
Kamila menugaskan kembali anak buah nya untuk memata-matai ziah, bahkan kali ini kamila memberi perintah untuk mencelakai ziah.
"kamu itu laki-laki, masa kamu kalah sama wanita bodoh, rugi saya menggajih kalo saya suruh begitu saja gak becus" cecar mila pada anak buah nya.
"pokok nya kali ini kamu harus bisa membuat wanita sialan itu celaka, kalo bisa buat dia sampai ma*i!" kamila menekan kan ucapan nya.
"siap bu, akan saya usahakan saya akan mencari lengah, jika wanita itu lengah dari penjagaan para pria itu, saya akan secepatnya beraksi" ucap pria tersebut dengan percaya diri.
"baguuuss, kalo misi kamu berhasil saya gajih kamu 2× lipat" ucap kamila, pria tersebut tersenyum bahagia, ia akan berusaha untuk mendapatkan ziah,atau tidak ia akan mencelakainya.
"jangan senyum dulu kamu, jalan kan dulu misi mu, kalo hari ini kamu tidak berhasil, gaji kamu saya potong, dan biarkan saya turun tangan sendiri" tegas mila pada anak buahnya, seketika anak buah mila bungkam.
**
Sedangkan di tempat lain pun vano berusaha sebisa mungkin untuk menjaga ziah. Ziah pun merasa kesal pada vano, ia selalu mengikuti langkah kaki ziah, kemana pun ziah pergi. Ziah bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju pintu luar, dengan cekatan vano pun mengikuti ziah. Ziah menghentakan kakinya.
"pak saya itu mau ke toilet! Masa ke toilet aja mesti di ikutin" geram ziah, membuat vano celingukan dan senyum-senyum.
"ma-maaf bu, kirain saya bu ziah mau kemana" dengan terbata-bata vano menjawab. Ziah menghentakan kaki nya kesal,lalu pergi meninggalkan vano.
"posesif banget sih, kalo gini aku jadi gak nyaman,padahal aku udah gede bisa jaga diri sendiri" lirih ziah. Ziah tidak tahu bagaimana nekad kamila.
"lagian orang yang ngikutin aku kemaren juga prasaan udah gak ada deh" gumam ziah.
"dit, kenapa sih vano terlihat begitu mengkhawtir kan ziah?" celetuk agung tiba-tiba.
"ya mungkin karna dia sayang kali sama ziah, mungkin dia tak mau terjadi sesuatu pada ziah" jawab adit santai, adit berfikir kalau ucapan nya itu membuat hati agung sedikit nyeri.
"terjadi sesuatu?" agung merasa heran dengan ucapan adit.
"yaaapppss, yaudah ya gung aku mau masuk kelas dulu" adit belum ada niatan untuk bercerita pada agung,lagi pula agung pun tak berhak tau,fikir adit.
Namun berbeda dengan agung, ia terus memikirkan ucapan sahabatnya itu adit, agung bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
"apakah ada sesuatu yang membahayakan ziah?" agung bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
"tapi apa ya," gumam agung.
"tapi apa. Apa a?" ziah tiba-tiba muncul di hadapan nya,membuat agung telonjak kaget. "Ya allah neng, kamu ngagetin aa aja, gimana kalo aa punya penyakit jantungan neng" agung memegang dada nya karna kaget.
" zahra gak ngagetin aa kok, zahra cuman nanya, aa tadi ngomong, tapi apa ya, trus zahra tanya, tapi apa a,nggak ada yang salahkan? Aa ngelamun ya?" zahra menjelaskan dengan detail.
"eemmmhh.. I-itu, mak-sud aa, itu jawaban soal ulangan anak-anak neng" agung menjawab dengan glagapan. Dan zahra percaya begitu saja dengan ucapan suaminya hanya meng oh saja.
"a,tadi bu ziah berangkat ke sekolah bareng pak adit, kenapa ya biasanya juga bawa motor sendiri" cerita zahra pada agung, agung pun semakin menerka-nerka dengan ucapan adit tadi.
