Bukan Perpisahan Yang Ku Tangisi Tetapi Pertemuan Yang Ku Sesali

Bukan Perpisahan Yang Ku Tangisi Tetapi Pertemuan Yang Ku Sesali
14. agung memberi jawaban


__ADS_3

"cintailah kekasihmu pertengahan"


"bencilah musuhmu pertengahan"


*** SEBAB***


"supayaa tidak kecewa,karna orang yang kau cintai habis-habisan bisa jadi penghianat cinta"


"orang yang benci pada kita, bisa jadi pendukung setia"


**


Sepulang agung dari rumah sang guru, hati agung merasa gundah gulana, ntah harus bagaimana, ia tak ingin mengecewakan siapapun, namun cepat atau lambat agung harus segera memberi jawaban pada sang guru,


"ya allah harus bagaimana ini, beri hamba petunjuk, setidaknya aku harus memilih salah satu di antara mereka,siapapun itu, beri hamba petunjuk ya rob" lirih agung.


Di setiap sepertiga malam, agung selalu berdoa,meminta petunjuk,agar ia bisa mengambil keputusan, tak lupa ia selalu melaksanakan istikhoroh,


Agung selalu meneteskan kan air mata,jika ia bisa memilih, ia tak ingin menyakiti siapapun, akan tetapi hal itu akan terjadi, agung akan menyakiti hati seseorang, ntah itu ziah atau zahra.


Tok. Tok. Tok. Suara ketukan pintu di kamar agung, ia segera menghapus jejak air matanya, agung pun membuka pintu, ternyata yang mengetuk pintu adalah sang ibu, agung langsung menghambur pada pelukan sang ibu, ia kembali menangis,


Sang ibu pun panik dan bertanya " agung kamu kenapa nak? Ada masalah apa? Ibu perhatikan setelah kamu pulang dari rumah guru mu kamu banyak diam,dan melamun, ada apa sebenarnya nak?" tanya sang ibu merasa khawatir,


"bu .." ucap agung ia tak sanggup untuk bekata.


"ada apa nak? Coba cerita sama ibu, tapi kamu harus makan dulu, dari tadi kamu belum makan gung,adikmu pun nanyain kamu terus, katanya kalo ada tugas sekolah kamu selalu bantu tapi beberapa hari ini kamu nggak bantuin adik mu" papar sang ibu


"maafkan agung bu" hanya itu yang terucap dari mulut agung.


"yaudah sekarang kita makan dulu, ayah dan adik mu sudah nunggu" ucap sang ibu namun agung menolak.


"agung belum lapar bu, nanti saja agung makan" ucap agung, sang ibu tidak bisa memaksa putra sulungnya itu, akhirnya ia pun pergi dari hadapan agung.


Setelah selasai makan, sang ibu kembali ke kamar sang anak, ia merasa khawatir pada putranya itu, karna ia tau bagaimna sifat sang anak, jika ia sampai menangis, berarti masalah yang ia tanggung cukup berat.


"gung ibu masuk ya" izin sang ibu sembari mengetuk pintu.

__ADS_1


"masuk saja bu, tidak di kunci kok" ucap agung sang ibu pun masuk, lalu duduk di samping sang putra.


"ada masalah apa gung? Kamu tidak akan sampai menangis jika masalahmu tidak rumit" ucap sang ibu dan mengusap pundak sang putra.


"bu, pada saat agung di panggil ke rumah akang, ternyata akang berniat ingin menikah kan, agung dengan zahra,memang sebelumnya akang bertanya, apakah agung sudah memiliki kekasih, namun agung sungkan untuk menjawab,hingga akhirnya akang pun mengutarakan niatnya,sekarang agung harus bagaimana bu?" ucap agung pada sang ibu. Sang ibu pun tidak tahu, apa yang harus anaknya lakukan. Hingga akhirnya sang ibu bertanya.


"apakah itu hanya keinginan akang gung?" tanya sang ibu.


"tidak bu, zahra pun, agung dulu memang pernah dekat dengan zahra, namun tidak menjalin hubungan, hingga akhirnya kami lost kontak, agung kira zahra sudah melupakan agung, ternyata zahra masih menunggu agung, hingga sekarang, zahra menaruh hati pada agung selama 5 tahun, sampai-sampai zahra banyak menolak banyak lelaki demi agung bu" ucap agung gusar, tentu saja sang ibu merasa terkejut, anak seorang ulama besar, rela setia menunggu putranya itu, dan menolak banyak pria.


"gung ibu tidak bisa membantu, tapi siapapun pilihan mu,ibu akan selalu mendukung, karna ke 2 wanita tersebut sama-sama sholehah, ramah,sopan, dan cantik" ucap sang ibu,


"doakan agung supaya agung bisa lebih bijaksana dalam memilih, meskipun agung akan menyakiti salah satu darinya"


"ibu selalu mendoakan mu nak" ucap sang ibu, lalu mengusap pucuk kepala anaknya.


Sang ibu pun pamit untuk beristirahat,ia kembali ke kamar,sang ibu bisa merasakan prasaan sang anak saat ini, namun ia tak bisa membantu, semua keputusan ada di tangan sang anak.


