Bukan Perpisahan Yang Ku Tangisi Tetapi Pertemuan Yang Ku Sesali

Bukan Perpisahan Yang Ku Tangisi Tetapi Pertemuan Yang Ku Sesali
13. ke jujuran zahra


__ADS_3

Setelah kejadian pada hari itu, untuk kesekian kalinya zahra menolak lamaran orang, sang ayah terus saja bertanya,pada sang putri.


"zah, apakah pria yang kamu sukai itu sudah siap datang ke rumah?, abi tidak enak hati zah selalu menolak, tanpa ada jawaban yang pasti" tanya ayah zahra pada anaknya,sang ayah tak ingin mengecewakan banyak orang.


"be-belum bi,mungkin nanti kalau sudah waktunya ia akan datang ke sini bi" ucap zahra, ia bingung harus menjawab apa,bagai mana mungkin agung datang kesini, dan melamar zahra, hal itu sungguh tidak mungkin .


"apakah abi mengenali laki-laki itu?" tanya ayahnya kembali. Zahra bingung harus menjawab apa, apakah ia harus berbicara pada ayahnya itu, bahwa laki-laki itu adalah agung?


"ayah mengenali, tapi ini bukan waktu yang tepat untuk dia datang ke rumah ini" jawab zahra ber alibi. Ntah sampai kapan zahra mengharapkan laki-laki tersebut.


"ya sudah kalau begitu, jika ada waktu bawalah pria tersebut ke hadapan ayah,ummi dan kakak-kakak mu, jika memang dia menginginkan mu, dia pasti akan datang" tiba-tiba saja ayah zahra berucap demikian, tentu saja hal tersebut membuat zahra tertegun. Zahra hanya mampu menganggukan kepalanya.


"Ya allah aku harus bagai mana? Apakah aku jujur pada abi siapa laki-laki itu" gumam zahra lirih, di kamarnya zahra terus saja berfikir, akan permintaan ayahnya itu, cepat atau lambat ayah nya akan trus menanyakan nya, bisa saja jika zahra tak kunjung membawa agung ke hadapan sang ayah, zahra akan menikah dengan laki-laki lain, tentu saja hal itu tak di inginkan oleh zahra.


**


3 bulan tlah berlalu sang ayah masih, menunggu pria pilihan putrinya itu,


"zah sudah 3 bulan, pria pilihan mu itu tak kunjung datang kesini zah, apa dia serius padamu?" tanya sang ayah. Zahra hanya bisa menundukan kepalanya, bagaimana mungkin zahra tau tentang prasaan agung pada zahra.


" dia pasti akan datang bi" zahra menjawab. Lalu ia kembali bersuara.


"abi, apakah abi akan memberikan restu pada kami, jika kami menikah? tapiii... " zahra menggantung ucapan nya.


"tapi apa zah?" tanya sang ayah heran.


zahra pun melanjutkan ucapan nya " tapi zahra tidak tau apakah pria tersebut mencintai zahra atau tidak, tapi zahra sangat mengagumi nya dan berharap ia bisa menjadi imam zahra, apa abi bisa bantu zahra" tanya zahra dengan srius.


"apakah laki-laki itu agung zah?" tanya sang ayah dan menatap zahra, hal tersebut membuat zahra terkejut, bagaimana mungkin sang ayah tau,jika laki-laki itu agung.


zahra menjawab dengan gugup dan sedikit agak takut." ba-bagaimana mungkin abi tau, jika laki-laki itu agung bi?" tanya zahra. Sang ayah tersenyum


"bagai mana abi tidak menyadarinya zah,dari semenjak kamu pulang, kamu sudah keliatan bahwa kamu menyukai agung, apalagi saat tiba-tiba agung datang ke rumah, dan kamu bilang abi yang suruh, padahal itu akal-akalan kamu kan zah?" tanya sang ayah sambil terkekeh, tentu saja hal itu membuat zahra malu dan salah tingkah.

__ADS_1


"maafkan zahra bi,zahra sangat mencintai a agung bi, bantu zahra bi" ucap zahra memohon pada sang ayah.


"abi tidak berjanji zah, abi takut jika agung sudah memiliki pilihan" ucap sang ayah merasa tidak yakin dengan keinginan sang anak.


"zahra yakin kalo a agung belum memiliki kekasih bi," ucap zahra meyakin kan.


"ya sudah, besok suruh agung datang kesini" ucap sang ayah, tentu saja hal tersebut membuat zahra sangat amat bahagia.


**


Keesok paginya zahra pun bersiap pergi ke sekolah, namun berbeda dengan hari-hari sebelumnya, ia merasa lebih bahagia, karna ia dapat kembali berbicara pada agung,meskipun agung tidak akan terlalu mesrespon, tapi jika itu perintah sang guru, akan segera agung laksanakan.


sesampainya di sekolah, zahra menunggu agung di ruang guru,


"bu ziah apa pak agung belum sampai sekolah?" tanya zahra,tentu saja hal tersebut membuat zahra sedikit sakit.