"mungkin motor bu ziah mogok neng" ucap agung berusaha tenang, padahal hatinya bertanya-tanya, apa yang terjadi sebenarnya pada ziah?
__ADS_1
"iya mungkin a" jawab zahra. Agung tak menjawab lagi ucapan istrinya, agung ingin segera bertemu dengan adit, dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada ziah.
"neng ntar kamu bisa kan pulang duluan, aa mau ngobrol dulu sama adit" pinta agung pada zahra.
"emang aa mau ngobrolin apa?" tanya zahra heran.
"nggak ada yang penting sih, cuman aa mau mengulang masa lalu aja gitu sama adit, rasanya kangen juga" agung berbohong pada istrinya itu.
"eeemmmhhh gitu! Yaudah kalo gitu" zahra memang orang yang selalu berbaik sangka. Jadi ia tidak pernah berfikir yang aneh-aneh pada suaminya itu.
"maafkan aa neng, aa belum bisa tenang kalo belum tau kebenaran nya," lirih agung dalam hati, sebenarnya agung tak ingin membohongi istrinya, namun apa boleh buat, agung ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya pada ziah.
"dit nanti pulang sekolah bisa kan ngobrol sebentar?" tanya agung pada adit.
"tumben, biasanya juga langsung pulang," ucap adit.
"ya kan gak ada salahnya, udah lama juga kita jarang ngobrol berdua"
"yasudah, gimana nanti saja ya gung, aku gak bisa janji, soalnya kan aku bareng sama ziah" ucap adit. Agung hanya mengangguk pasrah, ia tak mungkin memaksa adit untuk mengobrol dengan nya, namun agung akan berusa untuk mencari tahu tentang ziah saat ini.
Saat waktunya pulang pun tlah tiba.
"bang aku tunggu di parkiran ya" ucap ziah.
"iya zi, kamu tunggu aja ya sebentar, abang mau ngobrol dulu sama agung" adit berkata.
"iya-iya gak lama kok" adit berusaha meyakin kan ziah. Akhirnya ziah pun pergi duluan ke parkiran.
Saat hendak adit dan agung akan berbincang, tiba-tiba vano datang.
"lho pak adit belum pulang? Bu ziah dimana pak?" mimik muka vano menyiratkan rasa khawatir.
"ziah di parkiran, saya mau ngobrol dulu sebentar sama pak agung" ucap adit.
"yasudah saya susul dulu bu ziah ya pak, kasian dia sendiri" tanpa menunggu persetujuan dari adit, vano pun pergi meninggalkan mereka berdua, melihat hal tersebut, agung semakin yakin ada sesuatu yang tidak beres.
" dit sebenarnya ziah kenapa?" tanpa basa basi agung langsung bertanya pada intinya saja.
" nggak ada apa-apa kok gung, emang kenapa?" adit masih enggan menceritakan nya, karna ia tau tabiat sahabatnya itu, dan adit tau bahwa agung masih menyimpan sedikit rasa sayang pada ziah, adit tak ingin rumah tangga agung bermasalah.
"kamu jangan bohongin saya diitt!" agung sedikit meninggikan suaranya.
"saya tau ada sesuatu yang tidak beres," lanjut agung, adit menghela nafas panjang.
" ada orang yang memata-matai ziah,tapi kita gak tau, dia memata-matai ziah dengan tujuan baik atau buruk," tak ada pilihan lain, akhirnya adit bercerita, dari pada harus berlama-lama dan bersitegang seperti ini.
"kamu serius dit?" agung menatap adit, adit hanya mengangguk.
__ADS_1
"saya mohon gung sama kamu, sekarang kehidupan mu dengan ziah itu sudah berbeda, kamu sudah mempunyai seorang istri, tolong hargai istrinya, jangan menampakan wajah kecemasan di wajahmu itu, karna itu akan melukai hati istrimu, zahra wanita baik gung, kamu tenang aja, sekarang zahra sudah berada di tangan yang tepat, vano selalu ada buat ziah, kamu doakan saja untuk kebaikan ziah" adit tahu, agung merasa cemas dan khawatir. Agung mengusap muka nya dengan kasar.