**


Pagi harinya agung berangkat ke sekolah dengan prasaan tidak menentu, ia akan di pertemukan dengan 2 wanita yang sama-sama istimewa, tidak menampik,sedari dulu agung memang mengagumi zahra, namun ketika ziah hadir dalam hidupnya, agung mulai kembali menaruh hati pada wanita lain yaitu ziah.


"kamu kenapa? Kok keliatan lagi ada masalah?" tanya adit, agung menghela nafas,


"saya sedang bingung dit" ucap agung,


"bingung kenapa? Apa kamu lagi ada masalah sama ziah?" agung menggegeleng


"lalu?"tanya adit.


agung pun melirik kesana kemari, ia takut ada orang lain yang mendengar ucapan mereka.


"istri kamu gak masuk?" tanya agung


"ada dia lagi nganter ziah ke perpus, ada buku yang dia butuhkan katanya,lagian jam pelajaran masih 1 jam lagi" ucap adit


"dit,kamu tau kan beberapa hari lalu akang nyuruh saya buat kerumahnya?" agung menganggukan kepala.

__ADS_1


"lalu tanya adit, lagi-lagi ia menghela nafas, ia terlihat gusar.


" akang nanya sama saya, apakah saya sudah memiliki kekasih" ucap agung


"lalu kamu menjawab apa gung?" tanya adit,


"saya tidak menjawab,iya atau tidak saya tidak tau kenapa saya begitu ambigu tidak bisa menjawab, lalu akang berniat ingin menikah kan ku dengan zahra,beliau berkata, beliau sudah semakin tua dan anak-anaknya memiliki propesi pekerjaan nya masing-masing, sedangkan pondok belum ada penerus, dan sudah pasti zahra lah yang akan menjadi penerus,tapi zahra seorang perempuan, ia butuh pedamping,dan akang berniat akan menikah kan saya dengan zahra, kamu tau dit, ternyata 5 tahun ini zahra menunggu saya,saya bingung,saya tidak menamfik saya memang mengagumi zahra, tapi saya juga menyayangi ziah dit" ucap agung panjang lebarr, tanpa di sadari di luar kantor ada seseorang yang mendengar percapakan mereka berdua.


BRAAAAAAKKKKKKKK.


Adit dan agung pun menoleh, ke arah benda yang jatuh, mereka sangat terkejut,


" zi-ziah" ucap agung gugup


Air mata ziah tak bisa di bendung,air matanya lolos begitu saja " sa-saya su-sudah mendengar semua nya,silahkan pak agung pilih teh zahra, laki-laki mana yang tidak menginginkan wanita sesempurna teh zahra, apalagi dia seorang anak ulama besar,pasti banyak sekali laki-laki yang ingin menjadi imamnya, pak agung termasuk orang yang sangat beruntung, bukan kah pak agung sudah nyaman dengan teh zahra, sudah tidak ada alasan lain pak, kalian sudah lama kenal bahkan sampai 5 tahun, sedangkan saya? Saya hanya pendatang baru di kehidupan bapak" ucap ziah dengan gemetar, dengan prasan tak menentu, sakit, kecewa,hancur tentu saja.


Ziah pun pergi dengan begitu saja sambil terisak,


"zii tunggu" ucap agung, namun percuma saja, jikapun agung dengan susah payah menjelaskan,ziah sudah mendengar semuanya. Agung mengacak rambutnya denngan prustasi.


***


Satu bulan berlalu sudah saatnya agung memberi jawaban pada sang guru dan keluarga, siap tidak siap agung harus siap, ia yakin keputusan nya adalah yang terbaik untuknya,meskipun harus membuat kecewa salah satu dari mereka.


"gung apakah keputusan mu sudah benar-benar matang" ucap sang ibu


"sudah bu, sekarang kita ke rumah akang" ucap agung mantap, sang ibu pun mengangguk. Mereka pun pergi ke rumah zahra.


Sesampainya di sana, mereka di sambut dengan hangat, dan di beri jamuan yang cukup istimewa.


"gimna gung apa kamu sudah memiliki jawaban?" tanya sang guru, agung mengangguk.


" apa jawaban mu? Apapun jawaban nya, kami semua menerimanya, begitu pun dengan zahra, ia ikhlas dengan semua jawban" ucap sang guru,sembari melirik putrinya itu, namun beda dengan zahra ia merasa hatinya berdebar tak menentu, meskipun ia sudah berkata ikhlas pada sang ayah, tapi tidak dengan hatinya.


"sa-saya, saya akan menikahi zahra kang" ucap agung, tapi ntah kenapa ketika ia berucap demikian hatinya merasa sakit,ia tidak munafik ia msih kefikiran akan sosok ziah.


" kamu serius gung, tidak ada keterpakasaan kan?" ucap sang guru, lagi-lagi ia hanya mengangguk, tentu saja hal tersebut membuat zahra sangat amat bahagia, ia menangis bahagia, ketika laki-laki yanng slalu ia sebut dalam doa, akan segera menjadi imam nya.

__ADS_1


"terimakasih ya allah kau tlah menjawab doaku, sabarku kini berbuah manis, trimakasih ya allah" lirih zahra dalam hatiii..


__ADS_2