Bukan Perpisahan Yang Ku Tangisi Tetapi Pertemuan Yang Ku Sesali

Bukan Perpisahan Yang Ku Tangisi Tetapi Pertemuan Yang Ku Sesali
8. zahra di tugaskan mengajar


__ADS_3

"ketika cinta bertasbih,rindupun bertahlil"


"ketika kita siap pedih,maka segalanya akan berhasil"


**


Setelah kejadian tadi di sekolah,ziah lebih banyak diam dan melamun, banyak hal yang di fikirkan ziah,


"kenapa teh zahra dan a agung terlihat begitu akrab,beda dengan guru-guru lain yang hanya biasa-biasa saja, aku merasa mereka dulu dekat sekali" gumam ziah. Karna ziah memikirkan trus akan hal tersebut, sampai-sampai ziah tak mendengar jika ibu nya memanggilnya sedari tadi,


Karna tidak ada jawaban, akhrinya bundanya ziah pun masuk ke dalam kamar putrinya itu.


"zi" panggil sang bunda,menepuk pundak ziah


ziah pun terlonjat kanget" ya allah bun, bikin ziah kaget aja, trus bunda masuk kamar ziah kok nggak ngetuk pintu atau manggil sih?" rajuk ziah pada bundanya itu.


"dari tadi bunda panggil kamu zi,tapi nggak ada jawaban kirain tidur, tau-taunya lagi ngelamun, ngelamunin apa sih zi" tanya sang bunda,fatma merasa khawatir pada putri bungsunya itu.


"bun apakah ziah akan merasakan lagi kekegalan cinta?" tanya ziah, dengan mata berkaca-kaca.


"lho kok ziah nanya gitu? Bukan nya nak agung selalu meyakin kan ziah, dan dia berjanji tidak akan mengecewakan ziah" tanya ibunda heran, prasan baru kemarin iya memuji kekasihnya itu, tapi kenapa sekarang dia berbicara seperti itu.


"ziah tidak yakin bun," ziah tak dapat lagi menahan air matanya lolos begitu saja dari mata indahnya itu.


"loh kok anak bunda nangis? Sebenarnya ada apa zi? Apa agung menyakitimu?" tanya sang bunda, ziah menggelengkan kepala


"tidak bu, tapi.." ziah menggantungan ucapanya, ia bingung apakah harus ia bercerita pada ibunya itu, agar prasaan ziah sedikiti tenang?


"tapi apa zi?" tanya sang ibu penasaran


"tadi pagi di sekolah kedatangan, pemiliki sekolah beserta dengan anaknya, dan anak nya perempuan, beliau sangaat cantik dan ramah, pada siapapun dia menyapa, tapi tiba-tiba a agung datang, wajah teh zahra semakin berseri-seri tak kala mengetahui kedatangan a agung, terlihat dari matanya teh zahra bahagia, begitupun dengan a agung, walau awalnya ia merasa terkejut sedetik kemudian, wajah nya berubah, sama hal nya seperti teh zahra, a agung merasa bahagia, bahkan a agung melupakan kehadiran ziah di sana" ucap ziah panjang lebar pada sang bunda. Sang bunda pun menghelas nafas panjang, dan berusaha menenangkan fikiran anaknya.


"mungkin karna sudah lama tidak bertemu zi, wajar saja mereka saling merindukan. Tapi rindu sebagai sebatas teman saja, kan ziah tau, agung sudah lama mengabdi di sana, sudah hampir 10 tahun agung brda di sana, memang awalnya agung tidak mengajar di sekolah, ia hanya mengajar anak santri saja, namun karna ada guru nya di pindahkan tugasnya di luar kota, sang kyai, menunjuk agung, untuk mengajar di sekolah,jadi wajar saja mereka terlihat akrab zi" ucap sang bunda,fatma mengetahui hal tersebut dari orang tuanya agung, karna mereka sering melaksana rutinitas pengajian mingguan, di sana ada ibu agung juga.