"sejauh ini, zahra belum tahu kalo kamu pernah menjalin hubungan dengan ziah, kami menutupi nya, jadi jangan sampai zahra tau semua ini karna sikap mu, kalo gitu aku pamit kasian ziah udah nungguin dari tadi" adit menepuk pundak sahabatnya itu, lalu pergi meninggalkan agung.
" maaf zi, nunggu lama" ucap adit.
"iya gak papa, ayo pulang sekarang" ajak ziah
"van, kita pulang dulu ya" pamit adit
"biar saya antar kalian, felling saya orang yang kemarin kembali datang" ucap vano,ziah tercengang dan mendelikan matanya.
" gak mungkin pak,lagian juga orang itu punyak kesibukan! Masa setiap hari ngikutin saya mulu" ketus ziah.
" kalo buat jaga-jaga gak ada salahnya" tegas vano.
"udah-udah jangan berdebat, perkataan vano ada benarnya,yasudah ayo van" ajak adit, akhrinya ziah pun menurut saja.
Dan benar saja, firasaat vano tak melesat, ternyata orang tersebut mengikuti ziah kembali, dan vano pun memberi intruksi pada adit, karna adit belum mengetahui orang yang mengikuti mereka kemarin. Vano membunyikan klakson motornya.
"orang itu ada lagi" ucap vano meskipun samar-sama di dengar oleh adit,tapi adit mengerti.
" zi apakah itu orang yang kemarin ngikutin kalian?" tanya adit,ziah pun melirik.
"i-iya bang itu orangnya" ucap ziah dengan gemetar dan takut.
"kamu tenang ya, biar orang itu menjadi urusan vano, kamu pegangan ya" adit menangkan ziah.
Sedangkan vano sedang berusaha untuk menghadang motor anak buah kamila, tangan vano sudah tidak kuat ingin memberi perhitungan pada anak buah kamila.
Vano dan anak buah kamila sempat kejar-kejaran, namun vano tak kehabisan akal, ia menendang motor anak buah mila, hingga ia tersungkur jatuh, lalu vano memberhentikan laju motornya.
"heh mau apa kamu ngikutin wanita itu" tunjuk vano pada arah motor adit yang sedang melaju.
"itu bukan urusan lo, gue gak ada urusan sama lo,urusan gue sama wanita itu" dengan bengis pria tersebut berujar.
" urusan dia,urusan saya juga, jadi kalo kamu ada urusan sama wanita itu, kamu harus berhadapan dengan saya" vano menantang pria tersebut. Pria tersebut menyunggingkan senyumnya, dia seakan-akan meremehkan kekutan vano.
"ayok gue gak takut" dengan besar kepala pria tersebut berujar, akhrinya perkelahian pun terjadi,vano terus membaku hantam anak buah kamila, meskipun sesekali vano pun terkena bogeman pria tersebut, namun kekuatan vano jauh di atas anak buah mila, anak buah mila jatuh tersungkur. Karna sudah tidak kuat melawan vano.
Vano pun berjongkok dan mengangkat kerah baju pria tersebut.
"bilang sama bos lu, jangan pernah coba-coba untuk melukai wanita tersebut, jika itu terjadi kalian anak menerima akibatnya" ancam vano pada pria tersebut, setelah puas membuat anak buah kamila tak berdaya vano pun pergi, mengikuti adit dan ziah, vano ingin memastikan bahwa ziah pulang dengan selamat.
"saya berjanji dan akan saya pastikan kamu akan baik-baik saja zi, kalo sampai kamu terluka sedikitpun, itu semua kesalahan saya zi, saya tidak akan menyerah untuk terus melindungimu, dengan cara apapun zi"gumam vano dalam hati.
"carilah orang yang menyayangi mu bukan sekedar mencintaimu, karna cinta itu prasaan sedangkan sayang itu perbuatan,dan cinta mudah untuk di lupakan,sedangkan saya akan abadi walaupun di pisahkan dengan kematian"
__ADS_1