Bukan Perpisahan Yang Ku Tangisi Tetapi Pertemuan Yang Ku Sesali

Bukan Perpisahan Yang Ku Tangisi Tetapi Pertemuan Yang Ku Sesali
15. keikhlasan hati fazriah.


__ADS_3

(fazriah pov)


Fazriah seseorang yang malang dalam menjalani hubungan asmara. Itulah yang cocok di sematkan untuk ku, menyakitkan bukan?


Ketika aku sudah belajar bangkit dari, karna di yakin kan oleh seseorang yang berjanji akan selalu menjaga ku,dan pada akhirnya dialah orang yang paling berkhianat. Ku kira dia tidak seperti laki-laki lain ternyata sama saja, untuk apa kami di pertemukan, jika akhirnya harus berpisah dengan cara yang sangat menyakitkan.


Aku mendengar semua percakapan antara agung dan adit. Andai saja aku tidak cepat-cepat masuk ruang guru mungkin aku tidak akan tahu, bahwa agung akan di jodohkan dengan putri sang kyai, yang tak lain adalah teh zahra.


"teh aku udah dapet buku nya kita ke ruang guru sekarang saja yuk" ajak ku pada teh rinayah saat itu.


"yaudah ayok, tapi teh ziah duluan saja, saya mau ke toilet dulu" jawab teh rinayah.


Akupun pergi menuju ruang guru, namun langkah ku terhenti ketika mendengar percakapan agung dan adit, air mataku luruh begitu saja, semua buku yang ada di genggaman ku jatuh, tentu saja hal tersebut membuat agung dan adit kaget, mereka menoleh ka arah benda yang jatuh, sedetik kemudian agung terlihat panik. Namun sebisa mungkin aku tetap tenang walau air mataku trus saja mengalir. Dengan tenang aku berbicara pada agung. Aku menyuruh dia untuk menerima pernikahan nya dengan teh zahra.


Pria mana yang bisa menolak jika di nikahkan dengan putri sang kyai, beliau bukan hanya cantik, akan tetapi beliau memiliki seribu talenta dengan kecerdasan nya.


Apalagi ketika aku mendengar bahwa agung merasa nyaman dengan zahra, bahkan mereka sudah lama saling mengenal , sedangkan aku? Aku hanya wanita baru yang beberapa bulan ini hadir di kehidupan agung, agung memang lelaki yang tampan dan rupawan memiliki tutur kata yang lemah lembut dan sopan.


Ketika aku puas berbicara pada agung, aku memilih pergi dari hadapan mereka, sepertinya aku tidak akan sanggup jika harus berhadapan dengan mereka, aku hanya butuh waktu saja untuk meluapkan semua kesakitan hati ini,


Ketika aku berjalan menuju taman sekolah sembari menangis,tiba-tiba saja teh rinayah memberhentikan langkah ku.


"teh ada apa kok nangis? Bukan nya kata teh ziah,teh ziah mau ke ruang guru?" tanya rinayah panik karna melihat sahabatnya menangis. aku tidak mengeluarkan kata sepatahpun,aku mengahambur ke pelukan teh rinayah, aku menangis sejadi-jadi nya sesak dada ini.


"teh apakah cinta tidak akan pernah berpihak kepadaku?, kenapa di setiap saya sudah mulai nyaman dengan seseorang,tiba-tiba saja orang tersebut membuat kita kecewa, hiks.hiks.hiks" aku terus saja menangis kata orang jika kita menangis kita akan merasa sedikit tenang,


"maksud teh ziah apa? " tanya teh rinayah

__ADS_1


" pak agung ternyata akan di nikah kan dengan teh zahra,akang berniat ingin menjodohkan pak agung agung dengan teh zahra, teh rinayah tau, teh zahra rela menolak banyak pria demi pak agung. Ia sudah lama mengagumi sosok pak agung teh, apakah ziah bisa menerima takdir yang sangat menyakitkan ini?" tanyaku pada teh rinayah, teh rinayah tak bergeming, ia menatap ku sedih,


" teh ziah tenang dulu, mungkin saja pak agung tidak akan menerima perjodohan ini" ucap teh rinayah menenangkan ku.


Aku tersenyum pahit " bagaimana mungkin pak agung bisa menolak,sedangkan diapun merasa nyaman jika berada di dekat teh zahra, lelaki mana yang tidak mau di jodohkan dengan wanita yang begitu cantik bak bidadari?" ucapku tersenyum namun mataku masih saja mengeluarkan bulir bening.


"teh ziah harus kuat dan yakin, allah sudah menyiapan semuanya, allah akan memberikan yang terbaik untuk teh ziah" ucap teh rinayah memengang tangan ku, untuk menguatkan ku.


"dengan kejadian seperti ini, ziah merasa sudah mati rasa, pada lelaki manapun" ucapku dengan tatapan sendu.