"loh kok bunda bisa tau? Bunda tau dari mana?" tanya ziah yang merasa heran


"ibu nya agung kan sering rutin pengajian mingguan sama seperti bunda,udah ah gak usah banyak fikiran, mending sekarang kita makan dulu" ajak sang bunda, yang di setujui oleh ziah.


**


Di tempat lain, ada seorang anak gadis yang perintahkan oleh ayahnya mengajar di sekolah. Beliau adalah zahra.


"za, mulai besok kamu mengajar ya di sekolah" ucap sang ayah pada putrinya itu.


"bukan nya guru nya sudah cukup bi?" tanya zahra, walau sebenarnya dalam hati zahra merasa bahagia, karna ia akan lebih sering bertemu dengan agung.

__ADS_1


"pak munir salah seorang guru katanya mau istirahat dulu,karna beliau juga kan sudah lama" ucap sang ayah, pak munir adalah salah satu guru senior,dari semenjak sekolah itu berdiri, beliau mengabdi mengajar di sana,kurang lebih 15 tahun beliau mengajar mungkin dia sudah lelah dan ingin beristirhat.


" baik abi, besok zahra akan kesekolah" ucap zahra


"terimakasih nak" ucap sang ayah membari memegang pucuk kepala zahra


" tapi yah memang nya pak munir nya besok sudah tidak mengajar?" tanya zahra. Ayah zahrapun tersenyum. Dan ia menjawab


"pak munir sudah seminggu lalu beliau pamit, semenjak pak munir tak ada,agung lah yang menggantikan nya sementara" zahra hanya menngangguk-nganggukan kepala, zahra semakin kagum pada lelaki yang selalu ia sebut dalam doanya, 5 tahun kebelakang ini.


**


Keesok harinya, zahra pun bersiap-siap untuk mengajar di sekolah milik ayahnya, zahra merasa gugup karna hari ini hari pertama nya mengajar di sekolahnya sendiri. Zahra terus saja memandang wajah nya di pantulan cermin, wajah nya yang cantik nan teduh, di tambah memakai gamis berwarna hitam di padukan dengan kerudung coklat bermotif bunga itu, semakin terpancar kecantikan dan ke anggunan pada wajah zahra. Ia senyum-senyum sendiri, karna hari ini akan kembali bertemu agung.


"loh kenapa anak ummi senyum-senyum sendiri,kaya yang lagi kasmaran (jatuh cinta) aja" tiba-tiba sang ibu muncul di balik pintu membuat zahra berhenti tersenyum, dan ia merasa malu,


"iihh umi, kebiasaan deh kalo mssuk kamar zahra tuh gak ngetuk pintu," rajuk zahra


"tadinya ummi gak mau masuk, tapi pintu kamar nya terbuka, biasanya juga kalo pintunya di tutup,umi ngetuk pintu dulu kok," jawab ibu zahra, memang benar ibu zahra tidak suka sembarangan masuk kamar anaknya itu,zahra berbicara demikian, karna ingin menghilangkan sedikit malunya.


"yaudah ayuk kita makan dulu, nanti kesiangan ke sekolahnya, abi juga udsh nunggu" di meja makan sudah ada yang menunggu,cukup lama aya zahra menunggu mereka,


"lama banget mii, panggil anaknya" ucap sang suami


"iya bi maaf,ini loh anak abi,pagi-pagi udah senyum-senyum sendiri" ledek sang ibu, membuat wajah zahra merah merona.


**


Zahra pun tiba di sekolah, zahra di sambut hangat, sama hal nya saat pertama zahra ke sekolah ini


"selamat datang kembali bu, dan selamat mengajar" lagi-lagi bu rini yang berkata.


"terimakasih semuanya, udah merima kehadiran saya dengan baik" ucap zahra lemah lembut.


"silahkan bu, meja ibu di dekat bu ziah" ucap bu rini pada zahra. Zahra pun menganggukan kepala,dan ia berjalan menuju meja guru.


