
"jika orang yang kau sakiti masih bersikap baik terhadapmu, itu bukan berarti dia bodoh"
"tapi level moral yang dia miliki,sudah jauh di atasmu"
Semakin hari, semakin baik hubungan ziah dan agung,bahkan keduanya pun sudah mulai siap untuk mempublikasikan hubungan nya.
"alhamdulillah makin lengket aja kayanya,semoga kalian berjodoh ya" ucap rinayah pada sahabatnya itu.
"Aamiin teh, doakan terus ya teh" ucap ziah
"kita saling mendoakan ya teh" ucap rinayah
"eemmh udah ada kabar bahagian belum nih teh" ucap ziah pada rinayah, dengan menaik turunkan alisnya.
"kabar bahagia apa ya?" tanya rinayah, pura-pura tidak tahu, padahal rinayah tau apa yang di maksud sahabatnya itu.
"iisshhh, itu teh, aku udah mau jadi aunty belum?" tanya ziah sambil cemberut.
"adudu, lucu banget deh sahabatku kalo lagi ngambek,pantes aja pak agung makin sayang" goda rinayah pada ziah.
"tau ahh" ziah merajuk, rinayah merasa lucu melihat sahabatnya itu.
"iya-iyaa di kasih tau deh, udah dong jangan ngambek-ngambek teruss, sebenarnyaaa..." ucap rinayah menggantung ucapan nya,
"sebenarnya apa teh? Tteh udah mau punya dede bayi? " ucap ziah kegirangan, rinayah menganggukan kepala,
" sriusss?" ucap ziah kegirangan, ia merasa bahagia karna sebentar lagi sahabatnya memiliki buah hati,
"seriusss dong, masa becanda" ucap rinayah, rinayah pun merasa sangaaat bahagia, karna hal itulah yang di nanti-nanti oleh keluarga kecilnya..
"denger-denger katanya hari ini putri nya pangersa akang mau pulang" ( pangersa akang itu adalah kyai,/pemilik pondok pesantren) ucap bu rini.
"serius bu?" tanya rinayah, rinayah sudah lebih dulu mengajar di sekolah ini, sudah hampir 2 tahun, beliau pernah melihat sosok zahra, yang sangaat cantik, memiliki wajah yang sangat teduh.
"iya serius atuh bu, katanya sih sore ini dia bakal nyampe kesini,dan katanya, beliau nggak pergi lagi ke sana" ucap bu rini,
"wah bagus atuh, putri pemilik pondok ini mengajar di sini" ucap rinayah antusias.
Ziah hanya menyimak, karna ziah hanya mengenal namanya saja, ia belum pernah ketemu dengan sang putri kyai,tapi yang ziah dengar tentang zahra, zahra wanita yang memiliki wajah yang cantik, dan sangat teduh, sehingga banyak orang yang terpana akan kecantikan nya.
Di tempat lain, agung merasa sangat terkejut akan kepulangan zahra, bukan tanpa karena, agung dulu pernah menaruh hati pada wanits tersebut,bahkan mereka pernah dekat, namun tidak pernah menjalin hubungan.
Hal itu tentu saja di ketahui oleh sang guru,dan sang guru pun setuju saja, jika memang itu yang terbaik untuk putrinya.
Namun karna keharusan zahra untuk pergi ke negri orang, untuk mencapai cita-citanya itu, di saat itu pulang zahra dan agung tidak pernah bertukar pesan, zahra di haruskan pergi ke yaman untuk melanjutkan pendidikan nya di sana.
Dari semenjak itu, agung mulai belajar melupan nama zahra di hatinya,dan diapun sadar diri bahwa dia tidak pantas bersanding dengan putri sang guru,dan memiliki pendidikan yang cukup tinggi, itu membuat agung insecure.