"belum bu" jawab ziah ramah. Zahra hanya menjawab oh.


ziah merasa jika zahra memiliki rasa pada agung, ziah dapat melihatnya dari wajah zahra yang selalu terlihat senang ketika menyebut nama agung.


"bicara soal apa ya bu?" tanya agung basa basi.


"soal abi saya" ucap zahra, tentu saja agung langsung menanggapi ucapan zahra, karna menyangkut nama sang guru.


" abi menyuruh bapak datang ke rumah, kalo bisa nanti ba'da ashar pa agung datang kerumah" ucap zahra, dalam hati agung trus bertanya-tanya, ada apa gerangan, kenapa gurunya memanggilnya,apa karna beliau menjauhi zahra, dan zahra mengadu pada sang ayah, atau ada hal lain?


" baik bu, nanti sore saya kesana" ucap agung menyetujui, tentu saja hal itu membuat zahra bahagia.


**


Sore pun tiba agung bersiap untuk pergi ke rumah sang guru. Tak lupa ia pamit pada sang ibu.


"bu agung pamit ke rumah akang dulu,tadi akang nyuruh agung untuk kesana" ucap agung pada halimah sang ibu.

__ADS_1


"ada apa guru kamu nyuruh kesana? Apa kamu membuat kesalahan?" tanya sang ibu merasa khawatir.


"tidak bu, agung juga tidak tau, mungkin ada hal penting yang ingin akang sampaikan" ucap agung.


"ya sudah kalo begitu kamu hati-hati di jalan, salam untuk keluarganya ya gung" ucap sang ibu, agung menganggukan kepala, lalu ia pergi dari halaman rumahnya.


Sesampainya di rumah sang guru,agung selalu di sambut hangat oleh keluarganya,


"assalamu'alaikum" ucap agung dari luar


"waalaikumsalam, eh gung silahkan masuk" ucap ibu zahra. Agung pun menuruti perintah istri sang guru ia pun masuk.


"silahkan duduk, ummi panggil dulu akang nya ya" ucap ibu zahra, lagi-lagi agung menganggukan kepalanya.


Tak berselang lama sang guru datang menemuinya, agung pun berdiri dari duduknya, ia menyalami sang guru denga ta'dim.


" sehat gung?" ucap sang guru


"alhamdulillah sehat kang" jawab agung menundukan kepala.


" kamu pasti heran kan kenapa akang nyuruh kamu datang ke rumah?" ucap sang guru terkekeh.


lalu ia melanjutkan pembicaraan nya " bukan tanpa alasan akang menyuruhmu datang ke sini, ada hal yang ingin akang tanyakan padamu gung" ucap sang guru. Agung hanya menundukan kepala, ia tidak bertanya,ia merasa sungkan jika banyak bertanya pada gurunya itu.


"apakah kamu sudah memiliki kekasih gung?" tanya sang guru serius, tentu saja hal tersebut membuat agung terkejut, harus jawab apa dia?


"kamu tahu kan gung, akang ini sudah semakin tua, anak-anak akang semua sibuk di bidang nya masing-masing, kalo suatu saat nanti akang tidak ada, akang tidak tahu, siapa yang akan melanjutkan pondok ini, harapan akang hanya zahra,tapi tidak mungkin zahra bisa menghandel semuanya, apa kamu siap jika akang nikah kan kamu deng zahra?" sang guru kembali berucap hal tersebut membuaat aku terkejut.. Ntah harus menjawab apa agung. Ia tidak ingin mengecewakan siapapun, termasuk gurunya yang sangaaat ia cintai.


" akang tidak akan pernah memaksa gung, jika kamu tidak bersedia, akang terima semuanya, namun yang harus kamu tahu, zahra mengagumi mu selama 5 tahun ini, bahkan sampai detik ini, sudah banyak yang ingin meminang zahra, namun zahra menolaknya gung, ia berharap orang yang selalu ia sebut di setiap doa dan di sepertiga malam itu, kelak bisa menjadi imam untuknya" ucap sang guru kembali, sedangkan agung masih bungkam seribu bahasa.


Di sudut lain, ada seorang wanita yang penuh harap,ia berharap agung bisa menerima tawaran sang ayah,namun jikapun ia menolak zahra tidak bisa berbuat apa-apa,


Mungkin mengagumi dalam diam, cinta dalam diam hal itu sudah membuat nya bahagia, walau semuanya sia-sia.

__ADS_1


"Semoga saja kamu menjawab dengan jawaban yang sesuai dengan harapan ku gung, sudah cukup lama aku menunggumu," gumam zahra lirih.....


__ADS_2