Bukan Perpisahan Yang Ku Tangisi Tetapi Pertemuan Yang Ku Sesali

Bukan Perpisahan Yang Ku Tangisi Tetapi Pertemuan Yang Ku Sesali
6. Menjalin hubungan


__ADS_3

"kebanyakan manusia jatuh, bukan karna di jatuhkan,tapi karna menjatuhkan dirinya sendiri"


"dan kebanyakan manusia hancur bukan karna di tipu,tapi karna menipu diri sendiri"


"mau aa jemput gak? Nanti kita berangkat bareng ke sekolahnya" tanya agung pada kekasih baru nya itu, agung merasa bahagia, karna pengorbanan nya tidak sia-sia, ziah akhirnya bisa menerima agung.


"nggak usah a, ziah gak mau kalo orang-orang tau, kita menjalin hubungan, cukup kita saja dan sahabat kita yang tau a" ucap ziah, ziah memang tak ingin hubungan nya di ketahui banyak orang , itulah prinsip ziah


Kebahagian pun kini sedang di rasakan oleh 2 insan yang sedang di mabuk cinta. Namun ziah tak ingin hubungan nya ketahui banyak orang, cukup orang-orang tertentu saja yang mengetahuinya,


Ziah tak mau jika hubungan nya itu sampai di publikasi kan, karna ziah fikir, berpacaran belum tentu ke pelamin kan? Ziah hanya ingin orang-orang mengetahuinya jika ia akan menyebar undangan, jika mereka di takdirkan tuk bersama.


"kenapa kamu gak hubungan kita di publikasikan teh" tanys agung tiba-tiba


"nggak kenapa-napa a, ntar juga kalo udah waktunya, orang lain juga pasti tau tentang hubungan kita, biarkan mereka tau dengan cara mereka masing-masing tanpa harus kita mengumbarnya" jawab ziah santai.


"bukan karna kamu malu teh?" tanya agung, sejujurnya agung tidak setuju jika hubungan nya harus di tutup-tutupi.


"malu? Kenapa harus malu? Ziah gak malu punya kekasih seperti aa, yang ada ziah beruntung, kalaupun hubungan kita di publikasikan itu untuk apa a? " tanya ziah, agung berfikir ucapan ziah ada benar nya, hubungan mereka, tidak akan menguntungkan ataupun merugikan orang lain.


"iya iyaa.. Aa ngerti, tapi kamu gak malu ataupun minder kan punya pacar kaya a?" tanya lagi agung.


"ya allah nggak a," ucap ziah agak sedikit jengkel.


**


Setibanya di sekolah, ziah dan agung berprilaku biasa saja, hal itu yang di minta ziah,agung manut-manut saja dengan printah kekasihnya itu.. Mungkin memang ini yang terbaik untuk hubungan mereka.


sedangkan di sisi lain, ada 2 pasangan yang di jahili habis-habisan oleh rekan-rekan guru.


" ciieee. Cieee yang udah unboxing, gimna nih lancar gak" ledek salah seorang guru pada adit dan rinayah.


"sekarang udah gak penasaran lagi sama yang di sebut-sebut surga duniaaa" ucap pak anwar salah seorang guru. Hal itu membuat semua yang ada di ruangan guru tertawa,mereka merasa puas karna telah menjahili rekan nya itu.


"udah pak kasihan sama yang belum nikah" ledek adit, sembari melirik sahabatnya itu,adit tak mau menanggung malu sendiri, agung lah yang menjadi sasaran adit.

__ADS_1


"apaan sih dit" jawab agung jeles


"ngerasa yaa pak agung, kok langsung jutek gituh" kali ini bu rini yang meledek agung, agung merasa tidak nyaman karna ledekan-ledekan merekaa.


agung glapanan" ng-nggak kok bu,biasa aja" jawab agung gagap.


Jam sekolah pun sudah usai, semua guru siap-siap untuk pulang. Namun di saat semua guru sudah keluar,tinggal lah agung dan ziah,tiba-tiba agung mendekati ziah,


"teh kita makan siang di luar yuk, kan tadi teteh gak ke kantin pasti sekarang laper" ajak agung pada ziah. Ziah hanya menoleh tanpa memberi jawaban,


agung sudah bisa menebak jika ziah males, karna ziah takut ada salah satu guru atau murid melihat kedekatan mereka, ziah sungguh belum siap.


"perginya juga sma teh rinayah dan adit kok, sekarang mereka nunggu di depan" agung kembali bicara.


"iya" jawab ziah singkat.