" jangan lemah seperti ini teh, kamu harus kuat,kamu pasti bisa semangat ya, perjalanan hidup kita masih panjang" ucap rinayah.


"ziah akan berbicara pada pak agung, agar dia menerima perjodohan ini," ucapku


"apa teh ziah yakin akan melepaskan pak agung?" tanya teh rinayah tidak yakin,


" saya yakin ini sangat menyakitkan bagimu teh, tapi kenapa kamu malah menyuruh agung menerima semua nya,bukan kah itu akan lebih menyakitkan lagi untukmu?" tanya teh rinayah,


"justru karna aku sudah terlanjur sakit teh,bantu ziah agar tidak berlarut-larut dalam kesedihan" ucap ku


"aku percaya kamu wanita hebat,kamu wanita kuat" ucap teh rinayah, teh rinayah pun membawaku ke dalam pelukan nya,ia menangis mungkin saja ia merasakan apa yang kurasakan saat ini..


Aku menuju ruang guru, aku harus bisa meskipun aku tidak sanggup, namun aku harus bersikap profesional, jangan sampai anak didik ku kena imbasnya.


ketika aku masuk ruang guru, agung menatapku dengan penuh penyesalan, aku dapat melihat dari sorot matanya. Untung saja teh zahra tidak masuk sekolah. Jadi dia tidak akan tau kejadian ini.


ketika aku menuju meja ku,aku memberanikan diri untuk berbicara.

__ADS_1


"sepulang sekolah,ada hal yang ingin saya bicarakan" ucap ku dingin pada agung, agung hanyak mengangguk tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


Sepulang sekolah agung sudah menunggu ku di parkiran motor, ntah bagaimana prasaan ku saat ini, sejujurnya sakit ketika aku berada di dekatnya, namun aku harus segera menyelesaikan semua nya.


"kita ketempat biasa saja"ucapku lalu pergi dari hadapanya.


Agung hanya mengangguk pasrah.


Sesampainya di sana di tempat tujuan, aku langsung berbicara pada intinya saja,aku tak ingin berlama-lama dengan nya, karna hal tersebut membuatku semakin sakit.


" pak agung, langsung saja supaya tidak menyita waktu lama, saya mengajak pak agung kesini, hanya ingin menyampai sesuatu, sebaiknya pak agung terima saja perjodohan kalian, mungkin saja memang teh zahra memang yang terbaik untuk pak agung, saya sudah tau,bahkan pak agung pun sangat mengagumi teh zahra kan? Kenapa saya baru sadar bahwa saya hanya seorang pelampiasan,tapi saya berterimakasih pada pak agung, karna telah membantu saya untuk menyembuhkan luka saya,namun luka itu kini kembali terasa perih karna penghiatan anda sendiri" ucap ku pada agung, agung hanya bergeming,lalu ia berkata.


"maafkan saya teh,saya sudah membuat teh ziah kembali terluka,namun demi allah teh,saya tidak pernah menganggap teteh sebagai pelampiasan saya teh, saya benar-benar menyayangi teh ziah" ucap agung, aku tersenyum miris.


Bisa-bisa nya dia berbicara bahwa dia menyayangi ku, sedangkan ia merasa lebih nyaman dengan orang lain.


"sudahlah pak agung sekarang semua nya sudah jelas,saya juga tahu dan sadar diri, saya dengan teh zahra bagaikan langit dan bumi, pastikan banyak sedikitnya pak agung bahagia?" aku bertanya demikian, karna aku dapat melihat dari wajahnya.


"sudah tidak ada alasan lagi, untuk bapak menerima nya, semoga bapak bahagia," ucap, dan aku berdiri untuk pergi dari sini.


Namun tiba-tiba saja agung memegang tangan ku, dan ia berkata" maafkan saya, sekali lagi saya minta maaf, kamu orang baik, cantik, pasti banyak lelaki di luar sana yang menginginkan mu" ucapnya lirih.


Bagainama mungkin ia berbicara demikian? Rasa hati ini sudah tak ingin mengenal lagi laki-laki, tapi jika hal itu terjadi , tentu saja agung akan ber anggapan bahwa aku masih mencintainya.


Aku tak menjawab perkataan nya, aku pergi begitu saja dari hadapan,lagi pula sudah tidak ada lagi yang perlu di bicaran, semuanya sudah jelas, agung pasti akan memilih teh zahra dan biarkan aku yang pergi,aku sadar teh zahra bukanlah saingan ku,karna sudah jelas aku yang akan kalah.


Aku ikhlas, sangaat iklhas, jika lelaki yang pernah singgah di hatiku, bersama dengan orang lain, apalagi seorang putri kyai,sudah pasti mereka akan bahagia.

__ADS_1


Sekarang aku harus menata hati ku kembali, aku harus terlihat baik-baik saja, walau hati ku sangat rapuh, aku harus bahagia dalam ke adaan apapun.


__ADS_2