"selamat pagi bu zahra" ucap ziah


"selamat pagi kembali bu, senang bertemu kembali dengan bu ziah" ucap zahra


"terimakasih bu" ucap ziah.


"apakah pak agung belum datang?" tanya zahra tiba-tiba, yang membuat hati ziah sedikit perih, ziah pun melirik pada sahabatnya rinayah,


Rinayah sangat mengerti dengan prasaan sahabatnya itu, namun apa boleh buat, rinayah tak bisa berbuat apa-apa selain. Menguatkan ziah

__ADS_1


" be-belum bu, mungkin masih di jalan" ucap ziah. Zahra pun mengangguk


"yaa allah bu rinayah lagi mengandung kah?"tanya zahra yang baru menyadari nya, kehamilan rinayah sekarang menginjak 5 bulan, jadi wajar saja sudah mulai terlihat.


"alhamdulillah bu, doanya"ucap rinayah,


"selamat ya bu, atas kehamilan nya, maaf di saat pernikahan bu rinayah dan pak adit saya tidak hadir" ucap zahra


"tidak apa bu,saya ngerti kok " ucap rinayah, karna wktu pernikahan nya, zahra masih berada di yaman.


"nah itu pak agung datang" ucap zahra dengan nada senang, ziah pun menoleh.


"selamat pagi pak" ucap zahra


"selamat pagi, wah bu zahra hari ini mengajar?" tanya agung


"iya pak saya menggantikan pak munir"ucap zahra


" bagus bu kalo begitu" ucap agung, ia belum menyadari bahwa kekasihnya itu di bakar rasa cemburu.


"eekkhheeemmm" ntah dapat keberanian dari mana ziah berdehem. Agung pun menoleh ke arah ziah, agung menjadi kikuk, dan salah tingkah. Agung pun cepat-cepat menuju mejanya.


zahra mengajar pelajan pertama, dan kebetulan ziah dan agung bgian pelajaran ke 2 m, di ruang guru hanya ada mereka rinayah dan adit.


"kamu marah teh sama saya?" ucap agung merasa bersalah.


"menurut aa? Dari kemaren a, aa gak nganggap kehadiran ziah, bahkan setelah bertemu bu zahra aa tidak memberi pesan atau pun menelpon saya"ucap zahra gemetar, sebenarnya ia ingin sekali menangis.


"maaf teh, kemaren aa kehabisan kuota, mau beli aa lagi males keluar,baru tadi aa beli kuota, sekalian brangkat ke sekolah." ucap agung dengan jujur.


"apa aa pernah memiliki hubungan dengan bu zahra?" ucap ziah sambil menatap agung, hal itu membuat agung tercengang.


" ti-tidak teh, kami hanya temen biasa, aa hanya menghargai teh zahra, karna teh zahra anaknya guru aa" ucap agung sedikit berbohong, pada nyatanya, memang agung pernah nyaman dengan zahra.


ziah tidak menjawab, ia pergi begitu saja.


**


Setelah jam pelajaran mereka selesai, zahra memberanikan diri mengajak agung makan di rumah nya,tentu saja ia akan memakai nama abinya, supaya ia mau


"pak agung, tadi abi nyuruuh saya, sehabis pulang sekolah pak agung singgah dulu ke rumah" ucap zahra, agung bingung jika ia menolak, ia tidak enak hati pda sang guru, tapi di sisi lain, ia takut ziah salah faham


"bagaimana pak?" tanya zahra kembali, tidak ada pilihan lain agung mengganggukan kepalanya.


Ziah merasa kecewa pada agung, karna agung tidak meminta izin pada ziah, namun ziah berfikir jernih kembali,

__ADS_1


"inggeett zi, kalian itu belum suami istri, jadi nggak masalah kan, kalo agung gak izin sama kamu" rutuk ziah pada diri sendiri.


__ADS_2