
Setelah menerima undangan dari zahra, ziah lebih banyak diam dan melamun ia terus menatap buku undangan yang terlihat sangat cantik itu,lagi-lagi ia harus menumpahkan bulir bening,rasanya ia tak sanggup dengan semua ini "kenapa takdir tak berpihak pada ku" lirih ziah di sela tangisnya. Ziah meremas buku undangan tersebut, ingin rasanya ziah menjerik menangis sekencang-kencang nya. Dengan secepat mungkin ziah melafalkan istighfar " ampuni hambamu ya roob,yang belum menerima dengan ketetapan mu,kuatkan kan hamba dengan segala cobaan yang sedang saya hadapi ini" ucap ziah.
Tok.tok.tok
Suara ketukan pintu di kamar ziah,
"zi apa boleh bunda masuk nak?" tanya sang bunda di balik pintu.
"masuk saja bun, pintunya gak di kunci kok" ucap ziah dengan suara serak, karna terlalu sering menangis,
Lalu sang ibu masuk " kamu masih saja mengis zi?" ucap sang bunda.
"bukan kah ini sudah menjadi keputusan mu, melepaskan agung untuk neng zahra?" tanya sang bunda, benar yang di ucapkan ibu ziah, ziah lah yang memutuskan nya, agar agung menerima perjodohan nya dengan zahra.
"ziah kira melepas seseorang yang baru kita saya tidak sesakit ini bun, ziah sedang berusaha untuk melupakan semua tentang agung, namun ternyata tak semudah membalikan telapak tangan" ucap ziah tersenyum, namun air matanya terus saja menetes.
" apa kamu menyesal?" tanya sang bunda, ziah pun melirik sang bunda" sama sekali tidak bun,karna ziah tau, agung akan lebih bahagia jika bersanding dengan teh zahra,wanita yang berparas cantik, membuat siapapu tertarik" puji ziah.
fatma tau bahwa hati sang anak saat ini sungguh tidak baik-baik saja,namun ia terus berusaha agar terlihat bahwa dia baik-baik saja. Hati ibu kepada anak itu tidak pernah salah, sekalipun sang anak berbicara bahwa ia baik-baik saja, bahwa ia ikhlas, namun sang ibu tau bahwa ziah belum sepenuh nya mengikhlaskan agung.
"bunda yakin kamu akan mendapatkan laki-laki,yang jauh lebih baik dari agung" ucap sang ibu, ziah tidak menjawab, namun ziah menghambur kepelukan sang ibu, sang ibu memeluk erat ziah, memberi kekuatan, sang ibu yakin bahwa ziah bisa melewati ini semua.
Setelah 2 hari libur, ziah kembali beraktifitas ke sekolah,ia menata hati nya, ia akan berusaha untuk tidak bersedih, tidak menangis lagi " semangat ya zi, kamu gak boleh cengeng, kamu harus kaya ziah yang dulu yang selalu ceria" ucap ziah, seraya menatap dirinya di pantulan cermin.
Ziah berangkat ke sekolah, dengan prasaan yang ntah bagaimana ia pun bingung dengan prasaan nya saat ini," kamu gak boleh nunjukin kesedihan mu di depan banyak orang,bisa-bisa orang-orang bertanya-tanya, ayolah zi, kamu jangan lemah kaya gini" gerutu ziah pada dirinya sendiri,ia menarik nafas dalam-dalam, lalu menghembuskan nya.
__ADS_1
"teh ziah" panggil rinayah, ziah pun menoleh.
"teh rin" sapa ziah " apa kabar ni ibun utun?" ucap ziah sambil mengelus perut sang sahabat yang semakin membesar
"kabar baik onty, onty sendiri bagaimana?" jawab rinayah berbicara menuruti suara bayik.
" onty juga baik-baik saja ko" ucap ziah tersenyum, rinayah menggenggam tangan ziah.
"saya tau kamu wanita hebat,kamu gak boleh lemah, allah sudah merencakan yang terbaik untuk mu!" ucap rinayah.
"makasih teh, makasih karna selalu ada buat ziah" ucap ziah,rinayah menganggukan kepala" ya udah ayok kita masuk ke ruangan" ucap rinayah.
