
Seminggu sudah zahra haid, dan subuh ini ia berniat untuk bersuci dari hadast besarnya.
"sudah jam setengah 4" gumam zahra, zahra melirik ke arah sang suami ia masih terlelap, zahra pun tersenyum " beruntung banget zahra, a bisa menjadi istri aa,zahra sayang aa" gumam zahra pelan,dan mengecup kening agung sekilas, namun bisa hal tersebut bisa di rasakan oleh agung,dan tentunya agung mendengat ucapan istrinya itu
"apalagi lagii aa, aa lebih beruntung, makasih kecupan manis nya" ucap agung, dengan mata yang masih tertutup,
Tentu saja hal tersebut membuat zahra malu, wajah nya menjadi merah merona bak tomat yang sudah matang,
"A-aa udah bangun?" tanya zahra grogi, agung pun menggeliat " udah sayaanggg" ucap agung dan membalas kecupan pada zahra, tentu saja hal tersebut membuat hati zahra berbunga-bunga.
"hehe aa masih bau mulut ya teh?" agung tersenyum karna melihat istrinya yang salah tingkah.
" Enggak kok, menurut zahra aa selalu wangi" ucap zahra, agung pun tersenyum,
" kenapa kok udah bangun? Biasanya juga aa pulang dari mesjid teteh baru bangun?" ucap agung, sembari bangun dari tidur nya, zahra memang suka bangun setelah suaminya itu pulang dari mesjid itupub atas perintah sang suami " kalo lagi datang bulan bangun sesudah adzan subuh juga gak papa teh" ucap agung kala itu, awalnya zahra merasa tidak enak, tapi kalau pun bangun sebelun subuh, sang ibu mertua pun belum ke dapur.
"kalo mau bantu ibu, jam 6 pagi saja teh" ucapnya. Ucapnya kala itu.
"Iya a, zahra mau bersih-bersih, karna haid nya sudah beres" ucap zahra malu-malu,
__ADS_1
"ooh iya-iya, kalo mau mandi dari hadast besar shampo nya juga sudah ada di kamar mandi" ucap agung
"mau aa dulu ke air nya? Takutnya zahra lama" tanya zahra pada suaminya itu.
"ya udah deh iya aa dulu aja, kalo teteh duluan bisa-bisa nggak berjamaah sholat di mesjid" ucap agung pada istrinya itu.
"ya udah atuh ayoo," ucap zahra
"iya sayang, nggak sabaran banget sih" ucap agung menggoda istrinya itu.
"iisshh aa cepetan" ucap zahra merajuk, agung semakin gemas pada istri nya itu. Agung pun berlenggang menuju kamar mandi. Agung hanya ingin menggosok giginya dan berwudhu saja, setelah beberapa menit di kamar mandi agung pun keluar,zahra sudah menunggu agung.
"silahkan tuan putri yang cantik" ucap agung sembari menjulurkan tangan nya, mempersilahkan putri.
Waktu adzan subuh pun berkumandang, zahra belum selesai mandi, agung pun pamit pada zahra " teh aa pergi ke mesjid dulu ya" ucap agung di dekat pintu kamar mandi "iya a" jawab zahraa.
Agung pun pergi ke mesjid untuk melaksanalan sholat subuh berjama'ah, stelah beberapa menit agung pergi zahra pun selesai mandi, dan ia melaksanakan sholat subuh seorang diri..
Setelah selesai sholat zahra pun menyisir rambut panjang nan hitam pekat itu, hal tersebut membuat zahra semakin cantik, zahra sedang asyik menyisir rambut, tiba-tiba saja pintu kamar terbuka, tentu saja hal tersebut membuat zahra terlonjak kaget.
__ADS_1
"astaghfirullah" ucap zahra. Sedang kan agung terpaku melihat kecantikan sang istri, baru kali ini ia melihat rambut sang istri di biarkan tergerai begitu saja, sebagai lelaki normal,tentu saja membuat birahi agung meronta-ronta,
Zahra yang menyadari bahwa agung menatapnya tanpa berkedik, sesegera mungkin memanggil suaminya.
"a jangan gitu atuh liatin nya, gak suka ya liat zahra menggeraiakan rambut? Tapi kan ini zahra habis keramas a, jadi harus disisir dan di biarkan tergerai, kalo nggak ntar rambutnya bau lagi" zahra berbicara panjang kali lebar.
Agung tak menjawab pertanyaan istri nya itu , ia mendekati sang istri dan tak lupa ia mengunci pintu kamar nya,
Tanpa permisi agung memcium bibir mungil zahraa, tidak menamfik zahra pun membalas ciuman agung, agung mencium bibir zahra dengan lembut, tentu saja zahra merasa nyaman, dan hal itu lah di nanti-nantikan nya.
Stelah beberapa menit mereka bercumbu, agung pun melepaskan ciuman nya.
"ma-maaf teh" ucap agung kikuk. Zahrs tersenyum " tidak apa-apa a,sudah seharus nya kan zahra memberi hak nya kepada aa" ucap zahra.
"Teh apakah teteh sudah siap memberikan hak batin teteh pada aa" tanya agung, zahra menganggukan kepala.
Agung pun kembali mencumbu zahra, dan menyentuh setiap inci tubuh zahra, namun zahra melepas kan agung dan berkata" kita sholat dulu a" ucap zahra sambil tersenyum, tentu saja ucapan zahra membuat agung tersipu malu.
"yaudah kita wudhu dulu" ucap agung. Mereka pun berwudhu dan melaksana kan sholat sunah, seusai sholat mereka mengadahkan tangan untuk berdo'a, seusai berdo'a, agung menghadap sang istri, dan zahra pun mencium tangan agung dengan ta'dim, dan agung mencium kening zahra, lalu membacakan do'a untuk zahra sembari memegang pucuk kepala zahra.
__ADS_1
Seusai beridah agung pun kembali mencium bibir zahra dan memegang setiap inci tibuuh indah zahra, zahra tidak menamfik setiap sentuhan agung pada zahra membuat zahra terlena.
Mereka pun dapat mesakan surga dunia yang selalu di elu-elukan oleh pasangan suami istri.