Tapi tidak dengan zahra,zahra masih berharap hubungan nya dengan agung bisa ke jengjang yang lebih serius lagi, dan sudah lama zahra mengagumi sosok agung, namun zahra tak pernah mengatakan hal tersebut, karna dia sadar,dia seorang wanita tidak sepantasnya menyatakan cinta pada laki-laki,
__ADS_1
Zahra adalah salah seorang pengagum rahasia agung,tidak sedikit wanita yang mengagumi ketampanan agung, dan agung sangat di percaya oleh gurunya itu, hal itu semakin membuat zahra sangaaat mengaguminya..
**
Zahra tlah sampai di rumah nya, semua keluarga beserta santri menyambut hangat kedatangan, semua nya merasa bahagia, karna sudah lama tak berjumpa dengan zahra,trakhir berjumpa 1 setengah tahun lalu.
"ahlamdulillah kamu sampai di rumah dengan selamat nak, selamat datang kembali di kampung halaman mu ini" ucap sang ayah,yang tak adalah pemilik pondok ini.
"alhamdulillah abi, terimakasih zahra sangat bahagia, karna zahra bisa cepat-cepat pulang" ucap zahra pada sang ayah, zahra merasa sangaat bahagia,karna hal ini sudah lama ia nantikan, ia ingin segera pulang ke indonesia,dan ingin menetap di sini. Karna tugas pendidikan nya tlah usai, dah zahra memiliki predikat mahasiswi terbaik. Tentu ssja hal itu membuat bangga banyak orang.
"ya sudah,kamu pasti cape kan, ummi udah siapin makanan ke sukaan kamu,yuk kita masuk," ajak sang ibu,fatimah. Pada sang putri. Zahra menganggukan kepala, lalu mengikuti sang ibu, menuju meja makan,
di sana sudah ada kakak-kakak zahra yang menunggu,
"wìihh adik kesayangan kakak, udah lulus jadi sarjana terbaik, selamat ya zah," ucap ridho kakak tertua zahra, zahra memiliki 3 orang kakak, dan semuanya laki-laki, wajar saja mereka sangat menyayangi adik perempuan nya itu,
"makasih kaak, ini semua juga berkat do'a kalian untuk zahra" ucap zahra sambil mengulas senyum manisnya.
"ya udah atuh ayuk kita makan, nanti di lanjut lagi ngobrolnya, kalo ngobrol terus nanti keburu dingin masakanya." ucap sang ibu pads putra dan putrinya.
Mereka pun menikmati hidangan yang tlah di sediakan sang ibu, zahra sangat bahagia karna dapat menikmati lagi masakan sang ibu, sudah lama zahra tidak menikmatinya,
"gimna nak, enak masakan ummi?" tanya fatimah pada sang anak..
"masakan ummi gak pernah gak enak miii" ucap zahraaa.
Makan pun tlah selesai, mereka melanjutkan mengobrol di ruang keluarga, walau sebenarnya zahra sangat lelah ingin ber istirahat, tapi zahra masih merasa kangen pada keluarganya dan keponakan-keponakanya, karna kakak-kakak zahra semua sudah menikah, tinggal lah hanya zahra yang belum menikah..
"belum kak, belum ada yang cocok, kakak doakan saja ya" ucap zahraa
"tanpa kamu minta pun kami semua selalu mendoakan yang terbaik untuk mu zah" ucap zulfi kakak ke 3 zahra.
"makasih kak,kalo begitu zahra pamit masuk kamar dulu ya, zahra pengen istirhat dulu " pamit zahra pada orang tua dan kakak-kakaknya.
Mereka hanya mengganggukan kepala,membiarkan zahrs beristirahat,karna mereka juga tahu, zahra pasti lelah menempuh perjalanan yang cukup memakan waktu itu.
**
Di pagi hari yang cerah, zahra sudah mandi, dan berniat ingin melihat pemandangan di sekitar pondok, zahra berniat untuk pergi ke kobong putri, karna di sana pemandangan nya sangat indah, namun saat hendak zahra akan pergi, sang ayah memanggilnya.