Sebenarnya ziah enggan untuk masuk ke ruang guru, karna hal tersebut akan membuatnya semakin sakit, karna mengingat masalalu nya dengan agung.
Ketika baru saja ziah dan rinayah masuk tiba-tiba para guru sudah bergosip tentang pernikahan agung dan zahra
"iya bu, kalo saya jadi pak agung sangat amat bahagia bu" ucap bu desi, mereka masih saja memperbincangkan 2 sejoli itu, tentu saja hal tersebut membuat ziah sedikit tidak nyamaan.
**
Tepat hari minggu ini,acara pernikahan agung dan zahra akan di langsung kan, awalnya ziah di suruh untuk menjadi salah satu bridesmaid di pernikahan nya zahra, namun ziah menolak secara lembut, mana mungkin ia bisa menjadi bridesmaid nya zahra, sedangkan yang bersanding dengan zahra adalah mantan kekasih nya.
Ziah menatap wajahnya di depan cermin, wajahnya sudah di hiasi dengan make up tipis,"hari ini adalah hari pernikahan agung dengan zahra, harusnya aku sudah bisa melupakan agung, seharusnya aku terlihat lebih bahagia dari agung" lirih ziah.
"zi kamu yakin mau datang ke pernikahan mereka?" tanya sang bunda
__ADS_1
ziah pun tersenyum" yailah atuh bun, masa nggak datang, ziah menghargai keluarga besar pak kyai dan orang tua agung bu" ucap ziah.
"ya sudah kalo begitu, kamu akan baik-baik saja kan?" tanya kembali sang bunda ia merasa khawatir pada putrinya itu.
"ziah kan sudah ikhlas bu" ucap ziah meyakin kan sang bunda" lagi pula ziah pergi kan gak sendiri ziah pergi sama teh rinayah" ucap ziah kembali, sang ibu hanya mengangguk.
"teh zi udah siap belum?" tanya rinayah lewat pesan chat
"sudah teh, berangkat sekarang? Memangnya akan nya sudah?" tanya ziah, memang ziah ingin pergi ke sana seusai akad,karna ia tak ingin berlama-lama di sana.
"kata mas adit sudah zi" ucap rinayah.
"ya sudah kalo gitu aku jemput teh " ucap ziah..
Sesampainya di sana, hati ziah berdetak kencang,"apakah aku akan sanggup" tanya ziah pada dirinya sendiri.
Rinayah menepuk tangan ziah" ayok teh kita kesana,kamu kan kuat" ucap rinayah yang menggenggam tangan ziah, yang sangat dingin, ziah hanya mengangguk.
Ketika sampai di depan pelaminan lagi-lagi ziah tertegun ada rasa sakit menyelinap di hatinya, ketika melihat 2 insan berada di pelaminan dengan wajah yang bahagia dan berseri-seri.
Ziah perlahan menaiki pelaminan, sebenarnya ia enggan bersalaman dengan agung,tapi ia takut akan menimbulkan pertanyaan pada sebagian banyak orang.
"barakallah ya bu, bu zahrra sangaat cantik" ucap ziah sambil bersalaman dengan zahra, lalu berpindah pada agung.
"selamat pak" ucap ziah dingin,agung hanya mengangguk lemas" maafkan saya zi,kamu harus kembalu terluka"gumam agung dalam hati.
__ADS_1
Ketika hendak bersalaman dengan ibu agung, sang ibu langsung memeluk ziah, dan ia menangis dalam dekapan ziah" maafkan agung nak, maafkan dia, ibu yakin sesuatu yang indah sudah menantimu, kamu wanita baik, sholehah cantik, banyak pria yang menginginkan mu"ucap ibu agung ziah tak kuasa menahan tangis nya dan akhirnya air matanya kembali tumpah" ziah udah ikhlas bu, pak agung akan lebih bahagia dengan bu zahra"ucap ziah di sela tangisnya.
"kamu pun harus lebih bahagia dari agung,sampai kapapun ibu menyayangi bu nak" ucap ibu agung.