Bukan Perpisahan Yang Ku Tangisi Tetapi Pertemuan Yang Ku Sesali

Bukan Perpisahan Yang Ku Tangisi Tetapi Pertemuan Yang Ku Sesali
16. pura-pura tegar


__ADS_3

Setelah ziah mengambil keputusan bahwa dialah yang akan melepaskan agung, sebenar nya hati ziah selalu tidak baik-baik saja,namum ia selalu berusaha untuk terlihat semua nya baik-baik saja. Terlebih ia tak ingin membuat kecurigaan untuk zahra terhadapnya.


" bu ziah, apakah bu ziah baik-baik saja?" ucap zahra, zahra melihat ziah seperti tidak bersemangat.


"sa-saya? Saya baik-baik saja bu, memangnya kenapa?" tanya ziah, pura-pura tidak mengerti apa yang maksud zahra.


" saya kira bu ziah kurang sehat, kalo emang gak enak badan bu ziah pulang saja" ucap zahra lembut.


Ziah memaksakan dirinya tersenyum walau hatinya sakit " tidak bu saya baik-baik saja,terimakasih ibu sudah mengkhawatirkan saya" ucap ziah.


zahra pun tersenyum dan ia mengangguk.


"sudah seharusnya kita saling peduli bu"ucap zahra. Ziah pun hanya tersenyum. Ingin sekali zahra berbicara bahwa dirinya tidak baik-baik saja,dan hal itu di sebabkan oleh agung, yang sebentar lagi akan menjadi imam nya.

__ADS_1


"hati saya sedang tidak baik-baik saja teh,pantas saja banyak sekali orang yang menginginkan mu, kepedulian mu, kasih sayangmu pada manusia sangat besar,kau tidak pernah membeda-bedakan nya, agung pasti bahagia hidup bersama wanita yang berhati emas dan berwajah bak bidadari"lirih ziah dalam hati walau sebenarnya ia sangaat terluka.


Di sudut lain, agung memerhatikan 2 wanita yang saat ini berada di hatinya,ingin sekali agung pergi dari hadapan mereka,terlebih ketika melihat ziah, agung tau meskipun ziah terlihat baik-baik saja tapi tidak dengan hatinya."kamu memang pandai dalam menyembunyikan luka zi" gumam agung dalam hati.


Hati agung merasa tercabik-cabik, bagaimana mungkin agung bisa menyakiti hati ziah,sedangkan ia yang selama ini berusaha menyembuhkan luka ziah adalah agung, tapi agung pula yang menyakitinya.


"eemmh bu ziah apa boleh saya bertanya sesuatu?" tanya zahra.


"bertanya soal apa bu? Silahkan jika saya bisa menjawab saya akan jawab" jawab ziah.


Ziah tertegun dengan pertanyaan zahra, kenapa pertanyaan macam itu yang ziah lontarkan pada ziah.


" dulu ada bu, tapi sekarang sudah tidak," ucap ziah,

__ADS_1


"lho kenapa bu?, hehehe maaf jadi kepo saya" ujar zahra sambil terkekeh.


"dia sudah memiliki kekasih lain bu, bahkan dia akan segera menikah, sebelum kenal dengan dia saya sangat takut untuk jatuh cinta karna selalu di selingkuhi, dan dia berusaha menyembuhkan luka dan rasa takut di hati saya, tapi ternyata dia lebih parah dari yang lain, dia yang menyembuhkan luka saya, dan dia juga yang membuat luka itu kembali terasa perih" ziah menekan kata-kata di akhir kalimat nyaa.


JLLEEEEBBBB


Bagai di sambar petir di siang hari,ketika agung mendengar ucapan ziah, agung tidak menamfik, memang benar adanya yang di katakan ziah,


"ya allah teh saya meminta maaf, karna saya bertanya hal demikian, saya tidak tahu bahwa masa lalu bu ziah begitu menyakitkan, saya tidak tahu bagai mana jika saya berada di posisi bu ziah, semoga allah mengganti dengan yang lebih baik dari ibu, dia akan menyesal karna tlah memilih wanita lain " ucap zahra sedikit geram.


" sama sekali dia tidak menyesal bu, karna dia sangat beruntung tlah memilih wanita yang berhati malaikat, dan berwajah menawan." ucap ziah, zahra tidak tahu yang saat ini di bicarakan adalah agung,sang calon suami.


"seluas itukah kesabaran bu ziah? Ketika di sakiti pun bu ziah masih membela nya?" tanya zahra heran,

__ADS_1


ziah pun terkekeh " yang saya katakan itu memang benar adanya bu" ucap ziah. Hati nya memang terluka tapi tidak mungkin ia harus berlalur-larut dalam kesedihan.


Ziah yakin di depat sana kebahagian sedang menantinya, biarlah saat ini ziah pura-pura kuat, pura-pura tegar, karna suatu saat kepura-puraan itu akan berbuah manis untuknya..


__ADS_2