"mau kemana zah?" tanya sang ayah.
"mau ke asrama putri bi, zahra sudah kangen dengan suasana dan pemandangan di sini" jawab zahra sambil tersenyum.
"nanti saja ke asrama nya , sekrang ikut abi ke sekolah dulu ya," ajak sang ayah pada putrinya
"memang nya ada apa bi?" tanya zahra
"tidak ada apa-apa,kita kesana saja" ucap sang aya,
__ADS_1
Zahra tidak bisa menolak jika itu permintaan sang ayah, rumah, asrama dan sekolah cukup agak jauh,karna sekolah berada di bawah,jarang sekali sang KYAI berkunjung ke sekolahnya itu, ia terlalu sibuk mengurus santrinya, dan sekolah di kelola oleh sang putra.
Sesampainya di sekolah zahra di sambut hangat oleh para guru,bahkan mereka terpesona akan kecatikan yang di miliki zahra, bukan hanya cantik zahra pun ramah pada setiap orang.
"selamat datang teh zahra," ucap bu rini salah sorang guru yang sudah senior di sekolah ini
"terimakasih bu," jawab zahra,
Sedangkan ziah sebagai seorang wanita merasa terhipnotis akan kecantikan zahra.
"bagai mana dengan para lelaki, pasti mereka sangat beruntung jika dapat memiliki wanita yang sangat cantik seperti teh zahra" gumam ziah dalam hati.
Rinayah menyikut lengan zahra, karna dari semenjak kedatangan zahra ia malah melamun.
"teh zi kamu kenapa?" tanya rinayah
"ya allah masya allah, cantik sekali teh zahra teh, membuat saya sangaaat mengagumi nya, apakah ini yang di sebut bidadari syurga" ucap ziah, melihat tingkah laku ziah seperti itu membuat rinayah terkekeh.
"seperti saya baru lihat ibu ini, apakah ibu guru baru di sini?" tanya zahra pada ziah.
Ziah menjawab dengan gugup
"i-iyaa teh sa-saya guru baru di sini" ucap nya.
"ooh pantas saja," ucap zahra rama
"ya allah sudah cantik ramah pula" gumam ziah.
"oh iya bi, zahra mau tanya, apa a agung masih mengajar di sini?" tanya zahra, jujur saja zahra sangat merindukan sosok agung di hadapan nya,
"iya, agung masih mengajar di sini, tapi mungkin beliau belum sampai" ucap sang ayah,
Di sisi lain, ziah bertanya-tanya, mengapa zahra menyebut dengan panggilan. Aa apakah mereka pernah menjalin hubungan atau kah???
Ah ntahlah ziah pun bingung dengan semuanya. Tak lama zahra menanyakan agung,sosok pria itu muncul di balik pintu.
Agung pun diam terpaku ia merasa terkejut akan kehadiran zahra di hadapanya.
"teh za-zahraa?" tanya agung masih dengan prasaan terkejutnya.
"iya ini saya a," jawab zahra sambil tersenyum
"kapan pulang teh?" tanya agung kembali, tanpa agung sadari ada seorang wanita yang merasakan cemburu
"kemarin sore, bagai mana kabarnya, sehat?" tanya zahra basa basi, hatinya sangat senang. Karna kembali bertemu dengan agung
"alhamdulillah seperti yang teh zahra lihat saya sehat " ucap agung,sembari tersenyum menunjukan barisan giginya yang rapi,agung terlihat nampak bahagia, hal itu semakin membuat zahra sesak,
Rinayah yang melihat perubahan wajah ziah,langsung menggenggam tangan ziah, lalu berkata
__ADS_1
"semuanya akan baik-baik saja teh" bisik rinayah, rinayah tau akan kecemasan yang di rasakan oleh ziah.
"semoga saja aku tidak mengalami kekandasan lagi, semoga semua nya baik-baik saja" gumam ziah.