"jadi gimana initeh mau nggak?" tanya agung


"iya sebentar pak" jawab ziah, memang di sekolah ziah menyebut agung dengan sebutan pak, namun di luar beda lagi.


Ziah hanya menganggukan kepala.


Agung pun pergi ke luar,untuk menemui sahabatnya itu.


"gimana gung ziah mau?" tanya adit


"tentu saja,karna ada kalian " jawab agung lemas, sebenarnya agung hanya ingin pergi berdua saja sama ziah, tapi sudah pasti ziah akan menolak.


"ya udah atuh gak usah lemes gitu, namanya juga usaha, nanti juga ziah mau kok jalan berdua aja, saya sudah hafal sama prinsip ziah, kalo dia maunya gitu ya gitu." ucap rinayah, yang hafal betul sama tabiat sahabatnya itu.


"iya" jawab agung, agung akan terus berjuang mempertahankan ziah, agung juga faham kenapa hubungan mereka tak ingin banyak orang yang tau , ziah takut jika agung hanya bermain-main saja pada ziah, ziah jengah dengan nyirnyiran orang-orang tentang ziah yang selalu kandas dalam menjalani hubungan. Ziah merasa lelah, oleh karna itu ziah ingin merahasiakan dulu semua ini.


**


Mereka ber 4 sudah tiba di tempat tujuan mereka, mereka makan di sebuah lesehan, yang pemandangan nya cukup memanjakan mata,mereka saling bertukar cerita,agung sibuk bercerita dengan adit, begitupun sebalik nya,

__ADS_1


" teh zi, apa teh ziah gak kasian sama pak agung?" tanya rinayah, rinayah tau bahwa sahabat suami nya itu, tak ingin mejalani hubungan seperti ini, bukan tanpa alasan, agung takut ada laki-laki lain yang coba mendekati ziah,


" kasian sih teh, tapi ziah pengen orang-orang tau nya pas kita mau nikah aja gitu, jikalau kita berjodoh dan..." jawab ziah menjede perkataannya.


"dan apa teh? " tanya rinayah


" dan ziah belum siap harus menerima nyirnyiran orang-orang pada ziah yang selalu kandas di tengah jalan, apalagi kalo di kampung teh, kita baru ada rencana mau nikah aja, langsung satu kampung rame ziah mau nikah, ehh tau-tau si cowok nya selingkuh,ziah takut teh hal itu terjadi kembali" jawab ziah panjang lebar, ziah pun merasa tidak enak hati pada agung, tentang sikap nya itu. Tapi dalam hati ziah, ziah sudah mulai menyangi agung.


"insyaa allah, pak agung tidak seperti masa lalu teteh" jawab rinayah meyakin kan ziah, sembari menggenggam tangan sahabatnya itu.


Karna sibuk dengan obrolan mereka, tak terasa makanan pun sudah siap santap,


"silahkan pak, buk, selamat menikmati" ucap pelayan dengan ramah


"terimakasih" ucap mereka serempak.


mereka pun menikmati makanan yang di sajikan oleh pelayan.


**


Sepulang dari makan siang tadi, ziah jadi teringat akan kata-kata sahabatnya itu, ziah tidak boleh egois, ziah tidak bisa mementingkan dirinya sendiri, ziah pun harus memikirkan prasaan agung,


Ziah pun memberanikan diri untuk mengirim pesan pada agung.


[a, maafin ziah yah, ziah terlalu egois,] pesan ziah pada agung,


[nggak papa ko teh, saya juga ngerti,teteh takut kan kalo masa lalu teteh itu terulang kembali?,] balas agung, agung akan selalu mengerti dengan prasaan ziah saat ini, karna saat ini agung tak terlalu memikirkan hal itu, yang terpenting adalah saat ini ziah sudah miliknya, dan ziah sudah mulai menyayangi nya.


[makasih pak sudah sabar menghadapi saya] ucap ziah, ziah merasa terharu, karna agung benar-benar menyayangi nya.


[demi orang yang saya sayang, apapun akan saya lakukan] gombalan agung pun sudah mulai ia keluarkan.


Membaca pesan dari agung, membuat ziah senyum-senyum sendiri, ia terus menggenggam HP nya, dan terus ia peluk benda pipih itu,


" ya allah terimakasih kau telah memberikan laki-laki sebaik beliau,2 tahun ini aku sudah hampir ingin menutup hati untuk siapapun,dan engakau datangkan laki-laki sebaik beliau" gumam ziah.

__ADS_1


__ADS_2