kamu berbuat kesalahan apa lagi? Papah udah cape ya belain kamu terus, lebih baik kamu temui polisi-polisi itu, selesaikan urusan mu" bentak sang ayah, ayah kamila sudah sangat lelah mengahadapi putrinya itu.
" pah kita kan punya banyak uang pah," dengan santai kamila berujar, sedangkan polisi di luar terus menggedor-gedor pintu rumah kamila.
" uang... Uang... Uang terus, apa semua nya bisa di beli dejgan uang milaa? Sekarang kamu ikut papah, kamu harus menemui polisi itu" ayah kamila menyeret kamila ke depan rumah.. Sang ayah tahu polisi datang kerumah nya untuk menemui putri nya yang tak lain adalah kamila.
Ayah kamila pun membuka pintu rumah nya, dengan di ikuti oleh istri dan anak nnya.
"selamat pagi, apakah benar ini rumah saudari kamila?" tanya salah seorang polisi pada ayah kamila.
"betul, saya ayahnya" dengan gemetar ayah kamila menjawab.
"anak bapak kami tangkap dengan kasus tabrak lari,pak tolong bawa dia ke mobil" parintah polisi tersbut pada rekan nya.
Kamila pun berontak, ia tak ingin masuk penjara.
"paaahhhh... Maaaahh tolong akuu, huhhuhu" kamila terus saja menjerit dan menangis histeris.
Melihat putri semata wayang nya di bawa ke kantor polisi orang tua kamila hanya bisa menangis, terlebih ibunya.
"pah tolong bebas kamila, hikkksss... Hiksss" ibu kamila memohon pada suaminya, agar anak nya tidak di penjara.
" ini semua gara-gara mamah yang terlalu memanjakan kamila, mamah selalu menuruti apa pun kemauan kamila, kali ini papah gak bisa menolong kamila mah, ia harus bertanggung jawab atas kesalahan, terlebih sekarang ia berbuat nekat mah, ia hampir saja membuat nyawa orang melayang mah!" bentak ayah kamila pada istrinya.
Ibu kamila pun hanya bisa menangis pasrah melihat anaknya di bawa paksa oleh para polisi.
Sedangkan vano merasa lega, karna kamila tertangkap dengan mudah oleh para polisi.
" selamat menikmati hidup di gerguji besi kamila" gumam vano..
"cintailah kekasih mu pertengahan,bencilah musuh mu pertengahan. Apa sebabnya? Agar kita tak kecewa,karna orang yang kau cintai habis-habisan mungkin jadi penghianat cinta, orang yang benci pada kita habis-habisan, bisa jadi menjadi pendukung setia"
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen ya man temann semua makasih..😍🤗